{"id":3482,"date":"2021-11-09T10:32:02","date_gmt":"2021-11-09T03:32:02","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=3482"},"modified":"2022-03-15T16:28:29","modified_gmt":"2022-03-15T09:28:29","slug":"perhatikan-10-hal-ini-sebelum-menyusun-laporan-keuangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/perhatikan-10-hal-ini-sebelum-menyusun-laporan-keuangan\/","title":{"rendered":"Perhatikan 10 Hal Ini Sebelum Menyusun Laporan Keuangan"},"content":{"rendered":"<p>Ujung dari proses akuntansi adalah menyusun Laporan Keuangan. Semua bisnis sudah pasti paham hal ini.<\/p>\n<p>Namun, menyusun laporan keuangan yang baik tidaklah mudah.<\/p>\n<p>Setelah mengetahui teknik penyusunan laporan keuangan, masih ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan agar dapat menghasilkan laporan keuangan yang benar-benar bermanfaat bagi pengguna.<\/p>\n<p>Untuk itu, agar laporan keuangan bisnis Anda jelas, maka Anda perlu mengikuti panduan ini.<\/p>\n<h2>Apa itu Laporan Keuangan?<\/h2>\n<p>Laporan keuangan merupakan laporan yang di dalamnya terdapat pencatatan uang dan transaksi yang ada dalam sebuah bisnis.<\/p>\n<p>Transaksi ini mencakup pembelian maupun penjualan serta transaksi lainnya yang juga punya nilai ekonomi dan moneter.<\/p>\n<p>Laporan keuangan biasa dibuat dalam periode tertentu. Hal ini ditentukan oleh kebijakan perusahaan itu sendiri. Baik itu dibuat per bulan atau per tahun.<\/p>\n<p>Bahkan tak jarang perusahaan juga menggunakan kedua-duanya.<\/p>\n<h2>Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan<\/h2>\n<p>Penyusunan laporan keuangan jelas bukan tanpa tujuan. Justru dengan adanya laporan keuangan, pemiliki bisnis mampu melihat sejauh mana kesehatan bisnisnya.<\/p>\n<p>Tujuan utama pembuatan laporan keuangan ada dua, yaitu:<\/p>\n<h3>1. Untuk memberikan informasi keuangan perusahaan<\/h3>\n<p>Informasi tentang posisi dan hasil kinerja keuangan perusahaan jelas sangat bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan.<\/p>\n<p>Informasi ini penting bagi para investor, kreditur, dan pemerintah dalam rangka membuat keputusan-keputusan bisnis.<\/p>\n<h3>2. Menunjukkan hasil kinerja manajemen<\/h3>\n<p>Laporan keuangan juga digunakan untuk menunjukkan pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.<\/p>\n<p>Dengan adanya informasi ini, maka perusahaan bisa melakukan evaluasi atas kinerja manajemen bisnis di periode sebelumnya.<\/p>\n\n<h2>Jenis-jenis Laporan Keuangan<\/h2>\n<p>Untuk memahami laporan keuangan secara detail, Anda harus mengenali jenis-jenis dari laporan keuangan yang umumnya digunakan oleh perusahaan.<\/p>\n<p>Dan berikut beberapa jenis laporan keuangan, antara lain:<\/p>\n<h3>1. Laporan Laba Rugi<\/h3>\n<p>Seperti namanya, tentu laporan ini akan menunjukkan kondisi laba dan rugi di suatu perusahaan.<\/p>\n<p>Laporan ini biasa dibuat untuk menjelaskan kondisi keuangan dalam periode tertentu.<\/p>\n<p>Sehingga para pemilik atau pelaku usaha dapat mengetahui kondisinya serta menjadikannya acuan atau bahan evaluasi untuk langkah berikutnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/contoh-laporan-laba-rugi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Laporan laba rugi<\/a> ini, terbagi kembali ke dalam dua jenis, di antaranya:<\/p>\n<h4>Laporan Laba Rugi Single Step<\/h4>\n<p>Pada pelaporan ini, sifatnya sederhana di mana yang ditunjukkan adalah satu kategori pendapatan dan satu kategori pengeluaran.