{"id":2927,"date":"2014-06-23T08:49:38","date_gmt":"2014-06-23T01:49:38","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=2927"},"modified":"2022-09-08T13:42:56","modified_gmt":"2022-09-08T06:42:56","slug":"software-akuntansi-vs-excel-membuat-laporan-keuangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/software-akuntansi-vs-excel-membuat-laporan-keuangan\/","title":{"rendered":"Software Akuntansi vs Excel &#8211; Membuat Laporan Keuangan"},"content":{"rendered":"<h2 style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/buat-laporan-keuangan.png\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter size-full wp-image-3289\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/buat-laporan-keuangan.png\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/buat-laporan-keuangan.png\" alt=\"membuat laporan keuangan\" width=\"630\" height=\"200\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27630%27%20height%3D%27200%27%20viewBox%3D%270%200%20630%20200%27%3E%3Crect%20width%3D%27630%27%20height%3D%27200%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/buat-laporan-keuangan-300x95.png 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/buat-laporan-keuangan.png 630w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 630px) 100vw, 630px\" \/><\/a><\/h2>\n<h2><strong>Software Akuntansi vs Excel &#8211; Membuat Laporan Keuangan<\/strong><\/h2>\n<h4>Membuat Laporan Keuangan<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Membuat laporan keuangan tentu sudah menjadi kewajiban bagi sahabat baik sebagai pebisnis maupun staf akuntansi. Akan tetapi sering kewajiban tersebut akan terasa berat kalau\u00a0perangkat yang digunakan minim akan fitur bahkan parahnya lagi masih menggunakan cara manual. Biasanya mereka yang masih memiliki pola pikir bahwa pencatatan manual yang dianggap lebih simpel, nyatanya malah memperumit dan memperlambat dalam mengambil keputusan bisnis. Tidak jarang rumitnya membuat kertas kerja, membuat ayat jurnal akan membingungkan dan berpeluang menimbulkan risko jika kurang teliti. \u00a0Bukankah begitu sahabat?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diah selaku accounting staff di sebuah perusahaan perdagangan, berdasarkan wawancara kami, mengaku awalnya lebih menyukai pencatatan keuangan menggunakan cara manual. Kebetulan beliau bekerja menggunakan tools yang sudah siap digunakan alias rumus akuntansi sudah pernah dibuat sebelumnya oleh tim akuntansi di perusahaannya. Lambat laun beliau menemukan banyak sekali kekurangan yang mau tidak mau rumus yang belum ada harus beliau buat sendiri. &#8220;Awalnya mudah, tapi di tengah jalan banyak transaksi yang menemukan jalan buntu karena fiturnya tidak ada. Ada yang bisa saya buat sendiri rumusnya, tapi ada juga yang memang sudah tidak bisa diapa-apakan lagi,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kadang-kadang ada juga perusahaan yang masih mengandalkan cara lama itu dengan dalih lebih hemat dan tidak perlu adanya maintenance (pengelolaan) sehingga biaya bisa ditekan. Padahal implementasi tersebut sama saja dengan menimbun masalah bertubi-tubi misalnya waktu pembuatan laporan keuangan menjadi lebih lama, pengendalian atas keakuratan nilai yang sulit, dsb.<\/p>\n<h4>Software Akuntansi vs Excel<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sahabat yang sudah pernah bersinggungan dengan akuntansi baik di bangku sekolah, kuliah, maupun di area pekerjaan mungkin sudah pernah merasakan juga bagaimana membuat jurnal hingga laporan keuangan dengan berbagai perangkat, setidaknya ada 3 perangkat yang biasa dipakai yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li>Buku catatan keuangan<\/li>\n<li>Excel<\/li>\n<li>Software Akuntansi<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketiga alat bantu itu memiliki fungsi dengan taraf kemampuan akomodasi fasilitas yang berbeda-beda. Semakin tinggi intensitas transaksi, tentu buku catatan keuangan juga tidak akan digunakan lagi atau mungkin digunakan hanya sekadar untuk catatan kecil atau <em>backup<\/em>-an.<\/p>\n<h4>Membuat Laporan Keuangan dengan Excel<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Coba kita tinggalkan dulu buku catatan keuangan. Sekarang kita bahas ke point selanjutnya yaitu Excel. Apa yang pernah sahabat lakukan dengan Excel?\u00a0Berikut ini gambaran yang paling sering terjadi:<\/p>\n<ol>\n<li>Membuat rumus terlebih dahulu.<\/li>\n<li>Sukarnya membuat jurnal yang memerlukan penghitungan diskon dan biaya<\/li>\n<li>Membuat rumus untuk menghitung harga pokok persediaan<\/li>\n<li>Sukarnya merekonsiliasi bank karena harus mengeliminasi nilai yang tidak cocok lalu membuat jurnal penyesuaian yang diperlukan.<\/li>\n<li>Menghitung revaluasi valas secara manual<\/li>\n<li>Menghitung penyusutan harta tetap secara manual<\/li>\n<li>Membuat jurnal khusus yang menimbulkan buku besar pembantu<\/li>\n<li>Memposting lagi jurnal ke buku besar dan pastinya sangat banyak jurnal yang harus diposting satu per satu.