Jika kita ingin perusahaan kita menjadi perusahaan yang besar, maka kita harus bisa terus memperluas daerah pemasaran kita dan berekspansi hingga ke negara-negara lain sehingga tidak bisa lepas dari transaksi yang menggunakan mata uang asing karna tentunya mata uang yang berlaku di masing-masing negara berbeda-beda. Dalam beberapa kondisi terkadang kita memiliki piutang atau hutang yang dalam kesepakatannya dinilai dalam mata uang asing, namun ternyata ketika dibayarkan menggunakan mata uang dasar yang kita gunakan (Rupiah) atau di transfer ke rekening Bank kita yang mata uang dasarnya Rupiah. Secara teori kita tentu harus mengkonversi nilainya ke mata uang dasar sehingga di dapat jurnal yang balance dan kita cukup membagi nilai yang dibayarkan dengan kurs yang berlaku pada saat pembayaran tersebut sehingga piutang / hutang kita yang dalam mata uang asing tersebut berkurang sesuai dengan nilai yang sebagaimana mestinya. Lalu yang jadi pertanyaan, bagaimana cara menginputnya di Software Akuntansi yang kita gunakan? continue reading…