{"id":2008,"date":"2021-10-07T09:33:33","date_gmt":"2021-10-07T02:33:33","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=2008"},"modified":"2021-10-07T16:55:40","modified_gmt":"2021-10-07T09:55:40","slug":"ekonomi-mikro-dan-permasalahannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/ekonomi-mikro-dan-permasalahannya\/","title":{"rendered":"Pengertian Ekonomi Mikro dan Permasalahannya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter\" title=\"ekonomi mikro\" src=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27403%27%20height%3D%27403%27%20viewBox%3D%270%200%20403%20403%27%3E%3Crect%20width%3D%27403%27%20height%3D%27403%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-orig-src=\"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2013\/08\/masalah-ekonomi-mikro.jpg\" alt=\"ekonomi mikro\" width=\"403\" height=\"403\" \/><\/p>\n<p>Dalam cabang ilmu ekonomi terdapat dua jenis, yaitu ekonomi mikro dan ekonomi makro. Kedua cabang ilmu ekonomi ini memiliki ruang lingkup yang berbeda.<\/p>\n<p>Dalam raung lingkup yang sempit, maka Anda akan mudah melihat praktik dari ekonomi mikro. Karena dalam keseharian, Anda sudah pasti bersinggungan dengan domain ekonomi mikro.<\/p>\n<p>Nah, agar semakin memahami apa itu ekonomi mikro dan apa saja permasalahnnya, tulisan ini akan menjawabnya untuk Anda.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">Pengertian Ekonomi Mikro<\/h2>\n<p>Berdasarkan buku <strong>Principle of Microeconomics<\/strong> (2008) karya N<strong> Gregory Mankiw<\/strong>, ekonomi mikro atau sering disebut juga mikroekonomi adalah ilmu yang membahas tentang peran individu pelaku ekonomi, bagaimana rumah tangga dan perusahaan membuat keputusan, serta berinteraksi di dalam pasar tertentu.<\/p>\n<p>Adapun pengertian ekonomi mikro dari beberapa ahli lainnya sebagai berikut:<\/p>\n<h3>1. Menurut Adam Smith<\/h3>\n<p>Ekonomi mikro merupakan subyek ekonomi yang bersifat ekonomis rasional. Sehingga mengakibatkan pelaku ekonomi mempertimbangkan hal rasional dalam mengambil keputusan.<\/p>\n<h3>2. Menurut David Ricardo<\/h3>\n<p>Ekonomi mikro sebagai kondisi di mana para pelaku ekonomi memiliki informasi mengenai seluk beluk sebuah pasar.<\/p>\n<h3>3. Menurut Marshal dan Piqou<\/h3>\n<p>Ekonomi mikro adalah tingkat mobilitas tinggi dalam pasar. Sehingga para pelaku ekonomi bisa beradaptasi dalam perubahan pasar dengan cepat.<\/p>\n<p>Selain itu, ada pula yang menyebutkan jika ekonomi mikro adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mendalami perilaku konsumen dan perusahaan. Ekonomi mikro juga mempelajari mengenai penentuan harga-harga barang dan jasa yang diberlakukan di pasar.<\/p>\n<h2>Tujuan Ekonomi Mikro<\/h2>\n<p>Terdapat beberapa tujuan ekonomi mikro, di antaranya:<\/p>\n<ul>\n<li>Membuat analisis pada mekanisme pasar yang akan membentuk harga relatif terbadap produk barang maupun jasa.<\/li>\n<li>Menganalisis kegagalan pasar di saat memprodukai hasil yang efisien.<\/li>\n<li>Serta menjelaskan kondisi teoretis yang diperlukan suatu pasar dengan persaingan sempurna.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Ruang Lingkup Ekonomi Mikro<\/h2>\n<p>Ruang lingkup ekonomi mikro sendiri mempelajari seputar hal-hal yang melingkupi perilaku konsumen dan pasar di sektor individu atau perusahaan.