<\/li>\n<li>Membuat Neraca Lajur untuk mencatat jurnal penyesuaian<\/li>\n<li>Mencatat jurnal pembalik ketika tutup buku dilakukan<\/li>\n<li>Membuat rumus dan menghitung manual rasio kinerja keuangan.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/info_membuat_laporan_keuangan2.png\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter size-full wp-image-3315\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/info_membuat_laporan_keuangan2.png\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/info_membuat_laporan_keuangan2.png\" alt=\"membuat laporan keuangan\" width=\"650\" height=\"1071\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27650%27%20height%3D%271071%27%20viewBox%3D%270%200%20650%201071%27%3E%3Crect%20width%3D%27650%27%20height%3D%271071%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/info_membuat_laporan_keuangan2-182x300.png 182w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/info_membuat_laporan_keuangan2-621x1024.png 621w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/info_membuat_laporan_keuangan2.png 650w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>Membuat Laporan Keuangan dengan Software Akuntansi<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Coba sahabat bayangkan betapa membingungkannya jika semua langkah ini dilakukan dengan cara manual. Amat sangat berisiko pastinya terhadap keakuratan nilai, belum lagi deadline yang sudah menanti. Lain halnya jika transaksi yang terjadi masih sangat sederhana alias tidak kompleks. Baca juga\u00a0<a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/perbedaan-sistem-pembukuan-manual-dengan-sistem-pembukuan-komputerisasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perbedaan Sistem Pembukuan Manual Dengan Sistem Pembukuan Komputerisasi<\/a>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Inilah mengapa di zaman modern ini pelaku usaha sudah banyak yang meninggalkan cara konvensional dan mengerti betul-betul investasi di sistem akuntansi terkomputerisasi mendatangkan manfaat yang luar biasa. Ini bukanlah suatu asumsi bahkan bukan pula suatu spekulasi. Untuk memperoleh kecepatan dan ketepatan dalam membuat laporan keuangan sudah tidak ada kata kompromi lagi. Kecepatan dan ketepatan dalam membuat laporan keuangan dengan software akuntansi sudah patut diwujudkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari\u00a0peristiwa di atas, kita dapat simpulkan bahwa\u00a0untuk membuat laporan keuangan seperti laba rugi, neraca, dan cash flow harus didukung dengan perangkat yang terintegrasi oleh sistem. Untuk menggambarkan seperti apa perbedaannya dengan software akuntansi baik itu desktop maupun <a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/software-akuntansi-online\">aplikasi akuntansi online<\/a>, coba kita lihat skema di bawah:<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/Bagan_Alur_Akuntansi_Terkomputerisasi.png\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter wp-image-2948 size-full\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/Bagan_Alur_Akuntansi_Terkomputerisasi.png\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/Bagan_Alur_Akuntansi_Terkomputerisasi.png\" alt=\"Bagan_Alur_Akuntansi_Terkomputerisasi\" width=\"540\" height=\"637\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27540%27%20height%3D%27637%27%20viewBox%3D%270%200%20540%20637%27%3E%3Crect%20width%3D%27540%27%20height%3D%27637%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/Bagan_Alur_Akuntansi_Terkomputerisasi-254x300.png 254w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/Bagan_Alur_Akuntansi_Terkomputerisasi.png 540w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 540px) 100vw, 540px\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Gambar 1. Bagan Membuat Laporan Keuangan<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagan di atas adalah skema siklus\u00a0akuntansi terkomputerisasi. Alur ini menunjukkan langkah\u00a0secara sederhana yang terintegrasi dengan sistem sehingga penginputan dapat terekam dan langsung otomatis membuat laporan keuangan. Simak penjelasannya beikut ini:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><strong>Membuat Data Keuangan dan Isi Data Pendukung.<\/strong> Ini adalah langkah awal yang harus dilakukan yakni membuat database keuangan yang akan digunakan untuk menginput data-data pendukung, dan saldo awal (jika ada).<\/li>\n<li><strong>Kumpulkan nota transaksi.<\/strong> Pilah nota transaksi lalu input data transaksi langsung ke form yang sudah ada di sistem, misalnya menginput pembelian, penjualan, biaya, dll.<\/li>\n<li><strong>Jurnal Terbentuk.