{"id":21876,"date":"2022-03-18T21:44:51","date_gmt":"2022-03-18T14:44:51","guid":{"rendered":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/?p=21876"},"modified":"2022-03-19T08:57:02","modified_gmt":"2022-03-19T01:57:02","slug":"scrum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/scrum\/","title":{"rendered":"Scrum: Pengertian dan Keuntungan Menggunakannya"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter wp-image-21877 size-full\" src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/scrum.jpg\" data-orig-src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/scrum.jpg\" alt=\"pengertian scrum dalam pengembangan software\" width=\"450\" height=\"300\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27450%27%20height%3D%27300%27%20viewBox%3D%270%200%20450%20300%27%3E%3Crect%20width%3D%27450%27%20height%3D%27300%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/scrum-200x133.jpg 200w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/scrum-300x200.jpg 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/scrum-400x267.jpg 400w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/scrum.jpg 450w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 450px) 100vw, 450px\" \/><\/p>\n<p>Dalam mengembangkan software, metode yang umum digunakan adalah agile. Di dalam agile itu sendiri terdapat beberapa pilihan metode, salah satu metode agile yang populer adalah scrum.<\/p>\n<p>Perusahaan-perusahaan teknologi dunia lebih memilih metode scrum sebagai jalur inovasi produk mereka. Kenapa hal ini bisa terjadi dan apa saja kelebihan scrum ini?<\/p>\n<p>Temukan jawabannya di sini.<\/p>\n<h2>Apa Itu Scrum?<\/h2>\n<p>Scrum merupakan salah satu metode Agile yang saat ini sering digunakan untuk pengembangan produk pada bidang teknologi.<\/p>\n<p>Pada dasarnya scrum diartikan sebagai kerangka kerja pada metode Agile. Kerangka kerja ini digunakan untuk pengembangan produk yang sifatnya kompleks.<\/p>\n<p>Pengembangan produk tersebut juga dapat berubah sesuai dengan kebutuhan customer.<\/p>\n<h2>Jenis Project yang Cocok Menggunakan Scrum<\/h2>\n<p>Menurut sebuah survei, menyatakan bahwa mayoritas tim menyukai metode scrum karena metode ini dapat mengolah sebuah program yang kompleks menjadi lebih sederhana dan jauh lebih mudah untuk dieksekusi.<\/p>\n<p>Perusahaan sekelas <strong>Microsoft<\/strong>, <strong>Google<\/strong>, <strong>Amazon<\/strong>, dan <strong>Adobe<\/strong> juga sudah menggunakan scrum untuk menjalankan projectnya.<\/p>\n<p>Dalam metode scrum, nantinya akan ada sistem kolaborasi antara developer dengan customernya.<\/p>\n<p>Selama proyek pengembangan berjalan, calon pengguna dan juga customer akan terlibat, seperti memberikan koreksian atau feedback.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, dengan adanya proses seperti ini, maka metode scrum dapat dikatakan memiliki sifat iteratif.<\/p>\n<p>Apa yang dimaksud dengan iteratif dalam pengembangan proyek ini?<\/p>\n<p>Iteratif yang dimaksud adalah customer atau calon pelanggan dapat melakukan testing terlebih dahulu.<\/p>\n<p>Setelah customer ini memberikan feedback, maka developer akan menyesuaikan dan memperbarui proyek sesuai dengan feedback customer tadi.<\/p>\n<p>Scrum sendiri sering digunakan pada project yang bersifat software.<\/p>\n<p>Namun, dalam realitasnya jangkauan penerapannya tidak hanya sebatas itu. Proyek-proyek seperti mobil, produk kecantikan, atau bahkan untuk sebuah event juga dapat menggunakan metode scrum ini.<\/p>\n<p>Ketika menggunakan kerangka kerja ini, Anda dapat menjalankan project dengan lebih mudah, produktif, dan kreatif.<\/p>\n<p>Sehingga dengan adanya penerapan scrum ini, akan membantu Anda menghasilkan produk yang lebih cepat dan berkualitas.