{"id":11927,"date":"2016-08-16T07:51:55","date_gmt":"2016-08-16T00:51:55","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=11927"},"modified":"2022-09-12T11:18:25","modified_gmt":"2022-09-12T04:18:25","slug":"hubungan-model-pemasaran-dengan-psikologi-konsumen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/hubungan-model-pemasaran-dengan-psikologi-konsumen\/","title":{"rendered":"Hubungan Model Pemasaran Dengan Psikologi Konsumen"},"content":{"rendered":"<h2 style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/blog-Hubungan-Model-Pemasaran-Dengan-Psikologi-Konsumen.png\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload  size-full wp-image-12183 aligncenter\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/blog-Hubungan-Model-Pemasaran-Dengan-Psikologi-Konsumen.png\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/blog-Hubungan-Model-Pemasaran-Dengan-Psikologi-Konsumen.png\" alt=\"Hubungan Model Pemasaran Dengan Psikologi Konsumen\" width=\"680\" height=\"240\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27680%27%20height%3D%27240%27%20viewBox%3D%270%200%20680%20240%27%3E%3Crect%20width%3D%27680%27%20height%3D%27240%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/blog-Hubungan-Model-Pemasaran-Dengan-Psikologi-Konsumen-300x106.png 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/blog-Hubungan-Model-Pemasaran-Dengan-Psikologi-Konsumen.png 680w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 680px) 100vw, 680px\" \/><\/a><\/h2>\n<h2 style=\"text-align: center;\">Hubungan Model Pemasaran Dengan Psikologi Konsumen<\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebiasaan dan tingkah laku manusia digerakan oleh kebutuhan dasar dari tiap individu. Manusia merupakan mahluk sosial sehingga perilaku tiap individu dipengaruhi oleh lingkungannya, karena tiap orang terlibat dalam mengonsumsi jasa maupun benda di sekitarnya maka dia memiliki perilaku konsumen. Psikologi periklanan dan penjualan merupakan akar dari psikologi konsumen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seringkali kita mendengar atau mengucapkan kata yang berasal dari iklan. Tema dasar dalam isi iklan yaitu agar dapat mempengaruhi konsumen untuk membeli produk yang dijual. Saat ini, bisnis online maupun offline mempunyai cara yang beraneka ragam dalam mengimplementasikan perilaku psikis untuk\u00a0calon pelanggan mereka saat memasarkan produk. Hal tersebut bukanlah sesuatu yang baru di dunia bisnis, beberapa orang memiliki peran penting dalam hubungan antara iklan produk dan psikologi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut beberapa model pemasaran yang mempunyai hubungan psikologi terhadap konsumen.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><strong>\u201cHot Product\u201d, \u201cLimited Edition\u201d<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Suatu produk yang menggunakan kata seperti \u201cedisi terbatas\u201d dan sebagainya merupakan salah satu hal yang dapat memunculkan minat calon pelanggan untuk membeli produk tersebut. Kata-kata tersebut biasanya menginginkan respon emosi dari konsumen sehingga menimbulkan keterkaitan dengan produk.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><strong>\u201cFree Trial \u2013 Tanpa Resiko\u201d, \u201cTest Drive\u201d<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalimat seperti \u201cMembeli Setelah Mencoba\u201d adalah salah satu model pendekatan dalam pemulihan resiko yang terbukti efektif. Kata \u201cGratis\u201d merupakan bentuk kata yang memiliki daya tarik kuat dalam teknik atau model\u00a0pemasaran karena seperti mencoba mengajak konsumen untuk mencoba produk baru setiap hari.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><strong>Testimoni<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu cara untuk membuktikan bahwa konsumen tidak membuang waktu mereka untuk menggunakan produk Anda adalah dengan memberikan testimoni dari konsumen sebelumnya. Testimoni dapat berisi feedback pelanggan atas produk yang sudah mereka beli atau dapat pula berisi mengenai pendapat mereka mengenai apa yang didapatkan setelah menggunakan produk tersebut.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><strong>Public Figure<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cara unik dalam meningkatkan kredibilitas suatu merek atau produk yaitu dengan menggunakan public figure karena seseorang cenderung mempercayai serta mengenali seorang public figure (selebritis) berdasarkan reputasi mereka. Seperti iklan pada media yang menggunakan selebritis atau tokoh masyarakat lain untuk menawarkan produk, biasanya dengan cara tersebut akan memunculkan minat atau ketertarikan dari calon pelanggan untuk membeli produk pada iklan tersebut.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><strong>\u201cDiskon\u201d, \u201cBig Sale\u201d, \u201cGet 5% Off\u201d<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu tipe dari calon pembeli yaitu mencari penawaran yang terbaik bagi mereka. Tentu penawaran yang baik seperti memberikan diskon atau promo membeli 1 gratis 1 dapat menimbulkan perhatian khusus kepada calon pelanggan untuk mengambil suatu tindakan. Karena akan timbul rasa senang pada pelanggan sebab mereka bisa mendapatkan dua barang dengan membayar hanya satu barang.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><strong>Batasan<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memberikan jangka waktu tertentu atau memberikan batasan jumlah barang juga dapat berpengaruh terhadap psikologi konsumen dalam bertindak dan memberikan keputusan pada penawaran. Memberi batasan waktu merupakan salah satu teknik atau\u00a0model\u00a0pemasaran yang sangat efektif jika dilakukan untuk menjual produk mahal seperti elektronik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oleh: Nuraini Anitasari (Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya) &#8211; Tim KKNP untuk PT. Zahir Internasional<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hubungan Model Pemasaran Dengan Psikologi Konsumen &nbsp; Kebiasaan dan tingkah laku manusia digerakan oleh kebutuhan dasar dari tiap individu. Manusia merupakan mahluk sosial [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":63,"featured_media":12183,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[24],"tags":[828,216],"views":761,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11927"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/63"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11927"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11927\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12183"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11927"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11927"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11927"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}