{"id":2003,"date":"2013-09-02T13:38:19","date_gmt":"2013-09-02T06:38:19","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=2003"},"modified":"2022-10-20T12:50:53","modified_gmt":"2022-10-20T05:50:53","slug":"konsep-dasar-pencatatan-persediaan-barang-dagang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/konsep-dasar-pencatatan-persediaan-barang-dagang\/","title":{"rendered":"Konsep Dasar Pencatatan Persediaan Barang Dagang"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2015\/10\/Konsep-Dasar-Pencatatan-Persediaan-Barang-Dagangtwitter.png\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter size-full wp-image-5791\" src=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27680%27%20height%3D%27240%27%20viewBox%3D%270%200%20680%20240%27%3E%3Crect%20width%3D%27680%27%20height%3D%27240%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2015\/10\/Konsep-Dasar-Pencatatan-Persediaan-Barang-Dagangtwitter.png\" alt=\"pencatatan persediaan\" width=\"680\" height=\"240\" \/><\/a><\/p>\n<p><center><\/p>\n<h2>Konsep Dasar Pencatatan Persediaan Barang Dagang<\/h2>\n<p><\/center><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter\" title=\"laporan persediaan - kartu stok\" src=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27493%27%20height%3D%27349%27%20viewBox%3D%270%200%20493%20349%27%3E%3Crect%20width%3D%27493%27%20height%3D%27349%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2013\/09\/laporan-persediaan.jpg\" alt=\"pencatatan persediaan\" width=\"493\" height=\"349\" \/><\/p>\n<p align=\"justify\">Di dalam suatu dunia industri perdagangan dan distribusi, barang dijadikan sebagai unsur utama yang diniagakan\u00a0mulai pembelian hingga penjualan.<\/p>\n<h4>Pembagian Persediaan Barang<\/h4>\n<p>Persediaan barang dagangan ini dibagi dalam berbagai aspek sebagai berikut:<\/p>\n<p><b>1. Barang dalam industri perdagangan<\/b><\/p>\n<p align=\"justify\">Barang yang digunakan dalam bidang usaha ini dibeli dari pemasok, disimpan, dan kemudian dijual\u00a0kepada pelanggan tanpa adanya perubahan komposisi atas barang yang dimaksud.<\/p>\n<p><b>2. Barang dalam industri manufaktur<\/b><\/p>\n<p align=\"justify\">Barang yang digunakan dalam bidang usaha ini pada dasarnya memerlukan proses pengolahan lebih lanjut\u00a0sebelum dijual kepada pelanggan. Adapun jenis barang yang dimaksud dibagi menjadi 3 bagian antara lain:<\/p>\n<p>a. Bahan Mentah, yaitu bahan yang dibeli dari pemasok untuk diolah lebih lanjut.<br \/>\nb. Bahan Penolong\/ Setengah Jadi, yaitu bahan yang telah diolah namun masih perlu proses penyelesaian.<br \/>\nc. Barang Jadi, yaitu barang yang telah telah selesai diproduksi dan siap untuk dipasarkan.<\/p>\n<h4>Pencatatan Persediaan<\/h4>\n<p>Pencatatan persediaan memiliki dua cara yaitu:<\/p>\n<p align=\"justify\"><b>1.\u00a0Sistem Perpetual (Metode Buku)<\/b>, yaitu pencatatan persediaan yang dilakukan secara\u00a0berkesinambungan langsung pada jumlahnya dan harga pokoknya. Pada sistem ini, perusahaan langsung\u00a0dapat melihat berapa jumlah persediaan beserta harga pokoknya secara mutakhir dan akurat. Meskipun\u00a0pada akhir periode ditemukan adanya ketidaksesuaian jumlah fisik dan pembukuan, penyesuaian\u00a0persediaan tetap bisa dilakukan dengan cara stock opname.<\/p>\n<p align=\"justify\"><b>2.\u00a0Sistem Periodik (Metode Fisik)<\/b>, yaitu pencatan persediaan beserta nilainya dilakukan hanya pada akhir\u00a0periode. Sistem ini tidak akan menjurnal akun persediaan dan harga pokok apabila terjadi transaksi\u00a0namun pada akhir periode perusahaan harus menghitung jumlah dan nilai yang dimaksud dengan\u00a0menjurnal penyesuaian terhadap ikhtisar laba-rugi.<\/p>\n<p align=\"justify\">Adapun untuk menilai persediaan barang dagang, ini dapat dihitung dengan 3 metode harga pokok yaitu:<\/p>\n<p align=\"justify\">1.\u00a0<strong>Metode FIFO<\/strong>, yaitu barang yang lebih awal masuk yang dikeluarkan kali pertama sehingga saldo akhir\u00a0persediaan ini menunjukkan barang yang dibeli terakhir.<\/p>\n<p align=\"justify\">2.\u00a0<strong>Metode LIFO<\/strong>, yaitu barang yang lebih akhir masuk yang dikeluarkan kali pertama sehingga saldo akhir\u00a0persediaan ini menunjukkan barang yang dibeli terawal.<\/p>\n<p align=\"justify\">3.\u00a0<strong>Metode Rata-rata<\/strong>, yaitu pengeluaran barang ditentukan secara rawak atau acak sehingga penentuan\u00a0harga pokok untuk metode ini dicari nilai rata-ratanya.<\/p>\n<p align=\"justify\">Jika perusahaan menganut sistem persediaan Perpetual, perusahaan akan memerlukan buku besar pembantu\u00a0khusus untuk persediaan barang dagang yang lazim dinamakan dengan Kartu Stok dan Mutasi Barang.<\/p>\n<p align=\"justify\">Di Zahir Accounting, Kartu Stok dan Mutasi Barang ini sudah disediakan di modul Laporan. Untuk melihat\u00a0bentuk baku dari buku besar pembantu ini, silakan klik\u00a0<a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/contoh-laporan-persediaan\">di sini<\/a>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/membuat-laporan-keuangan-secara-instan?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=Laporan-Blog\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter size-full wp-image-4821\" src=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27620%27%20height%3D%2790%27%20viewBox%3D%270%200%20620%2090%27%3E%3Crect%20width%3D%27620%27%20height%3D%2790%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Laporan-persediaan-620x90.gif\" alt=\"pencatatan persediaan - 2\" width=\"620\" height=\"90\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Konsep Dasar Pencatatan Persediaan Barang Dagang Di dalam suatu dunia industri perdagangan dan distribusi, barang dijadikan sebagai unsur utama yang diniagakan\u00a0mulai pembelian hingga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":11,"featured_media":2002,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[75],"tags":[538,539,537,89,59],"views":15168,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2003"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2003"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2003\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2002"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2003"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2003"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2003"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}