{"id":4580,"date":"2022-03-22T10:50:28","date_gmt":"2022-03-22T03:50:28","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=4580"},"modified":"2022-10-17T17:32:54","modified_gmt":"2022-10-17T10:32:54","slug":"siapa-yang-layak-diberi-tanggung-jawab-stok-opname","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/siapa-yang-layak-diberi-tanggung-jawab-stok-opname\/","title":{"rendered":"Siapa yang Layak Diberi Tanggung Jawab Stok Opname?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/Siapa-Yang-Layak-Diberi-Tanggung-Jawab-dalam-Stok-Opname.png\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter size-full wp-image-4621\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/Siapa-Yang-Layak-Diberi-Tanggung-Jawab-dalam-Stok-Opname.png\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/Siapa-Yang-Layak-Diberi-Tanggung-Jawab-dalam-Stok-Opname.png\" alt=\"Siapa Yang Layak Diberi Tanggung Jawab Stok Opname?\" width=\"680\" height=\"240\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27680%27%20height%3D%27240%27%20viewBox%3D%270%200%20680%20240%27%3E%3Crect%20width%3D%27680%27%20height%3D%27240%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/Siapa-Yang-Layak-Diberi-Tanggung-Jawab-dalam-Stok-Opname-300x106.png 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/Siapa-Yang-Layak-Diberi-Tanggung-Jawab-dalam-Stok-Opname.png 680w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 680px) 100vw, 680px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Stock opname itu penting dilakukan karena mempengaruhi laporan laba rugi perusahaan.<\/p>\n<p>Meskipun aktivitas ini penting, stock opname tidaklah dilakukan secara full time atau terus menerus, melainkan dilakukan secara periodik.<\/p>\n<p>Proses stock opname dilakukan oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki tanggung jawab dan wewenang yang jelas sesuai dengan ketentuan perusahaan.<\/p>\n<p>Tanggung jawab dapat dilimpahkan kepada para eksekutif produksi atau kepada suatu komisi, tetapi controller biasanya dibebani dengan tanggung jawab penuh atas persediaan, termasuk laporan akhir manajemen.<\/p>\n<p>Lantas, siapakah sebenarnya yang memiliki tanggung jawab penuh dalam proses stock opname ini?<\/p>\n<p>Mari temukan jawabannya.<\/p>\n<h2>Apa Itu Stock Opname?<\/h2>\n<p><a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/pengertian-dan-contoh-laporan-stock-opname-excel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Stock opname<\/a> merupakan kegiatan perhitungan persediaan barang secara fisik yang masih tersimpan di dalam gudang atau toko yang kemudian dipasarkan.<\/p>\n<p>Kegiatan tersebut meliputi menghitung jumlah barang, pemeriksaan barang secara langsung, melakukan penataan yang lebih memudahkan operasional bisnis.<\/p>\n<p>Kegiatan ini dilakukan tergantung dengan kebijakan perusahaan: ada yang melakukan setiap akhir bulan, tiga atau empat bulan, bahkan ada yang melakukannya setiap akhir tahun.<\/p>\n<p>Namun, sejumlah perusahaan yang menerapkan sistem pengendalian atau lebih tertata biasanya melakukan stock opname sebanyak 3 sampai 4 bulan sekali.<\/p>\n<p>Dalam melakukan stock opname membutuhkan aplikasi perhitungan stock dan Anda juga membutuhkan tim perhitungan dan tim input.<\/p>\n<p>Dengan adanya teknologi canggih saat ini, setiap produk diberikan barcode agar dapat membantu proses perhitungan lebih cepat dan efisien.<\/p>\n<p>Selain itu, ketika produk diberikan barcode dapat meminimalkan kesalahan pencatatan perhitungan.<\/p>\n<h2>Siapa yang Bertanggung Jawab Melakukan Stock Opname?<\/h2>\n<p>Untuk mengetahui siapa saja yang terlibat dalam tugas stock opname dapat dilihat pada gambar di bawah ini.