{"id":4647,"date":"2015-02-02T13:43:01","date_gmt":"2015-02-02T06:43:01","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=4647"},"modified":"2022-09-11T18:42:45","modified_gmt":"2022-09-11T11:42:45","slug":"pengaruh-desain-kemasan-terhadap-penjualan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/pengaruh-desain-kemasan-terhadap-penjualan\/","title":{"rendered":"Pengaruh Desain Kemasan Terhadap Penjualan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Pengaruh-Desain-Grafis-pada-Label-Kemasan-Terhadap-Penjualan.png\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter size-full wp-image-4650\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Pengaruh-Desain-Grafis-pada-Label-Kemasan-Terhadap-Penjualan.png\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Pengaruh-Desain-Grafis-pada-Label-Kemasan-Terhadap-Penjualan.png\" alt=\"Pengaruh Desain Kemasan Terhadap Penjualan\" width=\"680\" height=\"240\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27680%27%20height%3D%27240%27%20viewBox%3D%270%200%20680%20240%27%3E%3Crect%20width%3D%27680%27%20height%3D%27240%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Pengaruh-Desain-Grafis-pada-Label-Kemasan-Terhadap-Penjualan-300x106.png 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Pengaruh-Desain-Grafis-pada-Label-Kemasan-Terhadap-Penjualan.png 680w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 680px) 100vw, 680px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Dalam membuat desain kemasan menjadi salah satu pemicu penjualan sebuah produk karena berdasarkan fungsinya. Desain kemasan merupakan suatu nilai tambah yang dapat dijadikan sebagai perangkap emosional yang sangat ampuh untuk menjaring konsumen. Dalam konteks komunikasi visual, desain sudah menjadi bagian dari tim dalam industri komunikasi. Desain juga sudah menjadi salah satu aspek yang berpengaruh dalam membentuk perilaku suatu masyarakat dan perkembangan ekonominya.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, desain kemasan digadang-gadang mempunyai pengaruh yang besar terhadap minat beli konsumen. Khususnya unsur desain bentuk dan warna kemasan yang sangat berpengaruh dibandingkan dengan faktor lainnya. Sehingga unsur-unsur tersebut sangat dibutuhkan dalam menciptakan desain kemasan yang baik dan tepat.\u00a0Adapun penjabaran mengenai fungsi kemasan di bawah ini, bermaksud agar dapat dijadikan acuan para produsen dalam pembuatan kemasan.<\/p>\n<p><strong>Fungsi\u00a0Packaging\/\u00a0Kemasan<\/strong><\/p>\n<p>Fungsi utama sebuah packaging haruslah dapat melindungi produknya. Contoh, untuk produk makanan sebaiknya menggunakan alumunium foil karena menghindari cahaya langsung dari sinar matahari. Kemudian harus bisa melindungi dari benturan sehingga produk di dalamnya tidak rusak. Untuk mengetahui hal tersebut, sebaiknya dilakukan pengetesan untuk mengetahui kadar keamanan pada kemasan. Konsumen tentu bukan hanya melihat kemasan saja, tetapi kualitas produk di dalamnya harus tetap terjaga.<br \/>\n<br \/>\nSelain pelindung, faktor kemudahan menjadi hal penting untuk diperhatikan dalam desain kemasan.\u00a0Ini bermaksud agar produk dapat dengan mudah disimpan dan dibawa kemana-mana. Sebagai contoh, kemasan besar yang dilengkapi penjinjing mempermudah saat membawa atau memindahkannya. Lalu berbagai produk botol dibuat dengan bentuk menyesuaikan genggaman tangan. Kemasaan atau ukuran produk juga perlu diperhatikan agar mempermudah saat tata letak di pusat perbelanjaan dan tidak boros tempat.<\/p>\n<p>Terakhir, kemasan berfungsi sebagai sarana promosi. Di mana faktor ini sebagai nilai tambah dari kedua hal di atas. Tanpa berjalannya kedua hal di atas, sistem promosi tidak bisa berjalan. Maka bisa dikatakan promosi adalah pelengkap dari sebuah kemasan. Kemasan yang baik adalah kemasan yang mampu mengundang konsumen untuk mengetahui lebih lanjut produk apa yang ditawarkan. Jika semua itu dapat berjalan, kemasan tersebut sudah bisa dikatakan berhasil.<\/p>\n<p>Dari sisi produsen, melalui merek dan kemasan yang kuat perusahaan mampu\u00a0menjadi\u00a0\u00a0basis terbentuknya loyalitas dan fanatisme pelanggan. Loyalitas pada merek dapat menjadi ukuran seberapa besar kemungkinan pelanggan\u00a0\u00a0akan\u00a0\u00a0berpindah\u00a0\u00a0ke\u00a0\u00a0merek\u00a0\u00a0lain,\u00a0sehingga dengan terbentuknya loyalitas merek, kecil kemungkinan pelanggan akan\u00a0\u00a0berpindah ke merek lain meskipun merek tersebut memberikan harga yang lebih murah atau barangkali kualitas yang lebih\u00a0\u00a0baik.\u00a0\u00a0Sedangkan\u00a0\u00a0bagi\u00a0\u00a0konsumen,\u00a0\u00a0merek dan kemasan mampu menambah nilai bagi konsumen. Dengan adanya persepsi keyakinan atas produk menyebabkan konsumen ingin terasosiasikan dan membelinya, sehingga konsumen tidak akan segan membayar mahal untuk mendapatkan produk dengan merek dan kemasan\u00a0tertentu.