<\/p>\n<p>Konsumen dan produsen sendiri merupakan individu pada setiap rumah tangga, organisasi, masyarakat, dan perusahaan. Ketahui apa saja ruang lingkup pada mikroekonomi, berikut ini beberapa di antaranya:<\/p>\n<h3>1. Interaksi di Pasar Barang<\/h3>\n<p>Pasar merupakan tempat pertemuan antara permintaan dan penawaran. Pasar juga menjadi tempat dimana penjual dan pembeli dapat bertemu untuk dapat melakukan transaksi jual-beli.<\/p>\n<h3>2. Perilaku Penjual dan Konsumen<\/h3>\n<p>Keduanya memiliki sifat yang rasional, di mana penjual menginginkan keuntungan maksimal, dan pembeli menginginkan kepuasan optimal dari segi kualitas dan <a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/cara-menentukan-harga-jual\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">harga produk<\/a>.<\/p>\n<p>Dalam menganalisis perilaku antara penjual dan pembeli, ada asumsi yang dapat diperhatikan yaitu aktivitas ekonomi antara penjual dan pembeli yang terjadi secara terbuka dan rasional.<\/p>\n<h3>3. Interaksi di Pasar Faktor Produksi<\/h3>\n<p>Dari sisi penjual memiliki produk yang memenuhi kebutuhan manusia juga membutuhkan faktor produksi dengan cara membelinya, sementara dai consumen membutuhkan uang dalam pemebuhan kebutuhannya.<\/p>\n<h3>4. Teori Nilai Guna<\/h3>\n<p>Mempelajari bagaimana suatu barang menghasilkan kegunaan atau kepuasan pada konsumen yang membeli atau mempergunakan barang produksi tersebut.<\/p>\n<h3>5. Teori struktur pasar<\/h3>\n<p>Menjelaskan penggolangan pasar berdasarkan pada jumlah perusahaan, karakteristik atau jenis produk serta kemudahan perusahaan atau produsen untuk masuk dan keluar dari suatu pasar.<\/p>\n<p>Struktur pasar akan dinyatakan sebagai struktur pasar yang non-kompetitif ketika terdapat perusahaan yang tidak memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mempengaruhi jumlah barang dan harga di pasar tersebut.<\/p>\n<p>Sebaliknya, jika perusahaan memiliki kekuatan atau kemampuan untuk mempengaruhi jumlah barang yang beredar atau harga barang yang ada di pasar, maka struktur pasar tersebut dikatakan sebagai struktur pasar yang kompetitif.<\/p>\n<h3>6. Elastisitas Harga<\/h3>\n<p>Mempelajari bagaimana harga-harga suatu barang maupun jasa terbentuk di pasar. Harga ini dipengaruhi oleh seberapa banyaknya jumlah permintaan.<\/p>\n<h3>7. Industri<\/h3>\n<p>Mempelajari bagaimana arus perputaran barang dan jasa dapat terbentuk. Ia juga Menganalisis barang produksi, produsen, konsumen, dan distribusi dalam hal kemungkinan rasional dalam pengambilan keputusan ekonomi.<\/p>\n<h3>8. Pasar Input<\/h3>\n<p>Mempelajari bagaimana produsen dapat memperoleh bahan-bahan produksi dengan biaya seminimal mungkin namun menghasilkan barang atau jasa yang memiliki nilai jual tinggi.<\/p>\n<h2>Teori Ekonomi Mikro<\/h2>\n<p>Kajian ekonomi mikro bertujuan menganalisis kegagalan suatu keputusan ekonomi, memunculkan analisis rasional serta memunculkan hasil analisis secara teoritis yang memungkinkan pasar persaingan sempurna.<\/p>\n<p>Perilaku ini berguna dalam menganalisis pengaruhnya terhadap permintaan dan penawaran produk barang maupun jasa, penentuan harga, serta menentukan jumlah penawaran dan permintaan selanjutnya.<\/p>\n<p>Analisis dari kajian mikroekonomi memungkinkan munculnya penjelasan rasional atas suatu keputusan ekonomi, yang dapat dimanfaatkan sebagai pertimbangan dalam mengatasi suatu kegagalan dalam pengambilan keputusan ekonomi sebelumnya.