{"id":14264,"date":"2017-08-25T10:48:23","date_gmt":"2017-08-25T03:48:23","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=14264"},"modified":"2022-09-12T11:13:38","modified_gmt":"2022-09-12T04:13:38","slug":"mengubah-cold-dengan-content-marketing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/mengubah-cold-dengan-content-marketing\/","title":{"rendered":"STRATEGI MENGUBAH COLD TRAFFIC MENJADI PEMBELI AKTIF DENGAN CONTENT MARKETING"},"content":{"rendered":"<h1 style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/strategi-mengubah-cold-traffic-01.png\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter size-full wp-image-15581\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/strategi-mengubah-cold-traffic-01.png\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/strategi-mengubah-cold-traffic-01.png\" alt=\"strategi mengubah cold traffic menjadi pembeli aktif dengan content marketing\" width=\"903\" height=\"302\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27903%27%20height%3D%27302%27%20viewBox%3D%270%200%20903%20302%27%3E%3Crect%20width%3D%27903%27%20height%3D%27302%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/strategi-mengubah-cold-traffic-01-300x100.png 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/strategi-mengubah-cold-traffic-01-768x257.png 768w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/strategi-mengubah-cold-traffic-01.png 903w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 903px) 100vw, 903px\" \/><\/a><\/h1>\n<h1 style=\"text-align: center;\">MENGUBAH COLD TRAFFIC MENJADI PEMBELI AKTIF DENGAN CONTENT MARKETING<\/h1>\n<p><em>Content Marketing.\u00a0<\/em>Ketika menbicarakan Content marketing, banyak pemahaman yang mengartikannya sebagai blog yang mana hal ini belum tepat.<\/p>\n<p>Sejatinya, blog dapat dipahami sebagai bagian pokok dari taktik content marketing yang visinya untuk memberikan beberapa perubahan yaitu :<\/p>\n<ul>\n<li>Menjadikan penjelajah konten anda sebagai leads<\/li>\n<li>Mendorong leads berubah ke <em>customer<\/em><\/li>\n<li>Mewujudkan pembeli aktif dari <em>costumer<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p>Berita baik bagi anda yang sudah memiliki blog, yaitu\u00a0point penting dalam content marketing sudah anda miliki.<\/p>\n<p>Blog mempunyai posisi yang sangat khusus atau spesifik.<\/p>\n<div id=\"attachment_14265\" style=\"width: 310px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/contentfeat.png\"><img aria-describedby=\"caption-attachment-14265\" decoding=\"async\" class=\"lazyload size-medium wp-image-14265\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/contentfeat-300x232.png\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/contentfeat-300x232.png\" alt=\"Strategi Content Marketing\" width=\"300\" height=\"232\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27300%27%20height%3D%27232%27%20viewBox%3D%270%200%20300%20232%27%3E%3Crect%20width%3D%27300%27%20height%3D%27232%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/contentfeat-300x232.png 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/contentfeat.png 600w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-14265\" class=\"wp-caption-text\">Strategi Content Marketing<\/p><\/div>\n<h6 style=\"text-align: center;\">Source Gambar: <a href=\"https:\/\/tallyfy.com\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/contentfeat.png\">tallyfy<\/a><\/h6>\n<p>Sebagian besar digital marketer mengubah blog secara paksa menjadi content marketing, padahal bukanlah suatu peran dari blog untuk melakukannya. Akibatnya, digital marketer tidak mampu mewujudkan hasil yang dikehendaki alias gagal.<\/p>\n<p>Guna mengganti <em>cold traffic<\/em> prospek menjadi pembeli aktif memakai content drafting, maka perlu anda simak beberapa pembahasan dibawah ini :<\/p>\n<h2><strong>Simple Marketing Funnel<\/strong><\/h2>\n<p>Adalah satu dari berbagai metode Marketing 101, tetapi dibagian ini akan dibahas lebih mendalam tentang konsep content marketing.<\/p>\n<p>Di bawah ini ada tiga tahap yang harus Anda lewati untuk mengubah <em>cold traffic<\/em> menjadi <em>customer :<\/em><\/p>\n<ul>\n<li><em>Awareness <\/em><\/li>\n<li><em>Evaluation<\/em><\/li>\n<li><em>Conversion<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p>Apabila mereka tidak memedulikan dan mementingkan masalah dan solusi yang anda berikan maka prospek anda pun juga tidak akan menerapkan solusi yang sama.