{"id":11909,"date":"2021-11-10T09:47:17","date_gmt":"2021-11-10T02:47:17","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=11909"},"modified":"2022-10-18T13:15:14","modified_gmt":"2022-10-18T06:15:14","slug":"5-bisnis-offline-rumahan-yang-masih-menggiurkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/5-bisnis-offline-rumahan-yang-masih-menggiurkan\/","title":{"rendered":"5 Bisnis Offline Rumahan Yang Masih Menggiurkan"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/blog-5-Bisnis-Offline-yang-masih-menggiurkan.png\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload  size-full wp-image-11992 aligncenter\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/blog-5-Bisnis-Offline-yang-masih-menggiurkan.png\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/blog-5-Bisnis-Offline-yang-masih-menggiurkan.png\" alt=\"5 Bisnis Offline yang masih menggiurkan\" width=\"680\" height=\"240\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27680%27%20height%3D%27240%27%20viewBox%3D%270%200%20680%20240%27%3E%3Crect%20width%3D%27680%27%20height%3D%27240%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/blog-5-Bisnis-Offline-yang-masih-menggiurkan-300x106.png 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/blog-5-Bisnis-Offline-yang-masih-menggiurkan.png 680w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 680px) 100vw, 680px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Meski tren bisnis online saat ini terus bertumbuh, nyatanya kehadiran beberapa bisnis offline masih banyak diminati.<\/p>\n<p>Tentu bisnis offline yang masih bisa survive hingga saat ini bukanlah semua jenis bisnis.<\/p>\n<p>Karena itulah untuk Anda yang masih ingin berminat menjalani usaha offline mesti menyimak tulisan ini, agar paham peluang bisnis ofline yang masih menguntungkan.<\/p>\n<h2>Dampak Kemajuan Teknologi pada Bisnis<\/h2>\n<p>Kemajuan teknologi saat ini otomatis juga turut mempengaruhi perkembangan di bidang telekomunikasi.<\/p>\n<p>Hal inilah yang pada akhirnya mendorong terbukanya berbagai peluang bisnis.<\/p>\n<p>Seperti memanfaatkan media online sebagai sarana berbisnis yang mampu menjangkau lebih luas, tanpa terbatas ruang dan waktu.<\/p>\n<p>Di samping itu memulai bisnis online dapat dilakukan dengan modal yang minim dan hanya membutuhkan perlengkapan yang sederhana, seperti:<\/p>\n<ul>\n<li>Gadget<\/li>\n<li>Laptop<\/li>\n<li>PC atau komputer desktop<\/li>\n<li>Jaringan internet yang handal<\/li>\n<\/ul>\n<p>Namun demikian, bisnis offline pun tidak kalah menariknya.<\/p>\n<p>Banyak pula yang sudah menjalankan bisnis offline terlebih dahulu, baru kemudian merambah online.<\/p>\n<p>Usaha offline, terlebih yang terkait di bidang jasa memiliki potensi yang sangat besar.<\/p>\n<p>Tidak beda dengan jauh dengan bisnis online, Anda pun dapat memulai bisnis ini dengan modal yang rendah.<\/p>\n<p>Selain modal materi, ada modal lain yang tidak boleh diabaikan dan harus dipersiapkan dengan matang, yaitu kemampuan dan kesiapan mental.<\/p>\n<p>Keduanya penting dimiliki oleh pengusaha untuk menghadapi hambatan dan tantangan yang nantinya dihadapi.<\/p>\n<p>Bisnis offline dalam hal ini adalah bisnis yang dijalankan tanpa memanfaatkan media online sebagai sarana pemasarannya.<\/p>\n<p>Pada umumnya target market usaha ini berada di lingkungan sekitar tempat tinggal. Tetapi tidak menutup kemungkinan konsumen berasal dari luar lingkungan Anda.