{"id":23771,"date":"2023-04-13T16:51:39","date_gmt":"2023-04-13T09:51:39","guid":{"rendered":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/?p=23771"},"modified":"2023-04-17T15:31:24","modified_gmt":"2023-04-17T08:31:24","slug":"karakteristik-kualitas-informasi-akuntansi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/karakteristik-kualitas-informasi-akuntansi\/","title":{"rendered":"Karakteristik Kualitas Informasi Akuntansi: Jenis-Jenis &#038; Cara Menggunakannya"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter size-full wp-image-23774\" src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Karakteristik-Kualitas-Informasi-Akuntansi.png\" data-orig-src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Karakteristik-Kualitas-Informasi-Akuntansi.png\" alt=\"Karakteristik Kualitas Informasi Akuntansi\" width=\"1400\" height=\"617\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%271400%27%20height%3D%27617%27%20viewBox%3D%270%200%201400%20617%27%3E%3Crect%20width%3D%271400%27%20height%3D%27617%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Karakteristik-Kualitas-Informasi-Akuntansi-200x88.png 200w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Karakteristik-Kualitas-Informasi-Akuntansi-300x132.png 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Karakteristik-Kualitas-Informasi-Akuntansi-400x176.png 400w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Karakteristik-Kualitas-Informasi-Akuntansi-600x264.png 600w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Karakteristik-Kualitas-Informasi-Akuntansi-768x338.png 768w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Karakteristik-Kualitas-Informasi-Akuntansi-800x353.png 800w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Karakteristik-Kualitas-Informasi-Akuntansi-1024x451.png 1024w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Karakteristik-Kualitas-Informasi-Akuntansi-1200x529.png 1200w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Karakteristik-Kualitas-Informasi-Akuntansi.png 1400w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 1400px) 100vw, 1400px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan perlu menguasai <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">karakteristik kualitas informasi akuntansi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Karena merupakan tolak ukur perusahaan untuk cakap menyediakan informasi publik dan informasi untuk investor. Kalau kualitas informasi ini buruk, maka investor sulit percaya terhadap perusahaan tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><b>Manfaat Informasi Akuntansi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya ada cukup banyak manfaat informasi mengenai akuntansi untuk badan usaha atau perusahaan. Ini dia beberapa manfaat informasi seputar akuntansi secara umum.<\/span><\/p>\n<h3><b>Pengambilan keputusan bisa lebih tepat<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu kegunaan informasi akuntansi secara umum yaitu bisa membantu pengambilan atau pembuatan keputusan. Keputusan yang diambil akan lebih baik untuk keutuhan perusahaan. Adanya informasi akuntansi mampu memberikan wawasan seputar kinerja dan kesehatan keuangan perusahaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai contoh misal, manajemen bisa memutuskan ke arah mana alokasi sumber daya yang tepat dan strategi seperti apa yang perlu difokuskan.<\/span><\/p>\n<h3><b>Bagus untuk komunikasi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan menyampaikan informasi mengenai akuntansi, bisa juga membantu memperbaiki kualitas komunikasi baik itu antara manajer atau pun pemangku kepentingan yang lainnya. Misal sebagai contoh, Anda bisa menjelaskan mengenai kinerja keuangan kepada kreditor atau para pemegang saham.<\/span><\/p>\n<h3><b>Baik untuk efisiensi bisnis<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adanya informasi akuntansi bisa dimanfaatkan dalam mengambil langkah-langkah tertentu yang bisa meningkatkan efisiensi pada berbagai bidang\/ departemen. Misal, Anda memanfaatkan informasi akuntansi saat membuat operasi produksi lebih simple, mengurangi biaya tidak perlu dan sebagainya.<\/span><\/p>\n<h3><b>Mendukung potensi munculnya ide-ide baru<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lewat informasi akuntansi, apa lagi dengan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">karakteristik kualitas informasi akuntansi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang terjaga baik, bagus untuk inovasi. Informasi ini bisa membantu memunculkan ide-ide baru kepada perusahaan. Misal, tim pemasaran mampu mengidentifikasi peluang baru atau pun mengembangkan teknik atau strategi pemasaran terbaru.