{"id":17387,"date":"2020-06-24T09:50:57","date_gmt":"2020-06-24T02:50:57","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=17387"},"modified":"2022-03-16T15:59:57","modified_gmt":"2022-03-16T08:59:57","slug":"pentingnya-laporan-keuangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/pentingnya-laporan-keuangan\/","title":{"rendered":"Pentingnya Laporan Keuangan"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Pentingnya-Lapkeu-04.png\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload alignnone wp-image-17406 size-full\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Pentingnya-Lapkeu-04.png\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Pentingnya-Lapkeu-04.png\" alt=\"\" width=\"900\" height=\"300\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27900%27%20height%3D%27300%27%20viewBox%3D%270%200%20900%20300%27%3E%3Crect%20width%3D%27900%27%20height%3D%27300%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Pentingnya-Lapkeu-04-300x100.png 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Pentingnya-Lapkeu-04-768x256.png 768w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Pentingnya-Lapkeu-04.png 900w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Daftar isi :<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: left;\"><a href=\"#apa\"><span style=\"font-weight: 400;\"> Apa itu laporan keuangan?<\/span><\/a><\/li>\n<li><a href=\"#fungsi\"><span style=\"font-weight: 400;\"> Fungsi Laporan Keuangan.\u00a0<\/span><\/a><\/li>\n<li><a href=\"#jenis\"><span style=\"font-weight: 400;\"> Jenis Jenis Laporan Keuangan\u00a0<\/span><\/a><\/li>\n<li><a href=\"#alasan\"><span style=\"font-weight: 400;\"> Alasan mengapa laporan keuangan itu penting<\/span><\/a><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em><strong>Bismillahirrahmanirrahim,\u00a0<\/strong><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 \u00a0Sebelum kita membaca artikel ini ada baiknya kita berdo\u2019a\u00a0 terlebih dahulu semoga apa yang kita cari, segala bentuk keresahan yang kita\u00a0 cari akan kita\u00a0 temukan jawaban juga solusi\u00a0 di artikel ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>Pentingnya Laporan Keuangan.\u00a0<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 Seberapa penting laporan keuangan untuk kelangsungan perusahaan yang kamu jalani? jawabannya sangat penting. sebelum kita membahas seberapa pentingnya laporan keuangan untuk perusahaan yang kita jalani atau kelola, ada baiknya kita pelajari terlebih dahulu\u00a0 apa maksud dari laporan keuangan itu sendiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<h4 id=\"apa\"><b>Apa itu Laporan Keuangan?<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 Laporan keuangan merupakan informasi akuntasi yang paling kursial yang mengendalikan seluruh aktivitas financial perusahaan. Laporan Keuangan juga dapat di artikan laporan yang mencatat dan merangkum semua transaksi keuangan yang dilakukan dalam sebuah bisnis pada periode tertentu. Biasanya laporan keuangan ini di susun perbulan. Lalu di susun pula pelaporannnya dalam bentuk 3 bulan,6 bulan atau 1 tahun periode akuntansi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam membuat \/ menyusun laporan keuangan, perlu diperhatikan untuk memenuhi standar yang telah ditentukan dalam Standar Akuntansi Keuangan. Standar tersebut mencakup empat karakteristik yang harus dipenuhi laporan keuangan yaitu:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify;\">\u00a0Dapat di pahami<\/li>\n<li style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Relevan dengan keadaan perusahaan,<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki keandalan dengan informasi yang benar,<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dapat dibandingkan dengan laporan pada periode sebelumnya.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika keempat\u00a0 standard tersebut telah di penuhi, maka laporan keuangan dianggap layak dalam menyampaikan informasi juga dapat di jadikan alat ukur untuk pengambilan keputusan financial.<\/span><\/p>\n<h4 id=\"fungsi\"><b>Fungsi Laporan Keuangan<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 \u00a0Seperti yang sudah\u00a0 di bahas dalam tulisan di atas mengenai apa itu laporan keuangan yang ternyata sangat penting dalam bisnis yang akan atau sedang kita jalani. Untuk menambah keyakinan dan informasi kita tentang betapa pentingnya laporan keuangan ini, ada beberapa hal lain yang perlu juga kita ketahui dari Laporan Keuangan.\u00a0 Kita juga perlu mengetahui fugsi dari laporan keuangan, berikut fungsi laporan keuangan :<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Bentuk Pertanggung jawaban perusahaan.