{"id":15810,"date":"2021-08-05T11:05:25","date_gmt":"2021-08-05T04:05:25","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=15810"},"modified":"2021-11-02T10:33:41","modified_gmt":"2021-11-02T03:33:41","slug":"pentingnya-manajemen-inventory","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/pentingnya-manajemen-inventory\/","title":{"rendered":"Pentingnya Manajemen Inventory Bagi Suatu Perusahaan"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter wp-image-16113 size-full\" src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/Pentingnya-Manajemen-Inventory-Bagi-Suatu-Perusahaan-03.png\" data-orig-src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/Pentingnya-Manajemen-Inventory-Bagi-Suatu-Perusahaan-03.png\" alt=\"inventory\" width=\"900\" height=\"300\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27900%27%20height%3D%27300%27%20viewBox%3D%270%200%20900%20300%27%3E%3Crect%20width%3D%27900%27%20height%3D%27300%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/Pentingnya-Manajemen-Inventory-Bagi-Suatu-Perusahaan-03-300x100.png 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/Pentingnya-Manajemen-Inventory-Bagi-Suatu-Perusahaan-03-768x256.png 768w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/Pentingnya-Manajemen-Inventory-Bagi-Suatu-Perusahaan-03.png 900w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><\/p>\n<p>Manajemen persediaan atau manajemen inventory merupakan asset yang berharga bagi setiap perusahaan. Karena itu, kita akan membahasnya kali ini.<\/p>\n<p>Tetapi sebelum masuk lebih jauh, kita akan membahas pengertiannya terlebih dahulu apa itu manajemen inventory.<\/p>\n<h2>Pengertian Manajemen Inventory<\/h2>\n<p>Makna dari manajemen adalah sistem pengelolaan sehingga sesuatu tersebut bisa benar-benar efektif. Sedangkan inventory adalah stok barang atau bahan yang disimpan untuk tujuan tertentu.<\/p>\n<p>Tujuan tersebut di antaranya adalah untuk memenuhi kebutuhan proses produksi atau dijual lagi. Inventory ini meliputi bahan baku (raw materials), barang dalam proses (in-process goods), dan barang jadi (finished goods).<\/p>\n<p>Manajamen inventory adalah sebuah manajemen atau pengelolaan yang mengontrol setiap produk atau barang yang diperjual belikan dalam operasi sehari-hari pada suatu perusahaan.<br \/>\n<\/p>\n<h2>Fungsi Manajemen Inventory<\/h2>\n<p>Sebagai bagian penting dalam proses berjalannya perusahaan, manajemen inventory tentu memiliki banyak fungsi. Setidaknya terdapat empat fungsi di balik manajemen inventory, di antaranya:<\/p>\n<h3>1. Antisipasi Barang Sulit Didapatkan di Pasaran<\/h3>\n<p>Beberapa hal yang biasanya masuk dalam inventory adalah bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi.<\/p>\n<p>Jika seandainya perusahaan tidak menyiapkan tiga hal ini melalui manajemen inventory, ketika ada kesulitan mendapatkan produk tersebut di pasaran maka perusahaan bisa ketar-ketir, apalagi ketika permintaan membeludak.<\/p>\n<p>Namun, ketika perusahaan menjalankan manajemen inventory, hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan, lantaran telah ada antisipasi untuk mengamankan barang.<\/p>\n<h3>2. Antisipasi Kekurangan Persediaan<\/h3>\n<p>Sama halnya dengan poin pertama. Melakukan antisipasi sangat penting, lantaran selalu ada kemungkinan supply bahan baku terlambat karena satu dan lain hal.