{"id":21512,"date":"2022-01-28T17:39:54","date_gmt":"2022-01-28T10:39:54","guid":{"rendered":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/?p=21512"},"modified":"2022-01-28T17:42:34","modified_gmt":"2022-01-28T10:42:34","slug":"feedback-vs-saran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/feedback-vs-saran\/","title":{"rendered":"Feedback vs Saran: Mana yang Lebih Efektif?"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter wp-image-21553 size-full\" src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/feedback-saran.png\" data-orig-src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/feedback-saran.png\" alt=\"feedback atau saran yang lebih penting?\" width=\"600\" height=\"338\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27600%27%20height%3D%27338%27%20viewBox%3D%270%200%20600%20338%27%3E%3Crect%20width%3D%27600%27%20height%3D%27338%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/feedback-saran-200x113.png 200w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/feedback-saran-300x169.png 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/feedback-saran-400x225.png 400w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/feedback-saran.png 600w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p>Feedback atau Saran, manakah yang lebih sering Anda tanyakan kepada pelanggan dan karyawan?<\/p>\n<p>Sekilas, kedua istilah tersebut memang tampak serupa. Namun, ternyata ada perbedaan yang cukup mendalam di antara keduanya.<\/p>\n<p>Sebuah riset yang dilakukan oleh <strong>Harvard Business School<\/strong> telah membuktikan bahwa meminta saran lebih efektif daripada meminta feedback.<\/p>\n<p>Mengapa meminta saran lebih efektif daripada feedback?<\/p>\n<p>Yuk, simak penjelasannya berikut ini!<\/p>\n<h2>Pengertian Feedback dan Saran<\/h2>\n<p>Feedback (umpan balik) adalah reaksi atau respons terhadap proses dan aktivitas tertentu. Feedback fokus terhadap apa yang saat ini Anda miliki dan memang sudah tersedia.<\/p>\n<p>Sedangkan saran adalah suatu pendapat yang ditawarkan sebagai panduan untuk bertindak, berperilaku, dan lain sebagainya. Saran lebih fokus terhadap apa yang perlu dilakukan ke depannya.<\/p>\n<h2>Perbedaan Feedback dan Saran<\/h2>\n<p>Feedback dan saran memang sekilas terlihat mirip. Bahkan tak sedikit yang masih menyamakan keduanya.<\/p>\n<p>Contoh pertanyaan yang biasa diajukan untuk meminta feedback dan saran adalah:<\/p>\n<p><strong>Feedback<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>\u201cBagaimana penilaian Bapak\/Ibu terhadap kualitas pelayanan kami saat ini?\u201d<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Saran<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>\u201cApa yang sebaiknya kami lakukan agar Bapak\/Ibu lebih puas dengan pelayanan kami?\u201d<\/li>\n<\/ul>\n<p>Berdasarkan pertanyaan di atas, dapat terlihat perbedaan feedback dan saran yang cukup mencolok, yaitu:<\/p>\n<h3>1. Waktu<\/h3>\n<p>Feedback memiliki unsur penilaian kinerja berdasarkan masa lalu dan saat ini. Sedangkan saran lebih mengarah pada hal-hal yang perlu dilakukan pada masa yang akan datang.<\/p>\n<h3>2. Tujuan<\/h3>\n<p>Berdasarkan pertanyaan yang diajukan, terlihat perbedaan tujuannya.<\/p>\n<p>Feedback bertujuan untuk melakukan evaluasi atau penilaian, sedangkan saran bertujuan untuk merekomendasikan suatu tindakan.<\/p>\n<h2>Alasan Kenapa Meminta Saran Lebih Efektif<\/h2>\n<p><strong>Harvard Bussiness School<\/strong> melakukan sebuah riset yang menunjukkan bahwa meminta saran terbukti lebih efektif daripada feedback.<\/p>\n<p>Penelitian ini melibatkan 200 orang peserta. Mereka diminta untuk memberikan masukan berupa feedback atau saran tentang surat lamaran pekerjaan pada posisi pengajar.<\/p>\n<p>Hasilnya menunjukkan bahwa orang-orang yang memberikan feedback cenderung berkomentar tidak jelas dan umumnya disertai dengan pujian.<\/p>\n<p>Sebaliknya, orang-orang yang memberikan saran memiliki pendapat yang jauh lebih kritis dan bisa ditindaklanjuti.<\/p>\n<p>Hasil akhir dari riset ini adalah sebanyak 34% responden memberikan ide untuk memperbaiki beberapa area dalam surat lamaran, dan 56% responden menyarankan bagaimana cara meningkatkan kualitas surat lamaran tersebut.<\/p>\n<p>Para peneliti menyimpulkan bahwa saran memiliki pendapat yang lebih kritis.