{"id":19936,"date":"2021-07-09T21:25:57","date_gmt":"2021-07-09T14:25:57","guid":{"rendered":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/?p=19936"},"modified":"2021-07-09T21:25:57","modified_gmt":"2021-07-09T14:25:57","slug":"membuat-bisnis-model-canvas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/membuat-bisnis-model-canvas\/","title":{"rendered":"Tutorial Membuat Bisnis Model Canvas Menggunakan PPT"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter wp-image-20004 size-full\" src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/bisnis-canvas.jpg\" data-orig-src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/bisnis-canvas.jpg\" alt=\"bisnis model canvas\" width=\"600\" height=\"300\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27600%27%20height%3D%27300%27%20viewBox%3D%270%200%20600%20300%27%3E%3Crect%20width%3D%27600%27%20height%3D%27300%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/bisnis-canvas-200x100.jpg 200w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/bisnis-canvas-300x150.jpg 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/bisnis-canvas-400x200.jpg 400w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/bisnis-canvas.jpg 600w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p>Banyak pengusaha mulai menggunakan Bisnis Model Canvas sebagai metode untuk melihat seberapa besar potensi bisnis ini mendapatkan keuntungan.<\/p>\n<p>Bisnis Model Canvas dianggap lebih sederhana dari bisnis plan. Walau demikian, metode ini tetap bisa memberikan gambaran pada pengusaha tentang bagaimana bisnis akan berjalan.<\/p>\n<p>Bisnis Model Canvas menggambarkan bagaimana proses perencanaan produksi hingga melihat dari mana keuntungan yang akan didapatkan oleh perusahaan.<\/p>\n<p>Jika bisa melihat hal-hal demikian, maka pengusaha tinggal memutuskan apakah model yang telah digambarkan cocok untuk dijalankan atau tidak?<\/p>\n<p>Lantas, apakah Anda sudah bisa membuat Bisnis Model Canvas untuk melihat prospek berjalannya bisnis di perusahaan Anda?<\/p>\n<p>Jika belum mengerti, Anda bisa mengikuti tutorial ini.<\/p>\n<h2>Cara Membuat Bisnis Model Canvas<\/h2>\n<p>Perlu diingat baik-baik. Bisnis Model Canvas memiliki sembilan elemen yang wajib diisi.<\/p>\n<p>Sembilan elemen tersebut adalah:<\/p>\n<ol>\n<li>Customer Segments<\/li>\n<li>Value Propositions<\/li>\n<li>Channel<\/li>\n<li>Customer Relationships<\/li>\n<li>Revenue Streams<\/li>\n<li>Key Activities<\/li>\n<li>Key Resources<\/li>\n<li>Key Partnerships<\/li>\n<li>Cost Structure.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Setelah mengetahui apa saja elemen yang ada dalam Bisnis Model Canvas, mari langsung mempraktikan cara membuatnya.<\/p>\n<p>Kami akan memberikan contoh pembuatan Bisnis Model Canvas untuk usaha produk susu dan olahan susu MILKY.<\/p>\n<p><img class=\"lazyload\" decoding=\"async\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==\" data-orig-src=\"https:\/\/pbs.twimg.com\/media\/E5qSJR7VgAQPzUd?format=png&amp;name=large\" alt=\"Image\" \/><\/p>\n<h3>1. Customer Segment<\/h3>\n<p>Siapa yang akan membeli produk Anda? Kolom ini bisa diisi dengan sasaran konsumen yang kemungkinan besar akan membeli produk Anda.<\/p>\n<p>Dalam kasus perusahaan MILKY (produk susu dan olahan), Customer Segment bisa diisi dengan anak-anak, reseller, dan wisatawan, pecinta susu.<\/p>\n<h3>2. Value Propositions<\/h3>\n<p>Apa kelebihan produk Anda dibanding produk serupa yang ditawarkan pebisnis lain?<\/p>\n<p>Untuk mengetahuinya anda harus paham fitur dari produk anda. Setelah anda gali manfaat dari produk anda. Setelah anda mendapatkan manfaat dari produk anda, maka anda akan menemukan value propositions produk anda.<\/p>\n<h3>3. Channels<\/h3>\n<p>Bagaimana cara konsumen membeli produk Anda dan bagaimana mereka mengetahui produk Anda?<\/p>\n<p>Membuka channel distribusi bisa dilakukan dengan bekerjasama dengan jaringan supermarket atau anda bisa menjual sendiri melalui online.<\/p>\n<h3>4. Customer Relationships<\/h3>\n<p>Bagaimana mempertahankan konsumen agar menjadi <a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/memahami-model-kepuasan-pelanggan\/\">pelanggan<\/a> loyal? Apa upaya yang dilakukan agar konsumen puas dengan produk Anda?<\/p>\n<p>Customer Relationships bisa diisi dengan memberikan kupon diskon untuk pembelian selanjutnya bagi pelanggan online.<\/p>\n<h3>5. Revenue Streams<\/h3>\n<p>Dari mana bisnis Anda mendapatkan pemasukan?<\/p>\n<p>Untuk menentukan revenue stream akan erat kaitannya dengan channel yang anda gunakan. Semakin banyak channel yang digunakan, maka semakin banyak pula penjualan produk anda.<\/p>\n<h3>6. Key Activities<\/h3>\n<p>Bagaimana cara menciptakan value preposition perusahaan. Jika dalam bisnis, produk ini bisa diisi dengan inovasi teknologi yang digunakan untuk membuat produk.<\/p>\n<h3>7. Key Resources<\/h3>\n<p>Sumber daya apa yang wajib dimiliki agar bisnis terus berjalan lancar?<\/p>\n<h3>8. Key Partnerships<\/h3>\n<p>Siapa pihak luar yang dapat memabntu pekerjaan di perusahaan Anda agar bisnis berjalan lancar?<\/p>\n<h3>9. Cost Structures<\/h3>\n<p>Pengeluaran apa saja yang diperlukan untuk menjalankan bisnis?<\/p>\n<p>Setiap elemen-elemen\u00a0 tersebut akan meudahkan anda dalam menyusun\u00a0 bisnis model canvas.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak pengusaha mulai menggunakan Bisnis Model Canvas sebagai metode untuk melihat seberapa besar potensi bisnis ini mendapatkan keuntungan. Bisnis Model Canvas dianggap lebih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":97,"featured_media":20004,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[84],"views":3489,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19936"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/97"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19936"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19936\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20004"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19936"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19936"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19936"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}