{"id":19982,"date":"2021-07-11T20:48:08","date_gmt":"2021-07-11T13:48:08","guid":{"rendered":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/?p=19982"},"modified":"2022-10-19T21:11:29","modified_gmt":"2022-10-19T14:11:29","slug":"jurnal-penjualan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/jurnal-penjualan\/","title":{"rendered":"Jurnal Penjualan: Pengertian dan Jenisnya"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter wp-image-20060 size-full\" src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/jurnal-penjualan.jpg\" data-orig-src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/jurnal-penjualan.jpg\" alt=\"contoh jurnal penjualan\" width=\"600\" height=\"300\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27600%27%20height%3D%27300%27%20viewBox%3D%270%200%20600%20300%27%3E%3Crect%20width%3D%27600%27%20height%3D%27300%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/jurnal-penjualan-200x100.jpg 200w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/jurnal-penjualan-300x150.jpg 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/jurnal-penjualan-400x200.jpg 400w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/jurnal-penjualan.jpg 600w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p>Setiap perusahaan biasanya melakukan kegiatan jual beli, baik kecil maupun besar. Transaksi yang dilakukan suatu perusahaan tidak selalu dibayar tunai, tentu ada saja yang dibayar secara kredit.<\/p>\n<p>Setiap transaksi membutuhkan pencatatan untuk memudahkan pembuatan laporan keuangan nantinya. Untuk itu jurnal pembelian dan jurnal penjualan diperlukan untuk kepentingan operasional.<\/p>\n<p>Pada kesempatan kali ini saya akan memberitahu anda apa dan bagaimana jurnal penjualan itu digunakan.<\/p>\n<h2>Pengertian Jurnal Penjualan<\/h2>\n<p>Jurnal penjualan adalah jurnal khusus dalam siklus akuntansi yang fungsinya untuk mencatat transaksi penjualan.<\/p>\n<p>Jurnal khusus dapat digunakan dan dicatat serta diposting ke akun-akun secara komputerisasi.<\/p>\n<p>Biasanya informasi yang disimpan dalam jurnal penjualan untuk setiap transaksi diantaranya :<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Tanggal transaksi<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Nomor rekening<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Nama Pelanggan<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Nomor faktur Jumlah penjualan (debit akun piutang dagang dan kredit akun penjualan)<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jurnal penjualan pada dasarnya hanya mencatat piutang, yang berarti penjualan yang dilakukan secara tunai tidak dicatat di dalamnya.<\/p>\n<p>Penjualan yang dilakukan secara tunai akan dicatat di akun jurnal penerimaan kas. Tapi terkadang pada prakteknya masih ada yang menggabungkan penjualan tunai dalam akun jurnal penjualan.<\/p>\n<p>Jika Anda ingin menelaah dan melihat saldo yang sudah tercatat di buku besar umum, Anda bisa merujuk ke jurnal penjualan, untuk mengakses salinan faktur anda bisa menggunakan nomor <a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/faktur-penjualan-bukti-otentik-suatu-transaksi\/\">faktur<\/a> yang tercantum dalam jurnal penjualan.<\/p>\n<h2>Jenis-jenis Jurnal Penjualan<\/h2>\n<p>Berikut jenis-jenis jurnal penjualan, yaitu:<\/p>\n<h3>1. Tunai<\/h3>\n<p>Perusahaan kadang menjual barang secara tunai dan\u00a0 kredit.<\/p>\n<p>Berikut contoh ilustrasi jurnal penjualan perpetual seperti dibawah ini:<\/p>\n<p>Diasumsikan bahwa pada tanggal 01 Mei 2014, PT Melati menjual barang seharga Rp2.000.000.<\/p>\n<p>Transaksi penjualan ini dapat dicatat sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>(Debet) Kas\u00a0 = Rp2.000.000<\/li>\n<li>(Kredit) Penjualan = Rp2.000.000<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dalam sistem persediaan perpetual, harga pokok penjualan serta pengurangan jumlah persediaan wajib dicatat juga.