{"id":12827,"date":"2016-11-30T10:30:26","date_gmt":"2016-11-30T03:30:26","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=12827"},"modified":"2022-04-26T10:12:07","modified_gmt":"2022-04-26T03:12:07","slug":"tips-mendeteksi-kesalahan-dalam-neraca-saldo-saat-total-sisi-debit-dan-kredit-sudah-balance","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/tips-mendeteksi-kesalahan-dalam-neraca-saldo-saat-total-sisi-debit-dan-kredit-sudah-balance\/","title":{"rendered":"Tips Mendeteksi Kesalahan Dalam Neraca Saldo Saat Total Sisi Debit dan Kredit Sudah Balance"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan senang dulu kalau Laporan Posisi Keuangan (Neraca) kita sudah balance antara sisi aktiva dan pasiva. Mengapa? \u00a0Berikut ini alasannya dan bagaimana menemukan kesalahan tersebut. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam siklus akuntansi kita sudah mengetahui bahwa sebelum membuat laporan keuangan, kita perlu memiliki Neraca Saldo (Trial Balance) yang balance dan benar. \u00a0Setelah sekian banyak transaksi diposting termasuk jurnal penyesuaian pada akhir bulan, maka Neraca Saldo penting untuk kita periksa ulang. Sekalipun Balance antara total kolom debit dan kolom kredit, tidak serta merta Neraca Saldo itu sudah benar dan siap menjadi laporan keuangan yang handal.<\/span><\/p>\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk melihat satu persatu journal entry tentu akan memakan waktu yang lama apalagi pada perusahaan yang memiliki ratusan sampai ribuan transaksi. \u00a0Cara mudahnya tentu dapat kita lakukan dengan melakukan identifikasi pada dua hal berikut:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Sekilas bisa terlihat apakah ada saldo yang tidak normal dalam Neraca Saldo. Jika ada langsung saja telusuri dan lakukan jurnal koreksi. Misal saldo KAS di Neraca Saldo negative (sisi kredit), saldo beban dalam Neraca Saldo yang seharusnya Debit ternyata Kredit. Saldo Piutang yang seharusnya Debit ternyata KREDIT di Neraca saldo, dan sebagainya.<\/span><\/li>\n<li>Kedua perhatikan beberapa jenis kesalahan berikut. Ini berlaku baik bila pembukuan dilakukan secara manual maupun menggunakan program <a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/\">aplikasi akuntansi<\/a>.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><b><b>ERROR OF COMMISSION :<\/b><\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebuah transaksi telah dicatat \/ diposting pada akun yang salah pada kategori (kelompok akun) yang sama. Kesalahan ini disebut ERROR OF COMMISSION<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penerimaan Kas dari Toko ABC dianggap sebagai pembayaran dari Toko XYZ. (sama-sama penerimaan dari piutang namun salah mengkredit akun piutang antara customer Toko ABC dengan akun piutang Toko XYZ)<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><b><b>ERROR OF COMPLETE REVERSAL:<\/b><\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika mencatat sebuah transaksi, debit dan credit entry nya terbalik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seharusnya : Kas (debit) pada Piutang Toko ABC (kredit), tetapi dicatat terbalik, dimana Piutang Toko ABC (debit) dan Kas (kredit).<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><b><b>ERROR OF OMISSION :<\/b><\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesalahan ini terjadi \u00a0karena sebuah transaksi sama sekali tidak dicatat atau dibukukan ke dalam sistem.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beban bunga (debit) dan Kas (kredit) sama sekali belum dijurnal.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><b><b>ERROR OF ORIGINAL ENTRY :<\/b><\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesalahan ini terjadi ketika angka yang salah digunakan saat pertama kali dibuat jurnal dalam pembukuan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembelian persediaan yang seharusnya berdasarkan invoice sebesar Rp 1.200.000 tetapi dicatat hanya Rp 200.000,-<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><b><b>ERROR OF PRINCIPLE:<\/b><\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesalahan ini terjadi dibukukan pada sisi debit dan kredit degan jumlah yang sama, tetapi salah dalam kelompok akun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Transaksi pembelian kendaraan bermotor yang seharusnya dicatat ke akun aset tetap tetapi dibukukan sebagai Beban kendaraan. \u00a0Kedua akun ini sama-sama memiliki saldo normal debit, namun memiliki kelompok\/kelas akun yang berbeda, dimana yang pertama adalah aset dan akun kedua adalah akun beban.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><b><b>COMPENSATING ERROR:<\/b><\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesalahan ini terjadi pada sisi debit dikompensasi oleh kesalahan dalam jumlah yang sama di sisi kredit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Transaksi pertama: Penerimaan penjualan tunai Rp 560.000 tetapi di catat sebagai Kas (debit) Rp 550.000. \u00a0Transaksi kedua: Terjadi retur penjualan sebesar Rp 300.000 sedangkan Piutang dikredit sebesar Rp 310.000,-<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kedua transaksi diatas di key in dalam satu journal entry, maka akan terlihat bahwa kedua kesalahan tersebut secara total akan memiliki jumlah yang sama. Kesalahan pada transaksi pertama dan kedua berdampak saling \u2018menutupi\u2019 selisih yang ada.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">TIPS untuk mendeteksi kesalahan dalam Neraca Saldo ini memiliki pengaruh signifikan dalam penyusunan laporan keuangan. \u00a0Kesalahan-kesalahan di atas bermula dari human error sehingga tidak terdeteksi secara otomatis oleh sistem, apalagi jika digunakan pembukuan secara manual. \u00a0Aplikasi akuntansi pada dasarnya menerima apapun yang dijurnal selama debit dan kreditnya balance. Oleh sebab itu, dibutuhkan evaluasi atas laporan keuangan sebelum diserahkan kepada pihak manajemen untuk meminimalisir kesalahan. Semoga tips di atas bermanfaat bagi kita semua.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kontributor Artikel Oleh : <a title=\"KJA Adriansyah Accountant Partner Zahir\" href=\"https:\/\/www.zahironline.com\/portfolio\/adriansyah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">KJA Adriansyah, Ak., CA<\/a><br \/>\nHp : 0815 3570 966<br \/>\nAkuntan Partner Zahir<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jangan senang dulu kalau Laporan Posisi Keuangan (Neraca) kita sudah balance antara sisi aktiva dan pasiva. Mengapa? \u00a0Berikut ini alasannya dan bagaimana menemukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":64,"featured_media":22058,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[75],"tags":[],"views":9523,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12827"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/64"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12827"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12827\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22058"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12827"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12827"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12827"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}