{"id":16391,"date":"2019-01-25T08:26:11","date_gmt":"2019-01-25T01:26:11","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=16391"},"modified":"2022-03-16T16:04:32","modified_gmt":"2022-03-16T09:04:32","slug":"contoh-laporan-keuangan-perusahaan-dagang-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/contoh-laporan-keuangan-perusahaan-dagang-2\/","title":{"rendered":"Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang Simple"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/contoh-laporan-keuangan-perusahaan-dagang-simpel-04.png\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload alignnone size-full wp-image-16666\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/contoh-laporan-keuangan-perusahaan-dagang-simpel-04.png\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/contoh-laporan-keuangan-perusahaan-dagang-simpel-04.png\" alt=\"Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang Simple\" width=\"900\" height=\"300\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27900%27%20height%3D%27300%27%20viewBox%3D%270%200%20900%20300%27%3E%3Crect%20width%3D%27900%27%20height%3D%27300%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/contoh-laporan-keuangan-perusahaan-dagang-simpel-04-300x100.png 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/contoh-laporan-keuangan-perusahaan-dagang-simpel-04-768x256.png 768w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/contoh-laporan-keuangan-perusahaan-dagang-simpel-04.png 900w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Saat Anda membuat bisnis atau memiliki perusahaan, maka sangat diperlukan pencatatan akuntansi. Laporan keuangan bisa menjadi dasar Anda untuk mengambil keputusan perusahaan. Laporan keuangan adalah sebuah catatan yang berisi informasi keuangan dari perusahaan pada suatu periode akuntansi. Laporan keuangan bisa dipakai untuk menggambarkan kinerja perusahaan secara menyeluruh. Ini adalah bagian dari proses pelaporan keuangan untuk perusahaan Anda.<\/p>\n<p>Jika Anda ingin tahu contoh laporan keuangan perusahaan dagang, maka diartikel ini akan mengulang tentang hal itu. contoh laporan keuangan perusahaan dagang tak hanya untuk bisnis besar tapi juga bisa dipakai untuk bisnis kecil. Laporan keuangan adalah kunci kesuksesan sebuah perusahaan dalam menjalankan bisnis baik dalam skala besar maupun kecil.<\/p>\n<p>Pada bisnis yang berskala besar, maka umumnya laporan keuanagn dijalankan dengan sangat rapi dan tertata oleh seorang akuntan. Bahkan beberapa dari mereka menggunakan software akuntansi yang mampu membantu membuat laporan keuangan perusahaan dengan cepat.<\/p>\n\n<p>contoh laporan keuangan perusahaan dagang tak hanya dipakai untuk mengetahui laba dan rugi, tetapi juga sumber informasi dalam pengambilan keputusan dalam menghadapi persaingan bisnis.<\/p>\n<p>Macam-Macam Laporan Keuangan<\/p>\n<p>Berikut berbagai macam laporan keuangan yang ditetapkan oleh IAI:<\/p>\n<p>\u2022 Laporan Laba dan Rugi (Income Statement)<br \/>\nLaporan laba rugi ini adalah bagian dari laporan keuangan yang menginformasukan pendapatan perusahaan secara detail yang didapat dan beban yang ada selama suatu periode akuntansi tertentu di perusahaan. Laporan laba rugi juga bisa membuat Anda mengetahui apakah perusahaan tersebut mengalami keuntungan atau tidak di periode tertentu.<\/p>\n<p>\u2022 Laporan Cash Flow atau Arus Kas<br \/>\nLaporan arus kas adalah laporan keuangan yang memberikan informasi atas arus kas masuk dan keluar. Laporan ini juga bisa melihat pengaruhnya terhadap saldo kas akhir periode. Arus kas masuk seperti pendapatan dan arus kas keluar seperti beban biaya yang perusahaan keluarkan.