{"id":19650,"date":"2021-07-07T22:53:02","date_gmt":"2021-07-07T15:53:02","guid":{"rendered":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/?p=19650"},"modified":"2021-08-28T09:49:17","modified_gmt":"2021-08-28T02:49:17","slug":"roi-roa-roe","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/roi-roa-roe\/","title":{"rendered":"Perbedaan ROI, ROA, dan ROE dalam Keuangan"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter wp-image-19961 size-full\" src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/ROI-ROE.jpg\" data-orig-src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/ROI-ROE.jpg\" alt=\"Pengenalan ROI ROE ROA\" width=\"600\" height=\"300\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27600%27%20height%3D%27300%27%20viewBox%3D%270%200%20600%20300%27%3E%3Crect%20width%3D%27600%27%20height%3D%27300%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/ROI-ROE-200x100.jpg 200w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/ROI-ROE-300x150.jpg 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/ROI-ROE-400x200.jpg 400w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/ROI-ROE.jpg 600w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p>Pada saat membaca laporan keuangan, kita mengenal ROI, ROA dan ROE. Tapi, sebenarnya apa perbedaan dari ketiga jenis <em>return <\/em>ini? Terlihat mirip tetapi tidak serupa.<\/p>\n<h2 class=\"fusion-responsive-typography-calculated\" data-fontsize=\"20\" data-lineheight=\"30px\"><span id=\"ROI_Return_on_Investment\">ROI (Return on Investment)<\/span><\/h2>\n<p>ROI adalah persentase hasil dari suatu periode investasi tertentu. Sedangkan, ROI memiliki cara hitung berdasarkan setiap Rupiah yang diinvestasikan (total modal). ROI dihitung berdasarkan arus kas sebenarnya.<\/p>\n<p>Cara hitung ROI adalah keuntungan yang kita peroleh dibagi dengan <a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/memahami-definisi-struktur-modal\/\">modal<\/a> yang kita investasikan.<\/p>\n<h3>Contoh<\/h3>\n<p>Pak Joko investasi di sebuah perusahaan sebesar Rp400.000.000. Setahun kemudian Pak Joko mendapatkan keuntungan investasi sebesar Rp80.000.000. Maka ROI investasi Pak Joko adalah<\/p>\n<p>Rp80.000.000 \/ Rp400.000.000 = 20%<\/p>\n<p>Kalau kamu biasa investasi, returnnya berapa % nih dalam sebulan?<\/p>\n<h2 class=\"fusion-responsive-typography-calculated\" data-fontsize=\"20\" data-lineheight=\"30px\"><span id=\"ROA_Return_on_Asset\">ROA (Return on Asset)<\/span><\/h2>\n<p>ROA adalah seberapa besar pengembalian pada profitabilitas (<em>profitability<\/em>) dan efisiensi operasional (<em>operational efficiency<\/em>). ROA sering digunakan untuk membandingkan performa bisnis kita dibandingkan competitor dan industri sejenis.<\/p>\n<p>ROA dihitung dengan cara: Penghasilan bersih \/ total aset. Total aset yang dimaksud adalah gabungan antara utang (<em>liability<\/em>) dan modal\u00a0 (<em>equity<\/em>).<\/p>\n<h3>Contoh<\/h3>\n<p>Pak Joko menaruh modalnya untuk membuka usaha sebesar Rp600 juta<\/p>\n<p>Hasil penjualan selama 1 bulan adalah sebesar Rp100 juta, setelah dipotong seluruh biaya, penghasilan bersihnya sebesar Rp40 juta<\/p>\n<p>Sedangkan, total aset Pak Joko artinya sebesar Rp1 Milyar (Rp 600 juta dipakai sebagai modal usaha + Rp400 juta digunakan untuk investasi suatu perusahaan)<\/p>\n<p>Maka, ROA Pak Joko, sebesar:<\/p>\n<p>Rp40 juta \/ Rp1 miliar = 4%<\/p>\n<h2 class=\"fusion-responsive-typography-calculated\" data-fontsize=\"20\" data-lineheight=\"30px\"><span id=\"ROE_Return_on_Equity\">ROE (Return on Equity)<\/span><\/h2>\n<p>ROE \u00a0adalah seberapa besar pengembalian yang dihitung dengan rumus Dupont Formula, perhitungannya dipengaruhi tiga faktor, profitabilitas (<em>profitability<\/em>), efisiensi operasional (<em>operational efficiency<\/em>) dan utang (<em>leverage<\/em>). ROE dihitung dengan cara: Penghasilan bersih \/ modal (<em>equit<\/em>y).<\/p>\n<p>Formula Dupont, seperti gambar di bawah ini<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==\" data-orig-src=\"https:\/\/www.finansialku.com\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/Apa-Perbedaan-ROI-ROA-dan-ROE-dalam-Keuangan-2-Perencana-Keuangan-Independen-Finansialku.png\" alt=\"Apa Perbedaan ROI, ROA dan ROE dalam Keuangan 2 - Perencana Keuangan Independen Finansialku\" \/><\/p>\n<h3>Contoh<\/h3>\n<p>Pak Joko investasi di sebuah perusahaan sebesar Rp400.000.000. Pak Joko menggunakan modal sendiri (<em>equity<\/em>) sebesar Rp300.000.000.<\/p>\n<p>Sisanya Pak Joko menggunakan utang ke perusahaan (<em>liability<\/em>) sebesar Rp100.000.000, dengan bunga 5% per tahun.<\/p>\n<p>Setahun kemudian Pak Joko mendapatkan keuntungan investasi sebesar Rp80.000.000. Maka ROE investasi Pak joko adalah<\/p>\n<p>Bayar bunga utang = 5% x Rp100.000.000 = Rp5.000.000<\/p>\n<p>Untung setelah bayar bunga = Rp80.000.000 \u2013 Rp5.000.000 = Rp75.000.000<\/p>\n<p>ROE Pak Ronald adalah = Rp75.000.000 \/ Rp300.000.000 = 25%.<\/p>\n<p>Pada kasus yang sama (Kasus Pak Joko) ROI dan ROE bisa berbeda, dengan adanya faktor utang atau <em>leverage<\/em>.<\/p>\n<p>Satu hal yang harus diperhatikan adalah menggunakan utang selalu memiliki plus dan minusnya. Jadi pertimbangkan baik-baik saat menggunakan opsi utang. Karena dapat mempengaruhi\u00a0<em>return<\/em> kita ketika kita memutuskan untuk berhutang.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<ol>\n<li>ROI = ROE, jika seluruh investasi yang kita lakukan menggunakan modal kita sendiri (<em>zero\u00a0<\/em><em>liability)<\/em><\/li>\n<li>Sedangkan jika dalam investasi, sebagiannya menggunakan hutang, maka perhitungan ROI akan menurun karena dikurangi dengan bunga hutang<\/li>\n<li>ROA, dihitung berdasarkan seberapa besar keuntungan dari bisnis yang dijalankan dibanding TOTAL ASET yang dimiliki<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada saat membaca laporan keuangan, kita mengenal ROI, ROA dan ROE. Tapi, sebenarnya apa perbedaan dari ketiga jenis return ini? Terlihat mirip tetapi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":93,"featured_media":19961,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[75],"tags":[38,80,2237,775,774],"views":18297,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19650"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/93"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19650"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19650\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19961"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19650"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19650"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19650"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}