{"id":20605,"date":"2022-04-23T17:00:55","date_gmt":"2022-04-23T10:00:55","guid":{"rendered":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/?p=20605"},"modified":"2022-04-23T17:00:55","modified_gmt":"2022-04-23T10:00:55","slug":"tips-digital-marketing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/tips-digital-marketing\/","title":{"rendered":"Tips Digital Marketing yang Harus Digunakan dan Dihindari"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter wp-image-22035 size-full\" src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/tips-digital-marketing.png\" data-orig-src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/tips-digital-marketing.png\" alt=\"tips digital marketing yang harus digunakan dan yang harus dihindari\" width=\"800\" height=\"300\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27800%27%20height%3D%27300%27%20viewBox%3D%270%200%20800%20300%27%3E%3Crect%20width%3D%27800%27%20height%3D%27300%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/tips-digital-marketing-200x75.png 200w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/tips-digital-marketing-300x113.png 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/tips-digital-marketing-400x150.png 400w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/tips-digital-marketing-600x225.png 600w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/tips-digital-marketing-768x288.png 768w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/tips-digital-marketing.png 800w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p>Mempraktikkan teknik digital marketing sudah menjadi pekerjaan rumah utama bagi pengusaha yang tengah menjalankan bisnisnya.<\/p>\n<p>Jika ditarik ke belakang, teknik digital marketing atau pemasaran secara online mulai marak dilakukan seiring dengan kemunculan media internet pada tahun 1997 atau 2000-an.<\/p>\n<p>Seiring berjalannya waktu, teknik digital marketing yang dilakukan oleh para pengusaha mengalami perubahan karena mesti menyesuaikan dengan kebutuhan pasar.<\/p>\n<p>Tapi jangan salah, tips marketing jadul (jaman dulu) atau dikenal sebagai teknik tradisional ternyata masih bisa diterapkan di abad 21 ini.<\/p>\n<h2>3 Tips Digital Marketing Jadul yang Masih Relevan Hingga Kini<\/h2>\n<p>Saat memasarkan produk, Anda tidak bisa hanya menjajakannya di sembarang tempat, kemudian menunggu konsumen yang lewat.<\/p>\n<p>Produk akan laku di pasaran jika terbukti mampu menarik minat para calon konsumen.<\/p>\n<p>Pertanyaannya, bagaimana cara menarik minat calon pembeli ini?<\/p>\n<p>Ada banyak cara menarik masyarakat untuk menjadi konsumen produk Anda, mulai dari:<\/p>\n<ul>\n<li>Memasang iklan agar produk dikenal.<\/li>\n<li>Membuat produk dengan kualitas tinggi agar konsumen kembali berbelanja.<\/li>\n<li>Memberikan penawaran-penawaran menarik agar konsumen tidak memilih produk dari merek sebelah.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Ada beberapa trik yang biasanya dilakukan di marketing tradisional, tapi ternyata masih diminati oleh masyarakat hingga kini.<\/p>\n<p>Trik dan tips ini dapat Anda gunakan untuk menambah bumbu-bumbu penyedap dalam praktik kampanye digital marketing Anda.<\/p>\n<p>Trik apa saja itu? Simak ulasannya berikut ini.<\/p>\n<h3>1. Memberikan Hadiah<\/h3>\n<p>Sebelum memutuskan untuk membeli, konsumen harus paham akan fungsi dan manfaat dari sebuah produk.<\/p>\n<p>Selain itu, keunikan sebuah produk juga akan menjadi pertimbangan, terutama jika produk yang Anda tawarkan sudah banyak pesaingnya.<\/p>\n<p>Namun, ada satu trigger penting yang membuat seseorang untuk beli tanpa harus berpikir panjang. Trigger yang dimaksud adalah memberikan hadiah.<\/p>\n<p>Pada digital marketing, hadiah bisa diberikan kepada konsumen dengan cara beragam, salah satunya dengan menggunakan teknik give away.<\/p>\n<p>Give away yang paling efektif tentu dilakukan di media sosial. Tujuannya sudah pasti jelas: agar bisa lebih menarik konsumen secara luas.<\/p>\n<p>Anda bisa memberikan hadiah kepada para follower Anda, baik berupa uang maupun produk yang Anda jual.