<\/span><\/p>\n<h3><b>Mampu mengembangkan prediksi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memakai karakteristik kualitatif pada dasarnya bisa membantu perusahaan lebih efektif memprediksi seperti apa perusahaan mampu berkinerja lebih baik terutama dalam aspek finansial. Misal, perusahaan menggunakan pengetahuan mereka mengenai bagaimana perilaku konsumen dalam pengembangan produk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sehingga pada akhirnya, bisa lebih mungkin untuk berhasil unggul di pasar.<\/span><\/p>\n<h3><b>Bisa memberikan lebih banyak wawasan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau sebuah perusahaan sedang kesulitan ekonomi, maka penelitian kualitatif bisa menawarkan wawasan seputar penyebab masalahnya. Hal tersebut bisa membantu perusahaan dalam membuat keputusan agar semakin baik.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pentingnya Laporan Akuntansi yang Berkualitas Untuk Perusahaan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penting bagi setiap perusahaan menjaga kualitas akuntansi mereka. Agar bisa menjaga kualitas karakteristik informasi akuntansi, informasinya harus tersampaikan secara sistematis dan terstruktur. Model informasi ini perlu dituangkan pada tiap laporan akuntansi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fungsi utamanya informasi akuntansi secara umum yaitu menelaah, mencari dan mengelola data-data aktivitas bisnis. Data tersebut perlu dikelola efisien karena berdampak kepada bagaimana perusahaan menentukan keputusan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak dapat dipungkiri lagi kalau mencatat laporan akuntansi dengan benar berdampak besar untuk kondisi perusahaan. Investor melirik perusahaan lalu memberikan dana untuk perusahaan tersebut bisa berkembang berdasarkan informasi akuntansi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau hal ini benar terjadi, artinya kualitas informasi disajikan dengan benar-benar baik. Inilah aspek yang perlu dipikirkan perusahaan saat mencari sumber dana baru. Kalau informasi akuntansi tetap berkualitas dengan disajikan secara efisien dan rapi, mudah untuk sebuah perusahaan mendapatkan investor baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jagalah dengan baik kualitas informasi mengenai kondisi akuntansi perusahaan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jenis-Jenis Karakteristik Informasi Akuntansi Berkualitas<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karakteristik kualitas informasi akuntansi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> bisa dibagi menjadi dua macam kategori, primer atau sekunder. Dari setiap kategori tersebut terbagi menjadi beberapa sifat.<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Karakteristik Primer<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk karakteristik primer, adalah sifat yang bisa membuat informasi berguna untuk mengambil keputusan. Terdapat dua macam sifat primer untuk informasi akuntansi yaitu sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<h4><strong>Relevansi<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Relevansi maksudnya adalah kemampuan informasi membantu proses pengambilan keputusan. Dengan relevansi, maka bisa membedakan alternatif-alternatif tertentu sehingga bisa mengambil keputusan terbaik lebih mudah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Informasi relevan bisa dipakai untuk prediksi hal-hal tertentu yang mungkin terjadi atau predictive value. Manfaat lainnya adalah mengevaluasi keputusan yang sebelumnya atau feedback value. Informasi juga bersifat timeless atau tersedia ketika pemakai informasi memerlukan.<\/span><\/p>\n<h4><strong>Reliabilitas<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maksudnya adalah kemampuan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">karakteristik kualitas informasi akuntansi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> memberi keyakinan kalau informasi itu benar\/ valid. Tingkat keandalan informasi atau laporan keuangan berdasarkan ketepatan elemen-elemen dan dapat diuji kebenaran kepada pemakai keuangan.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Karakteristik Sekunder<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat 3 macam sifat untuk karakter sekunder ini, berikut beberapa di antaranya:<\/span><\/p>\n<h4><strong>Bisa diperbandingkan<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kekuatan informasi membantu identifikasikan persamaan maupun perbedaan perangkat-perangkat fenomena ekonomi.<\/span><\/p>\n<h4><strong>Netralitas<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Informasi tidak berpihak pada grup, atau tidak biasanya aktivitas akuntansi. Jadi, informasi tidak mengarahkan, menghindari konsekuensi atau menguntungkan hanya grup tertentu saja.