{"id":3618,"date":"2014-10-13T13:53:13","date_gmt":"2014-10-13T06:53:13","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=3618"},"modified":"2022-10-18T19:44:39","modified_gmt":"2022-10-18T12:44:39","slug":"cara-membuat-jurnal-akuntansi-dengan-mudah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/cara-membuat-jurnal-akuntansi-dengan-mudah\/","title":{"rendered":"Cara Membuat Jurnal Akuntansi dengan Mudah"},"content":{"rendered":"<h1 style=\"text-align: center\"><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/jurnal_akuntansi.png\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter size-full wp-image-3739\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/jurnal_akuntansi.png\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/jurnal_akuntansi.png\" alt=\"jurnal akuntansi\" width=\"630\" height=\"200\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27630%27%20height%3D%27200%27%20viewBox%3D%270%200%20630%20200%27%3E%3Crect%20width%3D%27630%27%20height%3D%27200%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/jurnal_akuntansi-300x95.png 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/jurnal_akuntansi.png 630w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 630px) 100vw, 630px\" \/><\/a><\/h1>\n<h1 style=\"text-align: center\">Cara Membuat Jurnal Akuntansi dengan Mudah<\/h1>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam akuntansi dan pembukuan, jurnal adalah semua transaksi keuangan suatu badan usaha atau organisasi yang dicatat secara kronologis dan bertujuan untuk pendataan, termasuk di dalamnya jumlah transaksi, nama-nama transaksi baik memengaruhi atau dipengaruhi, dan waktu transaksi berjalan. Proses pencatatan ini disebut penjurnalan. Jurnal dikenal juga sebagai buku pemasukan utama books of original entry karena menjadi tempat terjadinya pencatatan transaksi pertama atau penyesuaian pemasukan adjusting entries<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Untuk memahami jurnal akuntansi kita harus memahami dasar akuntansinya terebih dahulu yaitu Siklus akuntansi. Siklus akuntansi merupakan suatu proses pengolahan data yang terdiri dari urutan transaksi yang berdasarkan bukti transaksi, sehingga dapat menghasilkan informasi laporan keuangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kegiatan menjurnal merupakan kegiatan pencatatan yang pertama kali dilakukan dalam siklus akuntansi . Artinya, sebelum menjurnal kita harus mengumpulkan data transaksi dan menganalisa data transaksi tersebut yang harus dilakukan terlebih dahulu. Tanpa data yang benar dan pasti, mustahil mampu menghasilkan jurnal yang benar serta akurat. Oleh sebab itu, untuk menghasilkan jurnal yang benar, pastikan bukti transaksinya ada, datanya jelas dan benar (bisa dipertanggungjawabkan).<\/p>\n\n<p style=\"text-align: justify\">Beberapa hal yang perlu dipahami agar menjurnal lebih mudah dan mengasyikan :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>1. Format Laporan Neraca \u00a0Laba Rugi<\/strong><br \/>\nanda wajib hafal dan pahami isi masing masing laporan Neraca dan Laba Rugi berikut :<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Format-neraca-laba-rugi-sedehana1.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload alignnone  wp-image-3682\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Format-neraca-laba-rugi-sedehana1-202x300.jpg\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Format-neraca-laba-rugi-sedehana1-202x300.jpg\" alt=\"Format-neraca-laba-rugi-sedehana\" width=\"202\" height=\"300\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27202%27%20height%3D%27300%27%20viewBox%3D%270%200%20202%20300%27%3E%3Crect%20width%3D%27202%27%20height%3D%27300%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Format-neraca-laba-rugi-sedehana1-202x300.jpg 202w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Format-neraca-laba-rugi-sedehana1.jpg 317w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 202px) 100vw, 202px\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>2. Persamaan Akuntansi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam persamaan Akuntansi, bagian yang dimiliki perusahaan diberi nama asset (harta) di sisi kiri dan di sisi kanan terdapat sumber pembelanjaan yang terdiri dari hak kreditur atau disebut kewajiban (liabilities) dan hak pemilik yang disebut equities atau Capital (modal). Alat yang digunakan sebagai dasar analisis adalah persamaaan akutansi. Persamaan akuntansi menunjukkan persamaan antara aktiva atau harta dengan pasiva yang terdiri dari utang dan modal<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/persamaan-akuntansi.png\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload alignnone size-medium wp-image-3688\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/persamaan-akuntansi-300x79.png\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/persamaan-akuntansi-300x79.png\" alt=\"persamaan akuntansi\" width=\"300\" height=\"79\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27300%27%20height%3D%2779%27%20viewBox%3D%270%200%20300%2079%27%3E%3Crect%20width%3D%27300%27%20height%3D%2779%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/persamaan-akuntansi-300x79.png 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/persamaan-akuntansi.png 314w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Kekayaan Perusahaan (AKTIVA) = kewajiban (alias UTANG) + Ekuitas Pemilik (alias MODAL)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dengan kata lain: di satu sisi perusahaan memiliki aktiva (kekayaan), di sisi lainnya perusahaan juga memiliki utang (kewajiban) dan modal (ekuitas pemilik). Kondisi ini akan terus berlansung secara seimbang dari waktu-ke-waktu. Perhatikan kembali gambar contoh NERACA di atas, di sisi sebelah kiri (Aktiva) jumlah nilainya 70, di sisi kewajiban dan ekuitas jumlah nilainya juga 70, seimbang (balance). Setiap perubahan di satu elemen selalu diimbangi oleh perubahan pada elemen lain.