<\/b><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 Seperti yang sudah di bahas dari arti laporan keuangan itu sendiri adalah rangkuman atau laporan dari transaksi yang sudah terjadi disuatu perusahaan. Hal ini bisa di artikan bahwa fungsi laporan keuangan merupakan laporan yang menunjukkan bentuk pertanggungjawaban kepada berbagai pihak yang terkait.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Menggambarkan kondisi perusahaan.<\/b><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 Laporan keuangan merupakan\u00a0 gambaran nyata yang tertuang dalam bentuk angka real yang dapat menunjukkan bagaimana kondisi perusahaan secara keseluruhan. Dari fungsi laporan keuangan ini kita bisa lihat kondisi perusahaan atau usaha yang sedang kita jalani, sedang mengalami keuntungan atau justru sedang mengalami kerugian.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><b>Alat mengendalikan perusahaan.<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 Laporan keuangan juga berfungsi sebagai alat pengendali perusahaan dalam menentukan langkah apa yang akan diambil untuk perusahaan kita di masa yang akan datang. Misalnya, jika di lihat dari laporan keuangan perusahaan yang kita jalani masih banyak nilai piutang yang tertunggak di pelanggan, kita bisa ambil langkah atau antisipasi seperti mengurangi penjualan secara kredit atau bisa juga dengan mengatur jumlah maksimal piutang dan maksimal tempo pembayarannya.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><b>Dasar penyusun kegiatan usaha.<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justifyy;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 Laporan keuangan juga bisa di jadikan dasar penyusun kegiatan usaha. Misalnya, perusahaan ingin mempromosikan produknya, jika kita ingin media iklan sebagai sarana mempromosikan produk kita tentu kita harus mengeluarkan biaya untuk membayar iklan tersebut. Dan biaya ini bisa di analisa dari laporan keuangan di periode atau bulan sebelumnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><b>Sebagai dasar evaluasi kinerja perusahaan.<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 Dengan adanya laporan keuangan yang menjadi gambaran kondisi perusahaan itu bisa di jadikan bahan evaluasi untuk kinerja perusahaan. Misalnya, jika dilihat dari perusahaan kita mengalami kerugian, pihak managemen biasanya berhak menentukan evaluasi dari apa apa yang sudah berjalan dari perusahaan. Misal dalam mengubah strategi, mengubah tim\u00a0 agar dapat hasil optimal di periode berikutnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 id=\"jenis\"><b>Jenis jenis laporan keuangan.<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 Laporan keuangan ini tidak hanya satu jenis saja, laporan keuangan terbagi beberapa jenis sesuai dengan apa isi dari perhitungan di dalam laporannya. Dalam standard akuntansi laporan keuangan ada 5 laporan, :\u00a0 Laporan Laba Rugi, Laporan Neraca, Laporan Perubahan Modal,Laporan arus kas,\u00a0 dan Catatan atas laporan keuangan. Kita akan bahas lengkap mengenai apa saja jenis jenis Laporan Keuangan.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>A. Laporan Laba Rugi\u00a0<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 Laporan laba Rugi atau yang dikenal dalam bahasa akuntansi nya adalah laporan\u00a0 Porfit and Loss ini merupakan laporan yang memperlihatkan besar laba atau rugi perusahaan dalam satu periode akuntansi. Laporan laba rugi berisi informasi pendapatan juga beban yang ditanggung atau di keluarkan oleh perusahaan. Laporan laba rugi\u00a0 ini juga biasa digunakan untuk melihat jumlah pajak yang harus perusahaan bayar atau perusahaan dapat. Pada dasarnya Laporan Laba Rugi ini ada 2 bentuk, yaitu :<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li><b>Single Step,\u00a0<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 Dalam bentuk Single Step, hanya memisahkan nilai beban, dan pendapatannya saja tanpa di perincikan nilai nilai dari pendapatan dan beban.\u00a0 Contoh pencatatan single step diantaranya :<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semua pendapatan dari penjualan yang di kelompokan di jumlahkan menjadi satu.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seluruh beban di kelompokan kemudian di jumlahkan.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah pendapatan di kurangi dengan jumlah beban<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hasilnya, menjadi laba bersih ataupun rugi bersih.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh laporan laba rugi bentuk single step:<\/span><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/4.-LAPORAN-LABA-RUGI.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter wp-image-17391 \" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/4.