<\/p>\n<p>\u2022 Neraca (Balance Sheet)<br \/>\nNeraca adalah bagian dari laporan keuangan yang bisa memperlihatkan jumlah modal, utan dan harta perusahaan selama satu periode akuntansi di perusahaan tersebut. Sangat penting sekali bagi Anda yang ingin membuat contoh laporan keuangan perusahaan dagang untuk membuat neraca juga.<\/p>\n<p>\u2022 Laporan Perubahan Modal \/ Ekuitas (Capital Statement)<br \/>\nLaporan perubahan modal merupakan laporan keuangan yang memberikan informasi mendetail tentang perubahan modal suatu perusahaan yang terjadi pada satu periode akuntansi. Laporan ini bisa membantu Anda untuk mengetahui apakah modal perusahaan bertambah atau berkurang. Perubahan modal atau ekuitas diraih dari selisih jumlah asset setelah dikurangi dengan kewajiban.<\/p>\n<p>\u2022 Catatan atas Laporan Keuangan (Note of Financial Statement)<br \/>\nCatatan atas pembuatan laporan keuangan adalah catatan atas informasi yang ditambahkan ke akhir laporan keuangan. Tujuannya untuk memberikan tambahan informasi kepada khalayak dengan informasi lebih lanjut. Catatan ini bisa membantu Anda menjelaskan perhitungan atas item tertentu serta memberikan penilaian yang lebih menyeluruh dari kondisi keuangan perusahaan. Catata atas laporan keuangan bisa berisi informasi tentang hutang, kelangsungan usaha, piutang, kewajiban kontinjensi atau informasi kontekstual untuk menginformasikan angka-angka keuangan seperti gugatan.<\/p>\n<p>Anda harus menyiapkan ini untuk membuat contoh laporan keuangan perusahaan dagang:<br \/>\n\u2022 Buku Catatan Kas<br \/>\n\u2022 Buku Catatan Pembelian Barang<br \/>\n\u2022 Buku Catatan Persedian Barang<br \/>\n\u2022 Buku Catatan Biaya<br \/>\n\u2022 Buku Catatan Penjualan<br \/>\n\u2022 Buku Catatan Utang<br \/>\n\u2022 Buku Catatan Piutang<\/p>\n<p>Anda harus menyiapkan tujuh buku catatan dengan keguanaannya masing-masing. Dalam satu transaksi akan menggunakan minimal dua buku, seperti saat mencatat pengluaran biaya, maka Anda harus mencatat dibuku kas dan buku biaya. Hal yang sama untuk transaksi penjualan atau pembelian, maka akan melibatkan beberapa buku untuk melakukan pencatatan.<\/p>\n<p>Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang<\/p>\n<p>Berikut tabel transaksi penjualan dan pembelian:<br \/>\n1. Transaksi Penjualan<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Laporan-Keuangan-adalah-Catatan-Informasi-1.jpg\" \/><br \/>\n2. Transaksi Pembelian<\/p>\n<p><img class=\"lazyload\" decoding=\"async\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Laporan-Keuangan-adalah-Catatan-Informasi-2.jpg\" \/><\/p>\n<p>Setelah itu, Anda harus menghitung jumlah modal dan hutang, dengan contoh laporan keuangan perusahaan dagang seperti berikut:<\/p>\n<p><img class=\"lazyload\" decoding=\"async\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Laporan-Keuangan-adalah-Catatan-Informasi-3.jpg\" \/><\/p>\n<p>Uang tunai sekarang misalnya Rp. 7.000.000<br \/>\n\u2022 Persediaan barang Rp. 20.000.000<br \/>\n\u2022 Utang total sejumlah Rp. 11.000.000<br \/>\n\u2022 Modal sebesar Rp. 16.000.000<\/p>\n<p>Setelah itu, Kita baru bisa membuat neraca awal. Dari angka di atas, Anda dapat membuatnya seperti berikut:<br \/>\nMaka Anda bisa mengetahui kondisi neraca awal bisnis pada titik seimbang yakni di angkaRp 27 juta. Lalu, Anda isi atau buat buku kas, buku biaya, buku penjualan, dll yang sudah disebutkan diatas. Anda bisa membuat table berikut untuk menyusun setiap buku laporan.