<\/p>\n<h4>Laporan Laba Rugi Multiple Step<\/h4>\n<p>Sedangkan pada laporan laba rugi multiple step ini, akan berisi lebih banyak informasi dibanding jenis laporan laba rugi single step.<\/p>\n<p>Karena dalam pembuatannya sendiri akan memecah pendapatan operasional dan biaya operasional serta pendapatan non-operasional dan biaya non-operasional.<\/p>\n<h3>2. Laporan Arus Kas<\/h3>\n<p>Secara sederhana dapat dipahami bahwa laporan arus kas atau yang dikenal dengan sebutan cash flow ini akan memuat informasi mengenai pemasukan serta pengeluaran dalam satu periode.<\/p>\n<p>Laporan keuangan ini dapat digunakan sebagai alat guna:<\/p>\n<ul>\n<li>Mengetahui keputusan keuangan yang dilakukan perusahaan<\/li>\n<li>Mengevaluasi struktur keuangan<\/li>\n<li>Menjadi sarana mengatur strategi untuk menghadapi perubahan serta peluang<\/li>\n<\/ul>\n<h3>3. Laporan Perubahan Modal<\/h3>\n<p>Ekuitas atau laporan perubahan modal ini bertujuan agar perusahaan dapat menggambarkan peningkatan ataupun penurunan dari aktiva bersih dalam masa atau periode tertentu dengan prinsip pengukuran tertentu.<\/p>\n<p>Laporan ini tentunya harus dipahami oleh penanam modal karena dapat pula dikatakan sebagai indikator berkembang atau tidaknya perusahaan dengan melihat jumlah modal yang dimiliki perusahaan tersebut bertambah atau tidak.<\/p>\n<h3>4. Laporan Neraca<\/h3>\n<p>Balance sheet atau laporan neraca biasanya memuat informasi mengenai akun aktiva serta kewajiban perusahaan dalam satu periode.<\/p>\n<p>Dan melalui laporan ini pula lah, kita dapat dapat mengetahui posisi serta informasi keuangan perusahaan.<\/p>\n<h3>5. Catatan Atas Laporan Keuangan<\/h3>\n<p>Secara umum, mungkin saja pemilik perusahaan atau para penanam modal akan lebih familiar dengan keempat jenis laporan sebelumnya.<\/p>\n<p>Pada catatan atas laporan keuangan ini mengacu pada informasi tambahan yang akan menjelaskan bagaimana kondisi perusahaan sampai pada angka laporan keuangannya.<\/p>\n<p>Dan juga termasuk memaparkan penyimpangan atau anggapan inkonsistensinya.<\/p>\n\n<h2>Sumber Data Laporan Keuangan<\/h2>\n<p>Sumber data yang digunakan untuk membuat laporan keuangan adalah kuitansi atau nota jual dan beli.<\/p>\n<p>Kuitansi atau nota digunakan jumlah barang yang terjual. Dengan adanya kuitansi bisa dijadikan alat bukti. Alat bukti dalam jual beli barang dan jasa.<\/p>\n<p>Sumber data ini kemudian di bagi menjadi beberapa pos sesuai dengan ketentuan dalam laporan keuangan.<\/p>\n<h2>Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menyusun Laporan Keuangan<\/h2>\n<p>Sebuah laporan keuangan dikatakan baik dan memenuhi persyaratan jika ia disusun sedemikian rupa sehingga tujuan dari penyusunan laporan tersebut bisa dicapai.<\/p>\n<p>Agar tujuan tersebut bisa tercapai, maka proses penyusunan dan penyajian laporan keuangan perlu memperhatikan beberapa hal penting.<\/p>\n<h3>1. Bahasa Laporan Keuangan<\/h3>\n<p>Laporan keuangan dibuat, terlebih oleh perusahaan yang sudah berstatus terbuka (Tbk), tidak semata-mata untuk dibaca sendiri. Melainkan untuk pihak luar (eksternal) juga, yakni:<\/p>\n<ul>\n<li>Investor<\/li>\n<li>Kreditur<\/li>\n<li>Ditjen Pajak (pemerintah)<\/li>\n<\/ul>\n<p>Untuk di Indonesia, sudah tentu mayoritas menggunakan laporan keuangan berbahasa Indonesia.