-LAPORAN-LABA-RUGI.jpg\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/4.-LAPORAN-LABA-RUGI.jpg\" alt=\"\" width=\"613\" height=\"793\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27613%27%20height%3D%27793%27%20viewBox%3D%270%200%20613%20793%27%3E%3Crect%20width%3D%27613%27%20height%3D%27793%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/4.-LAPORAN-LABA-RUGI-232x300.jpg 232w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/4.-LAPORAN-LABA-RUGI-768x994.jpg 768w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/4.-LAPORAN-LABA-RUGI-791x1024.jpg 791w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/4.-LAPORAN-LABA-RUGI.jpg 1700w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 613px) 100vw, 613px\" \/>Sumber : Zahir Online<\/a><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>Multiple Step,<\/b><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 Sedangkan dalam bentuk Multple Step, nilai pendapatan, beban di jabarkan secara rinci sesuai dengan kelompoknya hingga menjadi satu runtutan akun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh pencatatan Multiple Step, diantaranya ;\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Total penjualan \u2013 Harga Pokok Penjualan = Laba Bruto<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Laba Bruto \u2013 Biaya Usaha = Pendapatan Bersih<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pendapatan Bersih Sebelum Pajak \u2013Pajak Penghasilan = Laba bersih setelah Pajak<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada pencatatan pendapatan, dirincikan menjadi 2 Pendapatan Usaha dan Pendapatan diluar Usaha.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akun beban juga dibedakan dan di rincikan berdasarkan kelompoknya seperti beban usaha dan beban diluar usaha.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh laporan laba rugi\u00a0 Multipe Step:<\/span><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/PNL-v1.2020.12.61104.png\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter wp-image-17347 \" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/PNL-v1.2020.12.61104.png\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/PNL-v1.2020.12.61104.png\" alt=\"Profit and loss\/Laba Rugi perusahaan\" width=\"585\" height=\"1110\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27585%27%20height%3D%271110%27%20viewBox%3D%270%200%20585%201110%27%3E%3Crect%20width%3D%27585%27%20height%3D%271110%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/PNL-v1.2020.12.61104-158x300.png 158w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/PNL-v1.2020.12.61104-540x1024.png 540w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/PNL-v1.2020.12.61104-768x1457.png 768w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/PNL-v1.2020.12.61104.png 1348w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 585px) 100vw, 585px\" \/>Sumber: Zahir Online<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dapat disimpulkan perbedaan dari dua cara pelaporan ini hanya di bedakan di cara menyusunnya saja, jika di Single Step di susun secara langsung digabungkan satu sesuai kelompok. Jika di Multiple Step di susun dan dijabarkan secara terperinci berdasarkan kelompok akunnya. <\/span><\/p>\n<h4><\/h4>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>B. Laporan Neraca<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 Laporan Neraca\u00a0 atau dalam bahasa akuntansi nya adalah Balance Sheet. merupakan, laporan yang menunjukkan keadaan keuangan (kekayaan, hutang dan modal) pada suatu perusahaan. Atau simple nya neraca ini berisi atau menyajikan laporan asset, hutang dan modal perusahaan dalam periode akuntansi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bentuk neraca ada 2 macam, yaitu :<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><b style=\"text-align: left;\">Neraca Bentuk Staffel,\u00a0<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 \u00a0Neraca bentuk staffel yaitu cara penyusunanya adalah nilai aktiva dan pasiva serta modal\u00a0 disusun kebawah. Nilai aktiva diatas sedangkan nilai pasiva dan modal dibawah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh Neraca Bentuk Staffel:<\/span><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/BS-v1.2020.12.61104-1.png\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter wp-image-17348 \" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/BS-v1.2020.12.61104-1.png\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/BS-v1.2020.12.61104-1.png\" alt=\"Balance Sheet \/ Neraca perusahaan\" width=\"600\" height=\"1528\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27600%27%20height%3D%271528%27%20viewBox%3D%270%200%20600%201528%27%3E%3Crect%20width%3D%27600%27%20height%3D%271528%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/BS-v1.2020.12.61104-1-118x300.png 