{"id":10971,"date":"2022-01-06T13:31:26","date_gmt":"2022-01-06T06:31:26","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=10971"},"modified":"2022-10-17T22:48:14","modified_gmt":"2022-10-17T15:48:14","slug":"10-ciri-ciri-manajer-profesional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/10-ciri-ciri-manajer-profesional\/","title":{"rendered":"10 Ciri Manajer Profesional dan Karakteristiknya"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/BLOG-ciri-ciri-manajer-profesional-.png\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter size-full wp-image-10977\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/BLOG-ciri-ciri-manajer-profesional-.png\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/BLOG-ciri-ciri-manajer-profesional-.png\" alt=\"BLOG - ciri-ciri manajer profesional\" width=\"680\" height=\"240\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27680%27%20height%3D%27240%27%20viewBox%3D%270%200%20680%20240%27%3E%3Crect%20width%3D%27680%27%20height%3D%27240%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/BLOG-ciri-ciri-manajer-profesional--300x106.png 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/BLOG-ciri-ciri-manajer-profesional-.png 680w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 680px) 100vw, 680px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Seberapa penting Anda harus mengenali ciri-ciri manajer profesional dalam mengelola perusahaan atau bisnis?<\/p>\n<p>Jelas sangat penting dan krusial.<\/p>\n<p>Dalam suatu perusahaan atau organisasi mana pun pastinya terdapat proses manajemen di dalamnya.<\/p>\n<p>Proses manajemen adalah serangkaian keputusan dan kegiatan kerja yang terus menerus di mana manajer terlibat dalam merencana, mengorganisasi, mengarahkan, mengoordinasi dan mengawasi.<\/p>\n<p>Manajer memiliki peran penting dalam pelaksanaan dan pencapaian dari rangkaian tersebut.<\/p>\n<p>Manajer profesional menjadi harapan semua organisasi bisnis sebagai leader yang baik, karena seorang manajer yang profesional bisa membawa kemajuan bagi organisasi bisnis.<\/p>\n<h2>Apa Itu Manajer Profesional<\/h2>\n<p>Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan manajer profesional sebagai seorang pemimpin yang mengemban tugas besar agar organisasi bisa terus seimbang.<\/p>\n<p>Di antara tugas manajer profesional adalah membuat perencanaan kerja, melakukan pengorganisasian, memimpin orang-orang yang ada dalam organisasi, serta melakukan pengendalian agar tidak terjadi penyimpangan dalam organisasi tersebut.<\/p>\n<p>Tugas-tugas di atas dijalankan mengacu pada standar praktik kerja, memperhatikan etika, konsep, dan bahasa yang sama.<\/p>\n<p>Tugas besar yang diemban seorang manager profesional bisa membawa sebuah organisasi menjadi lebih maju dari sebelumnya.<\/p>\n<p>Itulah mengapa, kehadiran sosok manager yang profesional sangat diperlukan dalam organisasi dan kelompok usaha.<\/p>\n\n<h2>Ciri-ciri Manajer Profesional<\/h2>\n<p>Berikut adalah ciri-ciri manajer profesional yaitu memiliki kepribadian dan fungsi sebagai:<\/p>\n<h3>1. Pemimpin Lambang (Figurehead)<\/h3>\n<p>Manajer profesional bertanggung jawab dan menjalankan sejumlah kewajiban rutin yang bersifat legal.<\/p>\n<h3>2. Pemimpin (Leader)<\/h3>\n<p>Manajer profesional harus dapat memotivasi, mengaktifkan, serta mengembangkan potensi karyawannya, bertanggung jawab untuk mengisi posisi yang kosong, dan memberikan instruksi-instruksi serta pembagian kerja.<\/p>\n<p>Seorang manager profesional selalu bekerja keras sehingga ia dihormati anggotanya. Dia percaya bahwa dia harus bekerja lebih keras daripada anggotanya untuk memberikan contoh yang baik.