{"id":21856,"date":"2022-03-17T05:43:15","date_gmt":"2022-03-16T22:43:15","guid":{"rendered":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/?p=21856"},"modified":"2022-03-19T09:00:12","modified_gmt":"2022-03-19T02:00:12","slug":"agile-organization-vs-traditional-organization","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/agile-organization-vs-traditional-organization\/","title":{"rendered":"Perbedaan Agile Organization vs Traditional Organization"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter wp-image-21857 size-full\" src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/agile-organization-vs-traditional-organization.jpg\" data-orig-src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/agile-organization-vs-traditional-organization.jpg\" alt=\"perbedaan antara agile vs traditinal organisasi\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27600%27%20height%3D%27400%27%20viewBox%3D%270%200%20600%20400%27%3E%3Crect%20width%3D%27600%27%20height%3D%27400%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/agile-organization-vs-traditional-organization-200x133.jpg 200w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/agile-organization-vs-traditional-organization-300x200.jpg 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/agile-organization-vs-traditional-organization-400x267.jpg 400w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/agile-organization-vs-traditional-organization.jpg 600w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p><em><strong>Agile Organization <\/strong><\/em>dan<em><strong> Traditional Organization<\/strong><\/em> pada prinsipnya kedua sistem organisasi ini memiliki kelebihannya masing-masing.<\/p>\n<p>Dan kedua sistem organisasi ini sama baiknya untuk diterapkan guna mencapai tujuan bisnis Anda.<\/p>\n<p>Lalu, apa perbedaan antara agile organization dan traditional organization yang saat ini sudah diadopsi oleh perusahaan-perusahaan besar?<\/p>\n<p>Untuk mengetahui apa saja perbedaan kedua jenis organisasi ini, artikel ini akan menjelaskan secara detail mulai dari segi struktur organisasinya dan bagaimana struktur tersebut saling berinteraksi.<\/p>\n<h2>Struktur Organisasi: Agile Organization vs Traditional Organization<\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"lazyload alignnone wp-image-21858 size-full\" src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/struktur-organisasi-agile-vs-traditional.png\" data-orig-src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/struktur-organisasi-agile-vs-traditional.png\" alt=\"gambaran struktur organisasi pada agile dan tradisional organisasi\" width=\"432\" height=\"205\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27432%27%20height%3D%27205%27%20viewBox%3D%270%200%20432%20205%27%3E%3Crect%20width%3D%27432%27%20height%3D%27205%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/struktur-organisasi-agile-vs-traditional-200x95.png 200w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/struktur-organisasi-agile-vs-traditional-300x142.png 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/struktur-organisasi-agile-vs-traditional-400x190.png 400w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/struktur-organisasi-agile-vs-traditional.png 432w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 432px) 100vw, 432px\" \/><\/p>\n<p>Kita dapat melihat pada gambar ilustrasi di atas, sebuah piramida yang menggambarkan struktur traditional organization.<\/p>\n<p>Seperti yang kita ketahui bahwa jabatan yang paling tinggi berada di atas, dan jabatan yang rendah berada di paling bawah.<\/p>\n<p>Dalam struktur seperti ini biasanya mempunyai hirarki yang sudah jelas.<\/p>\n<p>Perintah akan datang dari atas, kemudian di-cascade turun ke bawah atau biasanya dikenal dengan top-down.<\/p>\n<p>Kemudian perintah kerja akan dieksekusi dengan melewati berbagai macam birokrasi. Biasanya birokrasi akan menggemuk pada bagian tengah.<\/p>\n<p>Sebagai eksekutor yang berada di bawah, terbagi menjadi beberapa divisi dan adanya pemisahan anggota.<\/p>\n<p>Seperti divisi marketing akan terpisah dengan sales, produksi, keuangan, atau IT. Masing-masing divisi ini memiliki tugas yang berbeda-beda sesuai dengan perintah dari atasnya.<\/p>\n<p>Dalam menjalakan tugasnya, masing-masing divisi ini bekerja secara individu atau tidak terlibat kerja sama dengan divisi lainnya (<em>silos<\/em>).<\/p>\n<p>Ketika menerapkan sistem <a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/agile-organization\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">agile organization<\/a>, bentuk ilustrasi struktur organisasinya adalah sebuah lingkaran.<\/p>\n<p>Dari gambar ilustrasi di atas, kita bisa memahami seperti apa struktur organisasi agile organization. Analogi yang pas untuk menggambarkan struktur organisasi ini adalah seperti mikroorganisme.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"lazyload alignnone wp-image-21859 size-fusion-400\" src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/work-flow-agile-organization-400x241.png\" data-orig-src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/work-flow-agile-organization-400x241.png\" alt=\"cara kerja dalam agile organisasi\" width=\"400\" height=\"241\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27400%27%20height%3D%27241%27%20viewBox%3D%270%200%20400%20241%27%3E%3Crect%20width%3D%27400%27%20height%3D%27241%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/work-flow-agile-organization-200x121.png 200w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/work-flow-agile-organization-300x181.png 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/work-flow-agile-organization-400x241.png 400w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/work-flow-agile-organization.png 600w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 400px) 100vw, 400px\" \/><\/p>\n<p>Berdasarkan gambar <em>work flow agile organization<\/em> di atas, siapa yang menduduki jabatan tersebut tidaklah terlalu penting.