<\/p>\n<h3>3. Antisipasi Ketidakcocokan Pesanan<\/h3>\n<p>Dalam berbisnis ada banyak kemungkinan yang terjadi, termasuk ketidaksesuaian pesanan dengan barang yang tersedia.<\/p>\n<p>Tapi hal ini bisa dihindari, lantaran dengan manajemen inventory.<\/p>\n<h3>4. Proses Produksi Terjamin Kelancarannya<\/h3>\n<p>Perusahaan yang memproduksi barang sendiri akan sangat diuntungkan dengan manajemen inventory, lantaran mesin akan terus berputar menghasilkan produk-produk baru dalam bisnis ini.<\/p>\n<p>Jika persediaan aman, maka produk bisa terus diproduksi setiap hari untuk kemudian dikirim ke konsumen.<\/p>\n<h2>Tujuan Manajemen Inventory<\/h2>\n<p>Setelah fungsi, tentu ada tujuan dari dikelolanya manajemen inventiory.<\/p>\n<p>Tujuan utama dari manajemen inventory adalah memastikan perusahaan berada dalam kondisi aman. Perusahaan dinyatakan aman ketika memiliki persediaan atau safety stock.<\/p>\n<p>Apa itu safety stock? Maksudnya adalah persediaan barang atau bahan baku produk yang sengaja disediakan sebagai antisipasi apabila terjadi kekurangan.<\/p>\n<p>Jika demikian terjadi, maka konsumen bisa saja kabur.<\/p>\n<p>Lebih rinci, ada tiga tujuan dari manajemen inventory, di antaranya adalah:<\/p>\n<h3>1. Mengontrol Persediaan Barang<\/h3>\n<p>Persediaan barang dalam bisnis tentu harus selalu dikontrol.<\/p>\n<p>Mengapa demikian?<\/p>\n<p>Sebab sebagai pengusaha Anda akan tahu ada berapa banyak produk yang tersedia, apakah produk itu bisa memenuhi permintaan konsumen?<\/p>\n<h3>2. Analisis Terhadap Penjualan<\/h3>\n<p>Pola penjualan barang bisa otomatis dianalisis ketika Anda selalu memantau persediaan produk perusahaan.<\/p>\n<p>Barang apa yang cepat keluar dan barang apa yang lama mendekam di gudang, semua akan jadi data penting yang bisa membantu Anda mengambil keputusan besar di kemudian hari.<\/p>\n<h3>3. Pesanan Dapat dengan Cepat Terpenuhi<\/h3>\n<p>Tentu, salah satu tujuan utama dari manajemen inventory adalah demi kenyamanan dan kepuasan konsumen.<\/p>\n<p>Barang yang tersedia di gudang menjadi jaminan bahwa perusahaan Anda tidak akan mengecewakan pelanggan.<\/p>\n<p>Ada baiknya Anda menyetok barang best seller yang banyak dicari konsumen, agar mereka tidak kecewa ketika mengajukan permintaan tapi perusahaan tidak bisa memenuhi itu.<\/p>\n<h2>Ruang Lingkup Manajemen Inventory<\/h2>\n<p>Dalam menjalankan manajemen persediaan pada dasarnya tugas besarnya tidak hanya berhenti pada pengelolaan barang masuk dan keluar saja.<\/p>\n<p>Lebih dari itu, jika dilihat lebih detail lagai, ruang lingkup dari manajemen persediaan cukuplah luas.<\/p>\n<p>Untuk lebih jelasnya, ruang lingkup manajemen inventory mencakup empat hal berikut, di antaranya:<\/p>\n<h3>1. Manajemen Inventaris<\/h3>\n<p>Adalah proses mengelola stok barang perusahaan. Pengelolaan ini mencakup menjamin tersedianya produk dan bahan baku produk.<\/p>\n<h3>2. Less Storage<\/h3>\n<p>Ketika manajemen inventory memberikan data perihal stok barang, orang yang bertanggung jawab dalam less storage mengatur bagaimana caranya produk yang ada di gudang selalu berjumlah sedikit.<\/p>\n<p>Artinya harus dipikirkan bagaimana barang-barang tersebut cepat keluar dan sampai di tangan konsumen.<\/p>\n<h3>3. Tingkat Produktivitas<\/h3>\n<p>Manajemen inventory membantu banyak pekerjaan karyawan, apalagi jika data diolah menggunakan aplikasi.