<\/p>\n<h3>3. Penghubung (Liaison)<\/h3>\n<p>Manajer yang profesional harus dapat memelihara dan memperluas jaringannya atau mitra bisnis.<\/p>\n<h3>4. Pemantau (Monitor)<\/h3>\n<p>Manajer profesional sebagai pusat saraf informasi internal dan eksternal tentang organisasi.<\/p>\n<h3>5. Penyebar (Dissiminator)<\/h3>\n<p>Manajer profesional bertugas meneruskan informasi yang diterima dari external kepada anggota atau karyawannya agar setiap orang memiliki suhu dan pengetahuan yang sama dalam bekerja.<\/p>\n<h3>6. Juru Bicara (Spokesperson)<\/h3>\n<p>Manajer profesional juga meneruskan informasi kepada external atau mitra mengenai rencana, tindakan, kebijakan dan hasil organisasi berkaitan dengan pengambilan keputusan demi pencapaian tujuan bisnis.<\/p>\n<p>Seorang manager profesional percaya bahwa karyawan atau anggotanya mampu memberi andil untuk kesuksesan perusahaannya.<\/p>\n<p>Ia akan mengajak anggotanya untuk memberikan masukan-masukan, ide-ide, dan saran-saran untuk pemecahan masalah yang dihadapi di tempat kerja.<\/p>\n<p>Dia juga berkeinginan untuk mendengar, memahami dan menindaklanjuti kritikan dan tuntutan-tuntutan dari anggotanya.<\/p>\n<h3>7. Wirausaha (Enterpreneur)<\/h3>\n<p>Manajer profesional pandai dalam mencari peluang dan kesempatan yang ia lihat atau hadapi serta memprakarsai \u201cproyek-proyek perbaikan\u201d untuk membuat perubahan.<\/p>\n<h3>8. Pengendali Gangguan (Disturbance Handler)<\/h3>\n<p>Manajer profesional akan menjadi benteng dalam menghadapi kendala-kendala yang tidak dapat diselesaikan oleh anggotanya.<\/p>\n<p>Namun, sebelumnya Ia akan menghargai hasil pekerjaan karyawannya lalu mengoreksi dengan cara yang profesional.<\/p>\n<h3>9. Pengalokasi Sumber Daya (Resource Allocator)<\/h3>\n<p>Manajer profesional bertanggung jawab terhadap alokasi segala sumber daya organisasi. Ia dapat memahami potensi dari anggotanya.<\/p>\n<h3>10. Perunding (Negotiator)<\/h3>\n<p>Manajer profesional harus dapat mewakili organisasinya pada perundingan-perundingan bisnis yang penting dan menyangkut keberlangsungan organisasinya.<\/p>\n<h2>Karakteristik yang Dimiliki Oleh Manajer Profesional<\/h2>\n<p>Setidaknya ada lima karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang manajer profesional, di antaranya:<\/p>\n<h3>1. Berani menantang proses<\/h3>\n<p>Seorang manajer profesional yang mana statusnya adalah pemimpin, pasti akan mendapatkan tantangan untuk mencapai tujuan.<\/p>\n<p>Apa pun itu, tantangan pasti akan bersifat menekan.<\/p>\n<p>Tantangan menjadi makanan sehari-hari, sehingga seorang manager profesional harus memutar otak untuk melewati tantangan, serta mengerahkan semua orang-orang di bawahnya melakukan yang terbaik.<\/p>\n<p>Sikap totalitas jadi salah satu kunci untuk melewati tantangan.<\/p>\n<h3>2. Membagi wawasan<\/h3>\n<p>Seorang manajer profesional tentu memiliki lebih banyak wawasan, apalagi dengan banyaknya pengalaman yang pernah dilalui.<\/p>\n<p>Manajer bisa membagi pandangannya tentang kehidupan organisasi, tentang kepemimpinan, tentang masa depan kelompok yang dia pimpin agar orang-orang di bawahnya memiliki pandangan yang sama dan semangat yang sama untuk mencapai tujuan.<\/p>\n<h3>3. Memberikan dukungan pada orang lain<\/h3>\n<p>Dukungan berupa kepercayaan agar bawahan mengerjakan sesuatu yang besar menjadi salah satu karakter manajer profesional.<\/p>\n<p>Semua orang dalam organisasi harus dilibatkan dalam proyek besar, agar mereka memiliki rasa memiliki pada organisasi maupun perusahaan. Perasaan ini menjadi kunci utama agar tujuan bisa tercapai.