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/bagan-wewenang-stock-opname.png\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter size-full wp-image-4581\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/bagan-wewenang-stock-opname.png\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/bagan-wewenang-stock-opname.png\" alt=\"bagan wewenang stock opname\" width=\"659\" height=\"516\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27659%27%20height%3D%27516%27%20viewBox%3D%270%200%20659%20516%27%3E%3Crect%20width%3D%27659%27%20height%3D%27516%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/bagan-wewenang-stock-opname-300x235.png 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/bagan-wewenang-stock-opname.png 659w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 659px) 100vw, 659px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Di samping fungsi-fungsi yang tertera pada bagian ini, pada perusahaan-perusahaan yang lebih besar dapat meliputi suatu komisi penasihat, yang terdiri dari fungsi-fungsi, seperti pengendalian bahan, pengelolaan data pergudangan, pengendalian produksi dan akuntansi biaya.<\/p>\n<p>Berbagai tanggung jawab spesifikasi yang ditujukan pada bagan tersebut dapat dituliskan sebagai berikut.<\/p>\n<h3>1. Controller<\/h3>\n<p>Bertanggung jawab untuk perencanaan dan pelaksanaan penuh dari program persediaan fisik.<\/p>\n<h3>2. Koordinator<\/h3>\n<p>Bertugas mengusahakan dan menjamin adanya koordinasi sepenuhnya dari semua kegiatan persediaan dengan semua kepala fungsional.<\/p>\n<h3>3. Training supervisor<\/h3>\n<p>Bertanggung jawab mengawasi setiap orang yang berhubungan dengan opname fisik persediaan, termasuk mereka yang menyiapkan area-area dan yang mengatur susunan persediaan, penyusunan suatu program latihan.<\/p>\n<p>Selain itu, training supervisor juga bertugas melakukan pengaturan seleksi pegawai-pegawai yang tepat untuk berpartisipasi dalam program.<\/p>\n<h3>4. Counting supervisor (Pengawasan perhitungan)<\/h3>\n<p>Bertanggung jawab untuk mengidentifikasi dan penghitungan secara wajar semua bahan yang akan diinventarisir dan memastikan bahwa kartu-kartu persediaan telah disiapkan dengan wajar.<\/p>\n<h3>5. Checking supervisor (Pengawasan pengecekan)<\/h3>\n<p>Bertanggung jawab untuk menghitung kembali dan melakukan verifikasi mengenai kecermatan perhitungan dan memastikan bahwa semua unsur persediaan telah dihitung.<\/p>\n<h3>6. Control supervisor<\/h3>\n<p>Bertanggung jawab untuk peredaran dan kontrol dari semua kartu dan etiket persediaan, analisis varian atau perbedaan, dan penyiapan serta pendistribusian laporan.<\/p>\n<h2>Tujuan Utama Melakukan Stock Opname<\/h2>\n<p>Kegiatan stock opname memiliki tujuan utama, yaitu untuk mengetahui secara pasti dan benar mengenai pencatatan dalam administrasi dan pembukuan keuangan bisnis.<\/p>\n<p>Tidak jarang juga beberapa bisnis yang menerapkan kegiatan stock opname hingga dua kali dalam sehari, ketika mulai jam operasional dan jam operasional berakhir.<\/p>\n<p>Ketika melakukan stock opname ditemukan jumlah tidak sesuai, maka proses bisnis akan terganggu.<\/p>\n<p>Misalnya, karyawan harus mengeluarkan produk sesuai dengan pesanan dari konsumen. Berdasarkan laporan pencatatan, barang yang dipesan tersebut masih tersedia.<\/p>\n<p>Namun nyatanya, stok barang tersebut sudah tidak ada di gudang.<\/p>\n<p>Kondisi ini tentu mengganggu kelancaran transaksi dan laporan keuangan perusahaan.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, dengan mengetahui jumlah barang yang real time dapat membantu pelaku usaha untuk memperkirakan kapan waktu yang tepat untuk memenuhi persediaan dalam gudang.<\/p>\n<p>Sekaligus hal ini membantu dalam mengetahui apa saja barang yang stoknya kurang dan lebih.<\/p>\n<p>Adanya perbedaan jumlah pencatatan dengan jumlah stok di gudang disebabkan oleh beberapa hal, seperti ada transaksi yang belum tercatat atau adanya kesalahan dalam pencatatan.<\/p>\n<p>Untuk mengatasi hal seperti ini, jelas solusinya melakukan audit atau stock opname.<\/p>\n<p>Singkatnya tujuan melakukan stock opname adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Mencegah terjadinya kerugian perusahaan karena adanya kelalaian dalam perhitungan<\/li>\n<li>Mengetahui jumlah persediaan barang yang sebenarnya<\/li>\n<li>Mengatur mutasi barang dari masuk dan keluar perusahaan<\/li>\n<li>Pengendalian inventory internal<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Kapan Seharusnya Stock Opname Dilakukan?