{"id":3033,"date":"2014-06-23T08:59:27","date_gmt":"2014-06-23T01:59:27","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=3033"},"modified":"2022-10-18T13:12:09","modified_gmt":"2022-10-18T06:12:09","slug":"5-hal-penting-dalam-akuntansi-perusahaan-dagang-distribusi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/5-hal-penting-dalam-akuntansi-perusahaan-dagang-distribusi\/","title":{"rendered":"5 Hal Penting dalam Akuntansi Perusahaan Dagang &#038; Distribusi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/Hal-penting-dalam-akuntansi.png\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter size-full wp-image-3171\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/Hal-penting-dalam-akuntansi.png\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/Hal-penting-dalam-akuntansi.png\" alt=\"Hal penting dalam akuntansi\" width=\"630\" height=\"200\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27630%27%20height%3D%27200%27%20viewBox%3D%270%200%20630%20200%27%3E%3Crect%20width%3D%27630%27%20height%3D%27200%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/Hal-penting-dalam-akuntansi-300x95.png 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/Hal-penting-dalam-akuntansi.png 630w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 630px) 100vw, 630px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">5 Hal Penting dalam <a href=\"https:\/\/www.zahironline.com\/blog-contest\/ingin-sukses-berbisnis-ritel-ini-dia-contoh-laporan-keuangan-ritel-yang-harus-anda-tahu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Akuntansi Perusahaan Dagang<\/strong><\/a> &amp; Distribusi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum membahas <em>perusahaan dagang<\/em> &amp; distribusi lebih lanjut, ada baiknya kita lihat penggolongan perusahaan berdasarkan jenis kegiatannya. Yaitu dibedakan antara <em>perusahaan dagang,<\/em> perusahaan jasa dan perusahaan manufaktur. <em>Perusahaan dagang<\/em> utamanya bergerak dalam bidang pembelian dan penjualan barang. Perusahaan jasa kegiatan utamanya menghasilkan jasa untuk dijual kepada konsumen yang membutuhkan jasa tersebut. Dan perusahaan manufaktur, mempunyai kegiatan usaha membeli bahan mentah dan atau bahan setengah jadi untuk diolah menjadi barang jadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketiga perusahaan tersebut memiliki karakter yang berbeda dalam akuntansinya. Yang paling utama dalam hal Inventory. Mari kita fokuskan pembahasan ini hanya mengenai <em>perusahaan dagang.<\/em> Siklus dalam perusahaan dagang utamanya ada empat, yaitu pembelian, penjualan, arus kas dan persediaan barang (<em>stock<\/em>).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam semua siklus yang terjadi pada <em>perusahaan dagang<\/em>, ada baiknya kita perhatikan 5 Hal penting dalam pengelolaan <em>Perusahaan Dagang <\/em>:<\/p>\n<p><strong style=\"text-align: justify;\">Rekening Akuntansi Yang Digunakan Perusahaan Dagang<\/strong><\/p>\n<p>Untuk perusahaan dagang,\u00a0 akun-akun yang digunakan lebih variatif dibandingkan jenis usaha \u00a0jasa atau lainnya. Hal ini akan sangat terbantu bila perusahaan dagang tersebut menggunakan \u00a0software akuntansi. Karena umumnya softarwe tersebut sudah menyediakan rekening yang sudah sesuai dengan standar akuntansi.<\/p>\n<p><strong style=\"text-align: justify;\">Inventory Control<br \/>\n<\/strong><span style=\"text-align: justify;\">Untuk bisa selalu eksis dalam mengelola perusahaan dagang, <\/span><em style=\"text-align: justify;\">stok<\/em><span style=\"text-align: justify;\"> merupakan salah satu\u00a0 kunci \u00a0bagi perusahaan dagang untuk meningkatkan profit perusahaan. Dengan selalu tersedianya stok barang maka perusahaan dagang memiliki daya saing dengan perusahaan dagang sejenis. Untuk menuju ke perusahaan dengan keuangan yang sehat dan memiliki daya saing, biasanya perusahaan dagang membuat rencana untuk stok opname tiap bulannya. Hal ini untuk \u00a0mengetahui jumlah yang riil antara pencatatan stock di gudang dalam bentuk fisik dengan pencatatan stok di kantor secara tertulis. Dalam pencatatan persediaan barang di bidang akuntansi, dibedakan menjadi 2 yaitu : persediaan periodik dan metode persediaan perpetual. Baca juga artikel <a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/pusing-mengelola-stok-persediaan-barang-ini-solusinya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pusing Mengelola Stok Persediaan Barang? Ini Solusinya<\/a>.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>Dalam metode perpetual, baik jumlah penjualan maupun harga pokok penjualan dan dicatat pada setiap saat barang dijual. Dengan cara ini catatan akuntansi akan secara terus menerus mengungkapkan besarnya persediaan yang ada.<\/li>\n<li>Dalam metode periodik, adanya transaksi pembelian tidak didebet pada rekening persediaan tapi didebet pada rekening pembelian begitu juga dengan transaksi penjualan tidak dikredit pada rekening persediaan tapi pada rekening penjualan.