{"id":20506,"date":"2021-08-03T11:24:35","date_gmt":"2021-08-03T04:24:35","guid":{"rendered":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/?p=20506"},"modified":"2021-09-01T09:37:21","modified_gmt":"2021-09-01T02:37:21","slug":"persamaan-dasar-akuntansi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/persamaan-dasar-akuntansi\/","title":{"rendered":"Persamaan Dasar Akuntansi: Pengertian, Rumus, dan Unsurnya"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter size-full wp-image-20810\" src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/persamaan-dasar-akuntansi-03.png\" data-orig-src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/persamaan-dasar-akuntansi-03.png\" alt=\"\" width=\"680\" height=\"350\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27680%27%20height%3D%27350%27%20viewBox%3D%270%200%20680%20350%27%3E%3Crect%20width%3D%27680%27%20height%3D%27350%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/persamaan-dasar-akuntansi-03-200x103.png 200w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/persamaan-dasar-akuntansi-03-300x154.png 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/persamaan-dasar-akuntansi-03-400x206.png 400w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/persamaan-dasar-akuntansi-03-600x309.png 600w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/persamaan-dasar-akuntansi-03.png 680w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 680px) 100vw, 680px\" \/><\/p>\n<p>Akuntansi merupakan ilmu menghitung serta mencatat transaksi yang ada hubungannya dengan keuangan perusahaan. Salah satu materi akuntansi yang penting untuk dipelajari adalah Persamaan Dasar Akuntansi (PDA).<\/p>\n<p>Akuntansi memang penting dilakukan sebagai metode pencatatan transaksi keuangan perusahaan agar nantinya tidak ada penyalahgunaan dana yang dianggarkan.<\/p>\n<p>Sedangkan PDA\u00a0bisa memberikan gambaran besar tentang kekayaan perusahaan, hutang, dan modal perusahaan selama periode akuntansi tertentu. Selain itu juga digunakan untuk melakukan pembukuan sederhana perusahaan.<\/p>\n<h2>Pengertian Persamaan Dasar Akuntansi<\/h2>\n<p>Persamaan Dasar Akuntansi adalah perhitungan yang nantinya bisa memproyeksikan kekayaan, hutang, serta modal yang dimiliki perusahaan tersebut.<\/p>\n<p>Seperti yang kita ketahui, prinsip umum akuntansi yang kita ketahui adalah adanya keseimbangan (<i>balance<\/i>) antara sisi pemasukan dengan pengeluaran.<\/p>\n<p>Atau adanya keseimbangan antara harta atau liabilitas yang dimiliki oleh perusahaan dengan kewajiban.<\/p>\n<p>Adanya keseimbangan angka antara kedua bagian tersebut tentu saja harus dianalisis lebih dalam dengan PDA. Nantinya PDA tersebut digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan mengelola keuangannya.<\/p>\n<h2>Prinsip Persamaan Dasar Akuntansi<\/h2>\n<p>PDA merupakan suatu konsep dasar yang harus dikenal oleh para ahli ekonomi atau calon akuntan. Semua perusahaan pasti memiliki harta \/ aset, serta kewajiban.<\/p>\n<p>Data yang terdapat dalam PDA, akan menjadi laporan keuangan yang disebut <a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/laporan-neraca\/\">Laporan Neraca<\/a>.<\/p>\n<p>Prinsip PDA secara matematis menghubungkan antara harta perusahaan dengan hutang serta modal.<\/p>\n<p>Bagian harta atau aset perusahaan termasuk dalam bagian Aktiva, sedangkan hutang dan modal masuk dalam bagian Pasiva.<\/p>\n<h2>Rumus Persamaan Dasar Akuntansi<\/h2>\n<p>Agar memudahkan Anda dalam memhami PDA, berikut rumus yang digunakan dalam pertitungannya.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==\" data-orig-src=\"https:\/\/rumus.co.id\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/persamaan-dasar-akutansi.jpg\" alt=\"See the source image\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Harta (Aktiva) = Hutang + Modal (Pasiva)<\/strong><\/p>\n<p>Seperti yang kita ketahui, semakin besar hutang pada sisi pasiva, akan menyebabkan ketidakseimbangan pada sisi aktiva.<\/p>\n<p>Jika terjadi suatu transaksi yang tidak transparan atau tidak dilaporkan, nantinya juga akan terlihat dengan penghitungan prinsip persamaan dasar akuntansi tersebut.<\/p>\n<h2>Manfaat Persamaan Dasar Akuntansi<\/h2>\n<p>Perhitungan persamaan dasar akuntansi dibuat bukan tanpa alasan. Tentu saja ada berbagai manfaat yang bisa diperoleh oleh pihak akuntan ataupun perusahaan dari tabel persamaan dasar akuntansi ini.<\/p>\n<p>Berikut berbagai manfaat yang bisa didapatkan dari tabel persamaan akuntansi, yaitu:<\/p>\n<h3>1. Mempermudah proses pencatatan transaksi keuangan<\/h3>\n<p>Persamaan dasar akuntansi memuat informasi mendasar terkait transaksi keuangan yang masuk maupun keluar dari rekening perusahaan sehingga nantinya memudahkan proses pembuatan laporan keuangan.