{"id":10488,"date":"2016-06-09T14:01:30","date_gmt":"2016-06-09T07:01:30","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=10488"},"modified":"2022-09-10T17:32:47","modified_gmt":"2022-09-10T10:32:47","slug":"cara-mudah-pembukuan-usaha-fashion","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/cara-mudah-pembukuan-usaha-fashion\/","title":{"rendered":"Cara Mudah Pembukuan Usaha Fashion"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/BLOG-Cara-Mudah-Pembukuan-Usaha-Fashion.png\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload  wp-image-10722 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/BLOG-Cara-Mudah-Pembukuan-Usaha-Fashion.png\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/BLOG-Cara-Mudah-Pembukuan-Usaha-Fashion.png\" alt=\"BLOG - Cara Mudah Pembukuan Usaha Fashion\" width=\"680\" height=\"240\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27680%27%20height%3D%27240%27%20viewBox%3D%270%200%20680%20240%27%3E%3Crect%20width%3D%27680%27%20height%3D%27240%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/BLOG-Cara-Mudah-Pembukuan-Usaha-Fashion-300x106.png 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/BLOG-Cara-Mudah-Pembukuan-Usaha-Fashion.png 680w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 680px) 100vw, 680px\" \/><\/a><\/h2>\n<h2 style=\"text-align: center;\"><\/h2>\n<h2 style=\"text-align: center;\">Cara Mudah Pembukuan Usaha Fashion<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/cloth-store.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload  size-medium wp-image-10493 alignleft\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/cloth-store-300x201.jpg\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/cloth-store-300x201.jpg\" alt=\"cloth store\" width=\"300\" height=\"201\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27300%27%20height%3D%27201%27%20viewBox%3D%270%200%20300%20201%27%3E%3Crect%20width%3D%27300%27%20height%3D%27201%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/cloth-store-300x200.jpg 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/cloth-store.jpg 391w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a>Kebutuhan manusia akan sandang atau pakaian menjadikan kebutuhan ini menjadi ladang bisnis yang tidak pernah surut peminat. Terlebih lagi tren mode fashion yang dinamis, cepat berubah mendorong menjamurnya pelaku usaha bidang fashion yang dapat memberikan keuntungan yang cukup besar. Seseorang yang menjalankan bisnis fashion ini hendaklah tidak hanya fokus dalam memilih mode yang sedang tren, namun juga harus memperhatikan alur keuangan usaha dan persediaan. Pencatatan keuangan atau pembukuan usaha fashion ini memiliki peran yang sangat besar dalam laju roda usaha. Pencatatan keuangan serta inventory yang buruk dapat mengakibatkan kerugian usaha.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika usaha yang dijalankan masih dalam tahap pemula, maka Anda dapat menggunakan pembukuan sederhana dengan menggunakan 3 buku untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran harian:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Buku order atau pemesanan<\/strong><br \/>\nBuku ini berfungsi untuk mencatat pesanan yang masuk serta nominal kas yang dbayar oleh pembeli. Dalam buku order dibagi menjadi beberapa kolom yang digunakan untuk mencatat no, nama pelanggan, tanggal order, tanggal bayar, dan nominal yang dibayarkan. Setiap bulan total penjualan dihitung sebagai informasi jumlah pendapatan yang diterima dalam bukan tersebut. Jumlah pemasukan yang tercantum bukanlah merupakan keuntungan usaha.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Buku pengeluaran<\/strong><br \/>\nDigunakan untuk mencatat semua pengeluaran dalam satu bulan. Seperti pada buku order, setiap bulan Anda harus menghitung total pengeluaran, misalnya pengeluaran untuk bayar gaji, beli benang, dan sebagainya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Buku stok<\/strong><br \/>\nApakah bisnis Anda sebatas menjual atau memproduksi pakaian, Anda tetap membutuhkan buku stok untuk mencatat inventory. Misalnya usaha Anda memproduksi baju maka Anda memiliki stok berupa lembaran kain. Kain ini dalam istilah akuntansi dianggap sebagai aset yang setara dengan jumlah uang yang Anda miliki. Jika terjadi selisih antara stok dengan buku catatan, maka selisih tersebut merupakan kerugian yang dapat mempengaruhi keuntungan Anda. Stok barang memiliki nilai rupiah yang kemudian dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan HPP.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari catatan yang Anda buat di tiga buku tersebut, maka Anda dapat memprediksi laba yang didapat pada bulan tersebut dengan menggunakan rumus : Laba = total pemasukan &#8211; total pengeluaran. Laba yang Anda dapatkan tersebut merupakan laba kotor. Dari laba inilah dapat Anda gunakan untuk mengembangkan usaha.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Cara Mudah Pembukuan Usaha Fashion Kebutuhan manusia akan sandang atau pakaian menjadikan kebutuhan ini menjadi ladang bisnis yang tidak pernah surut peminat. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":10722,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[75],"tags":[42],"views":4786,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10488"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10488"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10488\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10722"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10488"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10488"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10488"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}