{"id":21537,"date":"2022-01-31T10:44:47","date_gmt":"2022-01-31T03:44:47","guid":{"rendered":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/?p=21537"},"modified":"2022-01-31T10:44:47","modified_gmt":"2022-01-31T03:44:47","slug":"biografi-william-tanuwijaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/biografi-william-tanuwijaya\/","title":{"rendered":"Biografi William Tanuwijaya Pendiri Tokopedia"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter wp-image-21567 size-full\" src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/william-tanuwijaya-tokopedia-1.jpg\" data-orig-src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/william-tanuwijaya-tokopedia-1.jpg\" alt=\"biografi pendiri tokopedia william tanuwijaya\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27600%27%20height%3D%27400%27%20viewBox%3D%270%200%20600%20400%27%3E%3Crect%20width%3D%27600%27%20height%3D%27400%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/william-tanuwijaya-tokopedia-1-200x133.jpg 200w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/william-tanuwijaya-tokopedia-1-300x200.jpg 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/william-tanuwijaya-tokopedia-1-400x267.jpg 400w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/william-tanuwijaya-tokopedia-1.jpg 600w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p>Tahukah Anda jika William Tanuwijaya pernah diusir oleh investor hanya dalam kurun waktu kurang dari 5 menit?<\/p>\n<p>Hal ini pernah terjadi saat William berkesempatan untuk bertemu dengan seorang investor asal Amerika Serikat pada 2010 lalu.<\/p>\n<p>Keterbatasan dalam bahasa inggris menjadi alasan di balik kejadian tersebut.<\/p>\n<p>Namun, tentu William tidak menyerah begitu saja. Semangat juang untuk mengembangkan <strong>Tokopedia<\/strong> terus bertumbuh.<\/p>\n<p>Lantas, bagaimana kunci sukses William Tanuwijaya hingga mampu membangun Tokopedia?<\/p>\n<p>Yuk, simak biografi dan kisah suksesnya bersama Tokopedia berikut ini.<\/p>\n<h2>Biografi William Tanuwijaya<\/h2>\n<p>William adalah pendiri Tokopedia yang merupakan marketplace dan menjadi salah satu perusahaan raksasa teknologi asli Indonesia.<\/p>\n<p>William berasal dari Sumatra Utara, tepatnya di Pematang Siantar.<\/p>\n<p>Setelah lulus SMA, William merantau ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikannya di Universitas Bina Nusantara (BINUS) Jurusan Teknik Informatika pada tahun 1999.<\/p>\n<p>Terlahir dari keluarga sederhana dan ayahnya yang mulai mengalami gangguan kesehatan saat William masih kuliah, membuat dia harus mencari pekerjaan sampingan.<\/p>\n<p>Menjadi seorang operator warnet (warung internet) merupakan pilihannya kala itu.<\/p>\n<p>Mungkin orang lain berpikir bahwa ini merupakan pekerjaan yang menjadi beban bagi anak kuliahan.<\/p>\n<p>Namun itu tidak berlaku bagi William. Dia menyadari adanya berkah di balik pilihannya.<\/p>\n<p>William bekerja selama 12 jam sehari, dari pukul 21.00 malam sampai 09.00 pagi.<\/p>\n<p>Di tengah kondisi keterbatasan dan internet yang masih begitu mewah pada saat itu, dia bisa memperoleh akses belajar internet secara gratis. Inilah yang dimaksud sebagai berkah bagi William.<\/p>\n<h2>Kisah Berdirinya Tokopedia<\/h2>\n<p>Pada tahun 2007, William melihat adanya peluang untuk membangun startup Tokopedia.<\/p>\n<p>Namun, karena terkendala modal, akhirnya dia berinisiatif untuk mengajukan dana kepada para investor.<\/p>\n<p>Perjuangannya pun tidak semulus dan seindah bayangan orang-orang.<\/p>\n<p>Butuh waktu 2 tahun hingga akhirnya berhasil mendapatkan dana untuk membangun Tokopedia, yaitu dari bosnya sendiri sebagai pemberi modal pertama.<\/p>\n<p>Selama perjuangan 2 tahun ini, banyak lika-liku yang William hadapi.<\/p>\n<p>Sering kali muncul berbagai pertanyaan dari para investor yang meragukan ide bisnis yang dia usung.<\/p>\n<p>Mulai dari latar belakang industri, persaingan di Indonesia, latar belakang keluarga, hingga rekam jejak pribadi.<\/p>\n<p>Bahkan, ada saat di mana seseorang yang berkata kepada William untuk berhenti bermimpi terlalu tinggi.<\/p>\n<p>Namun ternyata, perkataan itulah yang menjadi titik balik bagi William untuk menemukan tujuan hidupnya.<\/p>\n<p>Dia menyadari bahwa pernyataan tersebut dapat membuat anak muda Indonesia tak lagi memiliki kebebasan dalam bermimpi.<\/p>\n<p>Sedangkan pemimpin negeri ini, yaitu Soekarno pernah berujar &#8220;Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.&#8221;<\/p>\n<p>Perjuangan mewujudkan mimpinya pun terus berlanjut.<\/p>\n<p>William Tanuwijaya bersama Leontinus Alpha Edson memutuskan untuk membangun Tokopedia pada 6 Februari 2009.<\/p>\n<p>Setelah proses selama 6 bulan, akhirnya bertepatan dengan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 64, yaitu 17 Agustus 2009, Tokopedia resmi diluncurkan.<\/p>\n<p>Meskipun telah resmi berdiri, perjalanan Tokopedia pun tidaklah mulus.