{"id":3814,"date":"2014-10-14T13:42:42","date_gmt":"2014-10-14T06:42:42","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=3814"},"modified":"2022-10-20T12:45:01","modified_gmt":"2022-10-20T05:45:01","slug":"laporan-apa-saja-yang-harus-disiapkan-setiap-akhir-tahun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/laporan-apa-saja-yang-harus-disiapkan-setiap-akhir-tahun\/","title":{"rendered":"Laporan Apa Saja Yang Harus Disiapkan Setiap Akhir Tahun"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/laporan.png\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter size-full wp-image-3872\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/laporan.png\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/laporan.png\" alt=\"laporan\" width=\"630\" height=\"200\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27630%27%20height%3D%27200%27%20viewBox%3D%270%200%20630%20200%27%3E%3Crect%20width%3D%27630%27%20height%3D%27200%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/laporan-300x95.png 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/laporan.png 630w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 630px) 100vw, 630px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Laporan apa saja yang harus disiapkan setiap akhir tahun? Setidaknya ada 5 laporan yang termasuk ke dalam laporan keuangan utama yang mesti disiapkan. Mari kita simak pembahasannya berikut ini.<\/p>\n<p><strong>Laporan Keuangan\u00a0<\/strong>merupakan laporan yang menunjukkan kondisi \/ keadaan keuangan perusahaan pada tanggal tertentu (untuk neraca) dan periode tertentu (untuk laporan laba rugi).<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.laporankeuangan.co.id\/blog\/tujuan-pembuatan-laporan-keuangan\/\">Tujuan Pembuatan\u00a0Laporan Keuangan<\/a>\u00a0<\/strong><\/span>secara umum adalah sebagai berikut :<\/p>\n<ul>\n<li>Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah\u00a0aktiva<\/li>\n<li>Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah\u00a0kewajiban dan modal<\/li>\n<li>Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah\u00a0pendapatan<\/li>\n<li>Memberikan informasi tentang jumlah\u00a0biaya dan jenis biaya<\/li>\n<li>Memberikan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi terhadap\u00a0aktiva , pasiva, dan\u00a0modal perusahaan.<\/li>\n<li>Memberikan informasi tentang\u00a0kinerja manajemen\u00a0dalam suatu periode.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Data yang ditampilkan dalam\u00a0Laporan Keuangan<\/strong>\u00a0merupakan kombinasi dari :<\/p>\n<ol>\n<li>Fakta yang telah dicatat (recorded fact);<\/li>\n<li>Prinsip-prinsip dan kebiasaan dalam akuntansi (accounting convention and postulate)<\/li>\n<li>Pendapat Pribadi (Personal Judment).<\/li>\n<\/ol>\n<p>Beberapa keterbatasan\u00a0Laporan Keuangan, yaitu :<\/p>\n<ol>\n<li>Pembuatan\u00a0Laporan Keuangan\u00a0berdasarkan sejarah (historis).<\/li>\n<li>Laporan Keuangan\u00a0dibuat umum.<\/li>\n<li>Proses Penyusunan tidak terlepas dari taksiran-taksiran dan pertimbangan-pertimbangan tertentu.<\/li>\n<li>Laporan keungan bersifat konservatif dalam menghadapi situasi ketidakpastian.<\/li>\n<li>Laporan Keuangan\u00a0selalu berpegang teguh kepada sudut pandang ekonomi dalam memandang peristiwa-peristiwa yang terjadi, bukan kepada sifat formalnya.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pemeriksaan\u00a0Laporan Keuangan\u00a0<\/strong>dapat dilakukan yang pertama oleh\u00a0internal perusahaan. Pemeriksaan selanjutnya dilakukan oleh\u00a0akuntan publik\u00a0yang sudah memperoleh izin. Akuntan akan memberikan penilaian setelah meneliti dengan standar dan prosedur pemeriksaan yang lazim. Pendapat wajar atau tidak wajar akan diberikan apabila\u00a0Laporan Keuangan\u00a0disusun telah sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim dan telah diterapkan secara konsisten dari tahun ketahun.<\/p>\n<p><strong>Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap\u00a0Laporan Keuangan<\/strong>\u00a0adalah :<\/p>\n<ul>\n<li>Pemilik, guna melihat perkembangan dan kemajuan perusahaan serta deviden yang diperolehnya<\/li>\n<li>Manajemen, untuk menilai kinerjanya selama periode tertentu;<\/li>\n<li>Kreditor, untuk menilai kelayakan perusahaan dalam memperoleh pinjaman dan kemampuan membayar pinjaman;<\/li>\n<li>Pemerintah, untuk menilai kepatuhan perusahaan untuk membayar kewajibannya kepada pemerintah.<\/li>\n<li>Investor, untuk menilai prosperk usaha ke depan, apakah mampu memberikan deviden dan nilai saham seperti yang diinginkan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Berikut ini beberapa jenis yang sering dipublikasi oleh pemilik entitas<\/p>\n<p><strong>Jenis\u00a0Laporan Keuangan:<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Neraca (balance sheet)<\/li>\n<li>Lampiran Laba Rugi (Income Statement);<\/li>\n<li>Laporan Perubahan Modal;<\/li>\n<li>Laporan Arus Kas;<\/li>\n<li>Laporan Catatan atas\u00a0Laporan Keuangan<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>I. Neraca<\/strong>\u00a0merupakan lampiran yang menunjukkan\u00a0jumlah aktiva\u00a0(harta),\u00a0kewajiban\u00a0(utang), dan\u00a0modal perusahaan\u00a0(ekuitas) perusahaan pada saat tertentu.