{"id":10170,"date":"2016-05-23T08:45:53","date_gmt":"2016-05-23T01:45:53","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=10170"},"modified":"2022-10-20T13:45:50","modified_gmt":"2022-10-20T06:45:50","slug":"masih-relevankah-terminologi-akuntansi-dalam-bahasa-indonesia-terhadap-bahasa-inggris","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/masih-relevankah-terminologi-akuntansi-dalam-bahasa-indonesia-terhadap-bahasa-inggris\/","title":{"rendered":"Masih Relevankah Terminologi Akuntansi Dalam Bahasa Indonesia Terhadap Bahasa Inggris?"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/BLOG-Masih-Relevankah-Terminologi-Akuntansi-Dalam-Bahasa-Indonesia-Terhadap-Bahasa-Inggris-.png\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/BLOG-Masih-Relevankah-Terminologi-Akuntansi-Dalam-Bahasa-Indonesia-Terhadap-Bahasa-Inggris-.png\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/BLOG-Masih-Relevankah-Terminologi-Akuntansi-Dalam-Bahasa-Indonesia-Terhadap-Bahasa-Inggris-.png\" alt=\"Terminologi akuntansi\" width=\"680\" height=\"240\" class=\"lazyload aligncenter size-full wp-image-10619\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27680%27%20height%3D%27240%27%20viewBox%3D%270%200%20680%20240%27%3E%3Crect%20width%3D%27680%27%20height%3D%27240%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/BLOG-Masih-Relevankah-Terminologi-Akuntansi-Dalam-Bahasa-Indonesia-Terhadap-Bahasa-Inggris--300x106.png 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/BLOG-Masih-Relevankah-Terminologi-Akuntansi-Dalam-Bahasa-Indonesia-Terhadap-Bahasa-Inggris-.png 680w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 680px) 100vw, 680px\" \/><\/a><\/p>\n<p><center><\/p>\n<h2>Masih Relevankah Terminologi Akuntansi Dalam Bahasa Indonesia Terhadap Bahasa Inggris?<\/h2>\n<p><\/center><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Wikipedia, Bahasa Indonesia menyerap berbagai unsur bahasa, baik dari bahasa daerah yang ada di Indonesia atau yang berasal dari bahasa asing seperti Inggris, Belanda, Arab dan Sansekerta. Unsur pinjaman tersebut kemudian dibagi kedalam dua kelompok utama: unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap dan unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/ac-terms.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload   wp-image-10171 alignright\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/ac-terms.jpg\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/ac-terms.jpg\" alt=\"terminologi akuntansi\" width=\"521\" height=\"311\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27521%27%20height%3D%27311%27%20viewBox%3D%270%200%20521%20311%27%3E%3Crect%20width%3D%27521%27%20height%3D%27311%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/ac-terms-300x179.jpg 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/ac-terms.jpg 521w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 521px) 100vw, 521px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Begitu juga yang ada dalam istilah akuntansi. Seperti diketahui bersama, kata Akuntansi berasal dari bahasa Inggris, Account yang artinya menghitung atau mempertanggungjawabkan. Sedangkan kata Accountancy berarti segala sesuatu yang terkait dengan kegiatan Akuntan (Accontant).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak bisa dipungkiri jika saat ini banyak terjadi kerancuan dalam menentukan padan kata untuk istilah atau terminologi akuntansi yang menggunakan bahasa Inggris. Hal ini dikarenakan tidak diterapkannya kaidah tertentu dalam pembentukan istilah. Seringkali istilah dibuat berdasarkan kebiasaan. Banyak istilah atau terminologi akuntansi yang sebenarnya dapat dengan mudah ditentukan dengan mengikuti kaidah yang sudah ada. Dengan demikian maka sebuah istilah dapat memiliki ketepatan makna.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu contoh yang dapat kita lihat adalah penggunaan awalan \u201cter-\u201d yang memiliki banyak fungsi untuk membentuk istilah akuntansi yang memadai. Awalan \u201cter-\u201d secara umum, jika diikuti dengan kata kerja dan peristiwa yang terjadi tidak sengaja memiliki arti dalam keadaan telah. Selain itu awalan \u201cter-\u201d juga dapat berarti paling. Sedangkan untuk membentuk kata benda, kata berawalan \u201cter-\u201ddapat dijadikan dalam bentuk \u201cke-an\u201d misalnya \u201cketerukuran\u201d seperti pada measurability. Beberapa contoh kata sifat dan kata benda dalam istilah akuntansi yang padan katanya dapat dibentuk dengan menggunakan swadaya tersebut adalah:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">applicable\/applicability \u00a0 \u00a0\u00a0 terterapkan\/keterterapan<br \/>\nauditable\/auditability\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 teraudit\/keterauditan<br \/>\ncollectable\/collectability\u00a0\u00a0\u00a0 tertagih\/ketertagihan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam akuntansi banyak ditemukan istilah teknis yang merupakan istilah serapan yang berasal dari bahasa Inggris. Istilah serapan dipilih sebagai padan kata karena menjadi pilihan terbaik yang ditinjau dari makna teknis yang ada dalam suatu istilah. Berikut contoh kata serapan beserta padan katanya:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Allocation\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 alokasi\/mengalokasi<br \/>\nCapitalization \u00a0 \u00a0 \u00a0\u00a0 kapitalisasi\/menkapitalisasi<br \/>\nClassification\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 klasifikasi\/mengklasifikasi<br \/>\nComputerization\u00a0\u00a0 komputerisasi\/mengkomputerisasi<br \/>\nDepreciation \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0\u00a0 depresiasi\/mendepresiasi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembentukan istilah secara konsisten dan mengacu pada kaidah-kaidah yang sudah ditetapkan akan mempermudah dalam pemberian makna atau gagasan. Pembentukan istilah yang dilakukan dengan cermat akan memberikan manfaat dalam penggunaan bahasa keilmuan. Banyak dijumpai orang membuat istilah tidak berdasarkan logika dan kaidah bahasa, tapi hanya berdasarkan pengalaman saja. Jika hal tersebut dilakukan maka hasil yang diberikan tidak akan tepat sasaran atau justru menyesatkan. Karena itu istilah yang tidak tepat atau keliru akan mengakibatkan perilaku yang keliru pula, dan jika hal tersebut tanpa sadar dilakukan dalam profesi, maka dapat menyebabkan malpraktik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber :\u00a0 www.suwardjono.com<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masih Relevankah Terminologi Akuntansi Dalam Bahasa Indonesia Terhadap Bahasa Inggris? Menurut Wikipedia, Bahasa Indonesia menyerap berbagai unsur bahasa, baik dari bahasa daerah yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":10619,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[75],"tags":[42,768],"views":1287,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10170"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10170"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10170\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10619"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10170"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10170"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10170"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}