<\/p>\n<h3>4. Menjadi penunjuk jalan<\/h3>\n<p>Pemimpin selalu berjalan lebih dulu, mereka memberikan contoh bagaimana bersikap, bagaimana bekerja dengan baik, entah itu hanya tindakan sederhana atau tindakan besar.<\/p>\n<p>Hal-hal seperti ini akan menumbuhkan rasa percaya para karyawan atau bawahan pada manajer mereka.<\/p>\n<h3>5. Memberikan motivasi<\/h3>\n<p>Pemimpin juga menjadi tempat orang-orang dalam organisasi maupun karyawan mengeluhkan pekerjaan mereka, menjadi tempat di mana mereka mencurahkan bahwa proyek yang dijalankan mungkin gagal.<\/p>\n<p>Sebagai pemimpin, mereka harus mendorong dan memberikan semangat bahwa semua akan baik-baik saja.<\/p>\n<h2>Contoh Manajer Profesional<\/h2>\n<p>Ada tiga contoh manajer profesional yang bisa menempati posisi manajemen piramida:<\/p>\n<h3>1. Manajemen lini pertama atau manajemen operasional<\/h3>\n<p>Ini adalah tingkatan manajemen paling rendah karena bertugas mengawasi karyawan atau staf non-manajerial dalam proses produksi.<\/p>\n<h3>2. Manajemen tingkat menengah<\/h3>\n<p>Adalah manajer yang berada satu tingkat di atas manajemen lini pertama. Di mana tugas mereka adalah untuk menghubungkan manajer paling atas dengan manajer paling bawah.<\/p>\n<p>Contoh jabatan dalam posisi ini adalah kepala bagian dan pemimpin proyek.<\/p>\n<h3>3. Manajemen puncak atau dikenal sebagai executive officer<\/h3>\n<p>Tugas mereka adalah merencanakan strategi dan kegiatan perusahaan. Mereka mengarahkan ke mana perusahaan akan melangkah agar bisa meraup lebih banyak keuntungan.<\/p>\n<p>Contoh posisi ini adalah CEO (Chief Executive Officer).<\/p>\n<h2>Perbedaan Utama Antara Pemimpin dan Manajer<\/h2>\n<p>Meski posisi antara pemimpin dan manajer bisa dikatakan setara, nyatanya kedua posisi ini memiliki perbedaan yang cukup kontras dalam organisasi.<\/p>\n<p>Dilansir dari <em><strong>Payscale<\/strong><\/em>, ada beberapa perbedaan antara pemimpin dan manajer, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Pemimpin memberikan arahan, inovasi, dan motivasi pada orang-orang yang bekerja di bawah mereka. Sementara manajer mengendalikan bawahan mereka seperti bos, yaitu dengan memberikan tugas dan membatasi mereka dengan aturan yang ada.<\/li>\n<li>Pemimpin mengandalkan rasa percaya anggota tim untuk menumbuhkan produktivitas kerja. Sementara manajer menumbuhkan produktivitas dengan memainkan rasa emosi, seperti melakukan pengawasan ketat.<\/li>\n<li>Pemimpin bekerja menggunakan sistem operasional dan prosedur perusahaan. Sementara manajer memiliki tujuan lebih tinggi, yaitu mementingkan masa depan perusahaan.<\/li>\n<li>Manajer ada untuk memenuhi target, sementara pemimpin ada untuk memberikan motivasi dan inspirasi pada karyawan.<\/li>\n<li>Manajer mengatur sistem kerja di perusahaan, sementara pemimpin memimpin bagaimana orang-orang untuk bekerja.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Cara Menjadi Manajer yang Baik dan Profesional<\/h2>\n<p>Ada lima hal yang harus dimiliki seorang manajer agar mereka bisa menjadi seorang manajer yang baik dan profesional, caranya adalah dengan memenuhi hal berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Memiliki wawasan luas tentang organisasi atau bidang bisnis yang digeluti<\/li>\n<li>Memiliki kepribadian tangguh dan menjunjung tinggi norma yang berlaku di masyarakat.<\/li>\n<li>Berpengalaman dalam menjalankan bisnis. Pengalaman menjadi guru terbaik, manajer yang memiliki pengalaman mengelola bisnis serupa akan memiliki lebih banyak pengetahuan dan memahami apa yang harus dilakukan ketika bekerja.