<\/p>\n<p>Dengan kondisi tersebut, karyawan bisa mengetahui dengan cepat berapa bahan baku yang dibutuhkan untuk kemudian diproduksi menjadi barang jadi.<\/p>\n<h3>4. Meningkatkan Keuntungan<\/h3>\n<p>Manajemen inventory juga berperan dalam meningkatkan keuntungan perusahaan. Pasalnya, data-data yang ada dalam manajemen persediaan bisa memberikan informasi tentang keuangan perusahaan.<\/p>\n<h2>Metode Manajamen Persediaan<\/h2>\n<p>Praktek pelaksanaan manajemen persediaan tiap perusahaan tidaklah selalu seragam.<\/p>\n<p>Perbedaan cara manajemen ini ditentukan oleh banyak faktor, seperti besar kecilnya sebuah perusahaan dan strategi dari bisnis yang dijalankan.<\/p>\n<p>Secara umum, ada lima metode inventory yang biasanya digunakan oleh perusahaan, di antaranya:<\/p>\n<h3>1. Metode MRP (Material Requirement Planning)<\/h3>\n<p>Metode ini menjamin persediaan bahan baku produksi perusahaan selalu tersedia. Dalam Bahasa Indonesia, MRP dikenal sebagai perencanaan kebutuhan material.<\/p>\n<p>MRP juga mengatur jumlah persediaan bahan baku, semakin sedikit bahan baku dianggap semakin bagus. Pasalnya, dengan jumlah minim, biaya perawatan bahan baku juga otomatis akan berkurang.<\/p>\n<h3>2. Metode EOQ (Economic Order Quantity)<\/h3>\n<p>Dengan metode ini, perusahaan hanya menyimpan persediaan bahan baku produk sesuai dengan jumlah pesanan yang diterima sebelumnya.<\/p>\n<p>Hal ini akan berdampak pada kosongnya bahan sisa.<\/p>\n<p>Metode ini dianggap sangat menguntungkan, lantaran perusahaan tidak harus mengeluarkan biaya pemeliharaan bahan dan gedung.<\/p>\n<h3>3. Metode Analisa ABC<\/h3>\n<p>Metode ini membagi-bagi persediaan bahan baku produk ke dalam beberapa golongan tergantung kualitas produk.<\/p>\n<p>Misalnya, bahan baku yang membutuhkan biaya perawatan lebih mahal dikategorikan sebagai A, perawatan sedang dikategorikan sebagai B, dan seterusnya.<\/p>\n<h3>4. Metode JIT (Just In Time)<\/h3>\n<p>Perusahaan didorong untuk tidak memiliki persediaan barang, lantaran barang harus selalu bisa dikeluarkan alias terjual habis ke konsumen.<\/p>\n<p>Namun, dengan metode ini, perusahaan bisa jadi tiba-tiba membutuhkan pasokan stok barang ketika mendapatkan pesanan.<\/p>\n<p>Agar pasokan barang bisa tersedia dengan lancar, maka perusahaan harus menjalin hubungan baik dengan pemasok.<\/p>\n<h3>5. Metode Periodic Review<\/h3>\n<p>Persediaan bahan dipesan dalam jarak waktu yang sama dengan dikeluarkannya barang ke konsumen.<\/p>\n<p>Metode ini memiliki keunggulan yaitu dapat meredam fluktuasi permintaan bahan baku. Lantaran, perusahaan sudah memiliki jadwal pasti kapan pasokan barang akan datang dan kapan akan dikeluarkan.<\/p>\n<p>Jika demikian, maka tim keuangan bisa memperkirakan berapa banyak uang yang harus dikeluarkan untuk memasok bahan baku dalam periode itu.<\/p>\n<h2>Pentingnya Manajemen Persediaan<\/h2>\n<p>Mengapa manajemen inventori atau manajemen persediaan sangat penting, apalagi dalam bisnis retail yang mana arus keluar masuk barang sangat cepat?<\/p>\n<p>Inilah alasannya.<\/p>\n<p>Manajemen inventory memiliki peran penting dalam keseimbangan bisnis.<\/p>\n<p>Sistem ini dapat <a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/cara-mudah-mengontrol-stok-barang\/\">mengontrol stok barang<\/a>, yang mana hal itu merupakan langkah awal untuk membuat perencanaan panjang soal kebutuhan barang setiap bulannya.