<\/p>\n<p>Secara Lengkap informasi yang disajikan dalam neraca meliputi:<\/p>\n<ul>\n<li>Jenis-Jenis\u00a0Aktiva (Assets)<\/li>\n<li>Jumlah rupiah masing-masing jenis aktiva;<\/li>\n<li>Jenis-jenis kewajiban (liability);<\/li>\n<li>Jumlah Rupiah masing-masing jenis kewajiban;<\/li>\n<li>Jenis-jenis modal (Equity);<\/li>\n<li>Jumlah rupiah masing-masing jenis modal.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Persamaan neraca diperoleh dengan menggunakan rumus sebagai berikut.<\/p>\n<p><strong>Aktiva = Kewajiban + Modal<\/strong><\/p>\n<p>Bentuk\u00a0Neraca\u00a0terdiri dari dua macam yaitu :<\/p>\n<ul>\n<li>Bentuk\u00a0Skontro\u00a0atau\u00a0Horisontal\u00a0(Account Form)<\/li>\n<li>Bentuk Laporan atau vertikal (Report Form)<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>II. Laporan Laba Rugi<\/strong>\u00a0merupakan laporan yang menunjukkan kondisi usaha dalam suatu periode tertentu yang tergambar dari jumlah pendapatan yang diterima dan biaya yang telah dikeluarkan sehingga dapat diketahui apakah perusahaan dalam keadaan laba atau rugi.<\/p>\n<p>Informasi yang disajikan dalam laporan laba rugi meliputi :<\/p>\n<ul>\n<li>Jenis-jenis pendapatan yang diperoleh dalam suatu periode;<\/li>\n<li>Jumlah Rupiah dari masing-masing jenis pendapatan;<\/li>\n<li>Jumlah Keseluruhan pendapatan;<\/li>\n<li>Jenis-jenis biaya atau beban dalam suatu periode;<\/li>\n<li>Jumlah rupiah masing-masing biaya atau beban;<\/li>\n<li>Jumlah keseluruhan biaya yang dikeluarkan;<\/li>\n<\/ul>\n<p>Hasil Usaha yang diperoleh dengan mengurangi jumlah pendapatan dan biaya selisihanya di sebut laba atau rugi.<\/p>\n<p>Laporan Laba Rugi\u00a0dapat disusun dalam dua bentuk yaitu;<\/p>\n<ul>\n<li>Bentuk Tunggal\u00a0(Single Step)<\/li>\n<li>Bentuk Majemuk\u00a0(Multiple Step)<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>III. Laporan Perubahan Modal<\/strong>\u00a0menggambarkan jumlah modal yang dimiliki perusahaan saat ini serta sebab-sebab berubahnya modal. Informasi yang diberikan dalam laporan perubahan modal meliputi :<\/p>\n<ol>\n<li>Jenis-jenis dan jumlah modal yang ada saat ini<\/li>\n<li>Jumlah rupiah tiap jenis modal<\/li>\n<li>Jumlah rupiah modal yang berubah<\/li>\n<li>Sebab-sebab berubahnya modal<\/li>\n<li>Jumlah Rupiah modal sesudah perubahan.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>IV. Laporan Arus Kas<\/strong>\u00a0 merupakan laporan yang menunjukkan\u00a0arus kas masuk\u00a0(pendapatan) dan\u00a0arus kas keluar\u00a0(biaya-biaya).<\/p>\n<p><strong>V. Laporan Catatan\u00a0atas\u00a0Laporan Keuangan<\/strong>\u00a0merupakan laporan yang dibuat berkaitan dengan\u00a0Laporan Keuangan\u00a0yang disajikan. Laporan ini memberikan informasi tentang penjelasan yang dianggap perlu atas\u00a0Laporan Keuangan\u00a0yang ada sehingga menjadi jelas sebab penyebabnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tujuan dan manfaat\u00a0analisis\u00a0Laporan Keuangan\u00a0adalah :<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dalam satu periode tertentu;<\/li>\n<li>Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan perusahaan;<\/li>\n<li>Untuk mengetahui kekuatan-kekuatan yang dimiliki<\/li>\n<li>Untuk mengetahui langkah-langkah perbaikan apa saja yang perlu dilakukan untuk penilaian kinerja manajemen.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Langkah yang dilakukan dalam\u00a0analisis keuangan\u00a0adalah :<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Mengumpulkan\u00a0Laporan Keuangan\u00a0dan data yang diperlukan selengkap mungkin<\/li>\n<li>Melakukan pengukuran-pengukuran atau perhitungan-perhitungan dengan rumus-rumus tertentu<\/li>\n<li>Melakukan interprestasi terhadap hasil perhitungan dan pengukuran<\/li>\n<li>Membuat Laporan tentang posisi keuangan perusahaan<\/li>\n<li>Memberikan rekomendasi yang dibutuhkan sehubungan dengan hasil analisis tersebut.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/solusi-instan-membuat-laporan-keuangan-akhir-tahun?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=deadline\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter size-full wp-image-4049\" src=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27620%27%20height%3D%2790%27%20viewBox%3D%270%200%20620%2090%27%3E%3Crect%20width%3D%27620%27%20height%3D%2790%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/deadline_laporan_keuangan.gif\" alt=\"deadline laporan keuangan\" width=\"620\" height=\"90\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Laporan apa saja yang harus disiapkan setiap akhir tahun? Setidaknya ada 5 laporan yang termasuk ke dalam laporan keuangan utama yang mesti disiapkan. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":3872,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[75],"tags":[245,115],"views":9632,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3814"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3814"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3814\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3872"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3814"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3814"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3814"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}