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, bahasa yang wajib digunakan dalam pelaporan keuangan di Indonesia adalah bahasa Indonesia.<\/p>\n<p>Jika merujuk pada ketentuan Badan Pengawas Pasar Modal (saat ini digantikan oleh Otoritas Jasa Keuangan), perusahaan emiten dibolehkan menyampaikan laporan keuangan berbahasa Inggris.<\/p>\n<p>Namun, versi Bahasa Indonesianya tetap harus ada, dan keduanya harus memuat informasi (akun dan angka) yang sama.<\/p>\n<h3>2. Mata Uang Pelaporan<\/h3>\n<p>Laporan keuangan yang dibuat hendaknya mencerminkan kondisi perusahaan yang sebenarnya. Termasuk dalam hal penggunaan mata uang.<\/p>\n<p>Jika dalam transaksi sehari-harinya lebih banyak menggunakan mata uang Rupiah, seperti perusahaan pada umumnya di Indonesia, maka laporan keuangan yang disajikan juga dalam mata uang Rupiah.<\/p>\n<p>Tujuannya adalah agar laporan tersebut benar-benar mencerminkan kondisi yang sebenarnya.<\/p>\n<p>Lantas, bagaimana jika dalam transaksi perusahaan menggunakan beberapa macam mata uang?<\/p>\n<p>Di era globalisasi sekarang ini, penggunaan mata uang asing makin lumrah.\u00a0Setidaknya perusahaan yang bergerak di bidang ekspor-impor, biasanya banyak menggunakan mata uang asing.<\/p>\n<p>Dalam kondisi seperti ini, laporan keuangan bisa dalam mata uang yang paling banyak digunakan, istilahnya \u201cmata uang fungsional.\u201d<\/p>\n<h3>3. Pencatatan transaksi harus selalu dilakukan (update)<\/h3>\n<p>Pencatatan transaksi harus selalu dilakukan setiap kejadian dan tidak boleh melewatkan satu transaksi untuk dicatat. Jika hal ini dilakukan informasi mengenai aktivitas usaha bisa didapat.<\/p>\n<h3>4. Tidak mencampur keuangan perusahaan dengan keuangan pribadi<\/h3>\n<p>Termasuk di antaranya pembedaan atau pemisahan rekening perusahaan dengan rekening pribadi.<\/p>\n<p>Sekecil apa pun perusahaan anda, jangan mencampur adukan seluruh aktivitas keuangan perusahaan dengan pribadi.<\/p>\n<p>Hal ini dilakukan agar informasi keuangan perusahaan menggambarkan aktivitas keuangan perusahaan yang sesungguhnya.<\/p>\n<h3>5. Setiap transaksi yang tercatat harus ada buktinya<\/h3>\n<p>Pencatatan transaksi yang tercatat harus disertai bukti berupa nota, invoice, kuitansi dan lain-lain.<\/p>\n<p>Hal ini dilakukan sebagai kontrol atas pencatatan transaksi dengan bukti otentiknya. Bukti-bukti ini akan berguna jika dilakukan pemeriksaan, misalnya dalam hal pajak dan audit.<\/p>\n<p>Tanpa bukti transaksi, pembukuan keuangan dianggap tidak sah.<\/p>\n<h3>6. Komponen laporan keuangan yang lengkap<\/h3>\n<p>Hal penting berikutnya yang perlu diperhatikan adalah komponen lengkap laporan keuangan.<\/p>\n<p>Laporan keuangan yang lengkap terdiri dari:<\/p>\n<ul>\n<li>Laporan Posisi Keuangan (Neraca)<\/li>\n<li>Laporan Laba Rugi<\/li>\n<li>Laporan Perubahan Ekuitas<\/li>\n<li>Laporan Arus Kas<\/li>\n<li>Catatan atas Laporan Keuangan<\/li>\n<\/ul>\n<p>Masing-masing komponen laporan terdiri dari beberapa elemen, seperti berikut ini.