<\/p>\n<p>Manajemen persediaan akan lebih mudah dipantau jika Anda menggunakan bantuan semacam aplikasi.<\/p>\n<p>Pasalnya, Anda tidak perlu pusing mencatat data secara manual dan memastikan berulang kali soal stok barang masuk dan barang keluar.<\/p>\n<p>Penggunaan aplikasi bisa menjadi pertimbangan bagi Anda yang ingin merapikan manajemen inventory di perusahaan.<\/p>\n<h2>Peran Manajemen Inventory pada Bisnis<\/h2>\n<p>Sebuah perusahaan tidak akan bisa lepas dari berbagai perencanaan dan pengendalian persediaan.<\/p>\n<p>Karena bagaimanapun juga hal tersebut memerlukan perhatian khusus dari pihak perusahaan agar bisa memberikan keuntungan bagi perusahaan tersebut.<\/p>\n<p>Suatu perusahaan bisa saja memboroskan budget karena pengeluaran yang tidak tersistem dengan baik apabila tidak memiliki manajemen persediaan yang baik.<\/p>\n<p>Sedangkan tujuan dari inventory adalah untuk menjaga berbagai investasi inventory dan menjaga tahap kehilangan inventory sekecil mungkin.<\/p>\n<p>Manajemen inventory memiliki beberapa peranan bagi sebuah perusahaan, di antaranya adalah untuk menemukan tahap yang seimbang antara biaya perusahaan dan juga biaya yang dibutuhkan untuk biaya pengadaan, dan penyimpanan.<\/p>\n<p>Hal tersebut bertujuan untuk mencapai persediaan yang semaksimal mungkin dengan biaya seminimal mungkin.<\/p>\n<h2>Manfaat Penting Manajemen Inventory pada Bisnis<\/h2>\n<p>Manajemen inventory memiliki banyak tujuan. Berikut adalah beberapa tujuan dari manajemen inventory:<\/p>\n<h3>1. Untuk mengantisipasi risiko keterlambatan datangnya barang<\/h3>\n<p>Untuk sebuah perusahaan yang memproduksi sesuatu, keterlambatan datangnya barang tentunya sangat merugikan.\u00a0Keterlambatan suplai bisa saja menghambat proses produksi.<\/p>\n<p>Meskipun keterlambatan suplai tidak seharusnya terjadi, tidak ada salahnya untuk mengantisipasinya dengan manajemen inventory.<\/p>\n<p>Antisipasi ini dapat dilakukan dengan cara-cara berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Menyiapkan persediaan bahan mentah agar perusahaan tidak selalu menggantungkan persediaannya pada supplier dalam hal kuantitas dan pengiriman.<\/li>\n<li>Persediaan barang dalam proses ditujukan agar tiap bagian yang terlibat dapat lebih leluasa dalam berbuat dalam menyediakan barang.<\/li>\n<li>Menyiapkan persediaan bahan untuk memenuhi permintaan yang tidak pasti dari langganan.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>2. Untuk mengantisipasi pesanan bahan yang tidak sesuai dengan yang diperlukan<\/h3>\n<p>Sebuah perusahaan tidak akan pernah mengetahui bagaimana keadaan bahan yang akan disuplai. Apabila barang tersebut tidak sesuai dengan yang diperlukan, maka dibutuhkan pengembalian.<\/p>\n<p>Hal yang seperti ini memang jarang terjadi, namun bukan berarti tidak akan pernah terjadi.<\/p>\n<p>Untuk mencegahnya, perusahaan harus memastikan barang tersebut sesuai dengan apa yang diperlukan.<\/p>\n<p>Proses produksi harus tetap berjalan jika hal tersebut memang benar-benar terjadi. Pada saat \u00a0itulah manajemen inventory sangat dibutuhkan.