<\/p>\n<h2>Pengertian Bisnis Offline<\/h2>\n<p>Bisnis offline adalah kebalikan dari bisnis online. Binis ini bisa bergerak dari bidang barang maupun jasa.<\/p>\n<p>Ciri bisnis offline adalah transaksi dilakukan secara langsung alias bertatap muka dengan konsumen. Konsumen bisa melihat kondisi barang secara nyata sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi.<\/p>\n<p>Karena bisnis ini berbasis offline, maka diperlukan adanya tempat untuk melakukan transaski seperti toko atau tenant di dalam mal.<\/p>\n<h2>Perbedaan Bisnis Online dengan Bisnis Offline<\/h2>\n<p>Terdapat tujuh perbedaan antara bisnis online dengan bisnis offline sebagaimana ditulis oleh Fathul Husnan dalam bukunya \u201cJava Creativity.\u201d<\/p>\n<p>Untuk lebih detailnya berikut ulasan letak perbedaan bisnis online dan offline, yaitu:<\/p>\n<h3>1. Modal<\/h3>\n<ul>\n<li>Bisnis online: Modal awal murah karena tidak perlu menyewa atau membeli toko.<\/li>\n<li>Bisnis offline: Modal awal besar karena banyak komponen yang harus disediakan seperti sewa toko, stok barang, dan gaji karyawan<\/li>\n<\/ul>\n<h3>2. Jam Operasional<\/h3>\n<ul>\n<li>Bisnis online: Bisa 24 jam, apalagi dalam produk tertentu seperti pulsa dan kuota internet<\/li>\n<li>Bisnis offline: Dibatasi hanya sampai jam malam maksimal pukul 22.00 karena keterbatasan konsumen<\/li>\n<\/ul>\n<h3>3. Pembuatan bisnis<\/h3>\n<ul>\n<li>Bisnis online: Berawal dari modal yang sedikit dan rencana yang tidak terlalu panjang, ketekunan jadi modal utama<\/li>\n<li>Bisnis offline: Butuh waktu lama untuk meluncurkan bisnis, karena banyak hal yang harus dipersiapkan, belum lagi ada perekrutan karyawan dan manajer area<\/li>\n<\/ul>\n<h3>4. Jangkauan Konsumen<\/h3>\n<ul>\n<li>Bisnis online: Konsumen tidak dibatasi oleh wilayah, karena sistem penjualan secara online mamanfaatkan jasa ekspedisi maka dari mana pun konsumen datang, jika sanggup membayar ongkos kirim, barang akan datang<\/li>\n<li>Bisnis offline: Terbatas dalam wilayah tertentu, misal di satu kota saja<\/li>\n<\/ul>\n<h3>5. Keuntungan<\/h3>\n<ul>\n<li>Bisnis online: Memiliki untung lebih banyak lantaran modal yang dikeluarkan lebih sedikit<\/li>\n<li>Bisnis offline: Untung lebih sedikit, lantaran toko harus menyediakan stok barang, mengeluarkan biaya perawatan, dan lain sebagainya<\/li>\n<\/ul>\n<h3>6. Jumlah Pengunjung<\/h3>\n<ul>\n<li>Bisnis online: Tidak ada batasan calon konsumen bisa datang ke website atau market place bisnis online Anda<\/li>\n<li>Bisnis offline: Ketika toko yang Anda miliki kecil, dalam satu waktu calon konsumen yang bisa melihat-lihat produk hanya puluhan atau ratusan saja<\/li>\n<\/ul>\n<h3>7. Iklan<\/h3>\n<ul>\n<li>Bisnis online: Bisa dilakukan dengan harga lebih murah, bisa juga gratis karena promosi menggunakan akun media sosial sendiri<\/li>\n<li>Bisnis offline: Iklan dilakukan dalam berbagai media seperti online dan offline berupa poster, papan reklame, iklan koran, iklan televisi, dan sebagainya<\/li>\n<\/ul>\n<h2>5 Ide Bisnis Offline Rumahan yang Masih Menggiurkan<\/h2>\n<p>Beberapa bisnis offline dengan keuntungan yang menggiurkan serta dapat dilakukan dengan modal rendah, antara lain:<\/p>\n<h3>1. Bisnis kuliner<\/h3>\n<p>Makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang menjadikannya sebagai salah satu peluang usaha dengan potensi berkembang yang sangat besar.<\/p>\n<p>Jika Anda memiliki hobi masak, Anda dapat membuka usaha catering, warung, atau membuat makanan ringan dengan memanfaatkan perlengkapan masak yang sudah Anda miliki.