<\/p>\n<h4>Komponen utama Laporan Posisi Keuangan:<\/h4>\n<p>Aset Lancar yang terdiri dari:<\/p>\n<ul>\n<li>Kas dan Setara Kas<\/li>\n<li>Investasi Jangka Pendek<\/li>\n<li>Wesel Tagih<\/li>\n<li>Piutang Usaha<\/li>\n<li>Piutang Lain-lain<\/li>\n<li>Persediaan<\/li>\n<li>Pajak Dibayar di muka<\/li>\n<li>Biaya Dibayar di muka<\/li>\n<li>Aset Lancar Lain-lain<\/li>\n<\/ul>\n<h4>Aset Jangka Panjang (Tidak Lancar) terdiri dari:<\/h4>\n<ul>\n<li>Piutang Hubungan Istimewa<\/li>\n<li>Piutang Dagang<\/li>\n<li>Aset Pajak Tangguhan<\/li>\n<li>Investasi pada Perusahaan Asosiasi<\/li>\n<li>Investasi Jangka Panjang Lain<\/li>\n<li>Persediaan<\/li>\n<li>Aset Tetap<\/li>\n<li>Aset Tidak Berwujud<\/li>\n<li>Aset Lain-lain<\/li>\n<\/ul>\n<h4>Liabilitas Lancar terdiri dari:<\/h4>\n<ul>\n<li>Pinjaman Jangka Pendek<\/li>\n<li>Wesel Bayar<\/li>\n<li>Hutang Usaha<\/li>\n<li>Utang Pajak<\/li>\n<li>Beban Masih Harus Dibayar<\/li>\n<li>Pendapatan Diterima Di muka<\/li>\n<li>Bagian Liabilitas Jangka Panjang yang Jatuh Tempo dalam Waktu Satu Tahun<\/li>\n<li>Liabilitas Lancar Lain-lain<\/li>\n<\/ul>\n<h4>Liabilitas Jangka Panjang (Tidak Lancar) terdiri dari:<\/h4>\n<ul>\n<li>Hutang Hubungan Istimewa<\/li>\n<li>Liabilitas Pajak Tangguhan<\/li>\n<li>Pinjaman Jangka Panjang<\/li>\n<li>Hutang Sewa Guna Usaha<\/li>\n<li>Keuntungan Tangguhan Aset Dijual dan Disewa Guna Usaha Kembali<\/li>\n<li>Utang Obligasi<\/li>\n<li>Liabilitas Tidak Lancar lainnya<\/li>\n<li>Hutang Subordinasi<\/li>\n<li>Obligasi Konversi<\/li>\n<\/ul>\n<h4>Ekuitas terdiri dari:<\/h4>\n<ul>\n<li>Modal Saham<\/li>\n<li>Tambahan Modal Disetor<\/li>\n<li>Selisih Kurs Karena Penjabaran Laporan Keuangan<\/li>\n<li>Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Perusahaan Asosiasi<\/li>\n<li>Keuntungan atau Kerugian Belum Direalisasi dari Efek Tersedia Untuk Dijual<\/li>\n<li>Selisih Penilaian Kembali Aset Tetap<\/li>\n<li>Opsi Saham<\/li>\n<li>Saldo Laba<\/li>\n<li>Modal Saham Diperoleh Kembali<\/li>\n<\/ul>\n<h4>Komponen Utama Laporan Laba Rugi, terdiri dari:<\/h4>\n<ul>\n<li>Pendapatan Usaha<\/li>\n<li>Beban Pokok Penjualan<\/li>\n<li>Laba atau Rugi Kotor<\/li>\n<li>Beban Usaha<\/li>\n<li>Laba atau Rugi Usaha<\/li>\n<li>Penghasilan atau Beban Lain-lain<\/li>\n<li>Bagian Laba atau Rugi Perusahaan Asosiasi<\/li>\n<li>Laba atau Rugi Sebelum Pajak Penghasilan<\/li>\n<li>Beban atau Penghasilan Pajak<\/li>\n<li>Laba atau Rugi dari Aktivitas Normal<\/li>\n<li>Pos Luar Biasa<\/li>\n<li>Laba atau Rugi Bersih<\/li>\n<li>Laba atau Rugi Per Saham Dasar<\/li>\n<li>Laba atau Rugi Per Saham Dilusian<\/li>\n<\/ul>\n<h4>Komponen Laporan Perubahan Ekuitas, terdiri dari:<\/h4>\n<ul>\n<li>Laba (rugi) bersih periode bersangkutan<\/li>\n<li>Setiap pos yang berdasarkan PSAK terkait diakui secara langsung dalam ekuitas (contoh: keuntungan\/kerugian yang belum direalisasi dari efek tersedia untuk dijual)<\/li>\n<li>Pengaruh kumulatif dari perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi atas kesalahan mendasar sebagaimana diatur dalam PSAK terkait, yaitu berupa efek kumulatif atas perubahan kebijakan Akuntansi dan koreksi atas Kesalahan Mendasar<\/li>\n<li>Transaksi modal dengan pemilik dan distribusi kepada pemilik<\/li>\n<li>Saldo laba (rugi) pada awal dan akhir periode, yang dibagi dalam: (a) Yang Telah Ditentukan Penggunaannya; (b) Yang Belum Ditentukan Penggunaannya<\/li>\n<li>Rekonsiliasi antara nilai tercatat dari masing-masing jenis modal ditempatkan dan disetor penuh, tambahan modal disetor dan pos-pos ekuitas lainnya pada awal dan akhir periode yang mengungkapkan secara terpisah setiap perubahan.