<\/p>\n<p>Analisis ekonomi mikro atau mikroekonomi terbagi lagi menjadi tiga, di antaranya:<\/p>\n<h3>1. Teori Harga<\/h3>\n<p>Analisis dilakukan terhadap proses pembentukan harga, faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perubahan permintaan dan penawaran, hubungan antara harga permintaan dan penawaran, bentuk-bentuk pasar dan konsep elastisitas permintaan dan penawaran.<\/p>\n<p>Teori harga sendiri menjelaskan tentang harga keseimbangan antara penjual dan pembeli di mana keduanya melakukan proses tawar menawar hingga tercapai suatu kesepakatan pada tingkat harga tertentu.<\/p>\n<h3>2. Teori Produksi<\/h3>\n<p>Teori produksi juga digunakan sebagai dasar dalam menganalisis tingkat dan biaya yang dibutuhkan dari suatu proses produksi.<\/p>\n<p>Analisis tersebut dilakukan kepada semua hal yang berhubungan dengan biaya produksi barang dan jasa. Kombinasi faktor ini sendiri kemduian harus dipilih oleh produsen untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal.<\/p>\n<h3>3. Teori Distribusi<\/h3>\n<p>Teori distribusi dilakukan dengan tujuan menganalisis upah tenaga kerja, keuntungan serta besarnya bunga yang harus dibayarkan kepada para pemilik modal.<\/p>\n<p>Teori distribusi sebagai aktifitas penyaluran produk dari produsen kepada konsumen akhir melalui beberapa saluran distribusi.<\/p>\n<p>Teori ini sebagai bahan pertimbangan waktu pemesanan, ketahanan produk, dan jarak antara produsen dan konsumen.<\/p>\n<p>Distribusi sendiri bukan hanya tentang menyalurkan suatu produk dari produsen ke konsumen, tapi juga promosi dan pengemasan produk.<\/p>\n<h3>4. Teori Konsumsi<\/h3>\n<p>Teori konsumsi adalah teori yang mengacu kepada perilaku beragam konsumen dalam konteks memenuhi kebutuhannya.<\/p>\n<p>Kurva permintaan pasar sebagai turunan dari kurva permintaan individual consumer demand. Penurunan kurva ini sendiri didapat melalui pendekatan teori konsumsi.<\/p>\n<p>Subjek bahasan yang dapat dipelajari dalam teori konsumsi ini secara umum adalah<\/p>\n<ul>\n<li>Konsep Utility (Kegunaan)<\/li>\n<li>Hubungan Kegunaan Barang dan Jumlah Barang<\/li>\n<li>Prilaku Konsumen (Consumer Behavior)<\/li>\n<li>Syarat Tercapai Kepuasan atau Kegunaan Maksimum<\/li>\n<li>Marginal Utility<\/li>\n<li>Kurva Indiferen<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Komponen Ekonomi Mikro dalam Bisnis<\/h2>\n<p>Dalam penerapannya di bidang bisnis, ekonomi memiliki 3 komponen utama yang harus dipahami diantaranya:<\/p>\n<h3>1. Interaksi di Pasar Barang<\/h3>\n<p>Jika dilihat dari segi ekonomi mikro, perekonomian terdiri dari berbagai pasar termasuk pasar barang. Aktivitas tawar menawar diantara penjual dan pembeli hingga terbentuk kesepakatan harga termasuk dalam interaksi pasar barang.<\/p>\n<p>Mikroekonomi di sini penting untuk mendalami interaksi yang terjadi di pasar dimana secara lebih jauh akan mempengaruhi kebijakan pengambilan keputusan terkait harga produk dalam perusahaan.<\/p>\n<h3>2. Tingkah Laku Penjual dan Pembeli<\/h3>\n<p>Seperti pada pengertian ekonomi mikro sebagai teori yang mempelajari tingkah laku penjual dan pembeli, sehingga mikroekonomi berkaitan dengan perilaku produsen dan konsumen di pasar dengan tujuan berbeda.<\/p>\n<p>Ekonomi mikro membahas bagaimana konsumen harus memenuhi kebutuhannya dengan pendapatan yang dimiliki, sementara produsen berupaya untuk mendapatkan keuntungan maksimal.