{"id":3966,"date":"2014-10-21T10:48:55","date_gmt":"2014-10-21T03:48:55","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=3966"},"modified":"2022-10-18T20:01:03","modified_gmt":"2022-10-18T13:01:03","slug":"cara-mudah-memahami-rasio-keuangan-dan-manfaatnya-bagi-pengusaha","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/cara-mudah-memahami-rasio-keuangan-dan-manfaatnya-bagi-pengusaha\/","title":{"rendered":"Cara Mudah Memahami Rasio Keuangan dan Manfaatnya bagi Pengusaha"},"content":{"rendered":"<h1 style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/rasio_keuangan.png\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter size-full wp-image-4033\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/rasio_keuangan.png\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/rasio_keuangan.png\" alt=\"rasio keuangan\" width=\"630\" height=\"200\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27630%27%20height%3D%27200%27%20viewBox%3D%270%200%20630%20200%27%3E%3Crect%20width%3D%27630%27%20height%3D%27200%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/rasio_keuangan-300x95.png 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/rasio_keuangan.png 630w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 630px) 100vw, 630px\" \/><\/a><\/h1>\n<h1 style=\"text-align: center;\">Cara Mudah Memahami Rasio Keuangan dan Manfaatnya bagi Pengusaha<\/h1>\n<p>Salam sejahtera untuk kita semua, dalam kesempatan kali ini saya akan membahas rasio keuangan, mungkin banyak dari anda yang kurang mengerti,faham dengan rasio keuangan, melalui artikel ini saya berharap semoga pembaca semua mengerti dan bisa mengaplikasikannya di perusahaan, maupun di ukm.<\/p>\n<p>Di dalam rasio keuangan ada 4 jenis rasio, dan masing masing rasio di pecahkan dalam beberapa jenis lagi, berikut jenis rasio keuangan :<\/p>\n<ol>\n<li>Kelompok Rasio PROFITABILITAS (Mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan Laba)<\/li>\n<li>Kelompok Rasio LIKUIDITAS (Mengukur kemampuan perusahaan membayar utang jangka pendeknya)<\/li>\n<li>Kelompok Rasio AKTIVITAS (Mengukur efektifitas tatakelola aset perusahaan)<\/li>\n<li>Kelompok Rasio STRUKTUR MODAL\/LEVERAGE (Mengukur kemampuan perusahaan membayar utang jangka panjangnya.)<\/li>\n<\/ol>\n<p>Berikut laporan neraca dan laba rugi yang akan kita interpretasikan di dalam rasio keuangan:<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/contoh_neraca.png\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter size-full wp-image-3968\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/contoh_neraca.png\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/contoh_neraca.png\" alt=\"contoh neraca\" width=\"772\" height=\"487\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27772%27%20height%3D%27487%27%20viewBox%3D%270%200%20772%20487%27%3E%3Crect%20width%3D%27772%27%20height%3D%27487%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/contoh_neraca-300x189.png 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/contoh_neraca.png 772w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 772px) 100vw, 772px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/contoh_laba_rugi.png\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter size-full wp-image-3969\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/contoh_laba_rugi.png\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/contoh_laba_rugi.png\" alt=\"contoh laba rugi\" width=\"364\" height=\"501\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27364%27%20height%3D%27501%27%20viewBox%3D%270%200%20364%20501%27%3E%3Crect%20width%3D%27364%27%20height%3D%27501%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/contoh_laba_rugi-217x300.png 217w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/contoh_laba_rugi.png 364w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 364px) 100vw, 364px\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pada kesempatan kali ini saya tidak akan membahas seluruh analisa rasio keuangan, saya akan membahas 2 rasio yakni<\/p>\n<ol>\n<li>Rasio PROFITABILITAS (Mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan Laba)<\/li>\n<li>Rasio LIKUIDITAS (Mengukur kemampuan perusahaan membayar utang jangka<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li><strong>RASIO PROFIBILITAS<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>\u201cRasio Profitabilitas\u201d mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba dengan cara membandingkan antara laba (profit) dengan elemen-lemen lain laporan keuangan seperti Penjualan, HPP, Aset, Ekuitas, Modal Saham, dsb,<\/p>\n<p><strong>a. Gross Profit Margin (GPM)<\/strong><\/p>\n<p>Adalah rasio yang membandingkan antara laba kotor (gross profit) dengan penjualan<\/p>\n<p>formulanya : <strong>penjualan bersih \u00a0&#8211; hpp \u00a0\u00f7 penjualan bersih <\/strong><\/p>\n<p><strong>920.000.000 \u2013 100.000.000 \u00f7 (920.000.000) = 0,89 <\/strong><\/p>\n<p>Kesimpulan : 0,89 itu artinya setiap Rp. 1,- penjualan PT. ZHR, \u00a00,11 nya digunakan untuk menutup hpp, sementara 0,89 nya digunakan untuk menutup biaya umum. Dengan kata lain <em>setiap Rp. 1,- penjualan PT. ZHR 11% nya digunakan untuk menutup hpp, sementara 89% nya digunakan untuk menutup biaya umum.