<\/li>\n<\/ul>\n<h4>Komponen Utama Laporan Arus Kas, terdiri dari:<\/h4>\n<ul>\n<li>Arus Kas dari Aktivitas Operasi<\/li>\n<li>Arus Kas dari Aktivitas Investasi<\/li>\n<li>Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan<\/li>\n<\/ul>\n<h3>7. Penempatan file khusus untuk setiap transaksi<\/h3>\n<p>Cara ini dilakukan untuk memisahkan penempatan file-file transaksi agar terlihat rapi dan mudah dalam hal pencarian.<\/p>\n<p>Penempatan file yang dipisahkan di antaranya file:<\/p>\n<ul>\n<li>Penjualan<\/li>\n<li>Pembelian<\/li>\n<li>Bukti bank masuk dan keluar<\/li>\n<li>Bukti kas masuk dan keluar<\/li>\n<\/ul>\n<h3>8. Informasi Komparatif<\/h3>\n<p>Informasi kuantitatif harus diungkapkan secara komparatif dengan periode sebelumnya.<\/p>\n<p>Laporan keuangan disajikan secara perbandingan, setidaknya untuk 2 (dua) tahun terakhir sesuai peraturan yang berlaku.<\/p>\n<p>Sedangkan Laporan Keuangan Interim disajikan secara perbandingan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.<\/p>\n<p>Perhitungan Laba Rugi Interim harus mencakup periode sejak awal tahun buku sampai dengan periode interim yang dilaporkan.<\/p>\n<h3>9. Peristiwa Setelah Tanggal Laporan Posisi Keuangan<\/h3>\n<p>Tanggal laporan posisi keuangan dengan tanggal terbitnya laporan keuangan biasanya berbeda. Dan di antara kedua tanggal tersebut kemungkinan besar terjadi transaksi-transaksi.<\/p>\n<p>Transaksi yang terjadi antara tanggal laporan posisi keuangan dan tanggal penerbitan laporan keuangan yang mempunyai akibat material terhadap laporan keuangan.<\/p>\n<p>Sehingga memerlukan penyesuaian atau pengungkapan dalam laporan keuangan harus diungkapkan.<\/p>\n<h3>10. Tanggung Jawab Atas Isi Laporan<\/h3>\n<p>Yang menyusun laporan keuangan bisa jadi pihak perusahaan sendiri atau pihak di luar perusahaan (konsultan atau kantor akuntan publik).<\/p>\n<p>Siapa pun yang menyusun, perlu disadari bahwa yang bertanggung jawab atas isi Laporan Keuangan adalah manajemen perusahaan. Bukan pihak lain.<\/p>\n<h2>Tips Membuat Laporan Keuangan yang Baik<\/h2>\n<p>Membuat laporan keuangan yang mudah dimengerti butuh pengalaman dari si akuntannya itu sendiri.<\/p>\n<p>Semakin lama orang itu bersinggungan dengan data dan pembuatan laporan keuangan, maka makin mudah dia menyusun laporan tersebut.<\/p>\n<p>Namun, buat Anda yang masih awam dengan tugas akuntan tersebut, tentu butuh waktu yang lebih lama untuk mampu menyajikan laporan keuangan yang baik.<\/p>\n<p>Sebenarnya, dengan Anda memahami jenis-jenis laporan keuangan dan memperhatikan 10 hal sebelum menyusun laporan keuangan di atas, Anda sudah punya modal yang cukup.<\/p>\n<p>Akan tetapi, untuk membantu Anda bekerja lebih baik dan cepat, berikut ini terdapat tips yang dapat Anda coba, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Anda harus memahami dengan benar dasar-dasar akuntansi sehingga memudahkan Anda mengerti tahapan dalam penyusunan laporan keuangan<\/li>\n<li>Anda harus teliti karena informasi keuangan yang Anda buat tidak boleh salah. Ingat, hal ini diperlukan untuk keberlangsungan perusahaan.<\/li>\n<li>Kumpulkan dan Catat semua bukti transaksi seperti kuitansi penjualan, pembelian, invoice, nota nota pembelian direkap di masukan debet-kredit ke dalam jurnal.<\/li>\n<li>Anda harus teliti karena informasi keuangan yang kamu buat tidak boleh salah. Ingat, hal ini diperlukan untuk keberlangsungan perusahaan.