<\/h2>\n<p>Setiap pelaku usaha atau perusahaan memiliki periode perhitungan stock opname masing-masing.<\/p>\n<p>Mengapa terjadi hal yang demikian?<\/p>\n<p>Karena setiap usaha memiliki perlakuan yang berbeda-beda tergantung juga dari skala usaha dan juga kebijakan yang dimiliki oleh perusahaan untuk menjalankan operasional bisnisnya.<\/p>\n<p>Untuk usaha berskala kecil, kegiatan stock opname dapat dilakukan lebih cepat. Bisa dalam kurun waktu sehari. Jadi, untuk bisnis seperti ini memungkinkan untuk melakukan kegiatan stock opname setiap harinya.<\/p>\n<p>Untuk perusahaan dengan skala menengah dan besar, mereka tidak dapat melakukan kegiatan stock opname dalam kurun waktu sehari.<\/p>\n<p>Perusahaan-perusahaan ini, umumnya kegiatan stock opname dilakukan kurun waktu mingguan, bulanan, hingga ada yang tahunan sesuai dengan kebijakan operasional yang diberlakukan oleh perusahaan.<\/p>\n<p>Setiap waktu stock opname memiliki konsekuensi masing-masing, yang terpenting adalah kegiatan stock opname dilakukan secara teratur di waktu dan periode yang sudah ditentukan.<\/p>\n<p>Semakin sering kegiatan stock opname dilakukan, maka semakin mudah pihak keuangan melakukan penyesuaian dalam selisih.<\/p>\n<p>Lakukanlah stock opname sedini dan sesering mungkin, agar meminimalkan terjadinya selisih dalam jumlah yang besar. Adapun jika muncul masalah, maka dapat diselesaikan dengan lebih cepat.<\/p>\n<h2>Manfaat Penting Melakukan Stock Opname<\/h2>\n<p>Berikut ini ada beberapa manfaat dari kegiatan stock opname yang harus Anda ketahui sebagai pelaku usaha, di antaranya:<\/p>\n<ol>\n<li>Meminimalisir terjadinya penyimpangan barang, baik itu terjadi kekurangan atau kelebihan barang<\/li>\n<li>Dapat menyelesaikan masalah lebih cepat, seperti kehilangan barang atau kekurangan barang<\/li>\n<li>Dapat mengetahui perkembangan perusahaan dari hasil analisis tahun-tahun sebelumnya<\/li>\n<li>Mengetahui dengan pasti tentang arus masuk dan keluar barang<\/li>\n<li>Membantu untuk mengetahui keadaan barang di gudang secara pasti<\/li>\n<li>Mengetahui keakuratan data hasil pencatatan dengan keadaan yang sebenarnya<\/li>\n<li>Dapat menghitung Harga Pokok Penjualan<\/li>\n<li>Membantu identifikasi ketika ada kecurangan atau kelalaian yang terjadi di perusahaan<\/li>\n<li>Membantu dalam pengambilan keputusan perusahaan<\/li>\n<li>Menjadi pembanding antara tahun sebelumnya dengan perusahaan sejenis<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Cara Tepat Melakukan Stock Opname<\/h2>\n<p>Setidaknya ada tiga langkah yang harus dilakukan dalam proses stock opname, yaitu:<\/p>\n<h3>1. Tahap Awal<\/h3>\n<p>Biasanya tahapan awal stock opname dilakukan jauh hari, setidaknya satu minggu sebelum stock opname.<\/p>\n<p>Apa saja yang dilakukan pada tahap awal?<\/p>\n<ul>\n<li>Memberikan instruksi kepada bagian gudang untuk menyiapkan segala keperluan seperti stiker untuk memberikan tanda stock yang sudah dihitung.<\/li>\n<li>Memberikan instruksi agar stock produk ditata sesuai dengan kode produk atau jenis barang, sehingga dapat membantu meminimalisir terjadinya kerancuan terhadap lokasi barang saat melakukan stock opname.<\/li>\n<li>Pihak gudang melengkapi stock dengan barcode yang sesuai dengan kebijakan yang sudah disepakati. Jika barang dilengkapi dengan code akan memudahkan dalam proses stock opname.<\/li>\n<li>Sebaiknya pihak gudang menyiapkan sticker yang bertuliskan \u201cTidak Dihitung\u201d untuk barang-barang yang sekiranya tidak perlu dihitung agar meminimalisir kekeliruan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Ketika melakukan stock opname, terdapat beberapa barang yang tidak perlu dihitung, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Stock yang masuk selama proses kegiatan stock opname atau masuk setelah tanggal cut off.<\/li>\n<li>Barang yang bersifat titipan dari pihak lain atau biasa disebut dengan konsinyasi.