<\/p>\n<p>Pada awal pencarian kandidat untuk mengisi berbagai posisi di Tokopedia ternyata banyak diabaikan oleh pelamar kerja.<\/p>\n<p>Selama dua hari mengikuti acara Job Expo di sebuah kampus, tidak ada satu pun orang yang melamar kerja di stand milik Tokopedia.<\/p>\n<p>Meskipun awalnya kurang diminati, namun seiring berjalannya waktu banyak orang yang tertarik untuk bergabung dengan Tokopedia.<\/p>\n<p>Kini, mengawali perjalanan baru, sejak 2021 Tokopedia mengambil langkah untuk bersatu dengan Gojek.<\/p>\n<p>Gojek juga merupakan startup karya anak bangsa. Keduanya juga didanai oleh investor yang sama.<\/p>\n<p>Dan kemudian Tokopedia dan Gojek menggabungkan layanan e-commerce, on demand, dan layanan keuangan serta pembayaran.<\/p>\n<h2>Timeline Pertumbuhan Tokopedia<\/h2>\n<p>Dilansir dari laman resmi Tokopedia, berikut ini timeline resmi pertumbuhan perusahaan dari tahun ke tahun:<\/p>\n<ul>\n<li>2009: Memulai bisnis C2C marketplace<\/li>\n<li>2014: Menjadi perusahaan Indonesia pertama yang didanai oleh Softbank dan Sequoia<\/li>\n<li>2015: Menjadi pelopor dalam program instant delivery yang bekerjasama dengan perusahaan transportasi online<\/li>\n<li>2016: Memasuki bisnis produk digital dan Fintech<\/li>\n<li>2017: Memperoleh pendanaan sebesar $1,1 miliar dari Alibaba Group<\/li>\n<li>2018: Pada putaran pendanaan baru, mendapatkan $1,1 miliar dari Softbank Vision Fund dan Alibaba Group<\/li>\n<li>2019: Meluncurkan Tokopedia Salam<\/li>\n<li>2020: Memperkenalkan Tokopedia Jasa<\/li>\n<li>2021: Gojek dan Tokopedia bersatu menjadi GoTo<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Kunci Sukses William Tanuwijaya<\/h2>\n<p>Ketika mendengar dan membaca tentang kisah perjalanan seorang William Tanuwijaya dalam membangun Tokopedia, pasti siapa pun akan takjub dengan kegigihannya.<\/p>\n<p>Dia pun dengan senang hati membagikan 3 kunci sukses untuk mewujudkan mimpinya.<\/p>\n<h3>1. Menerapkan Pola Pikir &#8220;Growth Mindset&#8221;<\/h3>\n<p>Dalam buku tulisan De Carol S. Dweck yang berjudul Mindset, memaparkan bahwa terdapat 2 jenis mindset atau pola pikir, yaitu growth mindset dan fixed mindset.<\/p>\n<p>Sederhananya, seseorang yang menerapkan growth mindset melihat tantangan sebagai sebuah proses.<\/p>\n<p>Sedangkan fixed mindset ketika menghadapi tembok penghalang akan berpikir bahwa mereka tidak berbakat.<\/p>\n<p>Kunci sukses William adalah dengan menerapkan growth mindset.<\/p>\n<h3>2. William Tanuwijaya Bermimpi dengan Mata Terbuka<\/h3>\n<p>Dalam menggapai mimpinya, William melakukan 4 langkah penting, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Memimpikannya<\/li>\n<li>Memikirkannya<\/li>\n<li>Mengucapkannya<\/li>\n<li>Melakukannya dengan konsisten<\/li>\n<\/ul>\n<p>Ketika sebuah mimpi dipikirkan, maka akan berubah menjadi rencana.<\/p>\n<p>Ketika rencana tersebut diucapkan maka akan berubah lagi menjadi komitmen.<\/p>\n<p>Hingga akhirnya ketika komitmen berhasil dilakukan, maka berubah lagi menjadi sebuah kenyataan.<\/p>\n<h3>3. Menerapkan filosofi Infinite Game<\/h3>\n<p>William melihat bisnis dan hidup sebagai infinite game.<\/p>\n<p>Filosofi ini mengajarkan bahwa tidak ada yang benar-benar menang ataupun kalah dalam hidup dan bisnis, karena semua itu adalah proses.<\/p>\n<p>Habit atau kebiasaan, berperan penting dalam filosofi ini.<\/p>\n<p>Analogi sederhananya adalah, ketika Anda sikat gigi, maka tak akan langsung saat itu juga gigi Anda putih.<\/p>\n<p>Begitu juga ketika pergi ke gym untuk olahraga, maka tidak mungkin akan langsung menjadi berotot saat itu juga.<\/p>\n<p>Semuanya memerlukan proses, dan yang terpenting adalah bagaimana Anda bisa fokus terhadap dampak yang lebih besar serta menjadi lebih baik setiap harinya.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Tidak lahir dari keluarga kaya, bukanlah lulusan luar negeri, kerja sampingannya jadi penjaga warnet. tapi ini semua tidak menghalangi William Tanuwijaya untuk merobohkan tembok-tembok penghalangnya.<\/p>\n<p>Dengan growth mindset, bermimpi dengan mata terbuka, dan percaya bahwa bisnisnya adalah infinite game, membuat William Tanuwijaya berhasil hingga saat ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahukah Anda jika William Tanuwijaya pernah diusir oleh investor hanya dalam kurun waktu kurang dari 5 menit? Hal ini pernah terjadi saat William [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":100,"featured_media":21567,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[76],"tags":[],"views":2609,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21537"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/100"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21537"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21537\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21567"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21537"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21537"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21537"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}