{"id":3623,"date":"2014-10-13T14:12:48","date_gmt":"2014-10-13T07:12:48","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=3623"},"modified":"2022-10-18T16:51:29","modified_gmt":"2022-10-18T09:51:29","slug":"bagaimana-membaca-laporan-keuangan-neraca","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/bagaimana-membaca-laporan-keuangan-neraca\/","title":{"rendered":"Bagaimana Membaca Laporan Keuangan: Neraca"},"content":{"rendered":"<h1 style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/neraca.png\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter wp-image-3890 size-full\" src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/neraca.png\" data-orig-src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/neraca.png\" alt=\"neraca\" width=\"630\" height=\"200\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27630%27%20height%3D%27200%27%20viewBox%3D%270%200%20630%20200%27%3E%3Crect%20width%3D%27630%27%20height%3D%27200%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/neraca-300x95.png 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/neraca.png 630w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 630px) 100vw, 630px\" \/><\/a><\/h1>\n<h1 style=\"text-align: center;\"><strong>Bagaimana Membaca Laporan Keuangan Neraca<\/strong><\/h1>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salam sejahtera untuk anda semua, kembali dalam postingan artikel kali ini, saya akan membahas mengenai laporan keuangan khususnya. Di dalam\u00a0akuntansi keuangan,\u00a0Neraca\u00a0atau\u00a0laporan posisi keuangan (balance sheet\u00a0atau\u00a0statement of financial position) adalah bagian dari\u00a0laporan keuangan\u00a0suatu entitas yang dihasilkan pada suatu\u00a0periode akuntansi\u00a0yang menunjukkan posisi keuangan entitas tersebut pada akhir periode tersebut. Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu\u00a0aset,\u00a0liabilitas, dan\u00a0ekuitas\u00a0yang dihubungkan dengan persamaan akuntansi berikut:<br \/>\nAset\u00a0=\u00a0Liabilitas\u00a0+\u00a0Ekuitas<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut ini merupakan contoh laporan neraca :<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Contoh-Laporan-NERACA.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter size-full wp-image-3646\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Contoh-Laporan-NERACA.jpg\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Contoh-Laporan-NERACA.jpg\" alt=\"Neraca\" width=\"792\" height=\"1420\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27792%27%20height%3D%271420%27%20viewBox%3D%270%200%20792%201420%27%3E%3Crect%20width%3D%27792%27%20height%3D%271420%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Contoh-Laporan-NERACA-167x300.jpg 167w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Contoh-Laporan-NERACA-571x1024.jpg 571w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Contoh-Laporan-NERACA.jpg 792w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 792px) 100vw, 792px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saya akan memaparkan pembacaan laporan posisi keuangan diatas, format diatas adalah bentuk neraca skontro, diposisi sebelah kiri itu adalah kekayaan perusahaan (aktiva) aktiva dibagi menjadi 2 kelompok, aktiva lancer dan aktiva tetap, untuk aktiva ini masuk juga sebagai kelompok investasi didalam manajamen keuangan, sementara untuk posisi sebelah kanan ada kewajiban (hutang) dan ekuitas (modal) perusahaan. Didalam manajeman keuangan disebut juga sebagai financing (sumber dana perusahaan)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari contoh laporan neraca diatas kita sudah memperoleh informasi sebagai berikut :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kekayaan kotor perusahaan yang dimana kekayaan kotor = seluruh total aktiva perusahaan sebesar 470. Lalu total kewajiban perusahaan sebesar 130. Dari sini anda sudah tahu bahwa selesih antara kekayaan kotor perusahaan dengan kewajiban yang harus dipenuhi perusahaan adalah 340 ini lah kekayan bersih sebuah perusahaan, hal yang harus diperhatikan ketika membaca laporan neraca adalah tanggal neraca. Perhatikan tanggal dibawah \u201cPT. ZHR\u201d anda tahu maknanya? Per 31 desember 2013 itu berarti neraca diatas melaporkan posisi keuangan perusahaan (aktiva,kewajiban,ekuitas) Per 31 desember 2013. Itu sebabnya mengapa dalam teori akuntansi, Neraca didefinisikan sebagai \u201cLaporan yang menyajikan posisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan membaca laporan posisi keuangan, baik itu manajeman, pemilik perusahaan, kreditur dan semua pihak yang berkepentingan maka mereka akan mengetahui kondisi keuangan perusahaan.<\/p>\n<p align=\"CENTER\"><span style=\"font-size: medium;\">Demikian artikel mengenai membaca neraca. Semoga bermanfaat!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/solusi-instan-membuat-laporan-keuangan-akhir-tahun?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=deadline\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter size-full wp-image-4049\" src=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27620%27%20height%3D%2790%27%20viewBox%3D%270%200%20620%2090%27%3E%3Crect%20width%3D%27620%27%20height%3D%2790%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/deadline_laporan_keuangan.gif\" alt=\"deadline laporan keuangan\" width=\"620\" height=\"90\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagaimana Membaca Laporan Keuangan Neraca Salam sejahtera untuk anda semua, kembali dalam postingan artikel kali ini, saya akan membahas mengenai laporan keuangan khususnya. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":3890,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[75],"tags":[38,80,241,163],"views":7263,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3623"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3623"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3623\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3890"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3623"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3623"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3623"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}