<\/li>\n<li>Stock barang yang sudah rusak dan tidak dapat diretur. Sebaiknya stock barang yang seperti ini ditempatkan terpisah di gudang.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>2. Tahap Persiapan<\/h3>\n<p>Tahapan ini dilakukan ketika sudah mendekati hari kegiatan stock opname, berikut ini ada hal-hal yang harus dipersiapkan, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Mengumpulkan seluruh tim yang berkaitan untuk melakukan briefing mengenai pembagian tanggung jawab masing-masing dalam proses stock opname.<\/li>\n<li>Berkoordinasi dengan pihak gudang untuk melengkapi inputan terkait dengan mutasi barang sampai dengan jam operasional terakhir sebelum besok hari dilakukan stock opname.<\/li>\n<li>Berikan instruksi kepada pihak gudang untuk menghentikan proses mutasi barang setelah jam operasional berakhir hingga proses stock opname selesai.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>3. Tahapan Stock Opname<\/h3>\n<p>Nah, pada tahap ini merupakan hari di mana stock opname dilakukan. Hal yang harus dilakukan ketika stock opname adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Memastikan kembali semua transaksi yang berkaitan dengan stock sudah ter-input<\/li>\n<li>Print semua stock dari program sebagai pedoman dan dibagikan kepada accounting masing-masing tim<\/li>\n<li>Stock opname mulai dilakukan dan barang yang sudah dihitung diberi sticker atau label yang sudah disediakan. Hal ini untuk menghindari perhitungan ganda<\/li>\n<li>Setiap lembar stock yang sudah terisi dengan lengkap diserahkan pada bagian input untuk disalin ke Excel terlebih dahulu<\/li>\n<li>Melakukan pengecekan ulang ketika terjadi selisih<\/li>\n<li>Hasil akhir diserahkan pada bagian accounting untuk dilakukan adjustment stock atau penyesuaian persediaan ke program<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Agar perhitungan stock opname dapat berjalan dengan baik, efektif, dan efisien sebaiknya perusahaan menggunakan sistem perhitungan yang akurat dan mumpuni.<\/p>\n<p>Hal ini untuk mendukung perusahaan agar memastikan tidak terjadi kesalahan selama proses pencatatan.<\/p>\n<p>Salah satu aplikasi yang dapat memudahkan Anda dalam melakukan stock opname adalah menggunakan <a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Zahir Accounting<\/a>.<\/p>\n<p>Zahir memberikan aplikasi khusus yang akan memudahkan dan mempercepat proses stock opname.<\/p>\n<p>Dengan aplikasi ini, Anda dapat menikmati kemudahan dalam proses kegiatan operasional bisnis, termasuk perhitungan stock opname.<\/p>\n<p>Hubungi Zahir sekarang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/membuat-laporan-keuangan-secara-instan?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=Laporan-Blog\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter size-full wp-image-4821\" src=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27620%27%20height%3D%2790%27%20viewBox%3D%270%200%20620%2090%27%3E%3Crect%20width%3D%27620%27%20height%3D%2790%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Laporan-persediaan-620x90.gif\" alt=\"laporan persediaan\" width=\"620\" height=\"90\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Stock opname itu penting dilakukan karena mempengaruhi laporan laba rugi perusahaan. Meskipun aktivitas ini penting, stock opname tidaklah dilakukan secara full time atau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":27,"featured_media":4621,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[374,375],"views":15434,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4580"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/27"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4580"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4580\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4621"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4580"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4580"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4580"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}