<\/li>\n<li>Pandai bersosialisasi, kemampuan berbaur dengan semua orang dalam organisasi maupun perusahaan bisa mempererat hubungan. Kondisi ini bisa menjadikan orang-orang yang ada dalam organisasi atau perusahaan merasa memiliki keluarga kedua, sehingga mereka bersemangat dan bertekad bisa mencapai tujuan perusahaan.<\/li>\n<li>Memiliki kemampuan manajerial. Ini adalah pengetahuan utama yang harus dimiliki oleh seorang manager profesional. Ilmu ini bisa didapatkan melalui pendidikan formal dan buku.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Mengapa Manajer Pofesional Perlu Mempelajari Teori Manajemen?<\/h2>\n<p>Teori merupakan kumpulan prinsip yang disusun rapi di mana di dalamnya terdapat sebuah konsep yang menjelaskan pengertian-pengertian.<\/p>\n<p>Ada sejumlah alasan mengapa seorang manajer perlu mempelajari teori manajemen, di antaranya:<\/p>\n<h3>1. Teori manajemen membantu seorang manajer membuat keputusan<\/h3>\n<p>Teori adalah kumpulan asumsi logis yang bisa memprediksi pa yang akan terjadi pada situasi tertentu dalam perusahaan. Pengetahuan ini menjadi acuan seorang manajer, entah dia sudah berpengalaman atau belum.<\/p>\n<h3>2. Teori manajemen membantu seorang manajer membentuk pandangan soal organisasi atau perusahaan<\/h3>\n<p>Ada banyak manusia dalam satu kelompok organisasi dan perusahaan di mana mereka memiliki tugas dan target berbeda.<\/p>\n<p>Teori dapat membuat seorang manajer tahu apa saja yang terjadi dan mereka sadar apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan meski posisi manajer dan orang dalam organisasi berbeda.<\/p>\n<h3>3. Teori manajemen membuat manajer lebih peka terhadap lingkungan usaha<\/h3>\n<p>Teori dapat membuat manajer memahami bagaimana lingkungan sosial, ekonomi, politik, dan teknologi berputar di antara perusahaan yang sedang dia pimpin.<\/p>\n<h3>4. Teori manajemen adalah sumber ide baru<\/h3>\n<p>Dalam kondisi tertentu, seorang manajer bisa mengambil pandangan berbeda dari situasi biasanya dengan teori.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Dari semua hal yang telah disebutkan di atas, harus disadari pula bahwa seprofesional apa pun seorang manajer maka ia tetaplah seorang manusia.<\/p>\n<p>Dorongan, keterbukaan, masukan, dan bantuan dari anggotanya sangatlah berarti untuk menjadikannya lebih profesional.<\/p>\n<p>Posisi sebagai manajer tidak akan ada artinya tanpa <a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/10-sikap-yang-harus-dimiliki-seorang-leader\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jiwa leadership<\/a> yang baik. Jiwa leadership-lah yang menuntun seorang manajer dapat menjadi manajer profesional.<\/p>\n<p>Jadi, bila Anda sekarang masih merintis di bawah, latihlah terus jiwa leadership Anda, lalu bersiaplah naik tingkat untuk menjadi manajer profesional.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seberapa penting Anda harus mengenali ciri-ciri manajer profesional dalam mengelola perusahaan atau bisnis? Jelas sangat penting dan krusial. Dalam suatu perusahaan atau organisasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":10977,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[358],"tags":[],"views":16918,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10971"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10971"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10971\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10977"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10971"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10971"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10971"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}