{"id":2305,"date":"2013-10-28T14:07:08","date_gmt":"2013-10-28T07:07:08","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=2305"},"modified":"2016-08-15T11:06:51","modified_gmt":"2016-08-15T04:06:51","slug":"cara-cepat-menyusun-standar-operasional-prosedur-sop","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/cara-cepat-menyusun-standar-operasional-prosedur-sop\/","title":{"rendered":"Cara Tepat Menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP)"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: right;\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter\" style=\"border: 1px solid black;\" alt=\"Standar Operasional Prosedur\" src=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27100%27%20height%3D%27100%27%20viewBox%3D%270%200%20100%20100%27%3E%3Crect%20width%3D%27100%27%20height%3D%27100%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-orig-src=\"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/FB_290915_SOP-Standard-Operating-Procedure.png\" width=\"100%\" height=\"100%\" \/><\/p>\n<p><center><\/p>\n<h2>Cara Tepat Menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP)<\/h2>\n<p><\/center><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Prosedur operasional standar\/ <em>Standard Operating Procedure<\/em> (SOP) digunakan oleh suatu organisasi untuk memberi jejak arsip dan keseragaman tindakan operasionalnya. Penyusuan SOP berbeda setiap organisasi. Dalam praktiknya tidak semua SOP yang dibuat dapat diterapkan dalam kegiatan operasional, bahkan parahnya SOP hanya sekadar dokumen yang diletakkan di rak atau lemari karena ia tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya. Oleh karena itulah, perlu cara tepat menyusun standar operasional prosedur (SOP).<\/p>\n<h3>2 Fungsi Dasar Standar Operasional Prosedur (SOP)<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dua fungsi dasar SOP yang menjadi fungsi esensial bisa digambarkan sebagai berikut:<\/p>\n<p><strong>1. Sebagai rujukan <em>knowledgebase<\/em>\u00a0bagi kegiatan operasional yang senantiasa diperbarui<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tindakan-tindakan pekerjaan semisal alur pemasaran dan penjualan, pengiriman barang dari logistik, hingga pelayanan pelanggan semua akan tertata dengan rapi (terstruktur) dengan merujuk pada <em>knowledgebase<\/em>\u00a0(baca: SOP) ini. SOP disarankan bahkan diharuskan untuk diperbarui apabila adanya alur kerja yang berubah sehingga harus adanya pembaruan berdasarkan keputusan auditor &#8220;jaminan mutu&#8221;.<\/p>\n<p><strong>2. Sebagai arsip pelacakan kegiatan operasional, penilaian, dan perbaikan<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"text-align: justify;\">SOP akan menjadi bukti otentik bagi alur pekerjaan yang memerlukan arsip karena SOP biasanya memiliki formulir kerja semisal berita acara presentasi produk oleh staf marketing, berita acara kunjungan onsite layanan pelanggan, bukti pengiriman barang, dll. Dengan adanya audit jaminan mutu berkala secara internal dan eksternal sebagai penilaian, perbaikan-perbaikan untuk penyempurnaan harus dilakukan.<\/span><\/p>\n<h3>Membuat Standar Operasional Prosedur<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">SOP tidak dapat dirumuskan dengan segelintir orang apalagi yang tidak memahami sistem kerja perusahaan. Setidaknya diperlukan tim khusus yang berkompeten agar SOP yang dibuat sesuai dengan keadaan sebenar perusahaan. Adapun berikut ini beberapa cara yang bisa dijadikan acuan:<\/p>\n<h4><strong style=\"text-align: justify;\">1. Pembentukan tim khusus Standar Operasional Prosedur (SOP)<\/strong><\/h4>\n<p><strong style=\"text-align: justify;\"><\/strong>Tim terdiri dari tenaga kompeten dari setiap bagian\/ divisi perusahaan misalnya manajer pemasaran, manajer support, dll. Jika diperlukan, libatkan konsultan jaminan mutu untuk mendapat informasi\/ masukan yang tepat.<\/p>\n<h4><strong style=\"text-align: justify;\">2. Pembagian tugas tim<\/strong><\/h4>\n<p><strong style=\"text-align: justify;\"><\/strong>Tenaga yang telah dibentuk diharuskan memiliki tugas dan tanggung jawabnya masing-masing untuk memetakan deskripsi kerjanya.<\/p>\n<h4><strong style=\"text-align: justify;\">3. Penentuan sasaran penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP)<\/strong><\/h4>\n<p><strong style=\"text-align: justify;\"><\/strong>Sasaran SOP yaitu divisi-divisi di perusahaan yang memang patut atau perlu menggunakan SOP<\/p>\n<h4><strong style=\"text-align: justify;\">4. Penentuan waktu dan tempat penerapan SOP<\/strong><\/h4>\n<p><strong style=\"text-align: justify;\"><\/strong>Perkirakan waktu pelaksanaannya setelah verifikasi\/ persetujuan atas SOP yang dibuat termasuk tempat yang sesuai yaitu divisi masing-masing.