<\/span><\/p>\n<h4><strong>Konsistensi<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesesuaian laporan keuangan atau bisa beradaptasi terhadap prosedur dan peraturan akuntansi.<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Menerapkan Karakteristik Kualitas Informasi Akuntansi Untuk Perusahaan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahasan selanjutnya akan mengulas seputar langkah-langkah apa saja yang bisa dilakukan untuk menerapkan karakteristik informasi akuntansi berkualitas:<\/span><\/p>\n<h3><b>Identifikasi dan ekstrak informasi relevan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penting sekali mengidentifikasi informasi laporan keuangan\/ finansial sebelumnya yang relevan. Karena dapat digunakan dalam membuat prediksi. Hal ini bisa membantu membuat keputusan secara strategis bagi perusahaan. Arah yang akan dituju perusahaan juga bisa ditentukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau memahami dengan baik posisi kas suatu perusahaan misal. Maka bisa menganalisis laporan seputar arus kas lalu membaca kas aktivitas operasi, pendanaan dan investasi.<\/span><\/p>\n<h3><b>Memeriksa keandalan informasi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sangat penting memeriksa informasi bisa diandalkan atau tidak. Informasi harus lengkap agar memastikan bisa dipercaya informasi tersebut. Jika informasi akuntansi lengkap, maka bisa membantu dengan baik pengambilan keputusan. Masalah ke depannya juga bisa dihindari nantinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau menganalisis seputar inventaris perusahaan misal, Anda bisa memeriksa perusahaan melaporkan setiap inventarisnya atau sekadar barang jadi saja.<\/span><\/p>\n<h3><b>Melakukan verifikasi informasi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Metode penerapan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">karakteristik kualitas informasi akuntansi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> selanjutnya verifikasi informasi-informasi penting. Memverifikasi informasi bisa dilakukan dengan berbagai macam metode. Mulai dari audit eksternal, periksa sumber informasinya dan verifikasi independen. Cara terbaik memverifikasi informasi yaitu menyewa auditor agar memberikan opini paling tepat atau tidak bias.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Verifikasi ini penting agar bisa memastikan informasinya akurat dan tak ada kesalahan dalam penyajian materi.<\/span><\/p>\n<h3><b>Jangan lupa analisis informasi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat menganalisis informasi, maka akan melibatkan pemahaman mengenai seperti apa arti informasi lalu bagaimana bisa menggunakannya. Memahami pendorong pendapatan atau pun pengeluaran misal yang diperlukan kalau menganalisis laba rugi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis analisis ini mampu membantu seputar prediksi kinerja perusahaan dalam bidang keuangan untuk masa depan. Tindakan yang paling sesuai pun bisa diambil nantinya.<\/span><\/p>\n<h3><b>Membandingkan informasi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam menyelesaikan suatu proses, bandingkan informasi-informasi serupa tapi dari periode yang berbeda. Ketika melakukan perbandingan informasi keuangan ini, coba mengenali tren saat itu. Lalu evaluasi seperti kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan agar bisa memprediksi periode masa depan untuk kondisi keuangan yang akurat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda bisa membandingkan posisi kas, kondisi tahun sebelumnya dengan saat ini. Kalau mengamati posisi kas menurun, maka bisa ambil langkah perbaikan. Itulah bahasan seputar <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">karakteristik kualitas informasi akuntansi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Semoga bermanfaat untuk Anda semua.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perusahaan perlu menguasai karakteristik kualitas informasi akuntansi. Karena merupakan tolak ukur perusahaan untuk cakap menyediakan informasi publik dan informasi untuk investor. Kalau kualitas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":82,"featured_media":23774,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[75],"tags":[],"views":623,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23771"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/82"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23771"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23771\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23774"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23771"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23771"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23771"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}