<\/p>\n<p>Sebelum <em>customer <\/em>Anda menemukan pilihan solusi yang tersedia didepannya, maka Konversi akan mustahil didapatkan. Hal inilah yang dimaksudkan sebagai content marketing.<\/p>\n<h2><strong>TOFU, MOFU, BOFU<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>Content<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>Marketing<\/strong><\/h2>\n<p>Dibutuhkan konten yang memenuhi kebutuhan seseorang di tiap tahap guna memindahkan prospek melalui funnel marketing, dengan kata lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Dibutuhkan konten di TOFU (top of the funnel) yang memberikan fasilitas<\/li>\n<li>Dibutuhkan konten di MOFU (middle of teh funnel) yang memberikan fasilitas evaluasi.<\/li>\n<li>Dibutuhkan konten di BOFU (bottom of the funnel) yang memberikan fasilitas konversi.<\/li>\n<\/ul>\n<p><em>Bukankah hal ini mudah?<\/em><\/p>\n<p>Blog sangatlah luar biasa untuk memberikan fasilitas awareness tetapi blog kurang bagus jika digunakan sebagai sarana evaluasi dan konversi.<\/p>\n<p>Bagian yang sangat penting dalam bisnis Anda adalah Evaluasi dan Konversi. Jangan terkejut apabila anda memiliki sebuah blog namun pengaruhnya sangat kecil bahkan tidak ada pengaruhnya pada omzet bisnis yang sedang anda jalani. Alasan utamanya adalah sederhana yaitu karena tidak ada tahapan MOFU dan BOFU sehingga mereka aware hanya kepada permasalahan mereka sendiri.<\/p>\n<p>Anda membutuhkan berbagai jenis konten untuk memindahkan prospek lewat MOFU dan BOFU, sesuai gambar di bawah ini.<\/p>\n<p>Inilah yang dikenal sebagai <em>content lifecycle<\/em><\/p>\n<p>Anda dapat melihat bahwa setiap funnel dan konten yang diperlukan di setiap tahapannya.<\/p>\n<h4><strong>Top Of The Funnel (TOFU) Content Marketing<\/strong><\/h4>\n<p>Prospek akan mendatangi TOFU (top of teh funnel) anda, di tahap awal biasanya mereka tidak tahu tentang solusi yang anda ajukan dan terkadang tidak sadar terhadap <em>problem <\/em>yang mereka miliki.<\/p>\n<p>Maka, konten yang gampang diterima oleh audiens anda akan sangat anda butuhkan.<\/p>\n<p>Penyebabnya adalah hanya sedikit motivasi yang mereka miliki untuk menjelajah di funnel Anda. Diistilahkan sedikit karena dengan hanya memasuki blog anda, mereka masih memiliki sedikit motivasi. PR untuk anda adalah membuat motivasi mereka berkembang menjadi lebih besar.<\/p>\n<p>Anda butuh tema konten yang bisa anda bagikan secara gratis yang berisikan:<\/p>\n<ul>\n<li>Edukasi<\/li>\n<li><em>Entertaiment<\/em><\/li>\n<li>Inspirasi<\/li>\n<\/ul>\n<p>Setelah itu Anda akan siap untuk menciptakan macam konten seperti :<\/p>\n<ul>\n<li>Blog Post<\/li>\n<li><em>Update Social Media <\/em><\/li>\n<li>Infografik<\/li>\n<li>Fotografi<\/li>\n<li>Buku \/ Majalah Digital<\/li>\n<li><em>Video \/Audio Podcast<\/em><\/li>\n<li><em>Microsite<\/em><\/li>\n<li>Koran \/majalah yang dicetak (membutuhkan<em>budget<\/em>\u00a0yang banyak untuk bagian ini)<\/li>\n<li>Riset<\/li>\n<\/ul>\n<p>Apakah semua jenis konten diatas anda butuhklan di dalam funnel ? pastinya tidak!<\/p>\n<p>Mayoritas Anda mengeluarkan post konten di dalam blog dan media sosial seperti Twitter, Facebook, Instagram, atau Linkedln.<\/p>\n<p>Langkah selanjutnya yang Anda akan lakukan setelah anda memelajari topik dan jenis konten yaitu melakukan posting konten. Anda dapat memunculkan macam konten lain seperti podcast atau newsletter di media yang anda gunakan biasanya.<\/p>\n<p>Yang perlu diingat, visi utama dari TOFU (Top of the Funnel) adalah untuk menciptakan prospek aware terhadap \u201c<em>problem<\/em>\u201d dan \u201c<em>Solution<\/em>\u201d yang dibutuhkan.<\/p>\n<p>Sebagai contoh, ayo kita lihat WholeFoods di blognya WholeStory untuk meningkatkan awareness dari kegunaan kerang laut atau <em>scallop <\/em>dengan menunjukkan konten yang bermanfaat.<\/p>\n<p>Bagian selanjutnya, dapat anda lihat bagaimana KitchenDesign.Com memakai gambar dapur yang telah ditata ulang guna menyampaikan\u00a0 \u201cproblem aware\u201d dan \u201csolution aware\u201d\u00a0 bagi prospek mereka.<\/p>\n<p>Yang perlu disesali, TOFU (Yop of the Funnel) kemudian tidak dilanjutkan ke MOFU dan BOFU sehingga content marketing tidak bekerja secara penuh.