<\/p>\n<h3>2. Memberikan Kupon<\/h3>\n<p>Sejak dulu hingga saat ini, kupon masih menjadi incaran. Namun, seiring berjalannya waktu cara memberikan kupon pada konsumen juga mengalami perubahan.<\/p>\n<p>Saat ini, banyak pengusaha memberikan kupon diskon atau potongan harga dengan syarat tertentu. Contohnya, pembelian minimal Rp300.000 dapat kupon potongan Rp50.000.<\/p>\n<p>Atau, untuk mendapatkan kupon nantinya para pengguna media sosial diwajibkan untuk follow akun bisnis tertentu.<\/p>\n<p>Teknik pemberian kupon kepada pelanggan ini juga bisa menjadi ajang untuk menaikkan engagement produk Anda di media sosial.<\/p>\n<h3>3. Testimoni Natural<\/h3>\n<p>Testimoni natural maksudnya adalah review yang diberikan oleh konsumen Anda pada calon konsumen lainnya.<\/p>\n<p>Masyarakat biasanya lebih mempercayai testimoni pembeli ketimbang iklan atau artis yang dipercaya untuk mengiklankan produk Anda.<\/p>\n<p>Semakin banyak masyarakat yang mengakui keunggulan produk Anda dan bersedia memberikan testimoni pribadinya, maka semakin banyak calon konsumen yang siap membeli produk Anda.<\/p>\n<h2>7 Tips Marketing Digital Jadul yang Harus Ditinggalkan<\/h2>\n<p>Apakah Anda masih menggunakan cara-cara lama untuk melakukan pemasaran produk secara online?<\/p>\n<p>Segera tinggalkan sistem jadul karena hal itu sudah tidak bisa menarik lagi minat para konsumen.<\/p>\n<p>Sejak internet dikenal oleh masyarakat dunia, banyak pebisnis berlomba-lomba memperluas pasar dengan berbagai cara. Salah satunya adalah memasarkan produk secara online.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/strategi-pemasaran-online\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pemasaran produk secara online atau digital<\/a> dianggap lebih efektif dan efisien dibanding melakukan pemasaran secara langsung karena memakan lebih banyak waktu dan biaya.<\/p>\n<p>Namun, perlu diperhatikan, Anda juga tidak bisa sembarangan menggunakan taktik marketing di era yang semakin modern.<\/p>\n<p>Setiap hari, konsumen akan semakin pintar mencari produk yang mereka inginkan di internet.<\/p>\n<p>Sebagai pebisnis, Anda harus agile dalam merespons perubahan behavior market Anda. Oleh karena itu, Anda juga harus semakin pintar menggunakan taktik marketing yang terbukti mampu mendatangkan konsumen.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, ketika melakukan pemasaran digital, sebagai pebisnis Anda harus mulai menghindari menggunakan 7 tips marketing ini berikut.<\/p>\n<h3>1. Berhenti Mengarang Cerita<\/h3>\n<p>Saat internet baru dikenali oleh banyak orang, salah satu teknik pemasaran yang dilakukan secara online adalah dengan mengarang cerita karena konsumen online dianggap mudah tertipu.<\/p>\n<p>Dahulu, memasarkan produk secara online bisa dilakukan hanya dengan meminta konsumen untuk masuk ke halaman tertentu kemudian memaksa mereka membeli produk yang dijual.<\/p>\n<p>Praktik seperti ini sudah tidak layak lagi digunakan karena konsumen sekarang lebih pintar. Dan juga hal seperti ini bisa merusak pengalaman berbelanja mereka sehingga bisa merusak citra produk atau brand.<\/p>\n<h3>2. Hindari Pemasaran Menggunakan Telemarketing<\/h3>\n<p>Pada beberapa produk, pemasaran menggunakan metode telemarketing mungkin masih digunakan. Padahal, cara-cara ini justru akan mempersulit sales dan mempermalukan diri mereka sendiri.<\/p>\n<p>Belum lagi para sales telemarketing akan mengalami kesulitan untuk menjangkau konsumen karena nomor yang dituju tidak menjawab atau bahkan nomor yang dituju memblokir panggilan Anda.<\/p>\n<h3>3. Berhenti Mengirim Spam Email<\/h3>\n<p>Hentikan mengirim email secara berlebihan kepada semua orang. Cara-cara ini memang masih bisa dilakukan saat ini, tapi Anda harus pintar menyaring calon konsumen.<\/p>\n<p>Anda harus bisa memprediksi siapa yang membutuhkan produk Anda, baru kemudian kirim penawaran melalui email.<\/p>\n<h3>4. Promosi Sebatas Iklan<\/h3>\n<p><a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/cara-membuat-iklan-yang-menarik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Promosi menggunakan iklan<\/a> di media sosial maupun website tidak cukup kuat menarik konsumen untuk membeli produk yang Anda tawarkan.