118w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/BS-v1.2020.12.61104-1-402x1024.png 402w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/BS-v1.2020.12.61104-1-768x1955.png 768w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/BS-v1.2020.12.61104-1.png 1348w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/>Sumber : Zahir Online<\/a><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><b><\/b> <b>Neraca Bentuk Scontro,<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 Neraca bentuk Scontro ini cara penyusunannya adalah nilai aktiva dan pasiva serta modal disusun sejajar. Aktiva berada disisi kiri, sedangkan pasiva dan modal berada di sisi kanan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh Neraca bentuk Scontro:<\/span><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/balance-sheet-artikel.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter wp-image-17390 \" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/balance-sheet-artikel.jpg\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/balance-sheet-artikel.jpg\" alt=\"\" width=\"628\" height=\"485\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27628%27%20height%3D%27485%27%20viewBox%3D%270%200%20628%20485%27%3E%3Crect%20width%3D%27628%27%20height%3D%27485%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/balance-sheet-artikel-300x232.jpg 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/balance-sheet-artikel-768x593.jpg 768w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/balance-sheet-artikel-1024x791.jpg 1024w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/balance-sheet-artikel.jpg 2200w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 628px) 100vw, 628px\" \/>Sumber : Zahir Online<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>C. <\/b><b>Laporan Perubahan Modal<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 Laporan perubahan modal atau dalam bahasa akuntansi nya adalah capital statement merupakan laporan yang menggambarkan keadaan modal yang sebenarnya akibat dari kegiatan pokok operasional pada suatu periode akuntansi<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">. Laporan perubahan modal ini berkaitan erat dengan laporan laba rugi karna niai laba bersih yang muncul atau diperoleh dari laporan laba rugi akan menambah nilai modal, begitupun sebaliknya jika yang muncul di laporan laba rugi adalah nilai rugi, maka di laporan perubahan modal nilai modal akan dikurang niai rugi bersih. Adapun yang menyebabkan laporan perubahan modal ini terjadi atau harus di susutkan adalah karena adanya :<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Laba atau kerugian perusahaan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Modal tambahan atau setoran modal \/investasi dari pemilik<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengambilan untuk kepentingan pribadi (Prive)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh Laporan Perubahan Modal :<\/span><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/5.-LAPORAN-PERUBAHAN-EKUITAS.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter wp-image-17392 \" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/5.-LAPORAN-PERUBAHAN-EKUITAS.jpg\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/5.-LAPORAN-PERUBAHAN-EKUITAS.jpg\" alt=\"\" width=\"389\" height=\"504\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27389%27%20height%3D%27504%27%20viewBox%3D%270%200%20389%20504%27%3E%3Crect%20width%3D%27389%27%20height%3D%27504%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/5.-LAPORAN-PERUBAHAN-EKUITAS-232x300.jpg 232w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/5.-LAPORAN-PERUBAHAN-EKUITAS-768x994.jpg 768w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/5.-LAPORAN-PERUBAHAN-EKUITAS-791x1024.jpg 791w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/5.-LAPORAN-PERUBAHAN-EKUITAS.jpg 1700w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 389px) 100vw, 389px\" \/>Sumber : Zahir Online<\/a><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>D. Laporan Arus Kas<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 Laporan arus kas atau dalam bahasa akuntansi nya disebut dengan statement of cash flow, merupakan laporan keuangan perusahaan yang berisi sumber serta penggunaan (kas). Ada 4 Laporan Arus Kas, Yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Laporan arus kas terdiri untuk kas dan setara kas\u00a0 terdiri atas kas dan giro<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kas dari aktivitas operasi, merupakan nilai kas yang berasal dari kegiatan utama perusahaan. Misalnya : hutang dagang dan pembayaran gaji karyawan.