<\/p>\n<p>Dengan ini, akun persediaan menunjukkan jumlah persediaan yang belum terjual.<\/p>\n<p>Asumsikanlah bahwa harga pokok penjualan pada tanggal 5 Mei 2014 adalah Rp1.000.000.<\/p>\n<p>Jurnal untuk mencatat harga pokok penjualan dan pengurangan dalam persediaan seperti dibawah ini:<\/p>\n<ul>\n<li>(Debit) Harga Pokok Penjualan = Rp1.000.000<\/li>\n<li>(Kredit) Persediaan = Rp1.000.000<\/li>\n<\/ul>\n<p>Beberapa waktu terakhir, meningkatnya kepemilikan kartu kredit di Indonesia menjadikan penjual ritel menjual dagangan nya menggunakan kartu kredit, seperti Visa.<\/p>\n<p>Lalu bagaimana peritel melakukan pencatatan penjualan menggunakan kartu kredit?<\/p>\n<p>Penjualan seperti ini, dicatat sebagai penjualan tunai karena peritel biasanya menerima pembayaran beberapa saat ketika sudah terjadi penjualan,<\/p>\n<p>Penjualan yang menggunakan kartu kredit nantinya diproses oleh badan kliring yang menghubungkan bank penerbit kartu kredit.\u00a0Misalnya Kartu Kredit BCA, Bank Mandiri.<\/p>\n<p>Bank itulah yang nanti bakal mentransfer uang tunai hasil penjualan ke rekening bank peritel.<\/p>\n<p>Jadi, jika pembeli membayar secara tunai maupun menggunakan kartu kredit untuk membayar pembelanjaannya, penjualan akan dicatat seperti ditunjukkan di atas.<\/p>\n<p>Beban pemrosesan yang dikeluarkan oleh badan kliring atau bank penerbit kartu kredit, besarnya sekitar 2-3% dari angka transaksi penjualan.<\/p>\n<p>Berikut cara mencatat beban kartu kredit secara periodik :<\/p>\n<ul>\n<li>(Debet) Beban kartu kredit = Rp60.000<\/li>\n<li>(Kredit) Kas = Rp60.000<\/li>\n<\/ul>\n<h3>2. Kredit<\/h3>\n<p>Jurnal penjualan kredit adalah catatan jurnal yang fungsinya untuk mencatat <a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/mengenal-jenis-jenis-transaksi-perusahaan-dagang\/\">jenis transaksi<\/a> penjualan kredit.<\/p>\n<p>Penjual biasanya mencatat penjualan sebagai debit pada akun Piutang Usaha atau Piutang Dagang dan kredit.\u00a0Risiko dari penjualan secara kredit, akan terlihat di jurnal wesel tagih dan wesel bayar.<\/p>\n<p>Perhatikan pencatatan jurnal penjualan kredit metode perpetual di bawah ini:<\/p>\n<p>Jurnal penjualan secara kredit senilai Rp500.000 dan harga pokok penjualan Rp250.000 untuk PT Melati adalah berikut ini:<\/p>\n<ul>\n<li>(Debit) Piutang Usaha = Rp500.000<\/li>\n<li>(Kredit) Penjualan = Rp500.000<\/li>\n<li>(Debit) Harga Pokok Penjualan = Rp250.000<\/li>\n<li>(Kredit) Persediaan = Rp250.000<\/li>\n<\/ul>\n<h3>3. Diskon<\/h3>\n<p>Syarat dalam suatu penjualan biasanya ditunjukkan dalam faktur penjualan yang dikirim kepada pembeli.<\/p>\n<p>Contoh faktur penjualan untuk PT Melati ditunjukkan sebagai berikut:<\/p>\n<p>Syarat dalam suatu pembayaran yang disepakati oleh kedua belai pihak, pembeli dan penjual disebut syarat kredit (credit term).\u00a0Jika pembayaran dilakukan ketika pengiriman barang, maka syaratnya adalah tunai atau tunai bersih.<\/p>\n<p>Sebaliknya, jika pembeli yang diperbolehkan mendapat keringanan waktu untuk membayar maka disebut sebagai periode kredit (credit period).<\/p>\n<p>Periode kredit biasanya dimulai sejak tanggal transaksi penjualan yang ditunjukkan dalam faktur.<\/p>\n<p>Jika pembayaran jatuh tempo setelah tanggal faktur seperti 30 hari, maka\u00a0 syaratnya adalah 30 hari bersih, yang ditulis n\/30.<\/p>\n<p>Bila pembayaran jatuh tempo di akhir bulan yang sama dengan bulan penjualan, maka syaratnya ditulis sebagai n\/eom (end-of-month).<\/p>\n<p>Agar mendorong pembeli membayar sebelum jatuh tempo, penjual biasanya menawarkan diskon kepada pembeli tersebut.