{"id":21641,"date":"2022-03-14T14:26:38","date_gmt":"2022-03-14T07:26:38","guid":{"rendered":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/?p=21641"},"modified":"2022-03-14T14:26:38","modified_gmt":"2022-03-14T07:26:38","slug":"kegagalan-new-coke","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/kegagalan-new-coke\/","title":{"rendered":"Kisah Coca Cola: Kegagalan New Coke"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter wp-image-21642 size-fusion-600\" src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Coca-cola-600x353.png\" data-orig-src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Coca-cola-600x353.png\" alt=\"kisah kegagalan coca cola\" width=\"600\" height=\"353\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27600%27%20height%3D%27353%27%20viewBox%3D%270%200%20600%20353%27%3E%3Crect%20width%3D%27600%27%20height%3D%27353%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Coca-cola-200x118.png 200w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Coca-cola-300x176.png 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Coca-cola-400x235.png 400w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Coca-cola-600x353.png 600w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Coca-cola-768x451.png 768w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Coca-cola-800x470.png 800w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Coca-cola.png 1004w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p>Siapa yang tidak mengenal minuman bersoda <strong>Coca-Cola<\/strong>?<\/p>\n<p>Iya, salah satu minuman legenda yang telah berusia lebih dari 100 tahun. Tentu saja banyak kisah berliku yang terukir selama perjalanan perusahaan.<\/p>\n<p>Salah satunya adalah kegagalan <strong>New Coke<\/strong> yang menarik perhatian dunia karena diprotes keras oleh konsumen setia Coca-Cola.<\/p>\n<p>Lantas, apa yang dilakukan perusahaan untuk menangani kejadian tersebut? Yuk, simak kisahnya berikut ini.<\/p>\n<h2>Sejarah Coca-Cola<\/h2>\n<p>Coca-Cola merupakan merek minuman yang berasal dari <strong>Atlanta<\/strong>, <strong>Georgia<\/strong>, <strong>Amerika Serikat<\/strong>. Pada 8 Mei 1886, seorang apoteker bernama <strong>Dr. John Stith Pemberton<\/strong> berhasil menemukan sirop yang kemudian dikenal dengan Coca-Cola.<\/p>\n<p>Merek Coca-Cola merupakan nama yang disarankan oleh sahabat Pemberton, yaitu <strong>Frank M. Robinson<\/strong>. Dia berpikir bahwa kedua huruf berawalan \u201c<strong>C<\/strong>\u201d akan terlihat bagus dalam promosi dan periklanan produk.<\/p>\n<p>Pada tahun pertama, penjualan rata-rata Coca-Cola hanya sembilan minuman per hari.<\/p>\n<p>Pemberton tidak menyadari potensi dari minuman yang ia ciptakan. Hingga pada tahun 1988, seorang pebisnis bernama <strong>Asa Griggs Candler<\/strong> membeli dan memperoleh hak atas formula dan merek Coca-Cola.<\/p>\n<p>Meskipun di awal perjalanan hanya mampu menjual sembilan minuman per hari. Namun, kini lebih dari 1,9 miliar minuman Coca-Cola telah dinikmati di lebih dari 200 negara setiap hari.<\/p>\n<h2>Cerita Kegagalan New Coke<\/h2>\n<p>Coca-Cola mengusung visi untuk menciptakan minuman yang disukai setiap orang dengan menyegarkan tubuh dan jiwa mereka.<\/p>\n<p>Perusahaan selalu mengedepankan keunggulan dalam bahan, inovasi, desain, hingga pemasaran.<\/p>\n<p>Namun, dalam upaya yang dilakukan tentu tak luput dari kesalahan. Salah satu kesalahan yang cukup fatal adalah menghadirkan New Coke untuk menggantikan Classic Coke.<\/p>\n<p>Tepat pada tanggal 23 April 1985, The Coca-Cola Company memutuskan untuk mengubah cita rasa dari Classic Coke.<\/p>\n<p>Pengambilan keputusan ini didasarkan pada penurunan saham dan preferensi konsumen selama 15 tahun terakhir.<\/p>\n<p>Bermula dari strategi marketing Pepsi yang disebut &#8220;<strong>Pepsi Challenge<\/strong>&#8221; yang mengadakan blind taste test.<\/p>\n<p>Tes tersebut melibatkan banyak orang untuk mencicipi dua gelas yang berisi <strong>Pepsi<\/strong> dan <strong>Coca-Cola<\/strong> (tanpa mengetahui merek yang diminum).<\/p>\n<p>Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas orang lebih menyukai Pepsi.<\/p>\n<p>Inilah alasan utama Coca-Cola meluncurkan New Coke dan menghentikan produksi Classic Coke.<\/p>\n<p>Sebelum diluncurkan, Coca-Cola melakukan research and development yang menghabiskan dana $4 juta.<\/p>\n<p>New Coke juga telah melewati uji coba terlebih dulu dengan melibatkan 200 ribu responden.<\/p>\n<p>Hasil tes pun membuktikan bahwa sebagian besar konsumen lebih menyukai cita rasa New Coke daripada Classic Coke ataupun Pepsi.<\/p>\n<p>Namun setelah peluncuran, hal mengejutkan pun terjadi.<\/p>\n<p>Publik menunjukkan reaksi negatif dengan menolak New Coke dan melayangkan protes keras kepada perusahaan.<\/p>\n<p>Pada Juni 1985, perusahaan menerima 1.500 panggilan dalam sehari sebagai bentuk kemarahan konsumen.<\/p>\n<p>Bahkan, seorang pria di San Antonio, Texas menghabiskan $1.000 dengan pergi ke lokasi pembotolan untuk membeli Coca-Cola.<\/p>\n<p>Akhirnya, pada 11 Juli 1985, perusahaan memutuskan untuk kembali ke Classic Coke yang telah teruji dan lebih disukai konsumen setianya.<\/p>\n<h2>Pelajaran Penting dari Gagalnya New Coke<\/h2>\n<p>Kembalinya Classic Coke tak hanya menunjukkan kegagalan produk New Coke. Kita bisa menilai bahwa produk original Coca-Cola lebih dari sekadar minuman bersoda.<\/p>\n<p>Sambutan luar biasa pada Classic Coke membuktikan adanya ikatan emosional antara konsumen dengan brand.<\/p>\n<p>Coca-Cola memiliki brand loyalty yang mampu menjaga konsumen agar selalu mempercayai produk tersebut.<\/p>\n<p>Ini adalah aspek yang bisa kita contoh dan pelajari, bagaimana cara menjaga <em>brand loyalty<\/em>.<\/p>\n<p>Beberapa aktivitas berikut ini bisa Anda lakukan sebagai upaya untuk membangun <em>brand loyalty<\/em>:<\/p>\n<ul>\n<li>Selalu melibatkan konsumen.<\/li>\n<li>Memahami apa yang membuat konsumen Anda tergerak.<\/li>\n<li>Menerapkan konsistensi pada brand.<\/li>\n<li>Fokus pada hal terbaik yang bisa brand Anda lakukan, termasuk menyampaikan value (nilai) pada konsumen.<\/li>\n<li>Menciptakan strategi untuk membuat konsumen Anda selalu datang kembali.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siapa yang tidak mengenal minuman bersoda Coca-Cola? Iya, salah satu minuman legenda yang telah berusia lebih dari 100 tahun. Tentu saja banyak kisah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":100,"featured_media":21642,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[],"views":2793,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21641"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/100"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21641"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21641\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21642"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21641"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21641"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21641"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}