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kas dari aktivitas investasi, merupakan kas yang berhubungan dengan perolehan atau penjualan aktiva tetap.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kas dari aktivitas pendanaan, merupakan kas yang berhubugan dengan penambahan atau pengurangan modal perusahaan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh Laporan Arus Kas:\u00a0<\/span><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/CF-v1.2020.12.61104.png\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter wp-image-17349 \" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/CF-v1.2020.12.61104.png\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/CF-v1.2020.12.61104.png\" alt=\"Cash Flow\/ Arus kas perusahaan\" width=\"516\" height=\"916\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27516%27%20height%3D%27916%27%20viewBox%3D%270%200%20516%20916%27%3E%3Crect%20width%3D%27516%27%20height%3D%27916%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/CF-v1.2020.12.61104-169x300.png 169w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/CF-v1.2020.12.61104-577x1024.png 577w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/CF-v1.2020.12.61104-768x1363.png 768w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/CF-v1.2020.12.61104.png 1348w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 516px) 100vw, 516px\" \/>Sumber : Zahir Online<\/a><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>E. Catatan atas Laporan keuangan<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 Catatan atas laporan keuangan merupakan, bagian dari laporan keuangan yang menyajikan informasi tambahan atas laporan keuangan seperti laba rugi,neraca,perubahan modal juga arus kas. Fungsi dari catatan atas laporan keuangan ini meliputi ;<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Informasi mengenai laporan yang tidak memenuhi kriteria yang di sajikan dalam laporan keuangan<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memberikan penjelasan atau rincian dari pos yang di sajikan dalam laporan keuangan.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Catatan atas laporan keuangan biasanya di susun atau di sajikan setelah laporan laba rugi, neraca, perubahan modal, juga arus kas. Dengan urutan sebagai berikut :<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dasar penyusunan laporan keuangan dan ikhtisar kebijakan akuntansi yang diterapkan<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Informasi tambahan\u00a0 untuk yang telah di sajikan dalam laporan neraca,laba rugi,perubahan modal juga laporan arus kas sesuai dengan urutan penyajian masing masing laporan.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gambaran umum perusahaan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah fungsi yang kita bahas dari Catatan atas Laporan Keuangan, Catatan Laporan Keuangan ini juga bertujuan untuk mudah di pahami oleh pihak perusahaan atau managemen perusahaan dan juga serta untuk banyak pihak\u00a0 Catatan atas laporan keuangan ini, umumnya berisi infomasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0Contoh catatan atas laporan keuangan :<\/span><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/f0def6fa3cf84ebf8b45c9dd30fc311b2lXRvwUYaXB9kTvL-0.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter wp-image-17389 \" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/f0def6fa3cf84ebf8b45c9dd30fc311b2lXRvwUYaXB9kTvL-0.jpg\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/f0def6fa3cf84ebf8b45c9dd30fc311b2lXRvwUYaXB9kTvL-0.jpg\" alt=\"\" width=\"439\" height=\"568\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27439%27%20height%3D%27568%27%20viewBox%3D%270%200%20439%20568%27%3E%3Crect%20width%3D%27439%27%20height%3D%27568%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/f0def6fa3cf84ebf8b45c9dd30fc311b2lXRvwUYaXB9kTvL-0-232x300.jpg 232w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/f0def6fa3cf84ebf8b45c9dd30fc311b2lXRvwUYaXB9kTvL-0-768x994.jpg 768w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/f0def6fa3cf84ebf8b45c9dd30fc311b2lXRvwUYaXB9kTvL-0-791x1024.jpg 791w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/f0def6fa3cf84ebf8b45c9dd30fc311b2lXRvwUYaXB9kTvL-0.jpg 1700w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 439px) 100vw, 439px\" \/>Sumber : Zahir Online<\/a><\/p>\n<h4 id=\"alasan\">Alasan Mengapa Laporan Keuangan itu Penting.