<\/p>\n<p>Yang lebih penting adalah action apa yang sudah dilakukan oleh orang yang berada di posisi tersebut.<\/p>\n<p>Orang-orang yang berada dalam agile organization ini, mereka cenderung cepat berubah, seperti adanya anggota yang pindah kerja ke perusahaan lain, berganti divisi pekerjaan, atau datang project baru secara tiba-tiba.<\/p>\n<p>Perubahan bisnis yang sangat cepat menuntut sumber daya di dalamnya harus fleksibel. Dan yang bisa mengakomodasi perubahan secepat ini adalah agile organisasi.<\/p>\n<h2>Perbedaan Agile Organization dan Traditional Organization<\/h2>\n<p>Perbedaan yang sangat terlihat dari perbedaan sistem organisasi ini adalah dari segi sumber daya.<\/p>\n<p>Ketika menggunakan sistem agile organization, Anda bisa mendapatkan sumber daya dari berbagai sumber yang biasanya berbeda dengan traditional organization.<\/p>\n<p>Agile organization memiliki sifat yang lebih fleksibel sehingga sumber daya dapat berubah sesuai dengan kebutuhan.<\/p>\n<p>Berbeda hal ketika kita menggunakan sistem traditional organization.<\/p>\n<p>Dalam traditional organization, sumber daya sudah dibagi dalam divisi-divisi yang mana masing-masing sumber daya pada tiap divisi ini tidak bisa saling bertukar.<\/p>\n<p>Dari gambar di atas, kita mengetahui bahwa agile organisasi terbentuk bukan dari beberapa departemen atau divisi yang menjadi individu atau silos, melainkan sebagai tim.<\/p>\n<p>Dalam tim tersebut terdiri dari beberapa divisi, seperti marketing dan finance, yang mana memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan dari awal hingga akhir.<\/p>\n<p>Lalu, apakah leader tidak dibutuhkan dan tidak memiliki peran?<\/p>\n<p>Tentunya leader memiliki peran penting. Dalam organisasi ini, leader berperan sebagai orang yang memberi arahan dan menyusun action strategi.<\/p>\n<p>Peran leader juga untuk memudahkan dan memfasilitasi tim untuk <em>taking the right action<\/em> sesuai dengan arahan yang sudah ditetapkan. Sehingga tim bisa bekerja dengan lebih fleksibel.<\/p>\n<p>Untuk detail perbedaan dari kedua sistem organisasi ini, simak penjelasan berikut ini.<\/p>\n<h3>Agile Organization<\/h3>\n<p>Agile organization mirip dengan sebuah mikroorganisme yang fleksibel dan dapat beradaptasi sesuai dengan keadaan.<\/p>\n<p>Pada prinsipnya, jenis-jenis pekerjaan yang ada pada agile organization berasal dari bidang yang berbeda, tapi saling membaur dan bekerja sama.<\/p>\n<p>Hadirnya seorang leader dalam organisasi ini hanya memberikan arahan dan memfasilitasi pekerjaan tim.<\/p>\n<p>Sistem organisasi ini tentunya tidak hanya memberikan keuntungan bagi leader saja, tetapi juga memberikan pengaruh besar untuk para pekerja.<\/p>\n<p>Hal ini bisa terjadi karena organisasi ini menciptakan sumber daya yang fleksibel, sistem kerja dilakukan secara team, dan memiliki kemampuan cepat dalam beradaptasi.<\/p>\n<h3>Traditional Organization<\/h3>\n<p>Pada sistem traditional organizational dapat diibaratkan seperti mesin yang terprogram.<\/p>\n<p>Sistem organisasi tradisional ini menuntut setiap para pekerja atau karyawannya harus bisa mengerjakan kewajiban sesuai dengan arahan, dan tanpa disertai dengan inovasi.<\/p>\n<p>Traditional organization menciptakan adanya pemisahan pekerjaan di masing-masing bidang dan masing-masing divisi hanya bekerja secara pribadi atau silos.<\/p>\n<p>Sistem seperti ini membuat perusahaan atau organisasi sulit untuk melakukan perubahan dan cenderung lemah ketika menghadapi tantangan dan persaingan.<\/p>\n<p>Hal tersebut terjadi dikarenakan sumber daya di dalam organisasi ini tidak saling bekerja sama sehingga sulit berinovasi.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Dapat kita asumsikan bahwa perbedaan utama dari agile organization dan traditional organization adalah terletak pada karakteristiknya.<\/p>\n<p>Traditional organization memiliki karakteristik seperti mesin: seolah semua sudah terprogram, diturunkan menjadi sebuah perintah kerja yang dibuat lebih spesifik, dan mulai dialokasikan ke orang-orang yang memiliki tanggung jawab tersebut.<\/p>\n<p>Ketika perusahaan menganut sistem ini, maka tidak akan ada distorsi atau penyimpangan ketika penyerahan pekerjaan dari atas ke bawah.<\/p>\n<p>Sehingga setiap orang memiliki <em>accountability<\/em> yang tinggi untuk menjalankan semua.<\/p>\n<p>Ciri kas dari organisasi ini adalah sulitnya mengubah perintah atasan meski terjadi adanya perubahan di sekitar organisasi.<\/p>\n<p>Jadi, traditional organization layaknya sebuah mesin yang sudah terprogram dengan baik.<\/p>\n<p>Sedangkan, agile organization seperti organisme yang bersifat fleksibel, mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.<\/p>\n<p>Dan ini berbanding terbalik dengan organisasi tradisional.<\/p>\n<p>Lantas, apakah itu berarti traditional organization itu tidak bagus?<\/p>\n<p>Sistem ini tetap memiliki kelebihan, dengan catatan apabila keadaan organisasi sedang ada di posisi yang stabil dan kondisi market bisa diprediksi, maka sistem traditional ini bagus untuk diterapkan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Agile Organization dan Traditional Organization pada prinsipnya kedua sistem organisasi ini memiliki kelebihannya masing-masing. Dan kedua sistem organisasi ini sama baiknya untuk diterapkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":104,"featured_media":21857,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[],"views":2979,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21856"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/104"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21856"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21856\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21857"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21856"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21856"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21856"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}