<\/p>\n<h2>Siapa Saja yang Terlibat pada Proses Scrum?<\/h2>\n<p>Pada metode scrum terdapat pembagian peran yang wajib Anda ketahui. Berikut pembagian peran yang terdapat pada scrum.<\/p>\n<h3>1. Product Owner<\/h3>\n<p>Product owner atau pemilik produk merupakan orang yang berperan untuk menentukan dan memaksimalkan nilai bisnis dari produk yang dikembangkan.<\/p>\n<p>Tidak hanya itu, product owner juga harus memastikan list fitur produk yang dibutuhkan agar hasil produknya sesuai dengan kebutuhan customer.<\/p>\n<h3>2. Scrum Master<\/h3>\n<p>Scrum master berperan sebagai orang yang memfasilitasi dan memastikan tim sudah memahami betul proses scrum.<\/p>\n<p>Selain itu, scrum master akan berkoordinasi dengan product owner guna:<\/p>\n<ul>\n<li>Memaksimalkan <a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/roi-roa-roe\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ROI<\/a> (Return on investment)<\/li>\n<li>Meningkatkan hasil produk yang sudah dibuat<\/li>\n<li>Menangani dan mengelola hambatan yang ada secara umum pada proses scrum<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pada keadaan darurat, scrum master juga berperan sebagai fasilitator untuk menyelesaikan konflik yang terjadi dalam tim.<\/p>\n<p>Dan satu hal yang tidak kalah penting, scrum master juga dapat memberikan bimbingan dan fasilitas pelatihan untuk meningkatkan skill yang diperlukan dalam project.<\/p>\n<h3>3. Development Team<\/h3>\n<p>Development team merupakan sekumpulan orang yang memiliki skill tertentu untuk menjalankan project.<\/p>\n<p>Namun, bukan berarti orang-orang yang berada di development team ini hanya seorang developer dan programmer saja.<\/p>\n<p>Pada kenyataannya, development team berisikan orang-orang yang memiliki skill untuk mendukung produk, seperti designer, writer, hingga programmer.<\/p>\n<p>Walaupun memiliki bagian masing-masing, mereka tetap bekerja secara team dan saling berkoordinasi satu sama lain. Bukan bekerja secara individu.<\/p>\n<h2>Keuntungan Menggunakan Metode Scrum<\/h2>\n<p>Dalam pengembangan proyek atau software, apakah ada keuntungannya ketika menggunakan atau tidak menggunakan metode scrum?<\/p>\n<p>Seperti yang sudah disinggung di awal, perusahaan seperti Microsoft, Amazon, dan Adobe saja menggunakan scrum. Tentunya metode ini fit dengan kebutuhan mereka.<\/p>\n<p>Jadi, jelas metode ini memiliki kelebihan tersendiri dibanding beberapa metode agile lainnya.<\/p>\n<p>Nah, berikut ini merupakan beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan ketika menggunakan metode scrum pada bisnis Anda, antara lain:<\/p>\n<h3>1. Meningkatkan Kualitas Produk<\/h3>\n<p>Seperti yang sudah Anda ketahui bahwa scrum memiliki proses pengerjaan yang dibagi menjadi beberapa proses kecil.<\/p>\n<p>Dan setiap proses tersebut dilakukan pengujian agar menghasilkan produk yang lebih berkualitas.<\/p>\n<h3>2. Mengakselerasi Proses Development<\/h3>\n<p>Dengan menggunakan metode scrum, biasanya pengerjaan project dapat lebih cepat selesai.<\/p>\n<p>Terbukti dari beberapa data menunjukkan bahwa 60% project scrum dapat diselesaikan kurang dari 10 minggu.<\/p>\n<p>Beberapa expert juga mengatakan bahwa dengan menggunakan metode scrum dapat mempercepat setidaknya 30-40% proses launching daripada menggunakan metode tradisional.<\/p>\n<p>Mengapa hal tersebut dapat terjadi?<\/p>\n<p>Karena jika menggunakan metode scrum, tim selalu memulai proses pengerjaan dengan konsep yang terencana dengan baik.<\/p>\n<p>Waktu pengerjaannya pun juga sudah ditentukan setepat mungkin berdasarkan kebutuhan proyek.<\/p>\n<p>Sehingga memungkinkan proses pengerjaan menjadi lebih cepat dan akan meminimalkan waktu pengerjaan.