<\/p>\n<p>Sudah banyak pengusaha di bidang ini yang mengawali dari usaha rumahan hingga pada akhirnya dapat berkembang dengan pesat.<\/p>\n<p>Begitu juga dengan usaha makanan ringan, asalkan Anda kreatif dalam mengolahnya maka akan menghasilkan produk yang unik dan tidak pasaran.<\/p>\n<p>Usaha ini memiliki target pasar yang sangat luas.<\/p>\n<p>Konsumen Anda tidak hanya orang dewasa dan orang tua. Namun juga anak-anak yang membutuhkan makanan bekal sekolah.<\/p>\n<p>Anda bisa memanfaatkan ini sebagai peluang usaha dengan menawarkan catering sekolah tentunya dengan menu yang sehat dan aman.<\/p>\n<h3>2. Bisnis Bimbingan Belajar<\/h3>\n<p>Bisa dikatakan bisnis bimbingan belajar ini tidak ada matinya. Coba lihat sekitar Anda, berapa jumlah anak sekolah mulai SD hingga SMA.<\/p>\n<p>Selain belajar di sekolah, tidak jarang mereka masih membutuhkan bantuan pihak lain di luar sekolah untuk mengulang atau membantu mereka dalam memahami materi pelajaran.<\/p>\n<p>Terlebih tidak semua orang tua dapat mendampingi anaknya belajar karena kesibukan kerja, atau karena tidak memahami materi yang diajarkan.<\/p>\n<p>Sehingga orang tua lebih memilih memberikan tambahan pelajaran di bimbingan belajar.<\/p>\n<p>Jika Anda memiliki skill yang memadai di bidang Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, atau materi yang lainnya, Anda bisa memanfaatkannya dengan membuka usaha bimbel rumahan.<\/p>\n<h3>3. Toko Sembako<\/h3>\n<p>Membuka toko yang menjual kebutuhan sehari-hari merupakan salah satu usaha yang banyak dijalankan saat ini.<\/p>\n<p>Kebutuhan orang akan beras, gula, tepung dan sebagainya menjadikan bisnis ini tahan krisis.<\/p>\n<p>Margin keuntungan yang ditawarkan dengan berbisnis fast moving product seperti ini tidaklah terlalu besar, tapi memiliki perputaran yang cepat dengan volume yang besar.<\/p>\n<h3>4. Bisnis Percetakan<\/h3>\n<p>Bagi Anda yang menyukai bidang grafis, membuka bisnis percetakan juga menawarkan keuntungan yang menggiurkan.<\/p>\n<p>Kebutuhan akan brosur, banner, flyer, atau media promosi untuk usaha, momen pilkada, atau event-event lainnya menjadikan bisnis ini banyak dicari konsumen.<\/p>\n<p>Bisa dikatakan bisnis ini membutuhkan modal yang tidak kecil karena Anda membutuhkan mesin cetak yang handal dan perangkat lainnya.<\/p>\n<h3>5. Bisnis Laundry<\/h3>\n<p>Kesibukan orang yang semakin padat sering kali membuat mereka tidak memiliki cukup waktu untuk mencuci baju.<\/p>\n<p>Apalagi jika musim hujan tiba sehingga baju menjadi lebih lama keringnya.<\/p>\n<p>Permasalahan inilah yang ditangkap oleh sebagian orang untuk membuka usaha jasa laundry.<\/p>\n<p>Bisnis ini menjanjikan keuntungan yang cukup besar asalkan Anda mampu memberikan layanan yang terbaik.<\/p>\n<p>Anda dapat memberikan jasa ambil-antar gratis atau konsumen dapat memilih pengharum pakaian yang sudah Anda sediakan.<\/p>\n<p>Sering kali peluang bisnis didapatkan dari berbagai masalah yang Anda temui sehari-hari.<\/p>\n<p>Peluang inilah yang jika Anda jeli menangkapnya, Anda dapat mengolahnya menjadi sebuah usaha yang menjanjikan.<\/p>\n<p>Meskipun dijalankan secara tradisional, dalam arti tidak memanfaatkan media online, keuntungan yang ditawarkan bisnis ini tidak kalah dengan bisnis online.<\/p>\n<p>Asalkan Anda ulet, bekerja keras, dan tahan banting, usaha Anda pun akan dapat berkembang pesat.<\/p>\n<h2>Peluang Bisnis Offline yang Paling Direkomendasikan<\/h2>\n<p>Melihat banyaknya kebutuhan manusia saat ini, ada banyak peluang bisnis offline yang bisa dicoba baik itu bisnis jasa maupun barang. Berikut di antaranya.