<\/p>\n<h4><strong style=\"text-align: justify;\">5. Mendokumentasikan jenis kegiatan operasional setiap divisi<\/strong><\/h4>\n<p><strong style=\"text-align: justify;\"><\/strong>Setelah tim memetakan alur kerja setiap divisi yang dipegangnya, catat apa saja jenis kegiatan operasional yang selalu dilakukan. Pencatatan ini dalam bentuk perinci beserta penjelasannya.<\/p>\n<h4><strong style=\"text-align: justify;\">6. Menyusun alur kerja, instruksi kerja, dan formulir pendukung<\/strong><\/h4>\n<p><strong style=\"text-align: justify;\"><\/strong>Alur kerja berupa bagan alur (flow chart) beserta penjelasannya. Instruksi kerja adalah penjelasan perinci dari alur kerja. Formulir pendukung digunakan sebagai arsip yang akan menjadi bukti otentik kegiatan operasional.<\/p>\n<h4><strong style=\"text-align: justify;\">7. Tukar pendapat\/ masukan antarsesama tim<\/strong><\/h4>\n<p><strong style=\"text-align: justify;\"><\/strong>Saling memberi masukan atau tambahan antarsesama tim.<\/p>\n<h4><strong style=\"text-align: justify;\">8. Libatkan pelaku pelaksana SOP<\/strong><\/h4>\n<p><strong style=\"text-align: justify;\"><\/strong>Tindakan ini diperlukan agar pelaksana SOP dapat memberikan masukan atas temuan yang kurang.<\/p>\n<h4><strong style=\"text-align: justify;\">9. Evaluasi dan perbaikan jika ada\u00a0<\/strong><strong style=\"text-align: justify;\">Rekonstruksi atau uji coba<\/strong><\/h4>\n<p><strong style=\"text-align: justify;\"><\/strong>Lakukan pengujian SOP setiap divisi untuk mengetahui keefektifannya.<\/p>\n<h4><strong style=\"text-align: justify;\">10. Verifikasi dari pihak Quality Management Representative<\/strong><\/h4>\n<p><strong style=\"text-align: justify;\"><\/strong>Setelah uji coba dinyatakan tidak ada masalah dalam pelaksanaan, manajer QMR perusahaan berhak memverifikasi dan memberi persetujuan.<\/p>\n<h4><strong style=\"text-align: justify;\">11. Umumkan\/ sosialisasikan kepada setiap pelaksana SOP<\/strong><\/h4>\n<p><strong style=\"text-align: justify;\"><\/strong>Sosialisasi SOP dapat dilakukan dengan adanya rapat yang melibatkan semua divisi untuk memastikan bahwa ketika implementasi memang sudah siap.<\/p>\n<h4><strong style=\"text-align: justify;\">12. Pemantauan dan analisis<\/strong><\/h4>\n<p><strong style=\"text-align: justify;\"><\/strong><span style=\"text-align: justify;\">Dalam beberapa bulan ke depan hingga setahun, pemantauan berkala harus selalu dilakukan untuk menilai apakah ada kendala, kriteria yang salah, tidak efektif, dll.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Demikian cara penyusunan Standar Operasional Prosedur atau Standard Operating Procedure (SOP) dari kami. Jika ada masukan, silakan komentari di kolom komentar di bawah ini.<\/p>\n<p>&nbsp;<br \/>\n<a href=\"http:\/\/zahiraccounting.com\/id\/solusi-mudah-dan-cepat-membuat-laporan-keuangan?utm_source=blog&#038;utm_medium=banner&#038;utm_campaign=Cashflow\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload size-full wp-image-3271\" src=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27620%27%20height%3D%2790%27%20viewBox%3D%270%200%20620%2090%27%3E%3Crect%20width%3D%27620%27%20height%3D%2790%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-orig-src=\"http:\/\/zahiraccounting.com\/images\/620x90px.gif\" alt=\"contoh pembukuan\" width=\"620\" height=\"90\" \/><\/a><br \/>\n&nbsp;<\/p>\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cara Tepat Menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) Prosedur operasional standar\/ Standard Operating Procedure (SOP) digunakan oleh suatu organisasi untuk memberi jejak arsip dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":11,"featured_media":2324,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[30],"tags":[],"views":30304,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2305"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2305"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2305\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2324"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2305"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2305"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2305"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}