<\/p>\n<p>Sebab, biasanya iklan memiliki keterbatasan jumlah katanya\u2014contoh untuk iklan bentuk banner\u2014sehingga kemungkinan besar pesan marketing Anda tidak dihiraukan oleh pengguna internet.<\/p>\n<p>Maka dari itu, Anda harus mengimbangi iklan dengan mencoba melakukan dialog dengan calon konsumen.<\/p>\n<p>Dialog bisa dilakukan melalui media sosial dan dengan bahasa yang sesuai target pasar. Contohnya, gunakan bahasa informal saat menjual produk fashion.<\/p>\n<h3>5. Jangan Asal Memasang Nomor Telepon dan alamat email di Situs<\/h3>\n<p>Walau Anda tidak begitu aktif memasarkan produk melalui website, tapi konsumen akan datang dari mana saja dan kapan saja.<\/p>\n<p>Sehingga, meskipun Anda tidak aktif di website, pastikan nomor telepon atau email yang tertera adalah benar, karena konsumen bisa datang kapan saja untuk menghubungi Anda.<\/p>\n<h3>6. Menulis Konten atau Artikel dengan Cara Spam Kata Kunci<\/h3>\n<p>Dahulu, konten dalam sebuah website biasanya hanya dipenuhi dengan kata kunci sepanjang halamannya atau penumpukan kata kunci.<\/p>\n<p>Ini sangat mengganggu dan sia-sia karena tidak memberikan informasi apa pun kepada konsumen.<\/p>\n<p>Konten dengan penumpukan kata kunci memang dulu masih bisa menembus peringkat tinggi di search engine. Namun, kini hal tersebut tidaklah berlaku lagi.<\/p>\n<p>Saat ini mesin pencari sudah lebih ketat dalam menyaring konten, sehingga Anda harus pintar memberikan informasi bagi konsumen agar mereka tertarik membeli produk Anda.<\/p>\n<h3>7. Hindari Membuat Testimoni Palsu<\/h3>\n<p>Sampai saat ini, testimoni masih banyak dipercaya oleh konsumen sebagai tolok ukur kualitas produk.<\/p>\n<p>Namun, terkadang ada bisnis atau brand yang menggunakan testimoni palsu untuk menarik kepercayaan konsumen.<\/p>\n<p>Hal ini merupakan blunder marketing. Karena jika ternyata ada pelanggan yang tak merasakan benefit dari produk Anda, jelas hal ini dapat merusak brand lebih lanjut.<\/p>\n<p>Dampaknya brand tak lagi dipercaya dan tentunya akan ditinggalkan oleh pelanggan.<\/p>\n<p>Sebenarnya yang harus dilakukan hanyalah memberikan kualitas yang baik bagi pelanggan.<\/p>\n<p>Karena pada akhirnya jika produk tersebut memang bagus dan berguna, konsumen yang telah berlangganan akan menawarkan produk Anda pada teman-teman mereka.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Marketing digital akan terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Pengusaha dituntut untuk bisa kreatif dan menarik konsumen dengan teknologi baru tersebut.<\/p>\n<p>Namun, jangan lupa bahwa cara-cara marketing lama juga masih bisa menarik konsumen karena dianggap sederhana dan menguntungkan dua belah pihak.<\/p>\n<p>Jika Anda seorang pengusaha, taktik marketing digital tradisional seperti memberikan hadiah atau kupon selalu bisa jadi andalan untuk menarik konsumen, dan membuat konsumen jadi langganan produk Anda.<\/p>\n<p>Meski beberapa cara marketing jadul masih terbukti bekerja efektif, ada beberapa cara marketing jadul yang harus dihindari karena dapat merusak dan mematikan brand.<\/p>\n<p>Pastikan Anda mengenali praktik ini dan gunakan mana yang masih relevan dan jauhi cara yang merugikan bisnis ke depannya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mempraktikkan teknik digital marketing sudah menjadi pekerjaan rumah utama bagi pengusaha yang tengah menjalankan bisnisnya. Jika ditarik ke belakang, teknik digital marketing atau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":97,"featured_media":22035,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[2227],"tags":[],"views":534,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20605"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/97"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20605"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20605\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22035"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20605"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20605"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20605"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}