{"id":14190,"date":"2017-08-08T13:46:32","date_gmt":"2017-08-08T06:46:32","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=14190"},"modified":"2022-10-20T18:21:55","modified_gmt":"2022-10-20T11:21:55","slug":"memahahi-etika-profesi-akuntansi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/memahahi-etika-profesi-akuntansi\/","title":{"rendered":"MEMAHAMI ETIKA PROFESI AKUNTANSI"},"content":{"rendered":"<h1 style=\"text-align: center;\"><\/h1>\n<h1 style=\"text-align: center;\"><strong>Memahami Etika Profesi Akuntansi<\/strong><\/h1>\n<p><em>Akuntansi.\u00a0<\/em>Sebelum kita membahas mengenai etika profesi akuntansi\u00a0lebih lanjut, ada baiknya sebelum itu kita mengetahui apa arti profesi sebenarnya.<\/p>\n<p>Profesi biasanya disangkut pautkan dengan pekerjaan atau penghasil nafkah seseorang. Profesi selalu berhubungan dengan sumpah dan janji yang bersifat religius. Sedangkan profesional berarti sifat yang dimiliki seseorang secara teknis dan operasional sesuai dengan yang ditetakan dalam batas \u2013 batas etika profesi.<\/p>\n<p>Ciri \u2013 ciri suatu pekerjaan yang bisa dianggap profesi adalah: memiliki skill atau keterampilan, kode etik, tanggung jawab dan integritas, pengabdian pada publik, serta memiliki organisasi profesi.<\/p>\n<div id=\"attachment_14191\" style=\"width: 310px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/etika-profesi-akuntansi.jpg\"><img aria-describedby=\"caption-attachment-14191\" decoding=\"async\" class=\"lazyload size-medium wp-image-14191\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/etika-profesi-akuntansi-300x132.jpg\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/etika-profesi-akuntansi-300x132.jpg\" alt=\"akuntansi\" width=\"300\" height=\"132\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27300%27%20height%3D%27132%27%20viewBox%3D%270%200%20300%20132%27%3E%3Crect%20width%3D%27300%27%20height%3D%27132%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/etika-profesi-akuntansi-300x132.jpg 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/etika-profesi-akuntansi.jpg 602w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-14191\" class=\"wp-caption-text\">etika profesi<\/p><\/div>\n<h6 style=\"text-align: center;\">Source Gambar: <a href=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-_1pXy4DHNdo\/VLER1-rZhXI\/AAAAAAAAAUc\/BJakVDMjaeY\/s1600\/etika%2Bprofesi%2Bakuntansi.jpg\">Blogspot<\/a><\/h6>\n<p>Etika Profesi Akuntansi merupakan suatu ilmu yang di dalamnya membahas mengenai perilaku perbuatan baik dan buruk seseorang\u00a0sejauh yang dapat di pahami oleh pikiran manusia terhadap bidang pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan juga penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus sebagai Akuntan.<\/p>\n<h3><em>Pengertian Teknisi Akuntan dan Teknisi Akuntan yang Profesional<\/em><\/h3>\n<p>Teknisi akuntan adalah orang yang memiliki kompetensi untuk menjadi tenaga pelaksana pembukuan penyedia di bidang akuntan pada dunia usaha dan suatu lembaga. Sedangkan teknisi akuntan yang profesional adalah mereka yang memenuhi standar kerja dan mendapat pengkuan dari lembaganya. Contohnya sertifikat profesi yang terakreditasi yaitu memiliki standar pendidikan yang tinggi, banyaknya pengalaman kerja dan pelatihan kompetensi dalam subjek \u2013 subjek yang relevan.<\/p>\n<h3><em>Pengaruh profesi Teknisi Akuntan di Aspek Internal dan Eksternal<\/em><\/h3>\n<p>Aspek internal adalah aspek yang berasal dalam diri setiap individu itu sendiri seperti moral dan profesional. Sedangkan aspek eksternal yaitu hubungan antara diri sendiri dengan orang lain atau kontak luar. Seperti berbuat curang terhadap orang lain, bekerjasama antar rekan kerja, pemilik perusahaan dan penarik pajak, adanya tekanan dari pihak lain .