<\/p>\n<p>Adapun beberapa fungsi kemasan yang perlu diperhatikan oleh\u00a0produsen adalah sebagai berikut :<\/p>\n<p><strong>1. Sebagai Tempat<\/strong><\/p>\n<p>Untuk menentukan daya muat dari kemasan harus diketahui berat atau bobot serta jenis produk yang akan ditempatkan kedalam kemasan\u00a0tersebut. Oleh karena itu dalam membuat kemasan suatu produk diperlukan penentuan desain yang khusus, apakah menggunakan kemasan\u00a0berwujud kotak, kaleng, tube ataupun dalam botol agar sesuai dengan\u00a0produknya. Disamping itu kemasan dapat memberi kemudahan serta dapat melindungi produk dalam pendistribusiannya. Syarat minimum kemasan suatu produk adalah kemasan harus dapat melindungi keutuhan isi produk<\/p>\n<p><strong>2. Sebagai Identifikasi<\/strong><\/p>\n<p>Identifikasi suatu produk sangat penting karena pada umumnya produk perusahaan dijual bersama dengan produk lain yang sejenis. Oleh\u00a0karena itu kemasan suatu produk dapat dipakai untuk membedakan dengan\u00a0produk lain yang sejenis yang dihasilkan oleh produsen lain.<\/p>\n<p><strong>3. Sebagai alat komunikasi<\/strong><\/p>\n<p>Kemasan secara tidak langsung dapat dipakai sebagai alat komunikasi dengan konsumen, dimana kemasan tersebut menunjukkan\u00a0\u00a0merek, gambar dan pesan yang bersifat memberikan keterangan yang\u00a0\u00a0menyebabkan rasa ingin tahu, memberi petunjuk tentang penggunaan\u00a0\u00a0produk, komposisi bahan dari produk tersebut serta keterangan lain yang ada pada kemasan. Jadi secara keseluruhan kemasan dapat memberikan\u00a0\u00a0keterangan kepada konsumen.<\/p>\n<p><strong>4. Memudahkan Penggunaan Produk<\/strong><\/p>\n<p>Fungsi lain dari kemasan adalah untuk memudahkan konsumen untuk menggunakan produk. Kemudahan bagi konsumen dalam arti\u00a0kemasan yang mudah dibuka, isinya mudah dikeluarkan dan mudah\u00a0dibawa.<\/p>\n<p><strong>5. Mempromosikan Produk<\/strong><\/p>\n<p>Kemasan yang dapat melindungi dan memudahkan dalam penggunaan produk maka ia menambah nilai jual dan promosi produk itu.\u00a0Biasanya barang konsumsi yang ada dipasar swalayan atau di toko eceran\u00a0\u00a0diletakkan dekat produk pesaing. Promosi barang tersebut bergantung\u00a0\u00a0pada kemasan karena kemasan mempunyai pengaruh dalam pajangan\u00a0\u00a0untuk memikat konsumen. Perbaikan kemasan dapat merupakan cara\u00a0\u00a0efektif untuk menarik konsumen baru.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><em>3 Alasan mengapa kemasan diperlukan:<\/em><\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Kemasan melindungi produk dalam perjalanannya dari produsen kekonsumen agar produk tersebut tidak rusak. Untuk beberapa jenis produk yang dapat membahayakan anak-anak biasanya diberi kemasan pelindung khusus. Disamping itu barang yang diberi kemasan biasanya lebih bersih dan menawan.<\/li>\n<li>Melalui kemasan identifikasi produk menjadi lebih efektif. Kemasan merupakan satu-satunya cara perusahaan membedakan produknya. Para pengecer juga mengakui bahwa kemasan yang mengandung ciri-ciri promosi dan perlindungan barang yang efektif meningkatkan penjualan dan mengurangi biaya karena rusaknya produk.<\/li>\n<li>Bentuk dan ciri kemasan yang demikian menariknya menyebabkan pelanggan bersedia membayar lebih mahal hanya untuk memperoleh kemasan istimewa. Peningkatan laba juga bisa diperoleh melalui efisiensi biaya pemasaran yang diperoleh dari kemasan yang efektif. Kemasan yang dapat melindungi produk, kemasan yang memberikan ciri-ciri promosi semuanya ini akan dapat menekan biaya, baik biaya kerusakan dan biaya advertensi.<\/li>\n<\/ol>\n<p><em>Inovasi produk bertujuan untuk mempertahankan kelangsungan hidup\u00a0 perusahaan, karena produk yang telah ada rentan terhadap perubahan kebutuhan dan selera konsumen, teknologi, siklus hidup produk yang lebih singkat, serta \u00a0meningkatnya persaingan domestik dan luar negeri. Inovasi produk yang dilakukan haruslah melalui hasil penelitian pasar, sehingga dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan selera konsumen. Meskipun perusahaan mementingkan mutunya, tetapi apabila perusahaan tidak memperhatikan selera konsumen, maka akan menyebabkan produknya tidak diminati, bahkan konsumennya akan beralih pada produk lain, sehingga penjualan akan turun.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam membuat desain kemasan menjadi salah satu pemicu penjualan sebuah produk karena berdasarkan fungsinya. Desain kemasan merupakan suatu nilai tambah yang dapat dijadikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":4650,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[62,383,382,384],"views":12012,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4647"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4647"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4647\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4650"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4647"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4647"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4647"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}