{"id":10910,"date":"2021-12-28T09:21:49","date_gmt":"2021-12-28T02:21:49","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=10910"},"modified":"2022-09-08T16:39:00","modified_gmt":"2022-09-08T09:39:00","slug":"unsur-unsur-penting-dalam-aktivitas-ekonomi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/unsur-unsur-penting-dalam-aktivitas-ekonomi\/","title":{"rendered":"3 Unsur Ekonomi yang Mempengaruhi Kemajuan Bisnis Anda"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/BLOG-Unsur-unsur-penting-dalam-aktifitas-ekonomi-.png\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter size-full wp-image-11204\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/BLOG-Unsur-unsur-penting-dalam-aktifitas-ekonomi-.png\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/BLOG-Unsur-unsur-penting-dalam-aktifitas-ekonomi-.png\" alt=\"BLOG - Unsur-unsur penting dalam aktifitas ekonomi\" width=\"680\" height=\"240\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27680%27%20height%3D%27240%27%20viewBox%3D%270%200%20680%20240%27%3E%3Crect%20width%3D%27680%27%20height%3D%27240%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/BLOG-Unsur-unsur-penting-dalam-aktifitas-ekonomi--300x106.png 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/BLOG-Unsur-unsur-penting-dalam-aktifitas-ekonomi-.png 680w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 680px) 100vw, 680px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Terkadang banyak pengusaha atau calon pengusaha yang mengabaikan betapa pentingnya mengetahui unsur-unsur ekonomi.<\/p>\n<p>Padahal dengan dengan memahami detail elemen-elemen penting ekonomi akan memudahkan mereka dalam menjalankan bisnis.<\/p>\n<p>Sebelum Anda mempelajari unsur-unsur ekonomi, ada baiknya jika Anda juga mengetahui apa saja jenis-jenis sistem ekonomi yang ada di dunia ini.<\/p>\n<h2>Apa Itu Sistem Ekonomi?<\/h2>\n<p>Sistem ekonomi merupakan suatu unsur-unsur ekonomi yang saling berhubungan yang berguna untuk mengolah kegiatan perekonomian, baik lingkup pemerintah, masyarakat, atau swasta agar lebih tertata.<\/p>\n<p>Adanya sistem ekonomi berguna untuk memberikan kesejahteraan untuk setiap pihak yang ikut andil dalam perputaran roda perekonomian.<\/p>\n<p>Apa saja fungsi dari sistem ekonomi?<\/p>\n<p>Berikut merupakan beberapa fungsi dari sistem ekonomi, yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li>Mendorong pihak tertentu sebagai rumah produsen<\/li>\n<li>Mengatur dan mengelola kegiatan pihak tertentu dalam perputaran roda perekonomian<\/li>\n<li>Sistem pemerataan kegiatan hasil produksi dan bisa dilakukan untuk seluruh lapisan yang bergabung pada kegiatan ekonomi<\/li>\n<\/ol>\n<p>Setiap negara memiliki sistem perekonomian sendiri, dikarenakan ada beberapa faktor yang melatarbelakangi hal tersebut, seperti standar kehidupan yang berbeda, sumber daya manusia dan alam, situasi negara, dan faktor pendukung lainnya.<\/p>\n<p>Walaupun secara umum jenis sistem ekonomi hanya dibagi menjadi empat, adapun beberapa negara yang menggunakan sistem ekonomi yang sama namun memiliki kebijakan berbeda.<\/p>\n<p>Seperti halnya negara kita, Indonesia memiliki sistem ekonomi campuran di mana juga memiliki ciri khas yang diberi nama sistem ekonomi pancasila.<\/p>\n\n<h2>Jenis dan Ciri-ciri Sistem Ekonomi yang Ada di Dunia<\/h2>\n<p>Dengan adanya perbedaan latar belakang tersebut, sistem ekonomi secara umum dibagi menjadi empat jenis sistem, di antaranya;<\/p>\n<h3>1. Sistem Ekonomi Tradisional<\/h3>\n<p>Sistem ekonomi ini berkaitan erat dengan adat istiadat dan tradisi.<\/p>\n<p>Umumnya negara yang menganut sistem ekonomi tradisional masih sangat bergantung dengan bidang pertanian.<\/p>\n<p>Hal ini disebabkan kondisi masyarakat yang hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan pokok hidup, tidak memiliki hasrat untuk mengembangkan harta.