{"id":3523,"date":"2014-10-01T08:00:32","date_gmt":"2014-10-01T01:00:32","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=3523"},"modified":"2022-09-10T19:15:04","modified_gmt":"2022-09-10T12:15:04","slug":"sistem-informasi-akuntansi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/sistem-informasi-akuntansi\/","title":{"rendered":"Sistem Informasi Akuntansi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/sistem_informasi_akuntansi.png\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter size-full wp-image-3531\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/sistem_informasi_akuntansi.png\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/sistem_informasi_akuntansi.png\" alt=\"sistem informasi akuntansi\" width=\"630\" height=\"200\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27630%27%20height%3D%27200%27%20viewBox%3D%270%200%20630%20200%27%3E%3Crect%20width%3D%27630%27%20height%3D%27200%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/sistem_informasi_akuntansi-300x95.png 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/sistem_informasi_akuntansi.png 630w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 630px) 100vw, 630px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sistem informasi akuntansi menjadi bahan yang cukup menarik untuk diperbincangkan khususnya bagi kalangan perusahaan ataupun pelajar\/ mahasiswa. Sistem informasi akuntansi atau dapat disebut juga dengan singkatan SIA ini pada hakikatnya berperan penting dalam keberlangsungan kegiatan perusahaan yang terkait dengan akuntansi tentunya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bermula dari suatu sistem<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sistem menurut KBBI merupakan perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas. Menurut versi lain diungkapkan bahwa sistem ialah himpunan\u00a0yang terdiri dari pelbagai bagian-bagian yang memiliki maksud misi yang sama. Bagian atau elemen yang merupakan substansi dari pembentuk\u00a0sistem ini tidak harus selalu berjenis sama namun dapat terdiri dari gabungan elemen yang berbeda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan sifatnya sistem dapat dibedakan menjadi dua macam meliputi:<\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Sistem tertutup<\/strong>. Ialah sistem yang terbentuk tanpa terkait dengan lingkungan luar.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Sistem terbuka<\/strong>. Ialah sistem yang terbentuk dan menjalankan tujuannya dengan tergantung dari lingkungan sistem luar lingkungan.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Dari definisi dan sifat yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa sistem terdiri dari berbagai elemen baik sejenis maupun gabungan yang berbeda jenis untuk menjalankan tujuan yang sama baik dipengaruhi oleh arus sumber daya lingkungannya maupun berdiri sendiri.<\/p>\n<p><strong>Sistem informasi akuntansi<\/strong><\/p>\n<p>Informasi dapat didefinisikan sebagai data final yang layak berperan sebagai instrumen pengambilan keputusan. Bisa dikatakan informasi jika ia telah memenuhi kriteria seperti akurat, relevan, tepat waktu (up to date), dan lengkap. Tidak bisa dikatakan sebagai informasi jika ia tidak memiliki salah satu dari kriteria tersebut.<\/p>\n<p>Pada hakikatnya sistem informasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari akuntansi, alasannya bahwa akuntansi sendiri mengandung siklus akuntansi yang tidak lain tidak bukan adalah bentukan suatu sistem. Sistem informasi akuntansi (SIA) ialah\u00a0sistem yang mengolah\u00a0data berupa\u00a0transaksi untuk\u00a0membentuk informasi berupa laporan dan digunakan\u00a0untuk merencanakan, mengendalikan, mengoperasikan perusahaan, dan mengambil keputusan bisnis.<\/p>\n<p><strong>Peranan penting SIA<\/strong><\/p>\n<p>Perkembangan teknologi berimbas pada tuntutan akan kecepatan yang terstuktur. Artinya semua aktivitas\u00a0dihimpun menjadi satu kesatuan untuk mencapai tujuan dengan waktu yang lebih hemat. Dengan demikian, kinerja organisasi bisa dievaluasi tanpa harus melalui penantian yang panjang. Contoh konkret dalam hal ini adalah proses akuntansi. Dengan berlandaskan pada siklus akuntansi yang dimulai dari pengumpulan nota, penjurnalan, pemostingan, penyesuaian, hingga menghasilkan laporan keuangan, SIA amat membantu menerapkan proses itu secara otomatis. SIA yang dterapkan biasanya berada dalam bentuk program software. Pengguna tidak lagi menulis jurnal manual di buku catatan, kemudian mempostingnya lagi satu per satu ke buku besar, dst yang sarat akan kesalahan sebab rumus akuntansi sudah diciptakan dalam perintah pemograman. Inilah yang dinamakan dengan sistem informasi akuntansi. Berikut ini ada tiga peranan penting SIA:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Penghimpun\u00a0dan penyimpan\u00a0data aktivitas transaksi.<\/strong> Sistem memiliki database sebagai kumpulan basis data yang terbentuk atas perintah penginputan oleh user. Sistem akan menyimpan semua riwayat aktivitas transaksi dan dapat terenkripsi sehingga aman dari tindakan pihak yang tidak bertanggung jawab.<\/li>\n<li><strong>Pengolah data.<\/strong>\u00a0Sistem dirancang mampu mengolah data berdasarkan siklus akuntansi menjadi informasi (laporan) sehingga bisa digunakan untuk mengambil keputusan manajerial.<\/li>\n<li><strong>Pengendali aset dan manajemen strategik.<\/strong> Sistem dapat menyajikan pengelolaan aset dengan tetap mengacu pada metode penyusutan aset, penilaian aset, serta mampu menjadi acuan dalam menentukan strategi bisnis.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Dari tiga peranan di atas dapat ditentukan\u00a0bahwa SIA memiliki\u00a03 pembagian sistem (subsitem) meliputi:<\/p>\n<ol>\n<li>Sistem pengolahan transaksi<\/li>\n<li>Sistem buku besar dan laporan<\/li>\n<li>Sistem pelaporan manajemen<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Contoh sistem informasi akuntansi yang digambarkan dalam bagan alur (flow chart) berikut:<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/sales_flow_chart.png\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter size-full wp-image-3532\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/sales_flow_chart.png\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/sales_flow_chart.png\" alt=\"sales flow chart\" width=\"489\" height=\"634\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27489%27%20height%3D%27634%27%20viewBox%3D%270%200%20489%20634%27%3E%3Crect%20width%3D%27489%27%20height%3D%27634%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/sales_flow_chart-231x300.png 231w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/sales_flow_chart.png 489w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 489px) 100vw, 489px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sistem informasi akuntansi menjadi bahan yang cukup menarik untuk diperbincangkan khususnya bagi kalangan perusahaan ataupun pelajar\/ mahasiswa. Sistem informasi akuntansi atau dapat disebut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":11,"featured_media":3531,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[75],"tags":[42,222,221,220],"views":2630,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3523"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3523"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3523\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3531"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3523"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3523"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3523"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}