<\/p>\n<p>Namun Anda sebagai digital marketer yang cerdas dapat memahami adanya celah peluang tersebut.<\/p>\n<p>Memberi tambahan sedikit <em>effort<\/em>, maka anda dapat mengubah posisi awareness menjadi evaluation di dalam MOFU (middle of the funnel)<\/p>\n<h4><strong>Middle of the Funnel (MOFU) Konten Marketing<\/strong><\/h4>\n<p>Visi pokok dari MOFU (Middle of the funnel) yakni mengubah \u201cproblem aware\u201d dan \u201csolution aware\u201d mulai dengan mengganti prospek anda menjadi leads.<\/p>\n<p>Anda mampu memanfaatkan konten gratis supaya Anda mendapatkan kontak mereka melalui opt-in guna menyepakati tawaran yang anda berikan.<\/p>\n<p>Hal tersebut dapat\u00a0 diartikan sebagai lead magnet yang bentuknya dapat berupa:<\/p>\n<ul>\n<li><em>Resource<\/em>yang Mendidik<\/li>\n<li><em>Resource<\/em>yang bermanfaat untuk mereka<\/li>\n<li>Diskon atau kupon<\/li>\n<li>Webinar atau event<\/li>\n<li><em>Download<\/em><em>software<\/em><\/li>\n<li>Kuis atau survei<\/li>\n<\/ul>\n<p>DuniaFitness.com memiliki jalan untuk memeroleh leads mengenai orang yang ingin menurunkan berat badan. Selanjutnya, DuniaFitness.com memberikan produk dari Sportindo.com untuk ditawarkan dengan lead magnet yang memasukkan penjelajah ke PanduanDiet.com.<\/p>\n<p>Anda akan diminta menuliskan nama dan\u00a0 alamat email anda untuk menerima e-book yang sebelumnya anda klik di tombol \u201cDownload Now\u201d. Tetapi jumlah di bank Anda tidak akan bertambah dengan hanya leads saja.<\/p>\n<p>Untuk mengonversi leads menjadi customer Anda, maka jenis konten ketiga yang dibutuhkan adalah BOFU (Bottom of the Funnel).<\/p>\n<h4><strong>Bottom of the Funnel (BOFU) Konten Marketing<\/strong><\/h4>\n<p>Nah, sekarang waktunya anda menjalankan bisnis anda dengan berjualan. Jenis konten apakan yang paling berpengaruh menarik leads untuk memutuskan menjadi pembeli? Beberapa macamnya adalah :<\/p>\n<ul>\n<li>Testimonial Customer<\/li>\n<li>Pembandingan antar Produk<\/li>\n<li>Demo atau Free Trial<\/li>\n<li>Event atau Webinar<\/li>\n<li>Kelas Kecil<\/li>\n<\/ul>\n<p>Ketika leads anda sudah membaca blog dan mengunduh lead magnet anda, anda tetap memerlukan konten yang dapat membantu mereka membuat keputusan untuk menjadi customer produk yang anda tawarkan atau produk kompetitor anda.<\/p>\n<p>Coba kita amati Salesforce.com yang menunjukkan berbagai testimoni dari pelanggan merek pada BOFO\u00a0 mereka guna memberi bukti bahwa produk mereka memang sesuai untuk leads mereka.<\/p>\n<p>Salesforce.com memunyai berbagai testimoni dari pelanggan mereka yang mana mahir di berbagai bidang pada industri masing-masing.<\/p>\n<p>Anda dapat melihat gambar XERO accounting dibawah ini:<\/p>\n<h3><strong>Apakah membuat Top of Funnel (TOFU) konten pada blog itu penting?<\/strong><\/h3>\n<p>Sudah pasti, tetapi apabila konten funnel yang dibuat tidak lengkap, maka Anda hanya akan mendapat hasil kontent marketing yang mengecewakan.<\/p>\n<p>Lalu bagaimana? Sudakah Anda paham tentang cara mewujudkan cold traffic berubah menjadi pembeli aktif?cobalah dan kami akan sangat antusias untuk mendengar pengalaman anda.<\/p>\n<p>(Catatan : anda bisa mempelajari lebih lanjut tentang content marketing dan berbagai strategi digital marketing yang lain dan mengembangkan omzet bisnis yang sedang anda geluti.)<\/p>\n<p>Oleh: Nuraini Anitasari<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MENGUBAH COLD TRAFFIC MENJADI PEMBELI AKTIF DENGAN CONTENT MARKETING Content Marketing.\u00a0Ketika menbicarakan Content marketing, banyak pemahaman yang mengartikannya sebagai blog yang mana hal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":66,"featured_media":15580,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[30],"tags":[34,1460,1462,1459,1437,36,923,1461,210,216,157],"views":588,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14264"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/66"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14264"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14264\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15580"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14264"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14264"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14264"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}