<\/p>\n<ol>\n<li>Jasa titip hewan<\/li>\n<li>Jasa grooming hewan<\/li>\n<li>Jasa wedding organizer<\/li>\n<li>Jasa event organizer<\/li>\n<li>Jasa dokumentasi acara pernikahan<\/li>\n<li>Jasa membuat buket uang<\/li>\n<li>Jasa percetakan kartu nama dan foto-foto artis<\/li>\n<li>Jasa sewa pakaian<\/li>\n<li>Jasa rias pengantin, rias wisuda, rias acara tunangan, rias brides maid<\/li>\n<li>Bisnis franchise<\/li>\n<li>Bisnis kuliner jajanan kaki lima<\/li>\n<li>Bisnis bunga<\/li>\n<li>Cathering makanan diet<\/li>\n<li>Isi ulang air galon<\/li>\n<li>Pom mini<\/li>\n<li>Usaha gas LPG<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Pemasaran pada Bisnis Offline<\/h2>\n<p>Dalam melakukan pemasaran saat ini, Anda harus melakukan yang namanya customer persona, yakni menentukan siapa target market Anda.<\/p>\n<p>Setelah Anda tahu siapa target market Anda, baru setelah itu menyusun <a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/5-strategi-pemasaran-untuk-meningkatkan-penjualan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">strategi pemasaran<\/a> produk bisnis Anda.<\/p>\n<p>Pemasaran yang terbilang cukup efektif saat ini adalah memanfaatkan media online.<\/p>\n<p>Dengan modal yang lebih terjangkau Anda bisa memulai kampanye Anda melalui media online, baik menggunakan iklan, endorse, atau membangun brand bisnis Anda di media sosial.<\/p>\n<p>Selain cara di atas, Anda dapat memasarkan produk bisnis offline Anda dengan beberapa strategi berikut ini:<\/p>\n<h3>1. Kupon<\/h3>\n<p>Gunakan kupon sebagai pemikat konsumen, ini merupakan jenis promosi yang dilakukan untuk menggaet pelanggan tetap.<\/p>\n<p>Ketika kupon terkumpul dalam jumlah sekian, berikan reward seperti produk gratis atau diskon.<\/p>\n<h3>2. Ikuti Pameran<\/h3>\n<p>Pameran biasanya ada di berbagai acara, seperti kampus atau konser musik.<\/p>\n<p>Bagi sejumlah pebisnis offline terutama yang bergerak di bidang kuliner dan pakaian, pameran ini biasanya jadi ajang promosi.<\/p>\n<p>Anda dapat memanfaatkan even ini untuk memperkenalkan brand bisnis Anda pada audiens dalam jumlah banyak dan tentu datang dari berbagai kalangan.<\/p>\n<h3>3. Memperbesar Jaringan<\/h3>\n<p>Ketika Anda memiliki bisnis offline, jangan malu menawarkan produk pada jaringan yang Anda miliki.<\/p>\n<p>Jika belum memiliki banyak jaringan, Anda bisa mulai bergabung dengan komunitas yang memang berhubungan dengan bisnis Anda.<\/p>\n<h3>4. Mengadakan seminar<\/h3>\n<p>Dengan mengadakan seminar ke berbagai daerah, maka produk Anda berpotensi memperoleh banyak eksposur dari target market Anda.<\/p>\n<p>Atau jika target market Anda adalah pelajar, Anda bisa mengadakan seminar ke sekolah atau kampus-kampus untuk memberikan edukasi terkait dengan produk Anda.<\/p>\n<p>Misalnya ketika Anda memiliki bisnis les, Anda dapat mengunjungi sekolah-sekolah kemudian memberikan motivasi bagi siswa SMA untuk masuk perguruan tinggi bergengsi dengan bantuan pelajaran dan bimbingan dari tempat les Anda.