<\/p>\n<p><strong>3. Peraturan Debit dan Kredit<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jika logika persamaan akuntansi di atas bisa dipahami dengan baik, maka menghafalkan prosedur debit dan kredit akan menjadi mudah.<\/p>\n<p>AKTIVA = KEWAJIBAN + (MODAL \u2013 PRIVE) + (PENDAPATAN \u2013 BIAYA )<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pendapatan dan biaya nampak dalam tanda kurung di dalam persamaan akuntansi karena hal tersebut mempengaruhi modal pemilik . Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut ini<\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/debet-kredit1.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload alignnone  wp-image-3701\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/debet-kredit1-300x203.jpg\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/debet-kredit1-300x203.jpg\" alt=\"debet kredit\" width=\"355\" height=\"240\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27355%27%20height%3D%27240%27%20viewBox%3D%270%200%20355%20240%27%3E%3Crect%20width%3D%27355%27%20height%3D%27240%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/debet-kredit1-300x203.jpg 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/debet-kredit1.jpg 661w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 355px) 100vw, 355px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Catatan:<\/p>\n<p>Pada Aktiva: Debit jika nilainya bertambah, atau Kredit bila nilainya berkurang.<\/p>\n<p>Pada Kewajiban:Debit jika nilainya berkurang, atau Kredit bila nilainya bertambah.<\/p>\n<p>Pada Modal Pemilik:Debit jika nilainya berkurang, atau Kredit bila nilainya bertambah.<\/p>\n<p>Pada Prive : Debit jika nilainya berkurang, atau catat Kredit bila nilainya bertambah.<\/p>\n<p>Pada Pendapatan: Debit jika nilainya berkurang, atau Kredit bila nilainya bertambah.<\/p>\n<p>Pada Biaya : Debit jika nilainya bertambah, atau Kredit bila nilainya berkurang<\/p>\n<p>Agar mudah memahamai bagaimana membuat jurnal akuntansi ada 3 hal yang harus dilakukan :<\/p>\n<h4>Ilustrasi<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\">Lihat ilustrasi Transaksi berikut : \u201cKatakanlah bukti transaksi sudah ada ditangan anda, yaitu berupa surat pinjaman dari bank. Perusahaan meminjam uang sebesar Rp 250,000,000 dari bank. Bagaimana membuat jurnal atas transaksi ini? \u201c<\/p>\n<p><strong>1. Identifikasi Transaksi melibatkan akun mana<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Perhatikan contoh format NERACA sebelumnya. Pinjaman dari bank tergolong utang maka akun yang terlibat adalah akun \u2018Utang\u2019 Uang yang diterima dari bank akan dimasukan ke kas, maka akun lainya yang terlibat adalah akun \u2018Kas\u2019. Sehingga ada 2 akun yang terlibat dalam transaksi ini, yaitu: Utang dan Kas.<\/p>\n<p><strong>2. Identifikasi Prosedur Debit Kredit terhadap transaksi tersebut<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Untuk masing-masing akun yang terlibat, apakah nilai akun tersebut akan menjadi bertambah atau berkurang, akibat dari transaksi yang akan anda jurnal? Akun \u2018Utang\u2019 sudah pasti bertambah, di sisi lainnya akun \u2018Kas\u2019 juga bertambah.<\/p>\n<p><strong>3. Hitung nominal atas transaksi tersebut<\/strong><\/p>\n<p>Untuk masing-masing akun nilainya adalah Rp 250,000,000.<\/p>\n<p>Dengan demikian,maka jurnalnya: Debit akun Kas sebesar Rp 250,000,000 dan Kredit akun Utang sejumlah senilai yang sama. Saya biasa menuliskannya dengan cara:<\/p>\n<p>[Debit]. Kas = Rp 250,000,000<\/p>\n<p>[Kredit]. Utang = Rp 250,000,000<\/p>\n<p>Mudah sekali bukan? anda pasti bisa dan tidak pusing lagi sekarang&#8230;<\/p>\n<p>Sumber: jurnalakuntansikeuangan<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/produk?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=Pembukuan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload size-full wp-image-3271\" src=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27630%27%20height%3D%2790%27%20viewBox%3D%270%200%20630%2090%27%3E%3Crect%20width%3D%27630%27%20height%3D%2790%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2016\/10\/Solusi-pembukuan.png\" alt=\"contoh pembukuan\" width=\"630\" height=\"90\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cara Membuat Jurnal Akuntansi dengan Mudah Dalam akuntansi dan pembukuan, jurnal adalah semua transaksi keuangan suatu badan usaha atau organisasi yang dicatat secara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":3739,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[75],"tags":[42,268,269,270,271,77,254,272,273,274],"views":98101,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3618"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3618"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3618\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3739"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3618"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3618"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3618"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}