<\/p>\n<h4>Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional:<\/h4>\n<ul>\n<li>Kegiatan perekonomian dipenuhi guna kebutuhan hidup sehari-hari dan hanya untuk jangka waktu pendek<\/li>\n<li>Memiliki ketergantungan dengan sektor pertanian<\/li>\n<li>Roda perekonomian menitik beratkan dengan adat istiadat<\/li>\n<li>Memiliki sifat kekeluargaan<\/li>\n<\/ul>\n<h4>Kelebihan sistem ekonomi tradisional:<\/h4>\n<ul>\n<li>Sumber daya dan lingkungan terjaga<\/li>\n<li>Hubungan masyarakat yang masih kuat<\/li>\n<\/ul>\n<h4>Kekurangan sistem ekonomi tradisional:<\/h4>\n<ul>\n<li>Kebutuhan hidup tergantung dengan alam<\/li>\n<li>Memiliki peradaban yang sulit maju dan berkembang<\/li>\n<\/ul>\n<h3>2. Sistem Ekonomi Komando<\/h3>\n<p>Sistem ekonomi komando merupakan sistem yang di mana pemerintah memiliki andil penuh terhadap kegiatan ekonomi negara.<\/p>\n<p>Sistem ini juga bisa disebut dengan sistem ekonomi terpimpin, jadi tidak ada pihak swasta yang menguasai sumber daya tertentu.<\/p>\n<p>Biasanya sistem ekonomi seperti ini diterapkan oleh negara blok timur seperti Tiongkok, Russia, dan Korea Utara.<\/p>\n<h4>Ciri-ciri sistem ekonomi komando:<\/h4>\n<ul>\n<li>Secara hampir keseluruhan yang termasuk kegiatan perekonomian diatur oleh pemerintah<\/li>\n<li>Memiliki kegiatan ekonomi yang terbatas, karena perekonomian masyarakat (swasta) tidak diakui oleh pemerintah<\/li>\n<li>Pembagian, jenis, dan regulasi pekerjaan diatur oleh pemerintah diatur oleh pemerintah<\/li>\n<\/ul>\n<h4>Kelebihan sistem ekonomi komando:<\/h4>\n<ul>\n<li>Perekonomian masyarakat ditanggung oleh pemerintah<\/li>\n<li>Pemerintah mudah untuk mengendalikan harga dan inflasi<\/li>\n<li>Kondisi pasar dalam negara stabil<\/li>\n<\/ul>\n<h4>Kekurangan sistem ekonomi komando:<\/h4>\n<ul>\n<li>Masyarakat tidak mempunyai kebebasan pada sektor ekonomi<\/li>\n<li>Masyarakat tidak bisa berinovasi<\/li>\n<li>Rentan pecah apabila negara memiliki konflik politik<\/li>\n<\/ul>\n<h3>3. Sistem Ekonomi Liberal<\/h3>\n<p>Berbanding terbalik dengan sistem ekonomi komando. Sistem ekonomi liberal akan bergantung pada kapitalisme dan liberalisme.<\/p>\n<p>Biasanya sistem ekonomi ini dikenal sebagai sistem ekonomi kapitalis atau ekonomi pasar, di mana pada sistem ini memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi.<\/p>\n<p>Dalam sistem ini pemerintah tidak memiliki pengaruh kuat untuk memberikan batas perekonomian. Oleh sebab itu, negara yang menerapkan sistem ini seperti Amerika Serikat, Jerman, dan Belanda.<\/p>\n<h4>Ciri-ciri sistem ekonomi liberal:<\/h4>\n<ul>\n<li>Memiliki sumber daya ekonomi yang bebas<\/li>\n<li>Adanya pembagian status antara pemilik modal dan pekerja<\/li>\n<li>Adanya persaingan usaha yang kuat<\/li>\n<li>Pemerintah tidak ikut andil<\/li>\n<li>Sebagai pemilik modal dapat mengatur kegiatan produksi secara bebas<\/li>\n<\/ul>\n<h4>Kelebihan sistem ekonomi liberal:<\/h4>\n<ul>\n<li>Masyarakat mempunyai hak yang sama pada sektor ekonomi<\/li>\n<li>Memiliki produktivitas yang tinggi<\/li>\n<li>Memberikan kesempatan untuk masyarakat memiliki inovasi dan kreativitas tinggi<\/li>\n<\/ul>\n<h4>Kekurangan sistem ekonomi liberal:<\/h4>\n<ul>\n<li>Memicu terjadinya monopoli pasar<\/li>\n<li>Adanya kesenjangan ekonomi<\/li>\n<li>Lebih mudah terjadinya ketidakstabilan ekonomi<\/li>\n<\/ul>\n<h3>4. Sistem Ekonomi Campuran<\/h3>\n<p>Pada sistem ekonomi ini merupakan gabungan dari sistem ekonomi komando dan liberal, jadi pemerintah dan pihak swasta memiliki peran di dalamnya.<\/p>\n<p>Masyarakat juga diberikan kebebasan, namun pemerintah masih memegang kendali pada sektor perekonomian.<\/p>\n<p>Beberapa negara yang menerapkan sistem ini di antaranya India, Filipina, dan Malaysia.<\/p>\n<h4>Ciri-ciri sistem ekonomi campuran:<\/h4>\n<ul>\n<li>Adanya pembagian peran yang seimbang antara pemerintah dan swasta pada kegiatan ekonomi<\/li>\n<li>Terkait dengan kebijakan dan mekanisme, pemerintah ikut campur dalam kegiatan perekonomian<\/li>\n<li>Hak milik perseorangan diakui dengan syarat tidak memberikan kerugian untuk kepentingan umum.