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Aplikasi Membuat Laporan Keuangan<\/h2>\n<p>Membuat laporan keuangan kini menjadi sangat mudah dengan aplikasi pembukuan. Dengan aplikasi ini, setiap pengguna dapat mencatat transaksi dan membuat pembukuan usaha dengan waktu yang relatif cepat.<\/p>\n<p>Keberadaan aplikasi pembukuan ini sungguh membuat pengusaha lebih percaya diri dalam mengelola keuangan usaha.<\/p>\n<p>Serta lebih siap dalam menghadapi berbagai tuntutan serta tantangan di dalam usahanya. Salah satu aplikasi pembukuan yang sudah banyak digunakan dan dipercaya oleh pelaku usaha adalah Zahir.<\/p>\n<p>Zahir merupakan aplikasi pembukuan keuangan yang memiliki banyak fitur di dalamnya.<\/p>\n<p>Tak usah khawatir tools di dalamnya sangat mudah dimengerti bahkan untuk pemula. Pengguna dapat menggunakan fitur di Zahir kapan saja dan di mana saja.<\/p>\n<p>Tentunya laporan yang terjadi akan lebih akurat, berbeda jika hanya dilakukan secara manual.<\/p>\n<p>Dengan menggunakan Zahir Anda akan lebih menghemat waktu serta tepat guna.<\/p>\n<p>Aplikasi pembukuan Zahir tidak hanya berfungsi dalam mencatat transaksi bisnis, tapi Zahir akan mempermudah pelaku usaha untuk mengambil sebuah keputusan bisnis.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Menyusun laporan keuangan yang baik dan benar butuh proses panjang. Untuk itu, Anda perlu menguasai dasar akuntansi agar membantu Anda dalam memahami laporan keuangan.<\/p>\n<p>Dengan memahami 10 hal penting sebelum menyusun laporan keuangan, Anda diharapkan mampu menyusun skala prioritas dalam membuat laporan keuangan.<\/p>\n<p>Sehingga nantinya, data yang Anda sajikan ke pihak-pihak terkait dapat mudah dibaca dan dipahami.<\/p>\n<p>Akhirnya, data yang sudah Anda susun dapat membantu perusahaan dalam menentukan kebijakan bisnis dengan benar dan efisien.<\/p>\n<p>Untuk Anda yang tidak mau terjebak dalam hal teknik dalam penyusunan laporan keuangan, Anda bisa mencoba menggunakan <a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">software akuntansi<\/a>, seperti Zahir Accounting.<\/p>\n<p>Dengan aplikasi akuntansi Zahir, Anda akan mendapat banyak kemudahan dalam membuat laporan keuangan perusahaan Anda.<\/p>\n<p>Apa pun skala usaha Anda, Zahir Accounting memiliki solusi untuk penyusunan laporan keuangan Anda.<\/p>\n<p>Zahir Accounting akan mempercepat pekerjaan akuntansi di perusahaan Anda. Dan data yang laporan Anda, sudah pasti bebas human error, rapi, dan mudah di akses secara online.<\/p>\n<p>Gunakan Zahir sekarang dan rasakan kenyamanan dalam mengelola akuntansi bisnis Anda.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ujung dari proses akuntansi adalah menyusun Laporan Keuangan. Semua bisnis sudah pasti paham hal ini. Namun, menyusun laporan keuangan yang baik tidaklah mudah. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":30,"featured_media":21690,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[75],"tags":[2507,2161,1163,2505,2508,2506],"views":25397,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3482"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/30"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3482"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3482\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21690"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3482"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3482"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3482"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}