<\/p>\n<p>Selain itu, orang yang diminta untuk memberikan saran juga akan berpikir secara strategis, sehingga menghasilkan opini yang realistis.<\/p>\n<p>Jadi, fokus untuk meminta saran jauh lebih baik daripada meminta feedback.<\/p>\n<h2>Tips Meminta Saran yang Efektif<\/h2>\n<p>Agar dapat memperoleh saran terbaik, Anda bisa mencoba beberapa tips berikut ini, antara lain:<\/p>\n<h3>1. Meminta saran yang bersifat spesifik<\/h3>\n<p>Agar hasil dari saran yang diberikan lebih terasa manfaatnya, Anda perlu menanyakan secara spesifik apa yang benar-benar Anda butuhkan.<\/p>\n<p>Misalnya saja, ketika Anda memerlukan saran dari karyawan untuk meningkatkan penjualan produk, alih-alih bertanya:<\/p>\n<ul>\n<li>&#8220;Bagaimana pendapat kalian terhadap penjualan bulan ini?&#8221;<\/li>\n<\/ul>\n<p>Lebih baik Anda mengatakan,<\/p>\n<ul>\n<li>&#8220;Sejauh ini, kita telah menerapkan strategi marketing melalui iklan media sosial. Namun ternyata belum mencapai tujuan yang ditargetkan. Bagaimana cara agar dapat mencapai target berikutnya?&#8221;<\/li>\n<\/ul>\n<h3>2. Memberikan sedikit dorongan<\/h3>\n<p>Sering kali ketika ingin meningkatkan kualitas produk atau pelayanan, konsumen hanya memberikan feedback. Baik itu yang bersifat positif seperti &#8220;makanannya enak&#8221; atau pun sebaliknya.<\/p>\n<p>Padahal, masukan berupa tindakan yang perlu dilakukan akan sangat berdampak pada mutu produk tersebut.<\/p>\n<p>Misalnya, Anda bisa menambahkan pertanyaan berikutnya &#8220;Sekiranya, apakah ada yang perlu kami tingkatkan dari produk kami? Contohnya dari kemasan atau varian rasa yang perlu dihadirkan?&#8221;<\/p>\n<p>Percakapan yang memiliki dorongan dan lebih dalam seperti ini akan bermanfaat untuk membantu mengetahui preferensi konsumen.<\/p>\n<h3>3. Bertanya pada orang yang tepat<\/h3>\n<p>Mungkin menerima banyak saran dan feedback dari banyak orang akan terasa menyenangkan. Karena bisa memiliki banyak bahan pertimbangan.<\/p>\n<p>Namun, tentu saja hal ini akan cenderung memusingkan.<\/p>\n<p>Mengapa demikian? Sebab, tidak semua orang memiliki kompetensi dan pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan.<\/p>\n<p>Misalnya, Anda memerlukan saran untuk branding perusahaan. Maka, meminta masukan kepada mentor bisnis adalah salah satu jalan terbaik.<\/p>\n<p>Mengingat banyaknya pengalaman, jam terbang, dan kompetensi seorang mentor dalam dunia bisnis akan sangat membantu dalam memberikan saran terbaik sesuai kebutuhan Anda.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Sebagian orang sering kali menyamakan pengertian feedback dan saran. Namun, sebenarnya kedua istilah tersebut memiliki perbedaan yang cukup mendalam.<\/p>\n<p>Perbedaan pertama adalah berdasarkan waktu.<\/p>\n<p>Feedback cenderung menilai kinerja pada masa lalu dan saat ini. Sedangkan saran lebih memberikan pendapat yang pelu dilakukan di masa yang akan datang.<\/p>\n<p>Perbedaan kedua adalah berdasarkan tujuan.<\/p>\n<p>Feedback bertujuan sebagai bahan evaluasi. Sedangkan saran memiliki tujuan sebagai bahan rekomendasi.<\/p>\n<p>Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Harvard Bussiness School, bahwa saran terbukti jauh lebih efektif daripada feedback.<\/p>\n<p>Dari penelitian tersebut menunjukkan, bahwa responden yang memberikan feedback memiliki pendapat yang tidak jelas dan bersifat memuji.<\/p>\n<p>Sedangkan responden yang memberikan saran, bersifat kritis dan dapat ditindaklanjuti.<\/p>\n<p>Jadi, fokus untuk meminta saran akan jauh lebih baik dalam meningkatkan kualitas kinerja Anda daripada feedback.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Feedback atau Saran, manakah yang lebih sering Anda tanyakan kepada pelanggan dan karyawan? Sekilas, kedua istilah tersebut memang tampak serupa. Namun, ternyata ada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":100,"featured_media":21553,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[],"views":687,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21512"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/100"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21512"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21512\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21553"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21512"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21512"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21512"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}