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Kelancaran Hutang &#8211; Piutang<\/strong><\/p>\n<p>Hutang usaha yang lancar menjadi kekuatan untuk selalu tersedianya <em>stok<\/em>. Karena supplier akan \u00a0senang untuk memberikan barangnya manakala hutang usaha yang kita miliki selalu lancar. Begitu pula piutang usaha. Untuk membantu Arus Kas. Umur piutang menjadi penentunya. Karena penghasil kas adalah dari konsumen. Semakin lama umur piutang, maka perusahaan akan sulit dalam mendapatkan kas. Baca juga artikel <a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/hutang-piutang\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Hutang Piutang<\/a>.<\/p>\n<p><strong>Cash Flow (Aliran Kas)<\/strong><\/p>\n<p>Cash is King, kas adalah raja. Inti dari pengelolaan perusahaan adalah Aliran\u00a0 Kas. Sehingga dengan terorganisirnya dana kas yang baik semua aktivitas perusahaan bisa selalu terjaga. Baik itu untuk dana untuk operasional perusahaan, hutang-piutang yang jatuh tempo ataupun bila perusahaan ingin berinvestasi, misalnya dengan membeli tanah, bangunan dan lain sebagainya. Oleh sebab itu <em>laporan keuangan<\/em> khususnya kas masuk dan kas keuangan sangat penting dalam menentukan baik tidaknya kondisi keuangan\u00a0 <em>perusahaan dagang <\/em>tesebut. Baca juga artikel <a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/merencanakan-arus-kas-bisnis-eceran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Merencanakan Arus Kas Bisnis Eceran<\/a>.<\/p>\n<p><strong>Profit Perusahaan<\/strong><\/p>\n<p>Untuk menjaga perusahaan tetap berkembang, maka profit adalah kata kuncinya. Karena tanpa profit, perusahaan akan selalu stagnan. Ketika perusahaan stagnan, maka akan kalah bersaing \u00a0dengan perusahan pesaing.<\/p>\n<p>Oleh karena itu untuk bisa mendapatkan kelima hal tersebut, mutlak diperlukan alat bantu atau tools yang bisa memberikan 5 informasi tersebut. Saat ini, kebanyakan orang masih menggunakan catatan manual untuk mendukung <a href=\"https:\/\/www.zahironline.com\/blog-contest\/ingin-sukses-berbisnis-ritel-ini-dia-contoh-laporan-keuangan-ritel-yang-harus-anda-tahu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>usaha dagangnya<\/strong><\/a>. Bahkan masih ada perusahaan dagang atau distributor yang menggunakan pencatatan manual dalam menjalankan usahanya. Jelas dukungan software adalah jawabannya. Yaitu <em>software akuntansi<\/em> yang bisa memberikan gambaran mengenai <em>stok<\/em>, hutang &amp; piutang, <em>laporan keuangan<\/em> seperti neraca dan laporan laba rugi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat ini banyak pilihan <em>software akuntansi<\/em>. Pilihannya ada yang menitik-beratkan pada pada <em>stok perusahaan dagang<\/em>, ada juga yang terintegrasi untuk semua informasi yang dibutuhkan perusahaan seperti <em>stok<\/em> barang, transaksi penjualan dan pembelian,\u00a0 hutang-piutang,\u00a0 biaya operasioanal perusahaan tersebut dan <em>laporan keuangannya<\/em>. Zahir Accounting menjadi salah satu pilihan dalam memilih software untuk menjalankan <em>perusahaan dagang<\/em>. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai software akuntansi Zahir Accounting silakan kunjungi <a href=\"https:\/\/www.zahiraccounting.com\/id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.zahiraccounting.com\/id<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/membuat-laporan-keuangan-secara-instan?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=Laporan-Blog\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter size-full wp-image-4821\" src=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27620%27%20height%3D%2790%27%20viewBox%3D%270%200%20620%2090%27%3E%3Crect%20width%3D%27620%27%20height%3D%2790%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Laporan-persediaan-620x90.gif\" alt=\"laporan persediaan\" width=\"620\" height=\"90\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>5 Hal Penting dalam Akuntansi Perusahaan Dagang &amp; Distribusi Sebelum membahas perusahaan dagang &amp; distribusi lebih lanjut, ada baiknya kita lihat penggolongan perusahaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":29,"featured_media":3040,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[75,74],"tags":[42,182,80,181,158,165],"views":4877,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3033"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/29"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3033"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3033\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3040"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3033"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3033"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3033"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}