<\/p>\n<h3>2. Memeriksa besarnya saldo yang masuk maupun keluar dari rekening perusahaan<\/h3>\n<p>Berbeda dengan laporan keuangan yang menyediakan laporan terperinci, persamaan dasar akuntansi menyediakan transaksi keuangan secara garis besar.<\/p>\n<h3>3. Mengoreksi ketepatan antara saldo pada sisi aktiva maupun sisi pasiva<\/h3>\n<p>Perhitungan saldo pada kedua belah pihak tabel persamaan dasar akuntansi nantinya menyisakan angka yang seimbang jika semua transaksi telah dilaporkan dengan sebaik mungkin<\/p>\n<h2>Komponen atau Unsur Persamaan Dasar Akuntansi<\/h2>\n<p>Kita telah membahas sedikit di atas tentang kedua sisi yang harus ada pada sebuah tabel PDA, yaitu sisi Aktiva maupun sisi Pasiva.<\/p>\n<p>Nah, tentu saja kedua sisi tersebut tidak bisa diisi begitu saja dengan apa yang termasuk harta, hutang, atau modal.<\/p>\n<p>Untuk memperjelas mengenai PDA, berikut ulasan berbagai unsur atau komponennya, antara lain:<\/p>\n<h3><span id=\"1_Akun_Aset\" class=\"ez-toc-section\"><\/span>1. Akun Aset<\/h3>\n<p>Istilah \u201caset\u201d kita kenal sebagai suatu sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan untuk menjalankan berbagai aktivitas bisnis pada periode akuntansi tertentu.<\/p>\n<p>Aset bisa juga disebut dengan \u201charta\u201d atau \u201ckekayaan\u201d perusahaan terkait, yang nantinya bisa digunakan untuk menjalankan visi serta misi perusahaan.<\/p>\n<p>Aset adalah sebuah istilah untuk sesuatu yang mendatangkan manfaat bagi perusahaan.\u00a0Contohnya seperti bangunan gedung, kendaraan, tanah, dan lain sebagainya.<\/p>\n<p>Uang kas yang tunai maupun cek kontan juga termasuk dalam aset perusahaan.<\/p>\n<p>Bagian aktiva nantinya akan bertambah jika aset perusahaan bertambah, dan berkurang jika sebaliknya.<\/p>\n<p>Namun yang menarik, ternyata ada nilai penyusutan pada aset yang berupa barang. Contohnya peralatan mesin yang pasti akan mengalami kerusakan pada suatu waktu.<\/p>\n<p>Selain itu mesin tersebut juga akan mengalami penurunan nilai jika memang ingin dijual kembali. Sehingga bagian aktiva bisa mengembang dan menyusut sesuai dengan keadaan\u00a0<i>real time<\/i>.<\/p>\n<h3><span id=\"2_Akun_Kewajiban_Liabilitas\" class=\"ez-toc-section\"><\/span>2. Akun Kewajiban (Liabilitas)<\/h3>\n<p>Seperti namanya, akun kewajiban atau liabilitas merupakan jenis akun yang berisi tanggung jawab perusahaan terhadap pihak tertentu.<\/p>\n<p>Akun ini juga bisa berisi berbagai kewajiban perusahaan yang timbul akibat suatu peristiwa di masa lampau. Contohnya kewajiban yang timbul akibat hutang perusahaan untuk mencari modal.<\/p>\n<p>Kewajiban ini biasanya bersifat harus segera dibayar pada deadline atau tenggat waktu yang telah ditentukan.<\/p>\n<p>Kewajiban juga hendaknya segera dibayar sesegera mungkin jika kegiatan bisnis sebuah perusahaan telah mendatangkan keuntungan.<\/p>\n<p>Bagian pasiva akan bertambah jika akun liabilitas meningkat, dan juga sebaliknya jika berkurang.<\/p>\n<h3><span id=\"3_Akun_Ekuitas\" class=\"ez-toc-section\"><\/span>3. Akun Ekuitas<\/h3>\n<p>Akun ekuitas merupakan akun modal yang merupakan sisa kepentingan perusahaan setelah dikurangi dengan kewajiban.<\/p>\n<p>Singkatnya, bagian ekuitas diisi dengan sisa nilai modal setelah dikurangi dengan kewajiban. Dengan begitu, kedua bagian dari aktiva serta pasiva bisa memperoleh nilai yang seimbang.<\/p>\n<p>Biasanya akun ekuitas merupakan bagian dari aset yang dipegang oleh\u00a0<i>third party\u00a0<\/i>(pihak ketiga), seperti pemilik saham atau\u00a0<i>stakeholders<\/i>. Kepemilikan tersebut bisa bertambah dan berkurang sesuai dengan kondisi\u00a0<i>real<\/i>-nya.<\/p>\n<p>Itulah beberapa akun yang termasuk dalam persamaan dasar akuntansi.<\/p>\n<p>Selain ketiga hal tersebut, masih ada banyak lagi istilah yang bisa dimasukkan dalam tabel. Contohnya seperti pendapatan, beban, hingga prive (pengeluaran pribadi dengan dana perusahaan).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Akuntansi merupakan ilmu menghitung serta mencatat transaksi yang ada hubungannya dengan keuangan perusahaan. Salah satu materi akuntansi yang penting untuk dipelajari adalah Persamaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":93,"featured_media":20809,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[75],"tags":[2314,2315],"views":1829,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20506"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/93"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20506"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20506\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20809"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20506"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20506"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20506"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}