<\/p>\n<h3>3. Interaksi di Pasaran<\/h3>\n<p>Dalam hal ini ekonomi mikro menjelaskan teori tentang interaksi konsumen dan produsen yang melibatkan faktor-faktor produksi seperti sumber daya alam, sumber daya manusia, modal dan kewirausahaan.<\/p>\n<h2>Peran Ekonomi Mikro Dalam Bisnis<\/h2>\n<p>Dari komponen-komponen utama tersebut, sehingga mikroekonomi sebagai teori di pasar berpengaruh terhadap perusahaan.<\/p>\n<p>Beberapa peran ekonomi mikro dalam bisnis atau perusahaan di antaranya:<\/p>\n<h3>1. Merumuskan Kebijakan<\/h3>\n<p>Ekonomi mikro bisa menjadi dasar untuk merumuskan kebijakan perusahaan terkait dengan harga dan upah dalam pengelolaan sumber daya.<\/p>\n<p>Dengan adanya teori ekonomi mikro bisa dijadikan sumber informasi untuk mempelajari interaksi di pasar dan bagaimana campur tangan pemerintah sehingga dapat membentuk kebijakan perusahaan yang strategis dan inovatif.<\/p>\n<h3>2. Menyusun Prediksi<\/h3>\n<p>Dari pengertian ekonomi mikro sudah dijelaskan yakni sebagai sumber informasi interaksi di pasar. Sehingga dengan adanya mikroekonomi maka perusahaan dapat menyusun strategi atau prediksi untuk kedepannya.<\/p>\n<p>Mikroekonomi bisa membantu memprediksi kemungkinan yang akan terjadi di pasar, misalnya dalam hal trend produk.<\/p>\n<h3>3. Memahami Perilaku Konsumen<\/h3>\n<p>Melalui ekonomi mikro, maka secara tidak langsung perusahaan dapat memahami bagaimana kebutuhan konsumen. Tentu saja ini akan berpengaruh terhadap kemampuan produk atau jasa bisa bertahan di pasar.<\/p>\n<h3>4. Mengetahui Perputaran Barang<\/h3>\n<p>Ekonomi mikro bisa menjadi alat untuk mengetahui perputaran produk. Jika ingin bertahan di pasar, maka perusahaan harus mengawasi produk yang dijual tetap berada dijalurnya tujuannya untuk menghindari kecurangan dari pesaing.<\/p>\n<h3>5. Meningkatkan Produktivitas Perusahaan<\/h3>\n<p>Produktivitas perusahaan dapat tercapai dengan dorongan berbagai aspek seperti SDM yang berkualitas, produk yang terjamin kualitasnya dan lainnya.<\/p>\n<p>Sehingga dengan meningkatnya produktivitas bisa meningkatkan keuntungan perusahaan secara maksimal.<\/p>\n<h2>Contoh Kebijakan Ekonomi Mikro<\/h2>\n<p>Ekonomi mikro dapat dijadikan dasar dalam merumuskan kebijakan perusahaan terkait harga dan upah dalam pengelolaan sumber daya.<\/p>\n<p>Mikroekonomi juga mempermudah perusahaan dalam mempelajari interaksi pasar dan membentuk kebijakan perusahaan yang inovatif dan strategis berdasarkan kebijakan pemerintah.<\/p>\n<p>Mikroekonomijuga berguna dalam menyusun prediksi. Dengan adanya mikroekonomi, perusahaan kemudian dapat menyusun strategi atau prediksi ke depannya.<\/p>\n<p>Ekonomi mikro dapat membantu perusahaan memprediksi kemungkinan yang akan terjadi di pasar, contoh trend produk. Dengan mikroekonomi juga akan membantu memahami perilaku konsumen dan kebutuhan konsumen.<\/p>\n<p>Nah, selain itu dengan mikroekonomi juga akan membantu mengetahui perputaran produk.<\/p>\n<p>Berikut ini beberapa contoh nyata kebijakan ekonomi mikro:<\/p>\n<h3>1. Kebijakan Harga Terendah<\/h3>\n<p>Kebijakan harga terendah diterapkan ketika dalam kondisi jumlah penawaran lebih besar dari jumlah permintaan, sehingga menyebabkan penumpukan produk dan tidak semua masyarakat akan membeli produk tersebut.<\/p>\n<p>Dengan demikian efeknya adalah produk dijual dengan harga yang semurah-murahnya.