<\/p>\n<h3>3. Untuk mengantisipasi apabila bahan yang diperlukan tidak tersedia di pasaran<\/h3>\n<p>Beberapa bahan biasanya hanya tersedia di saat-saat tertentu. Hal tersebut bisa dikarenakan faktor alam, cuaca, dan lain sebagainya.<\/p>\n<p>Bahan yang seperti itu bisa saja susah untuk didapatkan.<\/p>\n<p>Untuk mengantisipasinya, diperlukan penyimpanan bahan baku yang bersifat musiman agar perusahaan tidak akan kesusahan apabila bahan tersebut tidak tersedia di pasaran.<\/p>\n<h3>4. Sebagai tahapan untuk menjamin lancarnya proses produksi<\/h3>\n<p>Bagi perusahaan yang memproduksi suatu barang, proses produksi adalah proses yang harus terus berjalan agar bisa terus mendapatkan keuntungan dan memenuhi kebutuhan para pelanggan.<\/p>\n<p>Manajemen inventory dapat memiliki peran penting untuk memastikan bahwa bahan yang diperlukan selalu tersedia.<\/p>\n<p>Jika bahan produksi selalu tersedia, maka proses tersebut tidak akan terhambat.<\/p>\n<h3>5. Untuk memanfaatkan penggunaan mesin secara optimal<\/h3>\n<p>Menggunakan mesin secara optimal merupakan hal yang sangat penting.<\/p>\n<p>Hal ini dikarenakan harga mesin tentunya tidaklah murah, dengan penggunaan yang optimal perusahaan tidak akan mengalami kerugian.<\/p>\n<h3>6. Untuk memenuhi kebutuhan pasar secara optimal<\/h3>\n<p>Ketika sudah mendapat tempat di hati para pelanggannya, sebuah perusahaan harus tetap menjaga kestabilan suplai kepada pelanggan tersebut.<\/p>\n<p>Manajemen inventory dapat sangat membantu untuk memastikan ketersediaan bahan baku.<\/p>\n<p>Dengan begitu, proses untuk memenuhi kebutuhan pasar akan tetap berjalan.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Setelah mengetahui akan manfaat dan pentingnya manajemen inventory pada bisnis, Anda sebagai pebisnis wajib menerapkan di perusahaan Anda.<\/p>\n<p>Terlebih jika perusahaan Anda mulai berkembang dan mencatatkan banyak transaksi.<\/p>\n<p>Cara mudah untuk menerapkan manajemen persediaan barang adalah dengan menggunakan <a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/software-inventory\">software inventory<\/a>.<\/p>\n<p>Dengan bantuan software tersebut, maka akan mempermudah pekerjaan Anda dalam melakukan pencatatan barang keluar masuk, persediaan stok di gudang, dan membuat laporan.<\/p>\n<p>Dapat disimpulkan bahwa dengan adanya manajemen persediaan, stok bahan di sebuah perusahaan bisa terus tersedia dalam keadaan apapun.<\/p>\n<p>Manajemen persediaan ini tentunya juga bisa mencegah adanya pemborosan di suatu perusahaan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manajemen persediaan atau manajemen inventory merupakan asset yang berharga bagi setiap perusahaan. Karena itu, kita akan membahasnya kali ini. Tetapi sebelum masuk lebih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":66,"featured_media":16112,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[148,2075,702,2076],"views":19940,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15810"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/66"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15810"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15810\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16112"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15810"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15810"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15810"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}