<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah kita sudah memahami tentang Laporan Keuangan, pembahasan selanjutnya adalah. <em>Pentingnya laporan keuangan,<\/em> mengapa sih harus di mulai dari laporan keuangan? Alasan apa yang menyimpulkan bahwa laporan keuangan ternyata berperan penting bagi perusahaan di masa sekarang dan dimasa yang akan datang. Berikut alasan mengapa laporan keuangan itu penting ;<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><b>Untuk melihat kondisi perusahaan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, karna laporan keuangan ini bisa menjadi evaluasi untuk mengetahui kondisi perusahaan sedang mengalami kerugian atau mendapat laba. Dapat di ketahui juga berapa nilai asset yang penting atau berharaga bagi perusahaan. Produk mana yang lebih banyak peminatnya atau yang menjadi best seller penjualan. Dan, dapat mengetahui berapa banyak hutang juga piutang.\u00a0 Dengan data data laporan keuangan tersebut pengusaha\u00a0 dapat menentukan langkah kedepan yang akan diambil untuk perusahaannya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><b>Sebagai informasi untuk para investor,<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk para calon investor laporan keuangan ini sangat penting, sebab sebelum mereka melakukan investasi diperusahaan yang kita jalani mereka akan terlebih dahulu melihat laporan keuangannya seperti apa. Serta bisa mengetahui kondisi keuangan perusahaan kita seperti apa sehingga investor bisa menentukan berapa banyak keuntungan yang diambil ketika melakukan investasi di perusahaan yang kita kelola.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Laporan keuangan juga dapat <\/span><b>menjadi acuan para karyawan <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">yang bekerja di perusahaan kita. Mengingat bahawa gaji atau sumber pendapatan karyawan bersumber dari perusahaan yang kita kelola. Maka dengan laporan keuangan yang stabil dan rapi tentu karyawan akan semakin nyaman dan aman merasa kerja di perusahaan kita.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Laporan keuangan juga bisa <\/span><b>menjadi pegangan kepercayaan oleh customer atau supplier kita. <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan kondisi laporan keuangan yang baik mereka akan bersedia bekerja sama dalam waktu jangka panjang. Tetapi jika kondisi keuangannya berantakan itu bisa mengakibatkan pailit atau kebangkrutan akibatnya tak hanya perusahaan kita yang bangkrut tetapi juga pihak pihak yang bekerja sama dengan perusahaan kita.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0Dengan adanya laporan keuangan yang kita susun atau sajikan dengan baik, itu ternyata tidak hanya membantu perusahaan yang kita kelola saja tetapi juga sangat membantu para pengusaha atau investor yang ingin bekerjasama dengan perusahaan kita. Sampai sini paham mengapa laporan keuangan itu penting? Tak hanya\u00a0 itu tetapi juga dengan adanya laporan keuangan yang baik dan benar ini jadi sangat penentu untuk pengusaha mengambil kep<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">utusan yang tepat\u00a0 atas perusahaan yang kita kelola untuk dimasa sekarang dan masa yang akan datang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 \u00a0 \u00a0Zahir merupakan aplikasi bisnis terbaik dan tertepat untuk para pengusaha mengelola laporan keuangannya dengan sangat mudah, aman,cepat dan tepat. Dengan Zahir, para pengusaha hanya perlu memasukan transaksi transaksi nya saja pada menu(fitur) yang sudah di sediakan, maka laporan keuangan akan otomatis tersusun dengan sangat rapi. Jadi para pengusaha akan lebih dengan mudah mengetahui kondisi keuangan perusahanannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mudah bukan? Yuk tunggu apa lagi. Coba Zahir Online sekarang juga disini:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/go.zahironline.com\/auth\/signup?utm_source=instagram&amp;utm_medium=button_profil_ig_zo&amp;utm_campaign=free_trial]\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 \u00a0Free Trial<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Daftar isi : Apa itu laporan keuangan? Fungsi Laporan Keuangan.\u00a0 Jenis Jenis Laporan Keuangan\u00a0 Alasan mengapa laporan keuangan itu penting &nbsp; Bismillahirrahmanirrahim,\u00a0 \u00a0 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":83,"featured_media":17394,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[75,74,357,39,2220],"tags":[],"views":713,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17387"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/83"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17387"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17387\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17394"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17387"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17387"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17387"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}