<\/p>\n<p>Misalnya, penjual bisa menawarkan\u00a0 diskon 2% jika pembeli membayar dalam kurun waktu 10 hari setelah tanggal faktur.<\/p>\n<p>Jika pembeli tidak mengambil diskonnya, harga yang tertera di faktur akan jatuh tempo dalam 30 hari.<\/p>\n<p>Syarat ini ditulis sebagai 2\/10. n\/30 dan dibaca sebagai diskon 2% jika dibayar dalam 10 hari, jumlah bersihnya jatuh tempo dalam 30 hari.<\/p>\n<p>Diskon yang diambil pembeli untuk membayar lebih awal disimpan sebagai diskon penjualan oleh penjual.<\/p>\n<p>Biasanya penjual mencatat diskon penjualan di akun terpisah.\u00a0Akun diskon penjualan ialah akun kontra terhadap penjualan.<\/p>\n<p>Perhatikan ilustrasi jurnal penjualan dengan diskon dan PPN dibawah ini:<\/p>\n<p>Katakan uang tunai diterima dalam periode diskon (10 hari) dari penjualan kredit Rp1.500.000 dan PPN sebesar 10%.<\/p>\n<p>Maka pencatatan jurnal transaksi penjualannya seperti ini:<\/p>\n<ul>\n<li>(Debit) Kas = Rp 1.320.000<\/li>\n<li>(Debit) PPN = Rp 150.000<\/li>\n<li>(Debit) Diskon Penjualan = Rp 30.000<\/li>\n<li>(Kredit) Piutang Usaha = Rp 1.500.000<\/li>\n<\/ul>\n<h3>4. Retur dan Potongan<\/h3>\n<p>Barang yang sudah dibeli dapat dikembalikan oleh pembeli kepada penjual yang merupakan retur penjualan (sales return).<\/p>\n<p>Di samping itu, dengan alasan barang rusak, cacat atau alasan lainya, penjual bisa mengurangi harga barang yang disebut pemberian potongan penjualan (sales allowance).<\/p>\n<p>Jika retur atau potongan penjualan terjadi secara kredit. Penjual biasanya membuat memo kredit atau memorandum kredit (credit memorandum) untuk pembeli yang melakulan retur.<\/p>\n<p>Memo ini memperlihatkan jumlah dan alasan kredit penjual di dalam akun piutang usaha, di mana piutang usaha jika terjadi penjualan kredit berarti berkurang jumahnya.<\/p>\n<p>Seperti diskon penjualan, retur dan potongan penjualan bisa mengurangi pendapatan.\u00a0Karena bisa menambah ongkos kirim (ongkir) barang penjualan serta beban lainnya.<\/p>\n<p>Dikarenakan persediaan selalu diperbarui, penjual menambahkan biaya barang yang dikembalikan dalam akun persediaan.<\/p>\n<p>Penjual harus mengkredit biaya barang yang dikembalikan di akun harga pokok penjualan, karena akun ini didebitkan saat penjualan awal dicatat.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Transaksi penjualan merupakan salah satu kegiatan suatu perusahaan baik perusahaan dagang, manufaktur, maupun jasa.<\/p>\n<p>Sehingga perusahaan membutuhkan pencatatan penjualan dengan baik dan benar.<\/p>\n<p>Setelah memahami pelajaran ini, semoga anda tidak lagi mengalami kesulitan untuk melakukan pencatatan jurnal penjualan.\u00a0Sehingga laporan keuangan yang anda kelola, akan valid dan akurat.<\/p>\n<p>Dan bila ingin menerapkan sistem keuangan dengan tools sederhana, anda bisa langsung meluncur ke Zahir Accounting.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap perusahaan biasanya melakukan kegiatan jual beli, baik kecil maupun besar. Transaksi yang dilakukan suatu perusahaan tidak selalu dibayar tunai, tentu ada saja [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":92,"featured_media":20060,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[75],"tags":[2257,77,2258],"views":6576,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19982"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/92"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19982"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19982\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20060"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19982"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19982"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19982"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}