{"id":3380,"date":"2014-07-23T15:00:05","date_gmt":"2014-07-23T08:00:05","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=3380"},"modified":"2022-09-10T18:09:40","modified_gmt":"2022-09-10T11:09:40","slug":"perbedaan-jurnal-umum-dan-jurnal-khusus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/perbedaan-jurnal-umum-dan-jurnal-khusus\/","title":{"rendered":"Perbedaan Jurnal Umum dan Jurnal Khusus"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/perbedaan_jurnal.png\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter size-full wp-image-3416\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/perbedaan_jurnal.png\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/perbedaan_jurnal.png\" alt=\"perbedaan jurnal\" width=\"630\" height=\"200\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27630%27%20height%3D%27200%27%20viewBox%3D%270%200%20630%20200%27%3E%3Crect%20width%3D%27630%27%20height%3D%27200%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/perbedaan_jurnal-300x95.png 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/perbedaan_jurnal.png 630w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 630px) 100vw, 630px\" \/><\/a><\/p>\n<p><center><\/p>\n<h2>Perbedaan Jurnal Umum dan Jurnal Khusus<\/h2>\n<p><\/center><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada artikel kali ini Zahir membahas tentang Jurnal Akuntansi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jurnal Akuntansi adalah suatu pencatatan yang sistematis berdasarkan kronologis dari transaksi transaksi finansial perusahaan. Setiap transaksi perusahaan harus di jurnal terlebih dahulu sebelum masuk ke buku besar, oleh karena itu Jurnal dikenal juga dengan \u201cBook of original entry\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam ilmu akuntansi dasar, dikenal adanya <a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/perbedaan-jurnal-khusus-jurnal-umum\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jurnal Umum dan Jurnal Khusus<\/a>, mungkin beberapa dari kita masih ada yang bingung tetang perbedaannya fungsi dan penggunaannya. Untuk yang masih bingung boleh dilanjutkan scrool ke bawah :)<\/p>\n<h4>Jurnal Umum<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jurnal Umum digunakan untuk mencatat seluruh transaksi perusahaan berdasarkan urutan waktu kejadian, terdiri dari 2 jalur (debet dan kredit) digunakan oleh semua jenis perusahaan mulai dari jenis usaha rumahan sampai dengan industri manufaktur yang komplit. Jurnal umum bersumber dari bukti transaksi yang diterima\/diterbitkan perusahaan.<\/p>\n<h4>Jurnal Khusus<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jurnal Khusus digunakan untuk membantu pencatatan jurnal umum dimana transaksi yang akan diproses sering terjadi, lebih komplit dan berulang-ulang. Jurnal khusus biasanya digunakan oleh perusahaan dagang dan manufaktur. Karena kalau hanya menggunakan jurnal umum perusahaan akan kewalahan dalam mengidentifikasi jumlah dari transaksi sejenis (seperti transaksi penjualan dan pembelian) ataupun untuk nge-trace transaksi yang intensitasnya tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, dapat disimpulkan fungsi dari Jurnal khusus mempermudah dalam hal pencatatan transaksi yang selalu berulang setiap hari, jurnal khusus juga bisa digunakan sebagai kontrol jurnal umum dan bukti transaksi , untuk menghindari adanya transaksi fiktif dan transaksi yang luput dicatat.<\/p>\n<p><strong>Jenis jenis Jurnal khusus<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Jurnal penerimaan kas<\/li>\n<li>Jurnal pengeluaran kas<\/li>\n<li>Jurnal pembelian (transaksi pembelian yang bersifat kredit)<br \/>\nUntuk transaksi retur pembelian tidak diinput dijurnal khusus<\/li>\n<li>Jurnal penjualan (transaksi penjualan yang bersifat kredit)<br \/>\nUntuk transaksi retur pembelian tidak diinput dijurnal khusus<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Contoh transaksi Jurnal Khusus :<\/strong><\/p>\n<p>2\/6, dibeli barang dagang dari PT Indah RP. 1.500.000,- 2\/10 n\/30. Ref Purc\/001\/6-2013<br \/>\n5\/6, dibeli barang dagang dari PT Pratama Rp. 7.500.000,- 2\/10 n\/30 Purc\/002\/6-2013<br \/>\n7\/6, dibeli perlengkapan kantor dari PT Purwacaraka Rp 500.000,- Purc\/003\/6-2013<br \/>\n10\/6, dibeli barang dagang dari PT Budi Artha Rp 3.000.000,- 2\/10 n\/30 Purc\/004\/6-2013<br \/>\n11\/6, retur pembelian PT Pratama Rp 500.000,-<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/jurnal_khusus_pembelian.png\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter size-full wp-image-3383\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/jurnal_khusus_pembelian.png\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/jurnal_khusus_pembelian.png\" alt=\"jurnal khusus pembelian\" width=\"685\" height=\"227\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27685%27%20height%3D%27227%27%20viewBox%3D%270%200%20685%20227%27%3E%3Crect%20width%3D%27685%27%20height%3D%27227%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/jurnal_khusus_pembelian-300x99.png 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/jurnal_khusus_pembelian.png 685w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 685px) 100vw, 685px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari contoh diatas terlihat kalau tidak semua <strong>transaksi pembelian masuk ke jurnal khusus pembelian, melihat dari kriteria transaksi diatas transaksi pembelian perlengkapan dan retur pembelian tidak berhak masuk ke jurnal khusus karena intensitas transaksinya yang rendah<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Demikian pembahasan tentang jurnal umum dan jurnal khusus, semoga setelah membaca artikel ini, Anda sudah bisa memahami perbedaan dan tujuan penggunaan kedua jurnal di atas. Ketahui juga <strong>bagaimana membuat jurnal secara otomatis <a href=\"https:\/\/www.zahiraccounting.com\/id\/produk\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/solusi-instan-membuat-laporan-keuangan-akhir-tahun?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=deadline\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter size-full wp-image-4049\" src=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27620%27%20height%3D%2790%27%20viewBox%3D%270%200%20620%2090%27%3E%3Crect%20width%3D%27620%27%20height%3D%2790%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2016\/10\/Dikejar-Deadline-Laporan-Keuangan.gif\" alt=\"deadline laporan keuangan\" width=\"620\" height=\"90\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perbedaan Jurnal Umum dan Jurnal Khusus Pada artikel kali ini Zahir membahas tentang Jurnal Akuntansi Jurnal Akuntansi adalah suatu pencatatan yang sistematis berdasarkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":3416,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[75],"tags":[215,77,214,213],"views":26179,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3380"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3380"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3380\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3416"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3380"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3380"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3380"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}