<\/strong> Sekali input transaksi, sistem langsung mengeluarkan informasi pengendalian utang-piutang, nilai HPP, stok, membentuk penyusutan harta tetap dan revaluasi valas setelah tutup buku akhir bulan, dll dalam suatu daftar untuk mempermudah user memantaunya.<\/li>\n<li><strong>Buku Besar Terbentuk.<\/strong> Sekali input transaksi, sistem langsung memposting jurnal buku besarnya tanpa harus susah payah mencari mutasinya untuk diposting ke buku besar dan buku besar pembantu.<\/li>\n<li><strong>Laporan Keuangan Terbentuk.<\/strong> Hanya dengan sekali klik, laporan keuangan seperti Laporan Laba Rugi, Neraca, Cash Flow (Arus Kas), dan juga Neraca Saldo terbentuk otomatis.<\/li>\n<li><strong>Grafik Analisis Bisnis.<\/strong> Ini adalah fitur yang sangat dibutuhkan pebisnis. Cukup dengan melihat grafik analisis rasio, laporan keuangan, dan Break Event Point, di sinilah keputusan bisnis bisa ditetapkan.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Software akuntansi dan Excel sama-sama baik dan memiliki fungsinya masing-masing yang unik. Semakin kompleks aktivitas transaksi, semakin tinggi pula kebutuhan kita terhadap software akuntansi tentunya. Dengan menggunakan software akuntansi, ada nilai manfaat lebih yang bisa kita dapatkan seperti ini:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Tidak perlu lagi ada urusan mengingat dan membuat rumus karena rumus sudah ada dalam program yang dimaksud.<\/li>\n<li>Langsung buat dan input data pendukung dan transaksi di form yang sudah disediakan.<\/li>\n<li>Satu langkah saja selanjutnya sistem yang memproses secara otomatis dalam hitungan detik.<\/li>\n<li>Bekerja jadi cepat dan mudah.<\/li>\n<li>Laporan keuangan langsung jadi<\/li>\n<li>Keputusan bisnis langsung bisa ditetapkan.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, secara skema di bawah ini, beginilah mudahnya membuat software akuntansi. Baca juga <a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/manual-vs-software-akuntansi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Manual VS Software Akuntansi<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/Intisari_Alur_Penggunaan_Zahir_Accounting.png\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter wp-image-2958 size-full\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/Intisari_Alur_Penggunaan_Zahir_Accounting.png\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/Intisari_Alur_Penggunaan_Zahir_Accounting.png\" alt=\"Intisari_Alur_Penggunaan_Zahir_Accounting\" width=\"570\" height=\"643\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27570%27%20height%3D%27643%27%20viewBox%3D%270%200%20570%20643%27%3E%3Crect%20width%3D%27570%27%20height%3D%27643%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/Intisari_Alur_Penggunaan_Zahir_Accounting-265x300.png 265w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/Intisari_Alur_Penggunaan_Zahir_Accounting.png 570w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 570px) 100vw, 570px\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Gambar 2. Penggunan Software Akuntansi<\/em><\/p>\n<p>Kini, tinggal sahabat yang menentukan mana yang lebih mudah digunakan. Pastikan perangkat yang digunakan dapat membuat semua jadi mudah. Ada referensi jitu untuk merealisasikan kemudahan itu <a href=\"https:\/\/www.zahiraccounting.com\/id\/produk\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/p>\n<p><a title=\"Semua Jadi Mudah\" href=\"https:\/\/www.zahir.co.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">#SemuaJadiMudah<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/solusi-instan-membuat-laporan-keuangan-akhir-tahun?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=deadline\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter size-full wp-image-4049\" src=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27620%27%20height%3D%2790%27%20viewBox%3D%270%200%20620%2090%27%3E%3Crect%20width%3D%27620%27%20height%3D%2790%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/deadline_laporan_keuangan.gif\" alt=\"deadline laporan keuangan\" width=\"620\" height=\"90\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Software Akuntansi vs Excel &#8211; Membuat Laporan Keuangan Membuat Laporan Keuangan Membuat laporan keuangan tentu sudah menjadi kewajiban bagi sahabat baik sebagai pebisnis [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":11,"featured_media":3289,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[75,39],"tags":[161,159,38,162,115,80,160,163,158],"views":10348,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2927"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2927"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2927\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3289"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2927"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2927"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2927"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}