<\/li>\n<\/ul>\n<h4>Kelebihan sistem ekonomi campuran:<\/h4>\n<ul>\n<li>Dapat mencegah terjadinya monopoli pasar<\/li>\n<li>Kestabilan ekonomi yang lebih terjamin<\/li>\n<li>Sektor ekonomi mengutamakan masyarakat<\/li>\n<\/ul>\n<h4>Kekurangan sistem ekonomi campuran:<\/h4>\n<ul>\n<li>Swasta tidak mendapatkan keuntungan yang maksimal<\/li>\n<li>Tidak adanya kejelasan batasan antara pemerintah dan swasta<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Unsur-unsur Ekonomi yang Wajib Diketahui Pengusaha<\/h2>\n<p>Dalam dunia bisnis, pelaku usaha hendaklah dapat melihat dan memanfaatkan setiap peluang dengan baik demi menghasilkan keuntungan.<\/p>\n<p>Keuntungan dalam hal ini tidak hanya dari segi finansial semata, tapi juga jalinan kerja sama atau networking dengan rekan bisnis.<\/p>\n<p>Namun untuk menciptakan peluang bisnis tidak semudah membalik telapak tangan, dibutuhkan keinginan yang kuat serta kreativitas dan inovasi dalam mengembangkan bisnis yang dikerjakan.<\/p>\n<p>Untuk mewujudkan hal tersebut, terlebih dahulu Anda, selaku pelaku usaha, mengetahui apa saja yang menjadi unsur-unsur penting dalam aktivitas ekonomi, yang mau tidak mau akan turut mempengaruhi roda usaha Anda:<\/p>\n<h3>1. Keinginan manusia<\/h3>\n<p>Setiap manusia pasti memiliki keinginan yang ingin diwujudkannya. Keinginan ini sudah menjadi sifat dasar yang dimiliki manusia, yang akan mendorong mereka untuk berusaha keras memenuhi apa yang menjadi keinginannya.<\/p>\n<p>Contohnya, saat seseorang ingin usahanya berhasil, maka dia harus memutar otak dan bekerja keras bagaimana agar produk atau jasanya dikenal banyak orang dan dapat diterima pasar.<\/p>\n<h3>2. Sumber daya<\/h3>\n<p>Sumber daya merupakan hal yang penting dalam aktivitas ekonomi. Keberadaan sumber daya ini akan menentukan sukses tidaknya usaha yang dijalankan seseorang.<\/p>\n<p>Misalnya, saat seseorang memulai usaha katering, namun ia tidak memahami cara pengiriman makanan yang baik sehingga menimbulkan keluhan dari pelanggan saat menerima pesanan dalam keadaan kemasan rusak atau makanan tumpah.<\/p>\n<p>Sudah seharusnya pemilik katering memiliki tenaga pengiriman yang tahu bagaimana meng-handle pengiriman makanan.<\/p>\n<h3>3. Cara produksi<\/h3>\n<p>Seorang pelaku usaha sudah seharusnya mengetahui dengan detail cara pembuatan barang atau jasa yang dikerjakannya.<\/p>\n<p>Pelaku usaha harus tahu dengan pasti barang atau jasa apa yang diproduksi, jumlah barang yang diproduksi dan bagaimana memproduksinya serta pembiayaan.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Dengan adanya pemahaman terhadap unsur-unsur penting dalam ekonomi, yang tentunya tidak bisa dilepaskan dari aktivitas usaha, maka diharapkan suatu usaha dapat berjalan sesuai dengan harapan.<\/p>\n<p>Mengetahui detail unsur-unsur dalam ekonomi secara langsung atau tidak langsung dapat membantu Anda dalam menentukan keputusan bisnis, baik itu terkait hal pemasaran maupun produksi.<\/p>\n<p>Apalagi di tengah kemajuan teknologi saat ini, banyak terjadi pergeseran perilaku market Anda. Sehingga agar bisnis terus relevan dengan kondisi saat ini, maka Anda harus menyesuaikan diri dengan market Anda.<\/p>\n<p>Hal ini juga berkaitan dengan eksistensi bisnis Anda dalam menentukan strategi bisnis ke depannya dan kesiapan dalam menghadapi persaingan bisnis.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Terkadang banyak pengusaha atau calon pengusaha yang mengabaikan betapa pentingnya mengetahui unsur-unsur ekonomi. Padahal dengan dengan memahami detail elemen-elemen penting ekonomi akan memudahkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":11204,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[74],"tags":[],"views":16894,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10910"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10910"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10910\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11204"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10910"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10910"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10910"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}