<\/p>\n<p>Kita langsung saja pada contoh kasus, misalnya Anda adalah pemilik UKM \u201cSmartphone YOLO\u201d yang berkonsentrasi pada usaha dagang Handphone dan Aksesoris. Pada tanggal 6 mei 2017, Anda melakukan transaksi penjualan dengan seorang pelanggan bernama Tn. Andi dan Anda berhasil menjual 14 buah Handphone, 8 buah Casing, dan 9 buah Kartu Memori dengan harga keseluruhan Rp. 19.000.000. Satu hari kemudian Anda membayar tagihan internet dan rekening listrik sebesar Rp. 950.000. Dengan transaksi tersebut, buku yang akan dipengaruhi, antara lain sebagai berikut:<\/p>\n<p>\u2022 Buku Kas<\/p>\n<p>\u2022 Buku Penjualan<\/p>\n<p>\u2022 Buku Persediaan<\/p>\n<p>\u2022 Buku Biaya<\/p>\n<p>Jika ditulis dalam bentuk laporan, akan tergambar seperti berikut:<br \/>\n1. Buku Kas<\/p>\n<p><img class=\"lazyload\" decoding=\"async\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Laporan-Keuangan-adalah-Catatan-Informasi-5.jpg\" \/><br \/>\n2. Buku Penjualan<\/p>\n<p><img class=\"lazyload\" decoding=\"async\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Laporan-Keuangan-adalah-Catatan-Informasi-6.jpg\" \/><br \/>\n3. Buku Persediaan<\/p>\n<p><img class=\"lazyload\" decoding=\"async\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Laporan-Keuangan-adalah-Catatan-Informasi-7.jpg\" \/><\/p>\n<p>Setelah satu hari kemudian, Anda mengeluarkan biaya untuk membayar tagihan internet dan listrik sebesar Rp. 950.000. Buku yang dipengaruhi adalah sebagai berikut:<br \/>\n1. Buku Kas<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Laporan-Keuangan-adalah-Catatan-Informasi-8.jpg\" \/><br \/>\n2. Buku Biaya<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Laporan-Keuangan-adalah-Catatan-Informasi-9.jpg\" \/><\/p>\n<p>Untuk menghitung pendapatan, maka bisa menggunakan rumus seperti berikut:<br \/>\n1. Harga Pokok = Saldo Persediaan Awal + Pembelian \u2013 Persediaan Akhir<br \/>\n2. Laba Kotor = Penjualan \u2013 Harga pokok pembelian<br \/>\n3. Laba Bersih = Laba Kotor \u2013 Biaya<\/p>\n<p>Dengan gambaran contoh laporan keuangan perusahaan dagang tersebut, maka Anda bisa membuatnya dengan sederhana. Anda juga bisa mendapatkan gambran lebih jelas dan mudah atas posisi keuangan usaha Anda. Selain itu, Anda juga bisa mengetahui bagaimanan harus menjalankan bisnis kedepannya.<\/p>\n<p>Untuk pembuatan laporan keuangan perusahaan dagang, maka Anda bisa menggunakan software akuntansi. Dengan software akuntansi maka perkerjaan perhitungan seperti ini akan jauh lebih simpl tanpa harus rumit memikirkan rumus. Bisa dibedakan jika Anda membuat laporan keuangan di excel, maka penggunaan rumus sudah pasti Anda lakukan bukan?<\/p>\n<p>Zahir Accounting bisa menjadi pilihan software akuntansi yang bisa memberikan kemudahan Anda membuat laporan keuangan. Semua fitur di Zahir sudah didesain untuk memudahkan siapapun untuk bisa menggunakannya. Anda bisa mencoba gratis atau free trial dan rasakan sejuta manfaat sebagai solusi all in one untuk perusahaan Anda.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat Anda membuat bisnis atau memiliki perusahaan, maka sangat diperlukan pencatatan akuntansi. Laporan keuangan bisa menjadi dasar Anda untuk mengambil keputusan perusahaan. Laporan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":79,"featured_media":16665,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[24],"tags":[2164],"views":706,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16391"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/79"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16391"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16391\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16665"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16391"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16391"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16391"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}