<\/p>\n<h2>Kelebihan dan Kekurangan Bisnis Offline<\/h2>\n<p>Walau bisnis jenis ini dikenal lebih akrab di kalangan konsumen, tentu ada kekurangan dan kelebihan dari bisnis offline, berikut di antaranya:<\/p>\n<h3>Kekurangan bisnis offline<\/h3>\n<ul>\n<li>Jam operasional terbatas<\/li>\n<li>Jangakauan konsumen terbatas<\/li>\n<li>Perlu modal tinggi untuk memulai dan mempertahankan bisnis<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Kelebihan bisnis offline<\/h3>\n<ul>\n<li>Kemanan produk terjaga lantaran barang langsung sampai di tangan konsumen tanpa perantara ekspedisi<\/li>\n<li>Terpercaya, produk bisa dilihat sendiri dengan mata kepala konsumen, sehingga sangat minim adanya tindak penipuan<\/li>\n<li>Interaksi dengan konsumen lebih mudah lantaran saling bertatap muka<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Kendala pada Bisnis Offline<\/h2>\n<p>Ada beberapa kendala yang dialami oleh bisnis offline yang jika tidak diantisipasi dengan baik, bisa saja membawa bisnis ke jurang kerugian, berikut di antaranya:<\/p>\n<h3>1. Mengikuti Tren<\/h3>\n<p>Rentan bagi toko offline lantaran stok produk yang mengikuti tren akan dibuat dalam jumlah banyak, sementara permintaan konsumen minim karena jangkauan yang terbatas.<\/p>\n<p>Lebih baik jadikan produk original usaha offline Anda sebagai tren sehingga konsumen yang membutuhkan Anda, bukan bisnis Anda yang membutuhkan tren untuk membawa keuntungan.<\/p>\n<h3>2. Harga Jual<\/h3>\n<p>Konsumen tahu betul bahwa harga jual online dengan offline memiliki perbedaan. Biasanya harga jual di toko offline lebih mahal.<\/p>\n<h3>3. Meningkatkan Kinerja SDM<\/h3>\n<p>Bisnis offline tentu melibatkan SDM yang akan melayani pelanggan.<\/p>\n<p>Meningkatkan kinerja pelayanan SDM adalah pekerjaan rumah yang harus dipikirkan, lantaran ketika SDM tidak bekerja dengan baik atau bahkan memberikan pelayanan buruk, besar kemungkinan konsumen akan kabur.<\/p>\n<h3>4. Bersaing dengan Kemajuan Teknologi<\/h3>\n<p>Saat ini, bisnis online baik yang dipasarkan di media sosial maupun melalui e-commerce semakin marak ditemukan.\u00a0Hal ini tentu jadi saingan berat bagi bisnis offline yang mana mengeluarkan modal dan tenaga lebih banyak.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Bisnis offline tidak pernah ditinggalkan, keberadaan usaha offline jadi nilai tambah tersendiri bagi pemilik merek.<\/p>\n<p>Di sisi lain, usaha offline juga masih sangat dibutuhkan oleh konsumen yang ingin memanjakan mata dan mendapatkan barang yang mereka inginkan dalam waktu real time.<\/p>\n<p>Banyak bisnis rumahan yang tentunya bersifat offline dan sangat menjanjikan seperti bisnis laundry, bisnis sembako, dan bisnis lain yang memang produknya dibutuhkan oleh masyarakat.<\/p>\n<p>Melihat tingginya persaingan usaha offline dan online dewasa ini, penting bagi pebisnis offline untuk terus melakukan pemasaran agar stok barang bisa cepat terjual dan barang baru bisa dijajakan.<\/p>\n<p>Di atas telah dijelaskan bagaimana caranya memasarkan bisnis offline salah satunya adalah dengan mengikuti pameran, event, atau acara musik.<\/p>\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Meski tren bisnis online saat ini terus bertumbuh, nyatanya kehadiran beberapa bisnis offline masih banyak diminati. Tentu bisnis offline yang masih bisa survive [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":11992,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[84,843,353],"views":7276,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11909"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11909"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11909\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11992"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11909"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11909"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11909"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}