<\/em><\/p>\n<p><strong>b. Net Profit Margin<\/strong><\/p>\n<p>Adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Net Profit Margin mengukur persentase dari profit yang diperoleh perusahaan dari tiap penjualan sebelum dikurangi dengan biaya bunga dan pajak.<\/p>\n<p>Formulanya <strong>Laba bersih <\/strong><strong>\u00f7 penjualan bersih<\/strong><\/p>\n<p><strong>551.000.000 \u00f7 920.000.000 = 0,59<\/strong><\/p>\n<p>Kesimpulan : 0,59 itu artinya setiap Rp. 1,- penjualan PT. ZHR 0,41 nya digunakan untuk menutup hpp, biaya umum, pajak, sementara untuk 0,59 nya merupakan laba bersih PT. ZHR dengan kata lain <em>setiap Rp. 1,- penjualan PT. ZHR 41% nya digunakan untuk menutup hpp, biaya umum, pajak, sementara untuk 59% nya merupakan laba bersih<\/em><\/p>\n<p><strong>c. Return On Equity<\/strong><\/p>\n<p>Adalah rasio untuk megukur tingkat pengembalian yang dihasilkan oleh perusahaan untuk setiap satuan mata uang yang menjadi modal perusahaan. Dalam pengertian ini, seberapa besar perusahaan memberikan imbal hasil tiap tahunnya per satu mata uang yang diinvestasikan investor ke perusahaan tersebut <strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <\/strong><\/p>\n<p>Formula : <strong>Laba bersih <\/strong><strong>\u00f7 modal<\/strong><\/p>\n<p><strong>551.000.000 <\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>\u00f7 340.000.000 = 1,62<\/strong><\/p>\n<p>Kesimpulan : 1,62 itu artinya untuk setiap Rp. 1,- investasi yang ditanamkan di PT ZHR investor mendapatkan tingkat pengembalian sebesar 1,62 .<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong>RASIO LIKUIDITAS<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>\u201cRasio likuiditas\u201d adalah\u00a0 rasio yang menunjukkan\u00a0 kemampuan suatu\u00a0 perusahaan\u00a0 untuk\u00a0 memenuhi kewajiban\u00a0 keuangannya\u00a0 yang\u00a0 harus segera\u00a0 dipenuhi, atau\u00a0 kemampuan\u00a0\u00a0 perusahaan\u00a0 untuk memenuhi\u00a0 kewajiban\u00a0 keuangan pada saat ditagih.<\/p>\n<p><strong>a. Current Rasio<\/strong><\/p>\n<p>Merupakan Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya (kurang dari 1 tahunbuku) dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki.<\/p>\n<p>Formula : <strong>aktiva lancar\u00a0 <\/strong><strong>\u00f7 kewajiban lancar<\/strong><\/p>\n<p><strong>120.000.000 \u00f7 35.000.000 = 3,4<\/strong><\/p>\n<p>Kesimpulan : 3,4 itu artinya setiap Rp. 1,- hutang lancar PT. ZHR dijamin oleh 3,4 aktiva lancar, jadi perbandingan aktiva lancar dengan kewajiban lancar 3,4 : 1<\/p>\n<p><strong>b. Quick Ratio<\/strong><\/p>\n<p>Merupakan rasio yang digunaka untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva yang lebih likuid.<\/p>\n<p>Formula : <strong>aktiva lancar &#8211; persediaan <\/strong><strong>\u00f7 kewajiban lancar<\/strong><\/p>\n<p><strong>100.000.000 \u2013 20.000.000 \u00f7 35.000.000 = 2,2<\/strong><\/p>\n<p>Kesimpulan : 2,2 itu artinya setiap Rp. 1,- hutang lancar PT. ZHR dijamin oleh 2,2 aktiva lancar tanpa persediaan, jadi perbandingan aktiva lancar dengan kewajiban lancar 2,2 : 1<\/p>\n<p>Rasio keuangan ini sangat bermanfaat bagi anda para direktur,pengusaha, ataupun pihak \u2013 pihak yang berkepentingan di antara manfaatnya adalah sebagai berikut :<\/p>\n<ol>\n<li>Mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan perusahaan di bidang keuangan<\/li>\n<li>Mengetahui Kinerja Perusahaan<\/li>\n<li>Membantu dalam pengawasan perusahaan<\/li>\n<li>Membantu pimpinan perusahaan dalam pengambilan keputusan<\/li>\n<li>Melihat perkembangan usaha perusahaan selama beberapa waktu.<\/li>\n<li>Mengevaluasi strategi untuk peningkatan profit di periode selanjutnya<\/li>\n<li>Mengevaluasi laporan keuangan<\/li>\n<li>Menetapkan tujuan dari analisa<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Demikian artikel kali ini. Semoga bermanfaat !<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/solusi-instan-membuat-laporan-keuangan-akhir-tahun?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=deadline\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter size-full wp-image-4049\" src=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27620%27%20height%3D%2790%27%20viewBox%3D%270%200%20620%2090%27%3E%3Crect%20width%3D%27620%27%20height%3D%2790%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/deadline_laporan_keuangan.gif\" alt=\"deadline laporan keuangan\" width=\"620\" height=\"90\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cara Mudah Memahami Rasio Keuangan dan Manfaatnya bagi Pengusaha Salam sejahtera untuk kita semua, dalam kesempatan kali ini saya akan membahas rasio keuangan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":4033,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[39],"tags":[211,91],"views":11516,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3966"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3966"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3966\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4033"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3966"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3966"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3966"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}