<\/p>\n<p>Di sini pemerintah berperan dalam menetapkan batas minimal harga produk sehingga produsen terlindungi.<\/p>\n<p>Contoh konkretnya pada:<\/p>\n<ul>\n<li>Analisis Permintaan dan Penawaran Cabai Merah di Provinsi Sumatera Utara<\/li>\n<li>Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Kualitas Pelayanan dan Harga Produk pada Supermarket dengan Menggunakan Metode Importance Performance Analysis (IPA)<\/li>\n<li>Analisis Faktor-Faktor Produksi yang Mempengaruhi Produksi Kopi Robusta di Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang<\/li>\n<li>Analisis Pendapatan Usaha Pengrajin Gula Aren di Desa Tulo\u2019a Kecamatan Bulango Utara Kabupaten Bone Bolango<\/li>\n<li>Analisis Pemasaran Jamur Merang Lembaga Mandiri Mengakar Masyarakat (Lm3) Agrina di Tanjong Paya Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen<\/li>\n<li>Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi Dengan Menggunakan Metode Full Costing Sebagai Dasar Perhitungan Harga Jual (Studi Kasus Pada Kertina\u2019s Home Industry)<\/li>\n<li>Analisis Struktur Pasar Industri Karet dan Barang Karet Periode Tahun 2009<\/li>\n<\/ul>\n<h3>2. Kebijakan Harga Tinggi<\/h3>\n<p>Kebijakan harga tertinggi ditetapkan ketika kondisi pasar mengalami ketidakpastian harga, yaitu melonjaknya harga menjadi sangat tinggi.<\/p>\n<p>Kebijakan ini kemudian dapat terjadi karena jumlah penawaran yang rendah sehingga jumlah permintaan meninggi.<\/p>\n<p>Pada keadaan ini maka stok barang sangat kurang, sehingga para konsumen ingin membeli produk tersebut untuk kemudian diperjualbelikan kembali dengan harga yang tinggi.<\/p>\n<p>Contohnya pada harga BBM yang semakin meningkat, namun stok BBM menjadi langka dan sulit untuk didapatkan, pemerintah berperan untuk menetapkan harga maksimum karena permintaan konsumen melonjak.<\/p>\n<h2>Permasalahan Ekonomi Mikro<\/h2>\n<p>Berikut ini adalah beberapa permasalahan yang sering terjadi pada ekonomi mikro :<\/p>\n<ul>\n<li>Permasalahan harga dasar dan harga puncak (tertinggi). Penetapan ini untuk melindungi produsen dan konsumen<\/li>\n<li>Kenaikan harga BBM yang mengakibatkan penurunan penghasilan sopir angkutan umum dan peningkatan harga beras<\/li>\n<li>Praktik monopoli usaha<\/li>\n<li>Distribusi barang dan jasa yang tidak efisien. Semakin panjang jalur birokrasi, semakin mahal harga barang\/ jasa yang dimaksud<\/li>\n<\/ul>\n\n<p>Demikianlah sedikit penjelasan tentang ekonomi mikro dan beberapa permasalahannya. Semoga bermanfaat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam cabang ilmu ekonomi terdapat dua jenis, yaitu ekonomi mikro dan ekonomi makro. Kedua cabang ilmu ekonomi ini memiliki ruang lingkup yang berbeda. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":2009,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[74],"tags":[2410,2409,2405,2406,2407,2408],"views":9446,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2008"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2008"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2008\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2009"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2008"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2008"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2008"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}