<\/p>\n<h3>3. Meningkatkan ROI (Return on investment)<\/h3>\n<p>Mengapa project yang dikerjakan menggunakan metode scrum dapat meningkatkan ROI?<\/p>\n<p>Peningkatan ROI dapat terjadi karena pembuatan produk sudah diatur dan diprioritaskan berdasarkan kebutuhan customer.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, memungkinkan produk bisa dirilis lebih cepat dan produk juga sudah dilengkapi dengan fitur-fitur yang dibutuhkan customer.<\/p>\n<p>Peluncuran produk yang lebih cepat dan fitur-fiturnya juga lengkap akan meningkatkan keuntungan bisnis.<\/p>\n<p>Bayangkan jika peluncuran produk lebih lama dan penanaman fitur masih seadanya, tentunya hal ini akan memperberat cost bisnis.<\/p>\n<p>Semakin lama waktu pengerjaan proyek, maka biaya akan membengkak.<\/p>\n<p>Berbeda jika Anda menggunakan metode scrum dalam pengembangan produk atau proyek.<\/p>\n<p>Pengerjaan project menggunakan scrum pastinya akan selesai lebih cepat dari yang sudah ditargetkan. Sehingga apabila ada revisi dapat diproses lebih cepat dan dapat meminimalkan waktu dan biaya.<\/p>\n<h3>4. Pelanggan Menjadi Lebih Puas<\/h3>\n<p>Tim scrum selalu memiliki komitmen untuk menciptakan produk yang sangat memuaskan.<\/p>\n<p>Hal ini dapat terjadi karena beberapa hal, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Pelanggan atau mitra terlibat langsung untuk memberikan masukan dan koreksi selama proses scrum<\/li>\n<li>Sebelum menciptakan produk, product owner mencari tahu apa saja yang dibutuhkan pelanggan<\/li>\n<li>Pelanggan dapat meninjau progres pengerjaan produk, sehingga produk dapat diterima dengan baik<\/li>\n<li>Jika ada permintaan atau komplain dapat diatasi dengan cepat sehingga meningkatkan kepuasan pelanggan<\/li>\n<\/ul>\n<h3>5. Meminimalkan Resiko Kegagalan Proyek<\/h3>\n<p>Mengerjakan project dengan metode scrum akan memaksa tim untuk menemui kegagalan lebih cepat. Hal ini akan sering terjadi di awal-awal pengerjaan proyek.<\/p>\n<p>Namun, adanya hal ini memunculkan sisi positifnya: Anda akan melakukan perbaikan lebih cepat juga.<\/p>\n<p>Bayangkan jika kegagalan hanya terjadi menjelang peluncuran produk, tentunya hal ini akan merugikan karena memberatkan biaya dan pelanggan pun menjadi kecewa.<\/p>\n<p>Dengan menemukan kegagalan lebih cepat, produk yang akan rilis tentunya akan lebih handal dan memuaskan karena perbaikan dan penyempurnaan sudah dilakukan jauh-jauh hari.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Metode scrum sendiri merupakan kerangka kerja yang digunakan untuk menjalankan project kompleks, baik itu software development, event, atau kegiatan sehari-hari.<\/p>\n<p>Dengan menggunakan metode ini, project akan lebih cepat dan mudah untuk diselesaikan secara tepat waktu.<\/p>\n<p>Selain itu, hasil produk bisa dilakukan review terlebih dahulu sehingga dapat meminimalkan kegagalan.<\/p>\n<p>Jadi, apakah Anda sudah siap untuk menerapkan metode scrum pada bisnis Anda?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam mengembangkan software, metode yang umum digunakan adalah agile. Di dalam agile itu sendiri terdapat beberapa pilihan metode, salah satu metode agile yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":104,"featured_media":21877,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[],"views":824,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21876"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/104"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21876"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21876\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21877"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21876"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21876"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21876"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}