{"id":19965,"date":"2021-07-10T21:33:04","date_gmt":"2021-07-10T14:33:04","guid":{"rendered":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/?p=19965"},"modified":"2022-10-19T21:10:57","modified_gmt":"2022-10-19T14:10:57","slug":"jurnal-pembelian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/jurnal-pembelian\/","title":{"rendered":"Jurnal Pembelian: Pengertian, Jenis dan Contohnya"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter wp-image-20041 size-full\" src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/jurnal-pembelian.jpg\" data-orig-src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/jurnal-pembelian.jpg\" alt=\"jurnal pembelian dalam akuntansi bisnis\" width=\"600\" height=\"300\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27600%27%20height%3D%27300%27%20viewBox%3D%270%200%20600%20300%27%3E%3Crect%20width%3D%27600%27%20height%3D%27300%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/jurnal-pembelian-200x100.jpg 200w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/jurnal-pembelian-300x150.jpg 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/jurnal-pembelian-400x200.jpg 400w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/jurnal-pembelian.jpg 600w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p>Jurnal pembelian merupakan catatan penting dalam sebuah transaksi. Dalam sebuah perusahaan, salah satu kegiatan utamanya adalah melakukan jual-beli.<\/p>\n<p>Adakalanya perusahaan berperan sebagai penjual, namun di sisi lain perusahaan juga berperan sebagai pembeli.\u00a0Dalam sebuah transaksi pembelian sebuah perusahaan memerlukan sebuah catatan transaksi atau bisa disebut jurnal.<\/p>\n<h2>Pengertian Jurnal Pembelian<\/h2>\n<p>Merupakan jurnal khusus yang fungsinya mencatat segala transaksi pembelian baik barang maupun jasa.<\/p>\n<p>Jika transaksi secara tunai, maka akan dicatat di jurnal khusus pengeluaran kas.\u00a0Sedangkan transaksi secara kredit, maka akan dicatat pada akun debit pembelian dan akun kredit utang dagang.<\/p>\n<p>Untuk pembelian peralatan dan perlengkapan, maka catat dan tempatkan pada kolom akun debet perlengkapan dan akun kredit utang dagang.<\/p>\n<p>Bila transaksi dilakukan secara berulang, maka akan lebih mudah bila disiapkan kolom khusus untuk pembelian dan utang dagang.<\/p>\n<p>Untuk pembelian yang dilakukan tidak berulang, maka tidak perlu dibuatkan kolom khusus. Tapi cukup dimuat pada kolom serba-serbi.<\/p>\n<h2>Jenis-jenis Jurnal Pembelian<\/h2>\n<p>Jurnal pembelian memiliki beberapa jenis, antara lain:<\/p>\n<h3>1. Tunai<\/h3>\n<p>Perusahaan dagang dan <a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/strategi-akuntansi-dalam-bisnis-ritel\/\">bisnis ritel<\/a> biasanya menggunakan sistem komputerisasi dalam mencatat transaksi.<\/p>\n<p>Agar lebih mudah memahami, cermati contoh di bawah ini:<\/p>\n<p>Didapati pada tanggal 10 Juni 2014, PT Buku Nasional membeli bahan pokok dari toko Mentari dengan total Rp2.000.000<\/p>\n<p>Pada sistem ini, pemberian bahan pokok tersebut dilaksanakan secara tunai dan dicatat dalam jurnal pembelian bahan pokok seperti berikut ini:<\/p>\n<ul>\n<li>(Debit) Persediaan : = Rp. 2.000.000,00<\/li>\n<li>(Kredit) Kas = Rp. 2.000.000,00<\/li>\n<\/ul>\n<h3>2. Kredit<\/h3>\n<p>Kegiatan yang sering terjadi pada perusahaan dagang, jasa, dan manufaktur dalam sistem akuntansi adalah pembelian secara kredit.<\/p>\n<p>Untuk mengetahui bagaimana cara mencatat jurnal pembelian kredit, perhatikan contoh dibawah ini :<\/p>\n<p>Didapati pada tanggal 10 Juli 2014, PT buku nasional melakukan pembelian barang dari Toko Sucu Jaya secara kredit senilai Rp. 9.000.000,00 dengan PPN 10%<\/p>\n<p>Berikut Jurnal pembelian kredit dengan PPN atas transaksi berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>(Debit) Pesediaan = Rp8.100.000,00<\/li>\n<li>(Debit) PPN = Rp9.000.000,00<\/li>\n<li>(Kredit) Utang Usaha = Rp9.000.000,00<\/li>\n<\/ul>\n<h3>3. Diskon Pembelian<\/h3>\n<p>Umumnya ketika anda mendapatkan tagihan faktur seperti kartu kredit, anda tidak diharuskan segera membayarnya.<\/p>\n<p>Karena kebanyakan faktur hanya memberitahukan jatuh tempo serta denda yang harus dibayar jika terjadi keterlambatan.<\/p>\n<p>Jika beberapa hari sebelum jatuh tempo anda menerima faktur, anda mendapat keuntungan dengan menyimpan faktur menurut tanggal jatuh tempo.<\/p>\n<p>Dengan ini, anda bisa memanfaatkan dana yang ada agar anda lebih produktif, seperti membuka tabungan deposito.<\/p>\n<p>Banyak juga perusahaan yang merencanakan sistem akuntansi mereka hingga semua diskon yang tersedia bisa diambil.<\/p>\n<h3>4. Retur dan Potongan Pembelian<\/h3>\n<p>Purchases retur atau bisa disebut jurnal retur pembelian adalah permintaan potongan pembelian saat barang ada yang dikembalikan.<\/p>\n<p>Biasanya, pembeli akan memberi surat ke penjual atas memorandum.\u00a0Memo tersebut berisikan penyataan retur atau permintaaan potongan harga.<\/p>\n<p>Pembeli dapat memakai salinanan memorandum debit untuk pencatatan retur serta potongan pembelian atau menunggu persetujuan dari kreditur (penjual).<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Transaksi pembelian merupakan salah satu kegiatan suatu perusahaan baik <a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/laporan-keuangan-perusahaan-dagang\/\">perusahaan dagang<\/a>, manufaktur, maupun jasa.<\/p>\n<p>Ketiga perusahaan itu tentu memerlukan pemasok atau supplier untuk mendukung oprasional serta membantu aktivitas produksinya.<\/p>\n<p>Sehingga perusahaan membutuhkan pencatatan pembelian dengan baik dan benar.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jurnal pembelian merupakan catatan penting dalam sebuah transaksi. Dalam sebuah perusahaan, salah satu kegiatan utamanya adalah melakukan jual-beli. Adakalanya perusahaan berperan sebagai penjual, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":92,"featured_media":20041,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[75],"tags":[2255],"views":3382,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19965"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/92"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19965"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19965\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20041"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19965"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19965"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19965"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}