<\/p>\n<p>Setiap profesi Teknisi Akuntan harus memiliki prinsip dan etika. Berikut adalah <strong>prinsip \u2013 prinsip etika profesi Teknisi Akuntan <\/strong>yang baik:<\/p>\n<ol>\n<li>Memiliki rasa tanggung jawab<\/li>\n<li>Sadar kepentingan publik<\/li>\n<li>Memiliki integritas<\/li>\n<li>Adanya objektivitas<\/li>\n<li>Rasa berkompetensi dan kehati \u2013 hatian yang profesional<\/li>\n<li>Dapat menjaga rahasia<\/li>\n<li>Bersikap profesional<\/li>\n<li>Memiliki standar teknis<\/li>\n<\/ol>\n<p>Sistem informasi akuntan adalah suatu sub sistem dari sistem informasi manajemen perusahaan secara keseluruhan.<\/p>\n<p>Perlu untuk anda ketahui bahwa di dalam\u00a0suatu organisasi, informasi di dalam akuntansi terdapat dua sub sistem utama, yaitu:<\/p>\n<h4>Sistem akuntansi manajemen<\/h4>\n<p>Sistem accounting\u00a0manajemen yaitu penyatuan bagian manajemen yang mencakup penyajian dan penafsiran informasi untuk merumuskan strategi, menentukan perencanaan dan pengendalian, pembuatan keputusan, mengoptimilasi sumber daya, dll. Intinya adalah mengatur dan menggerakkan pekerja atau bawahan.<\/p>\n<p>Spesifiknya sistem akuntan manajemen bergerak di bidang yang bermanfaat bagi pengguna internal seperti merencanakan, mengendalikan dan membuat keputusan. Berikut adalah tujuan dari bagian \u2013 bagian internal manajemen yang berkaitan dengan proses identifikasi penyajian dan interpretasi\/penafsiran:<\/p>\n<ul>\n<li>Perumusan strategi<\/li>\n<li>Adanya proses perencanaan dan pengendalian<\/li>\n<li>Keputusan yang mudah diambil<\/li>\n<li>Mengoptimalisasi keputusan<\/li>\n<li>Mengukapkan siapa pemegang saha dan pihak luar<\/li>\n<li>Mengungkapkan identitas organisasi bagi karyawan<\/li>\n<li>Adanya perlindungan terhadap aset organisasi<\/li>\n<\/ul>\n<h4>Sistem akuntansi keuangan<\/h4>\n<p>Akuntan keuangan adalah bagian keuangan yang berkaitan dengan penyiapan laporan keuangan untuk pihak luar, seperti pemegang saham, kreditor, pemasok, serta pemerintah.<\/p>\n<p>Prinsip utama yang dipakai adalah persamaan akuntansi yaitu aktiva = kewajiban + modal.<\/p>\n<p>Penyusunan berbagai laporan berkala dan pencatatan transaksi harus disusun untuk kepentingan umum dan digunakan oleh pemilik perusahaan untuk menilai prestasi manajer atau dipakai manajer sebagai pertanggung jawaban keuangan terhadap para pemegang saham.<\/p>\n<p>Standar Akuntansi Keuangan (SAK) menjadi hal yang sangat penting di dalam akuntansi keuangan.\u00a0 Standar Akuntansi Keuangan (SAK) merupakan aturan \u2013 aturan yang harus digunakan di dalam pengukuran dan penyajian laporan keuangan yang berguna untuk kepentingan eksternal. Sehingga pemakai dan penyusunan laporan keuangan dapat menggunakan Standar Akutansi Keuangan atau SAK sebagai acuan . Standar Akuntansi Keuangan mulai diterapkan di Indonesia pada 1994 untuk meggantikan prinsip \u2013 prinsip Akuntansi Indonesia tahun 1984.<\/p>\n<p>Berikut perbedaan akuntan manajemen dan akuntan keuangan dapat dikelompokkan menjadi beberapa faktor, yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li>Pengguna<\/li>\n<li>Pembatasan pada masukan dan proses<\/li>\n<li>Jenis informasi<\/li>\n<li>Orientasi waktu<\/li>\n<li>Tingkat agregasi<\/li>\n<li>Keluasan<\/li>\n<\/ol>\n<p>Demikian artikel yang membahas mengenai Etika Profesi Akuntansi semoga bermanfaat dan tentunya lebih menambah pengetahuan Anda dalam bidang akuntansi.<\/p>\n<p>Oleh: Nuraini Anitasari<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memahami Etika Profesi Akuntansi Akuntansi.\u00a0Sebelum kita membahas mengenai etika profesi akuntansi\u00a0lebih lanjut, ada baiknya sebelum itu kita mengetahui apa arti profesi sebenarnya. Profesi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":66,"featured_media":21990,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[75,358,360],"tags":[175,1406,42,1405,1404],"views":2600,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14190"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/66"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14190"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14190\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21990"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14190"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14190"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14190"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}